Ekonomi
( 40733 )PERTEMUAN TAHUNAN BANK INDONESIA 2023 : Kebijakan Moneter Fokus Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Nilai Tukar
Bank Indonesia memfokuskan arah kebijakan moneter untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, nilai tukar rupiah tahun 2024 diproyeksikan akan tetap stabil dan inflasi terkendali dalam sasaran yang ditetapkan.
Saat memberikan pidato dalam PTBI 2023 pada Rabu (29/11), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa gejolak global pada 2024 masih perlu diwaspadai. Berbagai tantangan global ke depan yang perlu dicermati mencakup perlambatan dan divergensi pertumbuhan ekonomi global, penurunan inl asi yang lambat, suku bunga negara maju yang lebih tinggi dan lebih lama, kuatnya mata uang dollar, serta pelarian modal dalam jumlah besar dari emerging markets ke negara maju.Dalam kajian yang disusun oleh Bank Indonesia, risiko utama tekanan inl asi pada 2024 sebagian besar berasal dari gejolak global, yaitu dampak pelemahan rupiah serta tingginya harga energi dan pangan dunia terhadap harga barang-barang impor (imported infl ation) dan harga pangan bergejolak (volatile food). Sementara itu inl asi inti (core infl ation) diperkirakan masih terkendali sejalan dengan kenaikan permintaan agregat yang masih di bawah kapasitas output potensial. Sedangkan tantangan stabilitas nilai tukar datang dari Amerika Serikat. Masih tingginya Fed Fund Rate (FFR) dan yield obligasi US Treasury serta kuatnya dolar AS, dapat memberikan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia, termasuk Indonesia.
Dia menjelaskan strategi kebijakan moneter yakni, pertama, memastikan tekendalinya inl asi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025.
Strategi kedua, dalam kebijakan moneter yakni memastikan nilai tukar rupiah bergerak stabil guna mitigasi gejolak global dan pengendalian inl asi harga impor.
Ketiga, yakni strategi operasi moneter “pro-market” untuk efektivitas transmisi kebijakan, pendalaman pasar uang, dan pengelolaan aliran portofolio asing.
Koordinasi kebijakan Bank Indonesia dengan kebijakan Pemerintah juga terus dipererat untuk memperkuat ketahanan eksternal dari gejolak global, pengendalian inl asi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk memperkuat ketahanan eksternal dari gejolak global, koordinasi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan skal Pemerintah mencakup baik dalam pengelolaan permintaan agregat untuk menjaga stabilitas makroekonomi, maupun dalam penerbitan SUN di pasar domestik dan global dari rencana tahunan hingga pelaksanaannya dari waktu ke waktu.
HARI BELANJA ONLINE NASIONAL : UNJUK GIGI SEKTOR KONSUMSI
Memasuki pengujung tahun, putaran roda ekonomi di dalam negeri masih cukup terjaga. Selain agenda kampanye politik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 hingga Februari mendatang, perhelatan puncak Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas jadi momentum ‘menguras’ dompet konsumen. Membuka ajang UMKM Expo(rt) Brilianpreneur yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Presiden Joko Widodo menyinggung pentingnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masuk ke pasar global dengan memanfaatkan digitalisasi. Dalam setiap ajang yang melibatkan UMKM, isu digitalisasi dan daya saing dengan produk luar negeri, selalu menjadi perhatian. Meski jutaan pemain UMKM telah memanfaatkan teknologi, daya saingnya dinilai masih kurang. “Kalau kita lihat memang masih belum besar ekspor produk UMKM baru 15,7%, masih di bawah Singapura 41%, Thailand itu 29%, ini yang menjadi pekerjaan besar,” kata Presiden Jokowi, Kamis (7/12). Pentingnya daya saing UMKM disampaikan Kepala Negara hanya beberapa hari jelang puncak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diperingati setiap 12 Desember. Harbolnas menjadi ajang ‘menguras’ simpanan masyarakat untuk membeli beragam kebutuhan dengan memanfaatkan harga miring dan diskon. Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara khusus menjadikan Harbolnas sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri (national branding) dan mendorong produk lokal mampu bersaing dengan produk asing. “Harbolnas adalah salah satu momentum yang tepat untuk mengajak seluruh masyarakat semakin bangga buatan Indonesia. Bentuk paling sederhana untuk mewujudkan kebanggaan adalah membeli dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim dalam keterangan resmi Road to Harbolnas awal bulan ini. Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), nilai penjualan pada perhelatan Harbolnas pada 2022 senilai Rp22,7 triliun. Dari total belanja itu, penjualan dari produk lokal menyumbang sekitar Rp10 triliun.
