Ekonomi
( 40478 )Pendapatan XL Axiata Bakal Tembus Rp 35 Triliun
Kontribusi Ekonomi Digital Meningkat, Pendapatan Per Kapita Melesat Tinggi
MEMPERKUAT MAGNET REPATRIASI EKSPOR
Kalangan pelaku usaha meminta pemerintah memperpanjang masa evaluasi ketentuan penempatan dana hasil ekspor dengan membuka opsi perluasan pemberian insentif.Pemangku kebijakan telah menyelesaikan evaluasi atas implementasi PP No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam yang berlaku sejak 1 Agustus 2023.Evaluasi tersebut terkait dengan ketentuan penempatan dana hasil ekspor atau Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE) sumber daya alam (SDA).Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasiil evaluasi DHE sejauh ini cukup menggembirakan.Dari evaluasi selama implementasi selama 3 bulan itu, pemerintah tidak menemukan adanya substansi yang mendesak untuk diperbaiki. Hal itu ditandai dengan terus mengalirnya modal eksportir ke rekening di dalam negeri."Sudah ada peningkatan cukup bagus dari sisi compliance [kepatuhan]. Jadi DHE dilanjutkan," kata Airlangga, Rabu (6/12).Berdasarkan data Kemenko Perekonomian yang diolah Bisnis, penempatan DHE SDA di dalam negeri memang cukup tinggi. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan penerimaan DHE, nilai yang diparkir di dalam negeri masih sangat terbatas.
Dari sisi pemilihan tenor pun rata-rata eksportir memilih 3 bulan, sementara tenor 1 bulan dan 6 bulan relatif sepi peminat.Berkaca dari data tersebut, masih ada banyak DHE SDA yang belum ditempatkan di dalam negeri. Padahal, ketentuan ini disusun dalam rangka menopang cadangan devisa nasional agar tetap tangguh menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.PP No. 36/2023 juga telah mengatur soal sanksi dari eksportir yang memiliki DHE SDA dengan nilai ekspor minimal US$250.000 atau ekuivalennya, yakni berupa penangguhan layanan ekspor.
Sementara itu, kalangan pelaku usaha menyebut beberapa substansi yang menjadi penghambat terbatasnya penempatan DHE SDA di dalam negeri. Di antaranya ketentuan ambang batas nilai ekspor serta bentuk insentif.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan idealnya mekanisme penempatan dana di dalam negeri didesain dengan lebih fleksibel.
Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Moelyono Soesilo menilai kenaikan ambang batas dibutuhkan dalam rangka menjaga cashfl ow perusahaan. Menurutnya, eksportir kecil dan menengah tidak perlu dibebankan dengan wajib mengikuti aturan DHE. "Mungkin bisa dipertimbangkan untuk nilai [minimum ekspor] ditingkatkan lagi untuk eksportir yang kena aturan DHE, misalnya US$500.000—US$1 juta," katanya.Senada, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Eddy Martono, berujar bahwa para eksportir membutuhkan modal kerja. Devisa yang terlalu lama disimpan, membuat para eksportir terpaksa mencari dana dari pihak ketiga.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memandang kehadiran instrumen TD Valas DHE dapat membantu penguatan cadangan devisa karena menawarkan return kompetitif sehingga banyak yang kembali menempatkan dananya di dalam negeri.
PENGHILIRAN SEKTOR PERTANIAN : TRANSFORMASI KAKAO JEMBRANA
Kabupaten Jembrana kini memulai langkah baru untuk penghiliran sektor pertanian menyusul hadirnya pabrik pengolahan kakao menjadi cokelat guna mendongkrak pamor UMKM wilayah ini. Apalagi, kabupaten ini merupakan jawara produsen kakao Bali.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana bakal merealisasikan penghiliran kakao dengan pembangunan pabrik cokelat di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Bupati Jembrana I Nengah Tamba menjelaskan bahwa pembangunan pabrik cokelat akan direalisasikan melalui melalui factory sharing Jembrana. Factory sharing produksi pengolahan biji kakao menjadi cokelat ini, dibangun atas kerja sama sejumlah kementerian seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Dia memandang bahwa keberadaan factory sharing ini juga akan menguntungkan sektor hulu pertanian lantaran petani kakao Jembrana tidak akan bingung dalam pemasaran menyusul adanya tempat untuk menjual kakao tentunya dengan harga yang menguntungkan petani.Menurutnya, tujuan dari pembangunan factory sharing ini merupakan bagian dari penghiliran produksi kakao petani Jembrana.
