;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

JAMINAN KESEHATAN, Beban Biaya Kesehatan Berisiko Semakin Besar

14 Dec 2023
Penduduk Indonesia yang kian menua membuat persentase populasi usia produktif saat ini semakin besar. Hal tersebut turut berdampak pada meningkatnya peluang kematian yang lebih besar pada usia produktif  dan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat. Pada saat yang sama beban biaya kesehatan bisa semakin tinggi. Merujuk laporan BPJS Kesehatan berjudul ”Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia 2023”, peluang kematian pada kelompok usia produktif di Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lain. Adapun kelompok usia produktif yang dimaksud ialah rentang usia 15-64 tahun. Dalam laporan tersebut diungkapkan, angka harapan hidup di Indonesia meningkat, 73,74 tahun pada laki-laki dan 78,37 tahun untuk perempuan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan data BPS pada 2022 yang menyebutkan angka harapan hidup laki-laki 69,93 tahun dan perempuan 73,83 tahun.

Dosen senior di Universitas Derby, Inggris, Dono Widiatmoko, di Jakarta, Rabu (13/12) mengatakan, peluang kematian yang lebih besar pada kelompok usia produktif dapat terjadi karena proporsi usia produktif saat ini merupakan yang paling besar di masyarakat. Di sisi lain, peluang kematian pada usia yang lebih tua,  kelompok usia di atas 80 tahun, justru lebih kecil. Sayangnya, usia harapan hidup yang meningkat biasanya  disertai risiko peningkatan beban kesehatan masyarakat. Ketika transisi demografi suatu bangsa bergerak menjadi populasi yang menua, pola penyakit akan bergeser pada peningkatan penyakit degeneratif yang butuh perawatan jangka panjang dan biaya kesehatan tinggi. ”Kondisi tersebut dapat membuat beban biaya yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan akan semakin meningkat. Karena itu, sumber pembiayaan program JKN harus dipertimbangkan kembali agar tetap bisa mencakup semua kebutuhan layanan kesehatan bagi pesertanya,” tutur Dono. Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, beban biaya kesehatan yang dibayar BPJS Kesehatan dalam program JKN 2023 diproyeksikan naik Rp 30 triliun dari tahun sebelumnya yang Rp 113.4 triliun. (Yoga)

Wisata Berkelanjutan Jadi Prioritas 2024

14 Dec 2023

Kemenparekraf akan menekankan pada model wisata berkelanjutan di 2024 untuk memulihkan industri pariwisata Tanah Air. Konsep ini bertumpu pada pilar pengelolaan berkelanjutan, keberlanjutan sosial ekonomi, keberlanjutan budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Selain tidak berfokus pada kuantitas, kualitas pariwisata yang menargetkan durasi kunjungan wisatawan yang lebih lama patut diperhatikan. ”Ke depan, pengalaman (berwisata) berdasarkan pada perjalanan. Tak hanya rombongan melihat-lihat, tetapi juga belajar bersama. Sustainable operations sekaligus berwisata menjaga lingkungan,” ujar Menparekraf / Kepala Baparekraf Sandiaga S Uno dalam Tourism Industry Roadmap in 2024-2029 yang diselenggarakan Tiket.com secara daring, Rabu (13/12).

Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif pada Bappenas Wahyu Wijayanto menambahkan, setidaknya ada lima tren pariwisata di 2024 yang bakal banyak diminati wisatawan. Pertama,tren culture immersion yang menekankan kegiatan liburan yang berbeda dengan tempat tinggal wisatawan. Kedua, wellness tourism dengan destinasi yang kental menawarkan budaya lokal dan alam untuk memperdalam perjalanan spiritual. ”Ketiga work from destination yang menyasar para pekerja dengan fleksibilitas tinggi agar dapat bekerja dari lokasi wisata. Keempat dan kelima masing-masing adalah off grid travel yang menekankan kesejahteraan wisatawan tanpa memikirkan pekerjaannya dan sport tourism yang mulai populer tahun ini dan diprediksi berlanjut pada tahun depan,” papar Wahyu. (Yoga)

Industri Gula Dalam Negeri Alami Anomali

14 Dec 2023
Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan dalam National Sugar Summit 2023, di Jakarta, Rabu (13/12/2023), menyatakan, sejumlah variabel produksi di industri gula tumbuh, tetapi realisasi produksi turun. Ini disebabkan faktor iklim dan minimnya pemanfaatan teknologi di industri gula. Hingga November 2023, Indonesia masih defisit gula konsumsi atau gula kristal putih sebanyak 686.830 ton. Produksi gula konsumsi dalam negeri baru 2,42 juta ton, sedangkan kebutuhannya mencapai 3,11 juta ton. (Yoga)

