Ekonomi
( 40733 )Tiktok Segera Ambil Alih Saham Mayoritas Tokopedia
Tiktok, aplikasi milik perusahaan raksasa teknologi China,
ByteDance, berencana menyuntikkan investasi lebih dari 1,5 miliar USD atau Rp 23,38
triliun dalam jangka panjang ke Tokopedia sekaligus mengambil alih saham mayoritas
aplikasi lokapasar itu. Sekretaris Perusahaan PT Goto GojekTokopediaTbk (Goto),
grup perusahaan yang membawahi Tokopedia, RA Koesoemohadiani, seperti dikutip
dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (11/12)
mengatakan, rencana kemitraan strategis Goto melalui PT Tokopedia dimulai dengan
konsultasi terlebih dulu dengan pemerintah. Adapun kampanye pertama Tokopedia
dan Tiktok dilakukan dalam inisiatif Beli Lokal pada 12 Desember 2023, bersamaan
dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Bisnis Tokopedia dan Tiktok
Shop Indonesia ini akan dikombinasikan di bawah entitas Tokopedia. Tiktok telah
berkomitmen untuk memberikan investasi awal dalam bentuk dana tunai dan surat
sanggup bayar (promissory notes) serta tambahan pendanaan untuk mendukung modal
kerja yang dibutuhkan oleh Tokopedia.
Goto dan Tokopedia telah menandatangani beberapa perjanjian
secara terpisah dengan Tiktok. Pertama, perjanjian pembelian aset tertanggal 10
Desember 2023. Aset yang diambil alih oleh Tokopedia berupa kontrak bisnis dan
hak eksklusif untuk memiliki serta mengoperasikan Tiktok Shop di Indonesia dari
Tiktok dengan nilai pembelian 340 juta USD atau Rp 5,338 triliun. Rencana
pembelian asset ini diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan pertama 2024.
Kedua, perjanjian ambil bagian saham tertanggal 10 Desember 2023, sehubungan dengan
rencana investasi Tiktok ke Tokopedia senilai 840 juta USD atau Rp 13,188
triliun. Dana itu digunakan untuk mengambil alih saham lama dan membeli saham
baru yang akan dikeluarkan oleh Tokopedia. Pada saat penyelesaian rencana
investasi ini, Tokopedia juga akan menerima promissory note dari Tiktok sebesar
1 miliar USD atau Rp 15,7 triliun. Siaran pers bersama Goto dan Tiktok
menyatakan, mereka akan berkomitmen untuk memberi manfaatlebih luas kepada para
pelaku UMKM di Indonesia dengan memanfaatkan platform e-dagang dan mendorong
penciptaan jutaan lapangan kerja baru dalam lima tahun mendatang, mereka menyatakan
90 % mitra pedagang merupakan UMKM. (Yoga)
Persetujuan Impor Gula dan Beras Bisa Diperpanjang
Pemerintah terus mendorong percepatan impor gula dan beras
serta berencana memperpanjang persetujuan impor kedua komoditas itu karena
harganya masih tinggi. Realisasi impor gula dan beras dinilai belum memadai
untuk menurunkan harga secara signifikan. Hal itu mengemuka dalam rapat
pengendalian inflasi daerah yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara
hibrida di Jakarta, Senin (11/12). Rapat rutin yang melibatkan pemangku
kepentingan terkait pangan tersebut dihadiri Deputi III Kepala Staf
Kepresidenan Bidang Perekonomian Edy Priyono. Berdasarkan data Panel Harga
Pangan Bapanas, harga rata-rata nasional gula konsumsi dan beras medium pada
pekan I Desember 2023 masing-masing Rp 17.200 per kg dan Rp 13.180 per kg.
Secara tahunan, harga gula naik 16,98 % dan beras medium 13,96 %. Rerata harga
gula konsumsi atau kristal putih itu di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat
konsumen Rp 16.000 per kg dan Rp 17.000 per kg. Demikian juga beras medium.
Meskipun sudah turun, harga beras medium cenderung tinggi
di atas harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen yang ditetapkan
pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Direktur
Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri
Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, semua persetujuan impor (PI) gula
mentah dan konsumsi untuk cadangan gula pemerintah telah diterbitkan. Volume
gula mentah dan konsumsi yang diizinkan impornya masing-masing 796.000 ton dan
215.800 ton. Akan tetapi, realisasi impor kedua komoditas tersebut masih
relatif belum optimal. Per pekan I Desember 2023, impor gula mentah baru
terealisasi 79,15 % (630.000 ton), sedangkan gula konsumsi 57,82 % (124.781
ton), lantaran importir kesulitan mengimpor gula yang harganya di pasar internasional
masih tinggi. Terkait impor beras, Kemendag telah menerbitkan semua PI sebanyak
3,8 juta ton, dimana 300.000 ton merupakan kuota impor beras carry over tahun lalu,
sebanyak 2,5 juta ton kuota impor pada awal tahun ini, dan 1,8 juta ton
tambahan kuota impor di tahun ini. Per pekan I Desember 2023 realisasinya baru
2,35 juta ton atau 61,91 %. (Yoga)
Komitmen Dana Terkumpul 792 Juta Dollar AS
Syarat Perpanjangan Freeport Perlu Dimatangkan
Pertumbuhan Industri Serap Energi Bersih
Saring Sampah Dulang Manfaat
Agus (54) memilah sampah plastik dari cacahan sampah kayu
yang digerakkan oleh sabuk pemindah (conveyor
belt) di tempat penyaringan sampah Sungai Ciliwung di TB Simatupang, Jaksel,
Senin (11/12). Sampah harus dipilah karena akan diolah menjadi pupuk kompos dan
bahan bakar alternatif. Sampah yang dicacah bersumber dari hulu Sungai Ciliwung
yang berasal dari Depok dan Bogor. Dalam sehari, ada 8 ton sampah yang
terangkut, 70 % di antaranya merupakan sampah organik berupa kayu dan bambu. Ada
40 petugas lain yang turut memilah sampah. Selain sampah plastik, ada beberapa
jenis sampah yang tidak boleh ikut dicacah, antara lain sampah besi, baja,
paku, dan batang kayu yang terlalu besar.