Oleh karena itu, Tamba memadang bahwa dengan berdirinya factory sharing ini, maka pembeli cokelat Jembrana tidak langsung ke petani, tetapi ke factory sharing. Sementara itu, biji cokelat petani itu akan dijual ke koperasi yang ada di factory sharing untuk diolah.
Kendati belum diresmikan, Bupati Jembrana sudah mempunyai nama yang akan menjadi brand cokelat Jembrana yakni cokelat bahagia Jembrana, disingkat Cobana. Segmen pasar Cobana untuk kalangan anak muda. Produk lain diberi nama Coklat Pak Ngak dengan jenis bubuk darkcokelat.
Adapun, Kabupaten Jembrana selama ini memang sudah dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi serta penghasil biji kakao kelas dunia. Bahkan, wilayah ini sudah mampu mengekspor ke beberapa negara dan dipercaya sebagai bahan baku pembuatan cokelat dari produk-produk cokelat ternama dunia.
Ketua kelompok tani becik Yeh Embang Gede Kawi Astana mengaku bahwa baru kali ini fokus menanam kakao secara terarah setelah dia bersama 9 anggotanya mulai menanam 600 pohon di atas lahan satu hektare. “Ini penanaman tahap pertama, target kami bisa menghasilkan 4 ton. Dengan terarah seperti ini kami optimis bisa fokus dan menghasilkan kakao yang optimal,” jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali kala itu, Trisno Nugroho, menjelaskan bahwa Yeh Embang ini akan menjadi sentral kakao baru di Jembrana.Jika langkah tersebut sukses, maka hal tersebut dapat menjadi sumber ekonomi yang bagus bagi masyarakat sekitar.
Ekonomi Berbasis Sawit 2024
Kinerja ekonomi berbasis sawit pada 2023 masih penuh drama, walau tidak sedahsyat fenomena larangan ekspor minyak sawit metah (CPO) dan turunannya pada 2022. Masih segar dalam ingatan bahwa larangan ekspor CPO sekitar Ramadan 2022 itu telah membuat harga tandan buah segar (TBS) anjlok hingga di bawah Rp1.000 per kg. Kekeringan ekstrem El Nino 2023 sebenarnya tidak banyak berdampak pada kinerja produksi CPO. Produksi CPO 2023 diperkirakan 48,6 juta ton, minyak biji sawit (PKO) 4,6 juta ton, sehingga total produksi kelapa sawit 53,2 juta ton atau naik 3,81% dari total produksi 51,2 juta ton pada 2022.Drama ekonomi sawit diawali ketika Uni Eropa (UE) kembali menuduh sawit Indonesia menjadi penyebab deforestasi, melalui perubahan tata guna lahan secara tidak langsung (indirect land use changeILUC). Indonesia mengajukan gugatan tindakan diskriminatif kepada Badan Penyelesaian Sengketa (DSB/Dispute Settlement Body) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Keputusan akhir hasil gugatan tersebut seharusnya diumumkan pada Desember 2023 ini.
Produksi minyak sawit Indonesia banyak ditentukan oleh kinerja kebun dan industri sawit di Sumatra dan Kalimantan. Produksi sawit di Sulawesi dan Papua masih terbatas karena baru ‘belajar’, yang mungkin berperan penting 10 tahun mendatang. Kekeringan ekstrem El Nino berpengaruh pada presipitasi uap air di Sumatra dan Kalimantan, sehingga siklus produksi bergeser. Puncak produksi biasanya pada Agustus—September, kini bergeser ke April—Mei. Produktivitas rata-rata TBS pada 2023 turun hingga 15 ton per ha. Produktivitas perkebunan besar 18 ton per ha, sedangkan sawit rakyat hanya 11 ton per ha. Dunia usaha dan pemerintah sama-sama memiliki kewajiban untuk meningkatkan produktivitas TBS, setidaknya mendekati potensi produktivitas 30 ton per ha. Jika berhasil, maka peningkatan produksi sawit tidak harus melakukan ekspansi kebun, apalagi jika menyebabkan kerusakan hutan.
Prospek industri berbasis sawit 2024 dapat diikhtisarkan sebagai berikut. Produksi sawit (CPO dan PKO) tumbuh 5%, hingga mencapai 56 juta ton. Konsumsi minyak sawit juga naik tinggi 9% dan mencapai 25 juta ton, karena alokasi konsumsi minyak goreng dan biofuelterus tumbuh. Akan tetapi, kinerja ekspor 2024 akan turun, terutama ekspor ke UE, mengingat persyaratan keberlanjutan makin rumit. Pelaku industri sawit dan Pemerintah perlu mewaspadai peningkatan stok sawit 5 juta ton karena penurunan harga telah di depan mata.
Commodity Market Outlookyang dirilis Bank Dunia (November 2023) memprakirakan bahwa harga CPO pada 2024 terus turun hingga US$900 per kg karena stok global cukup besar. Penurunan harga minyak bumi global hingga US$84 per ton tahun 2023 dan US$81 per ton tahun 2024 menjadi salah satu determinan penting pada turunnya harga CPO global. Bahkan, Bank Dunia memprakirakan penurunan harga CPO lebih rendah hingga US$850 per ton pada 2025.
KENDARAAN LISTRIK : SPKLU Swasta Mulai Dibangun di Bali
Perkembangan jumlah kendaraan listrik di Bali membuat perusahaan swasta penyedia Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Jevi Stroom berani berekspansi ke Pulau Dewata. Jevi Stroom mulai melakukan pemasangan SPKLU pertama di pusat perbelanjaan Plaza Renon, menjadikannya sebagai SPKLU pertama yang dipasang oleh swasta. Pasalnya, selama ini SPKLU di Bali dipasang oleh BUMN seperti PLN. Perwakilan Jevi Stroom, Yoki Unggara menjelaskan ada beberapa alasan Jevi Stroom memilih Bali sebagai lokasi ekspansi bisnis setelah Jakarta. Pertama, jumlah kendaraan listrik di Bali terus berkembang sehingga keberadaan SPKLU semakin dibutuhkan. Dia pun optimistis dengan perkembangan kendaraan listrik di Bali, bisnis SPKLU ini akan berjalan. Sebagai informasi, jumlah kendaraan listrik di Bali menurut catatan Dinas Perhubungan sekitar 3.000 unit, baik sepeda motor maupun mobil. Pemprov dan Pemkab di Bali memang mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk membangun pariwisata berkelanjutan, Bali menargetkan pada 2045 sudah bebas emisi.
Nasib CEO yang Dipecat
CEO Open AI Sam Altman sempat dipecat dari perusahaannya,
tetapi tak lama kemudian ia diminta kembali memimpin perusahaan tersebut pekan
lalu. Kasus sejenis sudah banyak. Sejumlah CEO yang dipecat atau diminta mundur
kemudian diajak kembali memimpin perusahaan yang sempat ditinggalkan, seperti
Steve Jobs di Apple, Sean Red di Tinder, dan Jack Dorsey di Twitter. Ada CEO
yang dipecat kemudian pindah ke perusahaan lain dan mampu berprestasi. Jamie
Dimon yang dipecat sebagai Presiden Citigroup, tetapi kemudian menjadi CEO JPMorgan
Chase. Pendiri Vanguard, Jack Bogle, yang dicopot dari jabatannya sebagai
Presiden Wellington Management, tetapi kemudian menciptakan sebuah indeks dana dan
menjadi tokoh yang dikenal untuk reformasi tata kelola. Mantan presiden Coca-Cola
Steve Heyer yang secara mengejutkan tidak menduduki posisi CEO di Coke, tetapi kemudian
dengan cepat diangkat menjadi bos jaringan Starwood Hotels.
Harvard Business Review dalam tulisan berjudul Firing Back:
How Great Leaders Rebound After Career Disasters menyebut hal-hal yang
menghalangi pemimpin yang digulingkan untuk kembali lagi. Pemimpin yang tidak
bisa pulih cenderung menyalahkan diri sendiri dan sering kali tergoda
memikirkan masa lalu daripada menatap masa depan. Dinamika ini biasanya
diperkuat oleh rekan-rekan yang bermaksud baik. Sayangnya, nasihat mereka sering
kali lebih merugikan daripada membantu. Sebaliknya, bagaimana de-ngan mereka
yang bisa kembali mencapai karier puncak? Dalam setiap budaya, kemampuan untuk
mengatasi kesulitan hidup merupakan ciri penting dari mereka sehingga mampu
melahirkan seorang pemimpin yang hebat. CEO Hacker One Marten Mickos dalam sebuah
tulisan di laman CNBC mengakui pernah dipecat dua kali. Kasus ini terjadi saat
ia menjabat CEO Eucalyptus dan CEO MySQL, di mana keduanya adalah perusahaan teknologi.
Salah satu alasan pemecatan adalah ketika dewan direksi ingin beralih dari
target B2C ke B2B, ia malah menanggapi rencana ini dengan mengatakan perusahaan
tidak memiliki cukup dasar untuk mengubah target pasar tersebut. Ia keluar dari
rapat dewan sebagai mantan CEO. Pemecatan bukanlah masalah besar dan dipecat
sebagai CEO bukan berarti aib sebagai seorang profesional bisnis. Ia menerima
pemecatan itu dengan santai dan bisa menemukan dirinya kembali ketika ia
kembali menjadi CEO. (Yoga)
Perbaikan Kinerja Kerek Dividen Lampaui Modal
Total realisasi dividen BUMN periode 2020-2024 secara
konsolidasi diproyeksi akan lebih besar dari total penyertaan modal negara pada
periode yang sama. Selain dividen, kontribusi BUMN dalam bentuk pajak dan penerimaan
negara bukan pajak juga meningkat seiring perbaikan kinerja. Menteri BUMN
ErickThohir mengatakan, terhitung sejak awal tahun hingga 19 November 2023,
BUMN berhasil menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp 81,1 triliun, melampaui
target Rp 35,3 triliun. Ia menargetkan dividen BUMN pada 2024 masih bertumbuh hingga
Rp 85,2 triliun. Sementara total penyertaan modal negara (PMN) yang diterima
BUMN pada periode yang sama mencapai Rp 35,3 triliun. Diproyeksikan nilai PMN
yang diterima BUMN pada 2024 naik menjadi Rp 41,9 triliun.
”Pada 2019, target rasio antara PMN dan dividen pada 2024
bisa mencapai 50:50. Alhamdulillah di tahun 2023 performance BUMN bagus dan akan
diupayakan tetap tumbuh tahun depan. Artinya, jika ditotal rasio antara dividen
dan PMN tahun depan bisa 55:45,” ujar Erick saat dikonfirmasi pada Selasa (5/12).