Indonesia Tumbuh 4,9 Persen pada 2024-2026

14 Dec 2023
Bank Dunia dalam laporan Prospek Ekonomi Indonesia memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia selama 2024-2026 rata-rata 4,9 persen alias turun dari proyeksi 5 persen pada tahun ini akibat mulai melemahnya lonjakan harga komoditas. Konsumsi swasta diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pada 2024. Investasi bisnis ataupun belanja publik juga diperkirakan akan meningkat sebagai dampak dari reformasi dan proyek-proyek baru pemerintah. (Yoga)

Nikel, Harta Karun Masa Kini dari Pulau Obi

14 Dec 2023

Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, terberkati dengan kekayaan alam yang luar biasa. Pulau itu memiliki tanah dengan kandungan nikel yang tinggi. Komoditas yang begitu bernilai saat ini. Tak terbayang dalam benak Fandi Noferdi Padapak (33) di kawasan Salam Kawasi, Rabu (29/11), warga Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan, bahwa wilayah tempatnya tinggal akan menjadi salah satu sentra nikel. Di pulau seluas 2.500 kilometer persegi itu, jutaan metrik ton tanah yang terkandung nikel dikeruk serta diproses lebih lanjut menjadi baja nirkarat (stainless steel) dan bahan baku baterai. Kawasan yang berlokasi 5 km dari pusat industri pertambangan nikel Harita Nickel, dinamai Salam Kawasi atau kependekan dari Bersama Belajar pada Alam Kawasi, yang juga bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Harita Nickel, satu dari beberapa perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Pulau Obi. Menurut data Kementerian ESDM, sumber daya nikel di Indonesia 17,3 miliar ton dengan cadangan 5 miliar ton. Produksi tahun 2022 mencapai 106,3 juta ton bijih nikel, 516.700 ton feronikel, dan 76.000 nikel matte. Industri nikel yang telah dijalankan Indonesia ialah baja nirkarat dan baterai ion litium.

Smelter hidrometalurgi pertama di Indonesia berada di Pulau Obi oleh Harita Nickel yang berproduksi pada 2021. Rico Wirdy Albert, Head of Technical Support Harita Group Smelter, mengatakan, setiap tahun Harita menghasilkan sedikitnya 1,4 juta ton FeNi, 365.000 ton MHP, 120.000 ton nikel sulfat, dan 30.000 ton kobal sulfat. Deputy Head Nickel Sulfate and Acid Plant HPL Roy Martua Sigiro menjelaskan, produksi saat ini ialah 340 ton nikel sulfat per hari dan 70 ton kobal sulfat per hari. ”Dalam setahun, kami harapkan nantinya produksi mencapai 160.000 ton nikel sulfat dan 32.000 ton kobal sulfat. Itu baru tahap satu dan kami optimalisasi dulu. Nanti, tahap dua, produksi akan ditingkatkan,” kata Roy. Ekspansi bisnis Harita Nickel menjadi gambaran besarnya potensi nikel di Pulau Obi. Angka itu belum termasuk produksi perusahaan pemegang IUP lain di pulau berjarak 240 km dari Ternate itu. Nikel, harta karun Obi, kini dimanfaatkan untuk energi terbarukan. Kepala Urusan Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi Bambang Bakir mengatakan, sebelumnya, warga Obi tidak tahu-menahu tentang kekayaan alam tersebut. Barulah saat dimulai eksploitasi pertambangan nikel, mereka menyadari bahwa Pulau Obi ternyata menyimpan harta karun yang kini sangat dibutuhkan dunia. (Yoga)

