;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Bersih-bersih Setelah Bank Tumbang

06 Dec 2023
JAKARTA — Deretan bank perkreditan rakyat/bank perkreditan rakyat syariah (BPR/BPRS) yang bangkrut hingga harus dilikuidasi terus bertambah. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun turun tangan membantu pemulihan dana nasabah BPR/BPRS yang dilikuidasi, dengan memproses pembayaran klaim penjaminan simpanan. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bagi nasabah yang simpanannya tertahan di bank yang bangkrut atau terkena likuidasi berhak mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku Berdasarkan data LPS, per Agustus 2023, pada BPR/BPRS jumlah rekening yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan hingga Rp 2 miliar) mencapai 99,98 persen dari total rekening atau setara dengan 15,56 juta rekening. Adapun LPS mengklaim telah mencairkan lebih dari Rp 1,7 triliun simpanan dari nasabah BPR/BPRS yang bangkrut sejak beroperasi pada 2005. Rata-rata setiap tahun ada enam hingga tujuh BPR/BPRS yang tumbang. (Yetede)

Bom Waktu Lonjakan Petani Gurem

06 Dec 2023

HASIL Sensus Pertanian yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan ini menguatkan dugaan ihwal kian berkurangnya lahan subur pertanian di Tanah Air dari waktu ke waktu. Salah satu indikatornya adalah kenaikan drastis jumlah petani gurem alias petani dengan lahan di bawah 0,5 hektare.  Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah petani gurem bertambah, dari 14,25 juta rumah tangga pada 2013 menjadi 16,89 juta rumah tangga pada 2023. Proporsi rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga petani di Indonesia meningkat dari 55,33 persen pada 2013 menjadi 60,84 persen pada 2023. 

Berkurangnya lahan subur pertanian juga diestimasikan Badan Pangan Nasional. Dalam sebuah forum diskusi, kemarin, Direktur Ketersediaan Badan Pangan Nasional Budi Waryanto mengatakan indikator lain dari kondisi tersebut adalah fenomena harga beras yang terus tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Produksi beras setiap tahun pun relatif stagnan, bahkan turun sejak 2019. “Saya lihat sejak 2017, sudah berapa kilometer jalan tol terbangun. Itu sudah menyebabkan konversi lahan. Satu hektare lahan diestimasikan bisa menghasilkan 5 ton beras. Itu belum ada penggantinya di luar Jawa,” ujar Budi. Masifnya alih fungsi lahan itu menyebabkan naiknya jumlah petani gurem. “Kalau ini tidak dikelola, tentu akan menjadi bom waktu di kemudian hari.” (Yetede)

Tantangan Menanti Emiten Properti

06 Dec 2023

Kinerja emiten properti di tahun 2024 diprediksi masih cenderung stagnan. Tergambar dari pencapaian pendapatan pra penjualan atau marketing sales sejumlah emiten properti. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei menilai, pendapatan prapenjualan alias marketing sales emiten properti di tahun 2023 rata-rata cenderung flat, bahkan beberapa menurun. Salah satu penyebab adalah high base effect. Yakni penjualan emiten properti tahun lalu melonjak karena ada insentif pajak dari pemerintah dan suku bunga yang masih rendah. Sebagai gambaran, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengantongi marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun hingga Oktober 2023. Pencapaian itu sekitar 73% dari target tahun 2023 yang sebesar Rp 1,8 triliun. Lantas PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan marketing sales sebesar Rp 1,02 triliun hingga kuartal III 2023. Angka tersebut naik 39% secara kuartalan, yaitu Rp 420 miliar per kuartal II 2023. Sedangkan menurut Direktur PT Intiland Development Tbk (DILD), Archied Noto Pradono, pihaknya mencatatkan marketing sales hingga bulan September 2023 mencapai Rp 550 miliar. Sementara, target pendapatan pra penjualan Intiland di tahun 2023 sebesar Rp 2 triliun. Di sisi lain, pergantian pemerintahan setelah rangkaian Pemilu 2024 bisa mempengaruhi keputusan masyarakat untuk membeli properti baru. Sedangkan technical analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora justru melihat masih ada peluang b agi emiten properti bertumbuh. Penyebabnya, ada peluang penurunan suku bunga tahun depan yang bisa menjadikan sektor properti bergairah. Terlebih masih ada insentif pajak bagi sektor properti hingga pertengahan tahun depan. Inilah yang membuat DILD, menurut Archied menargetkan marketing sales tahun depan sama dengan tahun ini yang sebesar Rp 2 triliun. Dan tahun depan, di tengah sejumlah proyek yang tengah berajan, Intiland tengah menyiapkan proyek hunian baru yang siap dirilis pada semester I-2024.

