Ekonomi
( 40478 )Liburan Menyenangkan Tanpa Menguras Tabungan
Hari raya Natal dan akhir tahun selalu dinanti sebagai momen
liburan bersama keluarga dan orang terkasih. Agar liburan menyenangkan tanpa
menguras tabungan, ada baiknya warga mempersiapkannya dengan matang. Menyambut
momen liburan akhir tahun, Beni (38) bersama istri dan dua anaknya yang masih
duduk di bangku SD berlibur ke Surabaya, Jatim, untuk melewatkan tahun baru bersama
keluarga besar sang istri. Rencananya, Beni dan keluarga akan naik pesawat,
dimana ia membutuhkan empat tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Surabaya dengan
biaya tidak sedikit. Agar maksud tercapai, ia sudah menyisihkan sebagian
gajinya sebagai karyawan swasta untuk membeli tiket sejak Oktober. ”Penginnya,
ya, pas liburan pakai uang yang sudah ada saja. Jangan malah menghabiskan
tabungan. Itulah gunanya menyisihkan beberapa waktu sebelumnya,” ujar Beni yang
dihubungi pada Sabtu (2/12/2023).
Ria (37). Pada liburan akhir tahun ini, akan menggunakan
uang THR yang akan diberikan kantornya pada Desember karena Ria seorang
Kristiani. Uang THR itu akan ia gunakan untuk bepergian ke Yogyakarta bersama
suami dan putrinya selama sembilan hari. Menurut rencana, dia menumpang kereta
untuk pergi dan pulang dan menginap di rumah keluarga besarnya sehingga bisa
mengurangi beban biaya akomodasi penginapan. Chief Executive Officer and
Principal Consultant Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, setelah
bekerja selama setahun penuh dan anak-anak juga sudah bekerja keras di
sekolahnya, liburan bersama akan kembali mendekatkan semua anggota keluarga.
Liburan perlu direncanakan agar keluarga bisa menikmati
liburan dengan hemat, tetapi tetap menyenangkan. Pertama yang harus dilakukan
adalah cermat memilih tanggal keberangkatan. Jika keluarga masih memiliki anak usia prasekolah, disarankan mengambil masa
liburan sebelum atau sesudah musim puncak liburan. Kedua, manfaatkan pameran
perjalanan atau travel fair untuk membeli paket liburan dengan harga promo. Ketiga,
bandingkan harga dari sedikitnya tiga penyedia jasa perjalanan sebelum memutuskan
bepergian. Keempat, bepergian dengan grup atau open trip. Diskon tambahan
kadang diberikan jika konsumen memiliki rombongan untuk bepergian. Kelima menggunakan
kupon atau poin yang bisa ditebus. (Yoga)
Harga Emas Naik, Cerminan Kekhawatiran
Tren kenaikan harga emas perhiasan dinilai merupakan respons
kekhawatiran masyarakat atas ketidakpastian yang masih melanda. Naiknya harga
emas juga tecermin dari terjadinya inflasi emas belakangan ini. BPS melaporkan,
tingkat inflasi tahunan pada November 2023 tercatat sebesar 2,86 % dan secara
bulanan sebesar 0,38 %. Emas perhiasan merupakan komoditas yang memberikan
kontribusi terhadap inflasi tahunan sebesar 0,11 % dan terhadap inflasi bulanan
sebesar 0,03 %. Andil komoditas emas perhiasan, baik terhadap inflasi tahunan
maupun inflasi bulanan, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang masing-masing
sebesar 0,10 % dan 0,01 %.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia
Mohammad Faisal mengatakan, inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan perlu
diwaspadai. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya kekhawatiran masyarakat
terhadap prospek ekonomi ke depan. ”Kita perlu mengamati dan waspada karena
kenaikan inflasi pada emas berkaitan dengan kekhawatiran terhadap kondisi
ekonomi yang kurang baik sehingga pemilik modal atau masyarakat pada umumnya
cenderung menyimpan uangnya dalam bentuk investasi emas,” ujarnya saat
dihubungi dari Jakarta, Minggu (3/11). (Yoga)
Langkah Awal Menuju Jakarta Kota Global
Senin (13/11) di Kedubes RI di Tokyo, Jepang, forum bertajuk
Ancol Waterfront Development Investment Forum digelar. Forum di awal pekan
studi banding peserta MRT Fellowship Program (MFP) 2023 di Tokyo itu bertujuan
menawarkan potensi pengembangan pesisir utara Jakarta di kawasan Ancol, serta
menjajaki minat calon potensial investor Jepang. Langkah ini bisa dibilang bagian
dari upaya awal Jakarta menjadi kota global. KBRI Tokyo menjembatani upaya
penawaran investasi oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Pembangunan Jaya
Ancol Tbk dan Pemprov DKI Jakarta kepada para investor Jepang. Dubes RI untuk
Jepang Heri Akhmadi pada forum itu menyampaikan, sejak lama Indonesia dan
Jepang mempunyai hubungan baik dalam hal investasi.
”Kita mengetahui MRT Jakarta salah satu ikon kerja sama
Indonesia dan Jepang yang kita harapkan tidak hanya memperlancar transportasi,
tetapi juga mengubah kultur kerja dan bertransportasi di Jakarta,” kata Heri.
MRT Fase 1 koridor selatan-utara sepanjang 16 km dari Lebak Bulus ke Bundaran Hl
(BHI) sudah beroperasi sejak 24 Maret 2019. Saat pandemi Covid-19 merebak,
jumlah penumpang turun jauh ke angka ribuan orang per hari. Begitu pandemi mereda,
rata-rata penumpang harian 100.000 orang. Dengan pinjaman JICA pula, saat ini
MRT Jakarta sedang melanjutkan pembangunan koridor selatan-utara. Pada Senin
siang itu, KBRI Tokyo menghubungkan
kebutuhan akan investasi dan keahlian dengan mengundang sejumlah calon investor
potensial. Perusahaan yang disebutkan, antara lain, Hanshin Hankyu, Tokyo Land,
Penta Ocean, Sojitz, AEON, Shimizu Corporation, Nippon Concrete Industries,
hingga Oriental Consultant Global. (Yoga)
Lari Gembira Menggaungkan Asa Borobudur Marathon Berlanjut
Bertahun-tahun, masyarakat di kawasan Borobudur, Magelang,
Jateng, merasa mendapatkan banyak manfaat dari penyelenggaraan Borobudur
Marathon Powered by Bank Jateng. Mereka berharap, ajang lari tahunan yang mendatangkan
ribuan orang ke Borobudur itu terus berlanjut, bahkan naik kelas, supaya manfaat
yang dirasakan bisa turut berlanjut. Nur Kusumawati (49) Warga Desa Borobudur,
Kecamatan Borobudur, itu baru saja berlari sejauh 2,85 kilometer dalam acara Borobudur
Fun Run di Kompleks Candi Pawon, Kecamatan Borobudur, Minggu (3/12) pagi, yang
digelar sebagai bentuk ucapan terima kasih bagi warga Borobudur yang telah
membantu menyukseskan Borobudur Marathon 2023, lomba lari yang digelar atas kerja
sama Pemerintah Provinsi Jateng, Bank Jateng, harian Kompas, dan Yayasan Borobudur
Marathon. Tahun ini adalah tahun kedua Nur ikut berlari dalam Borobudur Fun
Run.
Nur mengaku senang karena bisa kembali mencicipi sebagian rute yang dilalui para pelari Borobudur Marathon. Setelah mengikuti acara itu tahun lalu, Nur akhirnya menyadari betapa nikmatnya berlari di kampungnya. Badan jadi lebih segar, mata pun bisa ikut dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam yang ada. Menurut Nur, Borobudur Marathon tidak hanya menjadi hiburan bagi warga setempat, tetapi juga sumber pendapatan. Banyak tetangganya yang mengaku diuntungkan dengan adanya lomba yang diikuti ribuan orang tersebut, terutama dari segi perekonomian. Setiap tahun, Nur selalu mendengar cerita tentang masih adanya pelari yang tidak kebagian kamar karena penginapan ataupun hotel di kawasan itu penuh saat lomba berlangsung. Kondisi itu lantas menginspirasi Nur untuk ikut mendirikan penginapan Setelah mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari hasil berjualan makanan, Nur pelan-pelan mewujudkan mimpinya itu. ”Semoga saat Borobudur Marathon tahun depan, penginapannya sudah jadi biar para pelari bisa menginap di Borobudur saja. Saya kasihan, katanya ada pelari yang jauh-jauh menginap di Yogyakarta karena di Borobudur sudah tidak ada kamar kosong,” tutur Nur. (Yoga)
Ekonomi Menguat Manufaktur Rebound
Tren Perlambatan Laba bank Berlanjut
Suku Bunga BI dan Pertumbuhan Kredit
Adu Kuat Saham-Saham Raksasa di Bursa
Posisi saham papan atas dengan kapitalisasi pasar (market caps) paling besar bergerak cepat beberapa bulan terakhir. Ranking market caps jumbo (big caps) bergeser sejalan rotasi sektor dan sentimen.
Sebelumnya tidak ada saham sektor teknologi punya market caps di atas Rp 100 triliun per Oktober 2023. Namun peta mengalami rotasi per November. Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menanjak.
Soal saham yang melejit tinggi, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) jadi yang paling fenomenal. Kedua saham yang baru
initial public offering
(IPO) pada 2023 sukses merangsek jajaran atas
big caps.
Memasuki bulan Desember, Jumat (1/12), BREN menduduki posisi kedua
market caps
terbesar Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 910 triliun. Posisi BREN hanya kalah dari Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang kokoh berada di puncak klasemen
big caps.
Dari sisi pemilik, emiten
big caps
ini dikuasai lima konglomerat dan BUMN. BUMN ada BBRI, BMRI, TLKM dan BBNI. Grup Djarum masih mengandalkan BBCA. Prajogo Pangestu ada BREN dan TPIA. Low Tuck Kwong masih setia dengan BYAN, Grup Salim ada AMMN dan DCII dan Grup Astra (ASII).
Head of Retail Marketing & Product Development Division
Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, menyatakan bahwa pergeseran
market caps
didorong sejumlah faktor. Dia menyoroti pergerakan BREN dan AMMN yang harga saham dan
market caps
melejit selepas melantai di BEI.
Head of Equity Research
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas ikut menyoroti, jika tren pergerakan saham BREN berbalik turun, berpotensi menjadi pemberat laju IHSG. Dampak bisa teredam asal pergerakan saham
big caps
lain lanjut naik, sehingga tetap stabil menopang IHSG.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyoroti efek pemilu bisa lebih terasa. Terutama sektor yang berpotensi terpapar katalis positif momentum politik.
Aturan Devisa Ekspor Dievaluasi Lagi
Komoditas Lesu, Pertambangan Loyo
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