”Proses pemilahan harus dilakukan seketat mungkin agar
sampah yang dikelola bisa berfungsi dengan baik,” kata Agus yang juga koordinator
tim pemilah. Pemilahan menjadi bagian penting karena hasilnya dijadikan pupuk
kompos dan bahan bakar alternatif (refuse derived fuel/RDF). Hasil pupuk kompos
disalurkan ke warga sekitar tempat penyaringan, kelurahan hingga ke kecamatan
yang ada di Jakarta, diantaranya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pondok
Kopi, Jaktim. Pupuk digunakan untuk menanam tanaman di RPTRA ini. Dari pupuk
itu tumbuh berbagai tanaman, seperti cabai, terung, anggur, pepaya, dan sejumlah
tanaman sayur lain. ”Hasil panen dijual ke masyarakat dengan harga lebih murah
dari harga pasar,” kata Kasi Bidang Ekonomi Pembangunan Kelurahan Pondok Kopi
Asti Sitorus. (Yoga)
Mursida Rambe dan Ninawati, Membersihkan ”Momok” Rentenir
Kehidupan perekonomian kelompok pedagang kecil tidak pernah
lepas dari jerat rentenir. Bunga pinjaman yang tinggi dan perilaku keji yang
kemudian diterima ketika tidak mampu membayar saat jatuh tempo menjadi sesuatu yang
tidak bisa dihindari. Hal buruk itulah yang mengusik kepedulian Mursida Rambe
(56) dan Ninawati (59) untuk membantu. Dengan mendirikan Koperasi Simpan Pinjam
dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Beringharjo, mereka
terus berupaya membebaskan kelompok pedagang dari ”momok” rentenir tersebut. Kegiatan
itu sudah mereka lakukan sejak 29 tahun lalu. KSPPS BMT Beringharjo adalah BMT
pertama di DI Yogyakarta, yang berdiri tahun 1994. Upaya ini tidak mudah karena
Mursida dan Ninawati sama sekali tak berlatar belakang pendidikan ekonomi. Mereka
hanya terbiasa melakukan kegiatan-kegiatan sosial semasa kuliah saja.
”Bisa dibilang pendirian BMT ini hanya didasari modal nekat
dan niat untuk sekadar berbuat baik saja,” ujar Mursida sembari tertawa, Kamis (30/11).
Tanpa diduga, niat tulus tersebut berbuah menjadi kegiatan usaha dengan wilayah
kerja yang terus meluas. Bermula dari membantu pedagang kecil di Pasar Beringharjo,
Malioboro, Yogyakarta, BMT Beringharjo kemudian ”naik status” dengan wilayah
usaha tingkat Provinsi DIY dan sejak 2006 sudah bergerak di lingkup nasional.
Kini, KSPPS BMT Beringharjo memiliki 20 kantor yang tersebar di lima provinsi
di Pulau Jawa. Jumlah anggota koperasinya mencapai 35.000 orang, sebagian besar
bekerja sebagai pedagang pasar tradisional, petani, dan peternak. Bermodal dana
awal dari Dompet Dhuafa sebesar Rp 1 juta, kini BMT Beringharjo mampu memberikan
bantuan pinjaman dengan besaran mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500 juta per
orang.
Sembari memberikan layanan pinjaman, Mursida menuturkan,
pihaknya juga memberikan literasi keuangan syariah kepada para anggotanya. Saat
membayar angsuran pinjaman, setiap anggota diberi pemahaman bahwa mereka tak
dikenai bunga, tetapi tetap harus menyisihkan sebagian dana yang dibayarkan
untuk keperluan infak, dengan besaran sesuai kemampuan. Dana infak ini nantinya
akan disalurkan untuk membantu para pedagang dan pelaku usaha lainnya. Tidak
hanya itu, mereka juga diajari untuk menyisihkan sebagian dari uang yang dibayarkan
untuk menabung, di mana tabungan bisa diambil kapan saja saat dibutuhkan. Hal
ini dilakukan untuk membiasakan mereka menabung dan mengubah kebiasaan lama
saat masih berurusan dengan rentenir. (Yoga)
Tantangan Hapus Buku Kredit Macet UMKM
Masih Memupuk Persoalan Pupuk
Event Internasional Perolehan Pendanaan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