PT Global Digital Niaga Tbk., kelompok bisnis di bawah Djarum Group menyambut Harbolnas dengan menghadirkan Histeria 12.12 yang berlangsung pada 12—16 Desember 2023. Emiten dengan kode saham BELI itu menawarkan berbagai program dengan menggunakan tagline ‘Pasti Puas, Tanpa Tipu Tipu.’ Chief Marketing Officer (CMO) Blibli Edward K. Suwignyo menyatakan platform itu akan menebar beragam kesempatan mulai dari diskon belanja hingga 90%, cashback sampai dengan Rp3 juta, dan gratis ongkos kirim tanpa minimum nilai belanja. Menurut Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio Nelwan, konsumen perlu mengetahui sejumlah tips agar terhindar dari penipaun oleh oknum tak bertanggung jawab. Dia mengatakan setidaknya ada lima hal yang perlu diketahui calon pembeli, pertama, melakukan pengecekan terhadap reputasi penjual dan ulasan produk. Kedua, lakukan komunikasi transaksi via platform e-commerce asli. Ketiga, pembeli diharapkan tidak terburu-buru menyelesaikan pesanan. Keempat, pembeli disarankan tidak melakukan transfer langsung ke penjual dan memastikan pembayaran terjadi di dalam aplikasi. Kelima, pengguna juga disarankan menambahkan asuransi untuk perlindungan lebih. Ketua Umum idEA Bima Laga menuturkan nilai transaksi Harbolnas tahun ini diproyeksikan mencapai Rp25 triliun. Target itu lebih tinggi dibandingkan dengan nilai transaksi pada momen Harbolnas pada 2022 yang mencapai Rp22,7 triliun.
Anak Muda di Relung-relung Kafe
Anak muda menjadi pengisi relung kafe atau kedai kopi modern
yang menjamur satu dekade terakhir. Mereka yang dating sebagian besar berstatus
mahasiswa. Di sana mereka tenggelam untuk mengerjakan tugas atau sekadar
bercengkerama. Di salah satu meja di sebuah kafe di Menteng, Jakpus, Siti Aulya
Azzahra (21), mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis Otomotif, Politeknik
Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) Jakarta, asyik berdiskusi dengan
beberapa temannya. Siang itu, Aulya memilih mengerjakan tugas di kafe itu ketimbang
di rumah karena perlu suasana baru. ”Kalau di rumah, sedikit-sedikit dipanggil,
Aul... Aul..,” kata Aulya dengan nada ceria, Rabu (29/11). Ia merasa nyaman
mengerjakan tugas dan akan terus datang ke kafe atau kedai yang sama tanpa
merasa bosan apalagi suasananya relatif hening. Ia bisa di sana, tiga sampai
lima jam, jajanan kesukaannya adalah ice chocolate atau greentea yang manis.
Setiap datang ke kafe ia bisa memesan dua gelas minuman jenis itu dengan harga
per gelas Rp 30.000-Rp 40.000.
Ditambah dengan makanan pendamping, rata-rata ia merogoh kocek
Rp 100.000 per kedatangan. Ia sendiri kerap kaget begitu sadar uang yang ia
keluarkan cukup banyak setiap berkunjung ke kafe. Apalagi jika dibandingkan dengan
uang yang Aulya keluarkan untuk makan yang ”hanya” Rp 50.000 per hari. Tetapi, jika
diakumulasikan per bulan, uang yang ia keluarkan untuk mengerjakan tugas di
kafe itu tergolong kecil. Sebab ia hanya ke kafe 1-2 kali dalam seminggu. Kedai
kopi, kafe, dan kehidupan kini nyaris tak terpisahkan dengan keseharian anak
muda urban. Sebagai ruang mengerjakan tugas, diskusi atau sekadar tempat nongkrong,
kedai kopi atau kafe berhasil menyediakan suasana yang khas selaras dengan gaya
hidup masa kini. Bagi beberapa anak muda, kedekatan mereka dengan kafe atau kedai
kopi bahkan sudah menyentuh ranah emosi. Aulya mengatakan, ”Kisah-kisah yang
terjadi di coffee shop membuat perasaan menjadi hangat. Kisah tentang pertemanan,
ngedate dengan pasangan terbangun di sana.” (Yoga)
Emiten Prajogo Merajai Bursa
Prajogo Pangestu kian kokoh di posisi orang terkaya di Indonesia dan dunia.
Forbes
mencatat, kemarin (8/12), pria 79 tahun ini memiliki harta sekitar US$ 58,3 miliar atau sekitar Rp 903,65 triliun. Ia berada di posisi 23 orang terkaya sejagat raya.