Perlambatan Ekonomi Global Membayangi IPO Tahun Depan

06 Dec 2023
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target konservatif terkait target penjaringan dana di pasar modal. BEI memperkirakan bakal ada 230 pencatatan penerbitan efek seluruh instrumen sepanjang 2024 atau lebih tinggi 30 efek dari tahun 2023. Target penerbitan efek itu meliputi efek saham, obligasi korporasi baru, Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Efek Beragun Aset (EBA), waran terstruktur dan lainnya.Sedangkan untuk pencatatan saham, BEI membidk 62 perusahaan baru yang tercatat. Target itu tak jauh berbeda dari target IPO tahun ini sebanyak 61 emiten. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK mengatakan, target tersebut sejalan dengan proyeksi World Bank dan International Monetary Fund (IMF) yang merevisi pertumbuhan ekonomi global. IMF memproyeksikan ekonomi global berada di angka 3% untuk tahun ini. Sementara pada 2024, ekonomi global berada di level 2,9%. Per 30 November 2023, OJK masih mengantongi 96 rencana penggalangan dana senilai Rp 41,11 triliun. Sebanyak 64 di antaranya merupakan rencana IPO senilai Rp 11,18 triliun. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin memperkirakan, kondisi ekonomi global jusru akan lebih stabil pada tahun 2024. Sehingga bisa mendorong aksi IPO lebih tinggi. Menurutnya ketidakpastian pasar di 2024 akan mereda seiring pelonggaran kebijakan moneter. Ini akan menjadi angin segar untuk IPO. Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy mengatakan, meski suku bunga masih tinggi, tetapi masih ada peluang IPO tetap ramai. Tapi dia menilai, pasar tak butuh IPO terlalu banyak. Investor justru menantikan IPO berkualitas dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang tinggi. "Secara kuantitas tidak ada dibatasi karena perizinan sudah dipermudah," ucap Robertus.

Pemain Pinjol Janji Jaga Rasio Kredit Macet

06 Dec 2023
Kredit macet fintech P2P lending alias pinjaman online (pinjol) secara industri meningkat. Tapi, beberapa pemain bilang mampu menjaga rasio kredit macet dan menekannya di 2024. Kalau PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) mengaku TWP90 masih dalam batas wajar. Brand Manager AdaKami, Jonathan Krissantosa menuturkan, tingkat keberhasilan penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu 90 hari (TKB90) ada di level 99,80%. Artinya, TWP90 Adakami masih berada di level 0,2%. PT Akselerasi Usaha Indonesia juga menjaga TWP90 di 0,64% hingga Desember 2023. Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, sepanjang tahun 2023 ini masih jauh di bawah rata-rata industri. "Sepanjang tahun 2022 hingga 2023 ini, angka kredit macet stabil di 0,5 %-0,8%," ujar dia. Untuk menekan angka kredit macet, Akseleran akan mengasesmen pinjaman dengan prudent, melihat aliran dana peminjam berdasarkan data keuangan menggunakan machine learning tools. Selain itu, Akseleran juga validasi aset dasar pinjaman (invoice) secara detail, serta memeriksa rekam jejak kreditnya. Modalku menyebut rasio kredit macet per akhir Oktober stabil di 3,15%. Country Head Modalku Arthur Adisusanto bilang, tak hanya mengejar pertumbuhan, namun juga memperhatikan kualitas portofolio. Strategi Modalku adalah melalui prinsip pemberian kredit yang bertanggung jawab,  kehati-hatian dan manajemen risiko.

Petani Terus Menua dan Alami Guremisasi

05 Dec 2023

Sepuluh tahun terakhir jumlah usaha pertanian menurun. Di saat yang sama, jumlah petani berusia tua atau di atas usia 55 tahun dan petani gurem meningkat. Jika tidak segera diatasi, kondisi itu akan berimplikasi pada regenerasi dan kesejahteraan petani, ketahanan pangan nasional, serta penanggulangan kemiskinan ke depan. Ini mengingat sektor pertanian merupakan salah satu mesin penggerak ekonomi nasional dan penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam Desiminasi Hasil Sensus Pertanian (ST) 2023 Tahap I yang digelar BPS secara hibrida di Jakarta, Senin (4/12). Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali itu pada tahun ini dilakukan pada 1 Juni-31 Juli.

