;

Membalikkan Prospek Pertanian

Ekonomi Yoga 07 Dec 2023 Kompas
Membalikkan Prospek Pertanian

Kompas mengangkat hasil Sensus Pertanian 2023 yang memberi gambaran suram sektor pertanian, khususnya pangan. Dalam beberapa sensus pertanian terakhir, terlihat, kita belum bisa membalikkan tren kemunduran sektor pertanian yang terjadi beberapa dekade terakhir, yang bukan hanya tecermin dari rata-rata pertumbuhan sektor pertanian yang di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, sektor pertanian yang terus menjadi kantong konsentrasi penduduk miskin, stagnannya produksi, atau meningkatnya ketergantungan pada impor. Kemunduran pertanian juga tergambar dari menyempitnya luas lahan pertanian akibat konversi, jumlah unit usaha tani yang terus mengecil, dan terus menciutnya penguasaan lahan oleh petani, dengan jumlah petani gurem juga terus meningkat. Selain itu, tak adanya regenerasi petani, dengan 70 % petani berusia 50 tahun ke atas. Generasi muda tak tertarik terjun ke pertanian karena tidak menjanjikan kesejahteraan. Terpuruknya pertanian, dan terus terperangkapnya petani dalam kemiskinan ekonomi subsisten selama beberapa dekade ini, menjadi gambaran terus dianaktirikannya sektor yang jadi tumpuan 40 % angkatan kerja nasional.

Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi ancaman besar bagi masa depan ketahanan pangan dan sektor pertanian. Kekhawatiran akan ketidakmampuan sektor pertanian menyediakan kebutuhan pangan bagi 274 juta penduduk yang terus bertambah ke depan membuat isu kemandirian, ketahanan, atau swasembada pangan terus menjadi isu panas setiap tahun, terutama karena kurangnya perhatian atau banyaknya kebijakan yang tak berpihak kepada petani sebagai ujung tombak sektor pertanian. Ketergantungan pada impor pangan yang terus meningkat membuat posisi kita rentan terhadap gejolak sosial ekonomi, terutama dalam situasi krisis pangan global. Enam dari Sembilan barang kebutuhan pokok masih harus diimpor. Sebagai negara agraris dengan lahan subur melimpah, ketahanan pangan kita masih rentan. Di posisi ke-10 di Asia-Pasifik, dan ke-60 di dunia, menurut The Global Food Security Index 2022. Pembenahan sektor pertanian dikatakan berhasil jika tidak hanya mampu menopang ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menciptakan landasan yang kokoh bagi pembangunan ekonomi ke depan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :