Membalikkan Prospek Pertanian
Kompas mengangkat hasil Sensus Pertanian 2023 yang memberi gambaran
suram sektor pertanian, khususnya pangan. Dalam beberapa sensus pertanian
terakhir, terlihat, kita belum bisa membalikkan tren kemunduran sektor
pertanian yang terjadi beberapa dekade terakhir, yang bukan hanya tecermin dari
rata-rata pertumbuhan sektor pertanian yang di bawah pertumbuhan ekonomi
nasional, sektor pertanian yang terus menjadi kantong konsentrasi penduduk
miskin, stagnannya produksi, atau meningkatnya ketergantungan pada impor. Kemunduran
pertanian juga tergambar dari menyempitnya luas lahan pertanian akibat
konversi, jumlah unit usaha tani yang terus mengecil, dan terus menciutnya
penguasaan lahan oleh petani, dengan jumlah petani gurem juga terus meningkat.
Selain itu, tak adanya regenerasi petani, dengan 70 % petani berusia 50 tahun
ke atas. Generasi muda tak tertarik terjun ke pertanian karena tidak
menjanjikan kesejahteraan. Terpuruknya pertanian, dan terus terperangkapnya
petani dalam kemiskinan ekonomi subsisten selama beberapa dekade ini, menjadi
gambaran terus dianaktirikannya sektor yang jadi tumpuan 40 % angkatan kerja nasional.
Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi ancaman besar bagi masa
depan ketahanan pangan dan sektor pertanian. Kekhawatiran akan ketidakmampuan
sektor pertanian menyediakan kebutuhan pangan bagi 274 juta penduduk yang terus
bertambah ke depan membuat isu kemandirian, ketahanan, atau swasembada pangan
terus menjadi isu panas setiap tahun, terutama karena kurangnya perhatian atau
banyaknya kebijakan yang tak berpihak kepada petani sebagai ujung tombak sektor
pertanian. Ketergantungan pada impor pangan yang terus meningkat membuat posisi
kita rentan terhadap gejolak sosial ekonomi, terutama dalam situasi krisis pangan
global. Enam dari Sembilan barang kebutuhan pokok masih harus diimpor. Sebagai
negara agraris dengan lahan subur melimpah, ketahanan pangan kita masih rentan.
Di posisi ke-10 di Asia-Pasifik, dan ke-60 di dunia, menurut The Global Food
Security Index 2022. Pembenahan sektor pertanian dikatakan berhasil jika tidak hanya
mampu menopang ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan
petani dan menciptakan landasan yang kokoh bagi pembangunan ekonomi ke depan. (Yoga)
Postingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023