Perlambatan Ekonomi Global Membayangi IPO Tahun Depan
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target konservatif terkait target penjaringan dana di pasar modal. BEI memperkirakan bakal ada 230 pencatatan penerbitan efek seluruh instrumen sepanjang 2024 atau lebih tinggi 30 efek dari tahun 2023. Target penerbitan efek itu meliputi efek saham, obligasi korporasi baru, Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Efek Beragun Aset (EBA), waran terstruktur dan lainnya.Sedangkan untuk pencatatan saham, BEI membidk 62 perusahaan baru yang tercatat. Target itu tak jauh berbeda dari target IPO tahun ini sebanyak 61 emiten. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK mengatakan, target tersebut sejalan dengan proyeksi World Bank dan International Monetary Fund (IMF) yang merevisi pertumbuhan ekonomi global. IMF memproyeksikan ekonomi global berada di angka 3% untuk tahun ini. Sementara pada 2024, ekonomi global berada di level 2,9%. Per 30 November 2023, OJK masih mengantongi 96 rencana penggalangan dana senilai Rp 41,11 triliun. Sebanyak 64 di antaranya merupakan rencana IPO senilai Rp 11,18 triliun. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin memperkirakan, kondisi ekonomi global jusru akan lebih stabil pada tahun 2024. Sehingga bisa mendorong aksi IPO lebih tinggi. Menurutnya ketidakpastian pasar di 2024 akan mereda seiring pelonggaran kebijakan moneter. Ini akan menjadi angin segar untuk IPO. Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy mengatakan, meski suku bunga masih tinggi, tetapi masih ada peluang IPO tetap ramai. Tapi dia menilai, pasar tak butuh IPO terlalu banyak. Investor justru menantikan IPO berkualitas dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang tinggi. "Secara kuantitas tidak ada dibatasi karena perizinan sudah dipermudah," ucap Robertus.
Postingan Terkait
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023