Waspada di Paruh Pertama, Tancap Gas di Paruh Kedua

14 Dec 2023
Bukan hanya bagi Indonesia, tahun 2024 menjadi tahun politik global. Berdasarkan riset JP Morgan yang dirilis baru-baru ini, ada 27 negara yang menggelar pemilihan umum (pemilu) pada tahun depan. Pesta demokrasi ini bakal mempengaruhi psikologis pasar, karena tingkat ketidakpastian yang tinggi. Para pelaku pasar dan emiten lebih berhati-hati dan menahan diri untuk berekspansi. JP Morgan menyematkan peringkat overweight terhadap pasar Indonesia. Perusahaan jasa keuangan dari Amerika Serikat (AS)  memproyeksikan indeks MSCI Indonesia bisa naik 6% di tahun 2024. Tak hanya JP Morgan, Maybank Sekuritas juga memasang target yang optimistis pada pasar saham Indonesia. Hal ini didukung beberapa faktor makro dalam negeri yang dinilai kondusif. Pertama, pertumbuhan PDB Indonesia akan kuat tahun depan. Kedua, inflasi domestik masih bisa dijaga dengan baik. Ketiga, gelontoran belanja pemerintah akan mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal III-2023 hingga kuartal I-2024. Head of Research Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chen Lim menyarankan investor berhati-hati di semester I-2024. Terlebih pasar berpotensi bearish akibat perlambatan ekonomi global. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas, Chang-kun Shin menilai, investor wait and see selama kampanye. Namun usai pemilihan presiden bursa saham berpotensi berfluktuasi. "Investor menunggu hingga presiden terpilih," katanya, Rabu (13/12). Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy memperkirakan, masih ada potensi peningkatan volatilitas IHSG di sisa 2023 hingga semester I-2024. Sepanjang 2023  hingga kemarin investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 16,7 triliun. Maybank Sekuritas memproyeksi, IHSG bisa tembus level 8.000. Dengan catatan, pemilu berjalan lancar dan presiden terpilih bisa menjaga lingkungan yang kondusif bagi investor. Untuk separuh pertama tahun depan, Maybank Sekuritas melihat MYOR dan HMSP bisa menjadi pilihan. Jika bank sentral menunjukkan sikap dovish, BSDE, CTRA, PWON dan SMRA bisa dilirik. Pada separuh kedua 2024, ada peluang permintaan logam efek pemulihan ekonomi China, berimbas ke MDKA dan INCO.

NCKL Bakal Tambah Tambang Nikel Lagi

14 Dec 2023
Tren energi bersih  memicu para penambang nikel semakin bergairah. Misalnya PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) membuka opsi  mengakuisisi tambang nikel lain. Akuisisi ini untuk menambah cadangan nickel ore perusahaan tersebut. Lukito Gozali, Hubungan Investor NCKL menyebutkan, ada sejumlah pertimbangan NCKL mengakuisisi tambang nikel. Seperti harga dan kandungan nikel yang ada dalam tambang tersebut. Saat ini, emiten terafiliasi Grup Harita tersebut memiliki lima konsesi tambang. Lukito menyebut, ada satu tambang lagi yang sedang dalam proses untuk masuk ke daftar konsesi milik NCKL. Pada akhir November 2023, NCKL mengakuisisi 99% saham PT Gane Tambang Sentosa. Ini adalah perusahaan tambang nikel yang berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Akuisisi sebesar Rp 7,9 miliar ini akan meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel NCKL menjadi 302 juta wet metric ton (wmt). Sehingga menjadikan Harita Nickel sebagai perusahaan tambang nikel terbesar kelima di Indonesia berdasarkan sumber daya. Ia berharap, akuisisi ini bisa meningkatkan produksi nikel perusahaan. Sebab kenaikan kinerja  NCKL hingga 30 September 2023 berkat lonjakan produksi nikel anak perusahaan. Yakni  PT Halmahera Persada Lygend dan PT Harita Jayaraya Feronikel. Dari sisi kinerja, emiten pertambangan nikel ini membukukan laba bersih senilai Rp 4,64 triliun. Realisasi ini naik 23,8% dari laba bersih NCKL di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,60 triliun. Selama periode sembilan bulan pertama 2023, anak usaha NCKL di bisnis pertambangan itu telah memproduksi sekitar 10 juta bijih nikel limonite dan 4,4 juta bijih nikel saprolite. Jika ditotal, produksi bijih nikel NCKL mencapai 14,48 juta ton, melesat 119% secara year-on-year (yoy). Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap dalam risetnya menyematkan rating buy saham NCKL dengan target harga Rp 1.500 per saham. Menurut Juan  akuisisi akan menjadi katalis yang positif bagi NCKL.

Tahun Depan, PTPP Siapkan Belanja Modal Rp 1,5 Triliun

14 Dec 2023
PT PP Tbk (PTPP) menyiapkan sejumlah agenda bisnis di tahun depan. Emiten konstruksi pelat merah ini menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) hingga Rp 1,5 triliun pada 2024 mendatang. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto mengatakan, dana capex tersebut akan diperoleh melalui obligasi yang akan diterbitkan pada April atau Mei 2024. Selain untuk capex, hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kembali utang atau refinancing. Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP, Sinur Linda Gustina, memaparkan, belanja modal di tahun depan kemungkinan besar tidak akan digunakan untuk investasi proyek baru. "Kami hanya melanjutkan beberapa proyek yang sudah berlangsung. Kalau yang baru tidak ada," ujarnya dalam konferensi pers usai RUPSLB di Jakarta, Rabu (13/12). PTPP juga masih berencana untuk melepas aset atau divestasi dan membidik perolehan dana Rp 1,4 triliun pada tahun ini. Divestasi anak usaha nilainya ditargetkan hampir Rp 1 triliun dan divestasi aset terafiliasi senilai Rp 450 miliar. "Kami harapkan selesai tahun ini," ungkapnya. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, kinerja PTPP dapat terdorong oleh proyek baru dan rencana divestasi aset. Sementara itu, Technical Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, prospek PTPP akan baik tahun depan jika presiden terpilih akan melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Karena masih ada ketidakpastian, Andhika menyarankan wait and see dahulu untuk saham PTPP.