Pendorong utama kenaikan kekayaan Prajogo adalah lonjakan harga saham lima emiten yang dia kendalikan. Kini, nilai kapitalisasi pasar (
market cap
) emiten-emiten milik Prajogo Pangestu mencapai Rp 1.788,81 triliun atau menopang 15,51% total market cap Bursa Efek Indonesia (BEI) yang senilai Rp 11.506,11 triliun pada akhir perdagangan, Jumat (8/12).
Lima saham tersebut terdiri dari PT Barito Pacific Tbk (BRPT) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BRPT), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Kini, empat dari lima emiten itu memiliki market cap di atas Rp 100 triliun.Bahkan kemarin (8/12), BREN sempat memiliki market cap Rp 1.090,36 triliun dan di posisi jawara terbesar menggeser posisi BBCA. Namun di penutupan bursa saham,
market cap
BREN kembali turun ke posisi kedua dengan nilai Rp 1.076,98 triliun.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud mengatakan, jika kapitalisasi pasar emiten Prajogo dikeluarkan, BEI bisa oleng bagai pesawat terbang di hampa udara. "Pemegang saham yang beruntung memiliki perusahaan milik Prajogo Pangestu ikut terangkat ke tingkat lebih tinggi secara materi," kata Hasan.
Yang pusing tujuh keliling dengan melejitnya harga saham milik Prajogo adalah manajer investasi.MI menghadapi dilema. Saham BREN bukan LQ45, tapi kapitalisasi pasarnya mendekati Bank Central Asia Tbk (BBCA). "Banyak MI tidak mengoleksi saham ini, kinerjanya di bawah pasar," kata Budi.
CEO Pinnacle Investment Indonesia. Guntur Putra membuka peluang menambah saham BREN dan saham lain. Hanya saja, BREN atau CUAN belum masuk portofolio. "Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap potensi risiko dan return," jelas Guntur.
Investor Korea Perkuat Bisnis Bank di Indonesia
Investor asal Korea Selatan siap memperkuat bisnis mereka di industri perbankan Indonesia. Beberapa rencana aksi korporasi penguatan modal sedang disiapkan untuk dilakukan mulai awal tahun depan.
Bank Woori Saudara Indonesia Tbk (SDRA) misalnya akan
right issue
sebanyak-banyaknya 6,4 miliar saham. Rencana ini akan dimintakan persetujuan lewat RUPSLB pada 10 Januari 2024.
Woori Bank Korea, sebagai pemilik 84,2% saham SDRA, bakal menyerap selruh haknya. "Peningkatan porsi hanya akan terjadi bila pemegang saham lain tak mengambil haknya. Tetapi berdasarkan perhitungan kami, tidak akanterjadi penambahan porsi signifikan kepemilikan Woori Bank," kata Tim
Rights Issue
SDRA, Kamis (8/12).
Sementara itu, Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) tengah fokus melakukan transformasi. Guna menghilangkan citra kurang baik di masa lalu, BBKP akan mengganti nama tahun depan. Nama baru diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan nasabah dan mendorong kinerja.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, bank yang dikendalikan Kookmin Bank ini menanggung kerugian sebesar Rp 3,37 triliun. "Untuk laba bersih, kami sedang berupaya keras meneuju tren positif, kemungkinan di 2025.," ujar Woo Yeul Lee, Direktur Utama BBKP, Selasa (5/12).
Tak mau kalah, CEO Bank KEB Hana Indonesia Park Jong Jin bilang akan mempertimbangkan aksi korporasi berupa merger atau akuisisi perusahaan di sektor keuangan. "Ini dilakukan bila secara finansial dimungkinkan dan menguntungkan keberlangsungan bisnis Bank," ujarnya, Jumat (8/12).
ERAA Agresif Menambah Gerai
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus ekspansif menambah gerai baru sepanjang tahun ini. Hingga periode September 2023, tercatat sudah ada 504 gerai baru yang telah dibuka oleh Erajaya.
Head of Legal & Corporate Secretary
Erajaya Swasembada, Amelia Allen menyatakan, sampai akhir September 2023, Erajaya sudah memiliki 2.046 gerai yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan penambahan 504 gerai baru selama periode sembilan bulan pertama tahun 2023.
Sebagai modal ekspansi gerai baru tersebut, ERAA sudah mengeluarkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sebesar Rp 712 miliar. Dana capex sebagian besarnya digunakan untuk pembukaan gerai-gerai baru.