Berdasarkan ST 2023 Tahap I, jumlah unit usaha pertania di Indonesia turun 7,42 % dari hasil ST 2013, yakni 31,71 juta unit menjadi 29,36 juta unit. Adapun unit usaha pertanian perorangan (UTP), jumlahnya turun 7,45 % dari 31,71 juta unit pada 2013 menjadi 29,34 juta unit pada 2023. Namun, jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) pada 2023 meningkat 8,74 % dari 26,14 juta pada 2013 menjadi 28,42 juta pada 2023. Meskipun meningkat, jumlah RTUP pada semua subsektor pertanian turun. Penurunan terbesar terjadi pada subsektor kehutanan dan tanaman pangan masing-masing 48,87 % dan 12,28 %. Dalam 10 tahun terakhir, dari 100 petani yang memiliki usaha pertanian berkurang dari 21 petani menjadi 3 petani. ST 2023 Tahap I juga menunjukkan petani di Indonesia makin menua. Jumlah petani gurem atau pemilik lahan di bawah 0,5 hektar bertambah. (Yoga)

Kesenjangan Talenta Digital Jadi Tantangan Nasional

05 Dec 2023

Kontribusi sektor ekonomi digital terhadap perekonomian Indonesia tidak akan maksimal selama masih ada kesenjangan antara jumlah kebutuhan talenta digital dengan ketersediaan di pasar tenaga kerja. Padahal, jika tergarap maksimal, potensi pasar ekonomi digital bisa menopang melesatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, 77 % dari populasi 277 juta jiwa penduduk Indonesia telah terpapar internet atau teknologi digital. Dengan potensi itu, pada 2030, PDB Indonesia diprediksi mencapai Rp 24.000 triliun dengan 18 % di antaranya atau Rp 4.500 triliun disumbang oleh ekonomi digital. Sebagai catatan, PDB Indonesia pada 2022 sebesar Rp 19.588,4 triliun. Untuk mencapai lompatan PDB dengan penopang ekonomi digital pada 2030, Indonesia memerlukan tambahan 9 juta talenta digital terhitung sejak 2015 hingga 2030.

”Kalau dihitung secara kasar, setiap tahun Indonesia memerlukan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru,” kata Rudy dalam  pemaparan media bertema ”Peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital” di Jakarta, Senin (4/12). Rudy memaparkan, dari kebutuhan 600.000 talenta digital baru per tahun tersebut, saat ini kebutuhan SDM ditargetkan untuk yang ahli dalam bidang digital, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan. Sayangnya, berdasarkan catatan Kemenkominfo, kemampuan Indonesia menghasilkan talenta digital baru saat ini jauh dari kondisi ideal, yakni 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun. Menurut Rudy, diperlukan perubahan kurikulum yang lebih menekankan pada aspek analitik; kuantitatif; dan sains, teknologi, teknik, matematika (science, technology, engineering, math/STEM) guna mengejar cepatnya perkembangan teknologi. (Yoga)

Jasa Marga Tak Beri Diskon Tarif Tol

05 Dec 2023

PT Jasa Marga Tbk tidak memberikan diskon tarif tol pada periode Natal-Tahun Baru kali ini. Pertimbangannya, kapasitas jalan tol masih bisa melayani jumlah mobil yang masuk-keluar gerbang tol di sekitar Jabodetabek selama periode 18 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Tbk Lisye Octaviana, pada jumpa pers paparan kinerja triwulan III-2023 Jasa Marga di Jakarta, Senin (4/12) mengatakan, diskon tarif sebetulnya upaya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

Mengingat jumlah kendaraan pengguna jalan tol selama periode Natal dan Tahun Baru masih bisa terkelola dengan kapasitas yang ada, diskon tarif tidak diperlukan. Berdasarkan taksiran Jasa Marga, 2,88 juta unit mobil akan masuk-keluar di gerbang tol sekitar Jabodetabek selama 18 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Jumlah ini meningkat 14,2 % dibandingkan hari normal, tetapi masih lebih rendah dibandingkan periode Lebaran yang melonjak hingga lebih dari 40 % dibandingkan hari normal. Oleh karena kapasitas jalan tol masih bisa menampung mobilitas mobil pada periode Natal dan Tahun Baru kali ini, alih-alih memberikan diskon, Jasa Marga justru akan memanfaatkanya untuk meraup pendapatan optimal. (Yoga)

Mentan-Panglima TNI Teken Nota Kesepahaman soal Lahan Tidur

05 Dec 2023
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Jakarta, Senin (4/12/2023), menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dan TNI tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian. Salah satu proyeknya adalah mengoptimalkan lahan tidur dan potensi lahan rawa mineral seluas 10 juta hektar. ”Dengan sinergi ini, kita mencoba menekan impor dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Tiga tahun ke depan, harapannya kita sudah swasembada seperti dulu,” kata Amran dikutip dari siaran pers Kementerian Pertanian. (Yoga)

Pemerintah Siapkan Rp 2 Triliun untuk Dana Pariwisata

05 Dec 2023
Pemerintah segera merealisasikan dana pariwisata Rp 2 triliun. Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait hal itu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/12/2023). Arahan Presiden untuk membuat dana pariwisata itu, seperti disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan event pariwisata, promosi, dan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Namun, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti mengatakan, dana tidak diperlukan jika pemerintah menjalankan fungsinya. (Yoga)