Akhir Tahun Kredit Fintech Lending Naik

14 Dec 2023
Jelang akhir tahun, konsumsi masyarakat meningkat. Permintaan pembiayaan pada sejumlah fintech peer to peer (P2P) lending juga ikut meningkat. Apalagi, ada beberapa momentum belanja bagi konsumen jelang akhir tahun, termasuk hari belanja nasional (harbolnas) dan libur natal hingga tahun baru. Momen ini biasanya mengerek permintaan kebutuhan dana. PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyebut, bagi AdaKami harbolnas tidak membawa dampak besar. Tapi Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss berujar, biasanya permintaan pembiayaan naik untuk libur akhir tahun. "Tren penyaluran di AdaKami juga meningkat pada periode Ramadan," ujar dia, kemarin. Hingga November 2023, AdaKami telah menyalurkan pembiayaan Rp 12,7 triliun.  Menurut Jonathan jumlah tersebut telah sesuai dengan target yang diincar di 2023. Sementara Maucash menyebut permintaan pembiayaan saat akhir tahun, termasuk di harbolnas, kerap meningkat. Menurut Direktur Marketing Maucash Indra Suryawan, permintaan tidak hanya di segmen konsumtif tapi juga produktif. Indra bilang, peningkatan belanja online ini meningkatkan omzet sehingga sektor produktif juga memperbesar kapasitas usaha. PT Sahabat Mikro Fintek (SAMIR) juga sepakat mengatakan permintaan pembiayaan akan tumbuh. Ini sejalan dengan kebutuhan dana tunai masyarakat. Public & Government Relation Samir Balqis menyebut, kenaikan signifikan penyaluran terjadi didorong permintaan produk dana tunai (cash loan) yang baru diluncurkan Samir pada Juli 2022.

Jamu Kuat Ekonomi 2024

14 Dec 2023

Soal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan, Bank Dunia rupanya tak seoptimistis Pemerintah RI. Teranyar, Bank Dunia meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 di angka 4,9%.Angka itu masih berada di bawah target pemerintah yang termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yakni, sebesar 5,2%.Menurut Bank Dunia, risiko eksternal akan lebih menantang, utamanya pada kinerja perdagangan serta tekanan pembiayaan global. Hal itu tak lepas kondisi higher for longer suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.Belajar dari pengalaman, rezim suku bunga tinggi The Fed, lazimnya akan menekan pasar keuangan negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.Alhasil, beragam langkah antisipasi semestinya diterapkan dari sekarang, agar ekonomi tak kalang kabut diterjang berbagai tekanan. Tentu saja, insentif tersebut diharapkan dapat memompa kinerja dunia usaha, yang pada gilirannya bakal ikut mendongkrak ekonomi nasional.Oktober lalu, pemerintah mengumumkan insentif fiskal berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) ke sektor properti.Kebijakan itu berlaku untuk pembelian rumah komersial di bawah Rp2 miliar, di mana PPN DTP 100% sampai Juni 2024. Adapun, mulai Juni sampai Desember 2024, PPN DTP tetap diterapkan, tetapi hanya 50%. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah memberikan bantuan biaya administrasi sebesar Rp4 juta. Insentif yang bertebaran memang amat mungkin mendongkrak geliat sektor usaha yang menerimanya. Hal itu nyata terjadi manakala pemerintah mengobral insentif fiskal untuk sejumlah sektor industri guna memacu aktivitas bisnis pascapandemi Covid-19.Contohnya saat insentif diberikan ke sektor properti pada 2021 dan 2022. Kala itu penjualan properti melejit dan turut menyokong pemulihan sektor ini. Kendati demikian, insentif tak bisa menjadi satu-satunya cara untuk mendongkrak kinerja dunia usaha. Terlebih pemberian insentif juga lazim dibarengi dengan penurunan penerimaan negara dari setoran pajak.Bahkan, sebagian penerima keringanan PBB tersebut, selama ini dikenakan pajak penghasilan final, yang berarti penerimaan negara sukar bertambah berlipat-lipat.