Sebagai Apple
reseller
alias gerai penjualan produk Apple terbesar di Indonesia, ERAA juga melihat tren penjualan Apple terus bertumbuh di Indonesia. Meski tak membeberkan secara detail, pihaknya mengklaim produk Apple ini cukup memberikan kontribusi yang positif terhadap total penjualan ERAA sepanjang tahun ini.
Seperti diketahui, bulan November 2023 lalu, ERAA baru saja mengoperasikan gerai penjualan produk Apple (iBox) ke-100 yang berlokasi i Erajaya Digital Complex, antai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang. Tak berhenti sampai di situ, rencananya ERAA masih akan menambah dua gerai baru iBox lagi hingga akhir tahun 2023.
Sementara itu, Manajemen Erajaya optimistis dengan prospek bisnis di tahun depan. Optimisme ini didorong oleh perkembangan teknologi dan juga agresifnya para pemilik merek meluncurkan beragam produk baru setelah periode Covid-19 usai pertengahan tahun ini.
Sebagian besar penjualan neto ERAA per kuartal III-2023 masih berasal dari bisnis telepon seluler dan tablet sebesar Rp 34,57 triliun. Meski penjualannya naik, laba bersih ERAA tersebut mengalami penurunan 27,26% YoY menjadi Rp 494,84 miliar per akhir kuartal III-2023.
Skandal Dana Kampanye Landa AS-Jepang
Partai-partai berkuasa di AS dan Jepang diguncang dugaan
pelanggaran aturan pendanaan kampanye. Sebagian penyumbang berusaha membeli
pengaruh politik lewat sumbangan kampanye dalam jumlah besar. AS-Jepang sejak
lama punya aturan pendanaan kampanye. Secara resmi, partai dan politisi bisa
mengumpulkan sumbangan kampanye. Syaratnya, sumbangan dan pemberi kategori
tertentu dlaporkan ke otoritas. Kelompok penggalangan dana kampanye juga
sekaligus berfungsi sebagai kelompok lobi. Hal itu, antara lain, terbukti pada
American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dan sejumlah kelompok aksi
politik (PAC) di AS. Secara terbuka, AIPAC dan sejumlah PAC mendanai politisi
yang mau mendukung agenda politik mereka. Semua itu diizinkan dalam aturan AS.
Sejumlah politisi, staf kampanye, dan penyumbang telah didakwa atau divonis
soal pelanggaran dana kampanye. Mantan anggota DPR AS, George Santos, dan
mantan bendaharanya, Nancy Marks, dijerat dakwaan pelanggaran aturan pendanaan
kampanye. Departemen Kehakiman AS juga tengah menuntut Sam Bankman-Fried.
Mantan pendiri dan pemimpin FTX, bursa perdagangan kripto, itu didakwa
melanggar aturan dana kampanye dengan mengucurkan 100 juta dollar AS kepada
politisi Demokrat dan Republikan.
Di Jepang, dugaan pelanggaran aturan pendanaan kampanye
melanda Partai Demokrat Liberal (LDP). Dilaporkan kantor berita Kyodo pada
Jumat (8/12) politisi LDP sekaligus jubir kabinet, Hirokazu Matsuno, dituding
menerima 10 juta yen. Matsuno menyebut faksinya di LDP sedang menyelidiki
tudingan itu. Ia menegaskan tak akan mengundurkan diri dari kabinet. Kasus itu
mulai diselidiki Kejaksaan Tokyo. Sebagian
anggota parlemen dari LDP secara sukarela memberi keterangan ke kejaksaan.
Pemeriksaan besar-besaran direncanakan pekan depan saat masa reses parlemen
dimulai. Dosen pidana pada Kobe Gakuin University, Hiroshi Kamiwaki, telah
memeriksa isu itu. Karena itu, ia melaporkannya kepada aparat. Sejumlah akuntan
yang mengaudit keuangan LDP telah dilaporkan. Para akuntan itu dituding
terlibat pelanggaran UU Pengendalian Pendanaan Politik. Pelanggaran diduga
terjadi pada 2018-2021. Faksi terbesar di LDP, Seiwaken, mengaku menerima 660
juta yen dalam lima tahun terakhir. Dana itu, dibagi kepada 100 anggota faksi
tersebut. Sebagian, termasuk Matsuno, dituding menerima sedikitnya 10 juta yen.