Secara rinci, total realisasi dan usulan PMN selama 2020-2024 mencapai Rp 226,1
triliun. Adapun realisasi dan usulan dividen di periode yang sama lebih besar,
yakni Rp 279,4 triliun. Erick mengatakan, laporan tahunan keuangan BUMN yang
terkonsolidasi dan transparan akan menjadi bahan pijakan untuk menentukan kebijakan
ke depan. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/12), Erick
menyebutkan, saat ini 90 % proyek strategis yang menjadi tanggung jawab BUMN
telah selesai. Sisanya, 10 %, diproyeksikan baru rampung pada 2024 atau sebelum
pemerintahan baru terbentuk. (Yoga)
Kredit Bermasalah UMKM Meningkat
Rasio kredit bermasalah pada segmen UMKM merangkak naik menjelang
berakhirnya masa restrukturisasi kredit Covid-19. Kendati demikian, industri
perbankan dinilai cukup tangguh dalam memitigasi potensi yang muncul tersebut. Mengutip data Statistik Ekonomi dan Keuangan
Indonesia Oktober 2023, penyaluran kredit UMKM oleh bank umum pada September
2023 tercatat tumbuh 8,33 % secara tahunan dengan outstanding mencapai Rp 1.426
triliun atau 20,65 % terhadap total kredit perbankan. Di sisi lain, rasio
kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) kredit UMKM selama periode tahun
kalender terlihat merangkak naik hingga berada di level 3,87 % pada September
2023.
Pada akhir tahun 2022, NPL kredit UMKM berada pada level
3,41 %. Ekonom senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
(LPPI), Ryan Kiryanto, Selasa (5/12) berpendapat, kenaikan NPL kredit UMKM
tersebut diduga akibat kinerja sektor UMKM yang belum mampu beradaptasi dengan
perubahan dunia bisnis, terutama digitalisasi. Selain itu, kualitas produk
turut berpengaruh terhadap daya saing pelaku UMKM. ”Semua itu berujung pada ketidakmampuan
debitor UMKM memenuhi kewajibannya dan terjadilah NPL yang harus ditanggung
oleh bank. Maka, bank harus membimbing dan membina debitor UMKM-nya agar dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan sehingga pelaku usaha lebih tangguh dan mampu mencetak
keuntungan,” tuturnya. (Yoga)
INDUSTRI MANUFAKTUR, Kian Ekspansif Jelang Akhir Tahun
Momen liburan akhir tahun diperkirakan akan meningkatkan
belanja masyarakat. Hal ini diantisipasi oleh dunia usaha dan industri
manufaktur dengan berekspansi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, menjelang akhir tahun sentimen ekspansi
kinerja dunia usaha meningkat. ”Hal ini disebabkan adanya kenaikan konsumsi
masyarakat di momentum liburan akhir tahun, seperti halnya periode Idul Fitri,”
ujar Shinta yang dihubungi pada Selasa (5/12) di Jakarta. Ia menambahkan,
konsumen juga masih memiliki daya beli dan keyakinan akan kondisi ekonomi. Hal
ini lantaran inflasi dan nilai tukar rupiah juga relatif terkendali. Semua hal
ini sangat mendukung adanya kinerja sektor manufaktur yang lebih tinggi.
Ekspansi dunia usaha dan manufaktur tersebut tecermin dari
Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada November 2023 di posisi 51,7,
meningkat dibanding Oktober 2023 di posisi 51,5. PMI merupakan indeks yang
dirilis lembaga riset pemeringkat kinerja perekonomian S&P Global untuk
melihat geliat dunia usaha merespons permintaan pasar. Indeks di atas 50
mengindikasikan dunia usaha atau industri manufaktur dalam posisi ekspansi. Menurut
data PMI, ekspansi sektor manufaktur Indonesia akan bertahan terus sampai
triwulan keempat tahun ini. Kenaikan produksi didukung kenaikan permintaan baru
dan kenaikan jumlah tenaga kerja. ”Kinerja sektor industri manufaktur nasional
menjelang akhir tahun 2023 ini masih berada di fase ekspansi meski mendapat
tekanan dari kondisi ekonomi global. Artinya, capaian positif PMI Indonesia ini
bertahan hingga 27 bulan berturut-turut,” kata Menteri Perindustrian Agus
Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