Dana untuk Matsuno dan politisi lain dipersoalkan karena tak dilaporkan. (Yoga)
Kelas Menengah Butuh Perhatian Sebelum Terlambat
Jumlah kelas menengah di Indonesia terus meningkat. Namun,
status ekonomi yang tanggung alias tidak miskin, tetapi tidak kaya membuat
mereka nyaris terabaikan dan rentan kembali jatuh miskin. Pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan
kelompok ini akan ekonomi yang lebih berkualitas sebelum keresahan sosial
memuncak. Menurut Laporan Bank Dunia ”Aspiring Indonesia:Expanding the Middle
Class”, kelas menengah di Indonesia tumbuh 10 % setiap tahun selama periode
2002-2016. Bank Dunia mengidentifikasi kelas menengah di Indonesia sebagai orang
yang pengeluarannya Rp 1,2 juta hingga Rp 6 juta per bulan. Jumlah kelas
menengah RI per tahun 2020 diperkirakan ada 52 juta orang atau 19 % dari total
populasi. Sebagian besar adalah kelas menengah-bawah. Ada pula kelompok calon kelas
menengah (aspiring middle class) alias sudah lepas dari jerat kemiskinan,tetapi
belum seaman kelas menengah. Jumlahnya 115 juta orang atau 45 % dari total
populasi.
Mantan Menkeu Chatib Basri mengatakan, jumlah kelas menengah
RI akan terus naik seiring naiknya pendapatan per kapita nasional. ”Ada gejala
middle class semakin naik pesat. Apalagi, tahun 2045 nanti saat Indonesia
ditargetkan jadi negara maju,” katanya dalam Regional Chief Economist Forum di
Nusa Dua, Bali, Jumat (8/12). Kelas menengah adalah masyarakat yang sudah tidak
lagi hidup di bawah garis kemiskinan,tetapi masih rentan jatuh miskin jika
sewaktu-waktu terjadi guncangan. Pandemi Covid-19 adalah masa-masa di mana
banyak kelas menengah kembali miskin karena kehilangan mata pencarian, terkena pemutusan
hubungan kerja (PHK), dan penghasilannya dipotong. Chatib mengatakan, meski
rentan, kelompok ini tidak tersentuh program perlindungan sosial (perlinsos)
yang saat ini lebih difokuskan bagi mereka yang miskin dan masuk dalam data
terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). (Yoga)
WTO: Restriksi Dagang Makin Meningkat
Jumlah restriksi atau pembatasan ekspor dan impor di
negara-negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) semakin meningkat.
Kondisi itu memperburuk perdagangan global tahun ini dan berpotensi menghambat
laju pertumbuhan sektor tersebut tahun depan. WTO, Kamis (7/12) waktu setempat,
melaporkan, dalam periode 16 Oktober 2022-15 Oktober 2023, terdapat 193
pembatasan perdagangan barang. Dari total tersebut, dua di antaranya berupa
restriksi ekspor sebanyak 99 pembatasan (51 %) dan impor 93 pembatasan (48 %).
Total nilai pembatasan barang ekspor dan impor itu 337,1 miliar USD, meningkat
dibandingkan medio Oktober 2021-medio Oktober 2022 yang mencapai 278 miliar USD.
Pembatasan ekspor dilakukan untuk mengamankan stok dan kebutuhan dalam negeri,
sedangkan pembatasan impor terutama guna melindungi produk dan industri
domestik. Restriksi ekspor pangan, pakan, dan pupuk juga masih banyak, yakni 75
pembatasan dari 122 tindakan serupa yang muncul sejak perang Rusia-Ukraina pada
Februari 2022.
Negara-negara yang membatasi ekspor komoditas-komoditas itu,
antara lain, Rusia dan Ukraina (pupuk dan gandum); India, Mesir, dan Kirgistan
(beras); serta Maroko (bawang, tomat, dan kentang). Sementara itu, dalam periode
yang sama, langkah-langkah fasilitasi perdagangan justru turun dari 406 upaya
menjadi 303 upaya. Total nilai barang yang diurai hambatan perdagangannya juga
turun dari 1.160,5 miliar USD menjadi 977,2 miliar USD. Dirjen WTO Ngozi
Okonjo-Iweala mengatakan, di tengah upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
perdagangan global pascapandemi Covid-19, fasilitasi perdagangan sangat penting
dilakukan. Melalui fasilitasi dagang itu, semua negara dapat mengakses berbagai
jenis komoditas global, terutama pangan, pakan, dan pupuk. Fasilitasi
perdagangan juga dapat menekan biaya ekspor dan impor serta menjadi alat
berharga melawan tekanan inflasi. Oleh karena itu, restriksi ekspor
komoditas-komoditas penting, termasuk pangan, perlu dihapus. (Yoga)
Optimisme Konsumen Tetap Kuat
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









