Ekonomi
( 40600 )ICW: Tersangka Baru Kasus Timah Sebatas Level Operator
Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang Kejaksaan Agung (Kejagung) belum sepenuhnya menyentuh pihak yang memiliki andil paling besar dalam dugaan korupsi tata niaga timah di PT Timah Tbk 2015-2022. Apalagi dalam dugaan korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 271 triliun, ini ada manipulasi pada dokumen sebagaimana Persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) yang tidak memenuhi persyaratan. Kejagung telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya yang ditetapkan sebagai tersangka baru-baru ini merupakan mantan pejabat dan yang masih bertugas di Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, yakni Suranto Wibowo selaku Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung tahun 2015-2019; Rusbani selaku Plt Kadis ESDM Bangka Belitung 2019; serta Amir Syahbana selaku Plt Kadis ESDM Bangka Belitung tahun 2020-2021 dan Kadis ESDM sekarang.
Peneliti ICW, Yassar Aulia, Senin (29/4) mengatakan, penetapan tiga tersangka dari Dinas ESDM Bangka Belitung belum sepenuhnya menjawab pengusutan kasus korupsi di PT Timah. ”Kalau dilihat dari tingkat atau latar belakang tersangka, rasanya mereka masih level operator dan belum menyasar ke pihak yang memiliki andil paling besar. Terlebih ini menyangkut dokumen, tentu persetujuannya tidak berada di level operator,” terang Yassar. Berdasarkan hasil penyidikan Kejagung, ketiga orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka itu, diduga menerbitkan Persetujuan RKAB secara tidak sah kepada lima perusahaan pemurnian dan pengolahan timah (smelter). Kelima perusahaan itu adalah PT Tinindo Inter Nusa, PT Stanindo Inti Perkasa, PT Refined Bangka Tin, CV Venus Inti Perkasa, dan PT Sariwiguna Bina Sentosa. Padahal, RKAB tersebut tidak memenuhi persyaratan.
Ketiga tersangka itu juga diduga mengetahui RKAB tersebut tidak digunakan untuk menambang di lokasi izin usaha pertambangan (IUP) setiap perusahaan tersebut, melainkan hanya untuk melegalkan penjualan timah yang diperoleh secara ilegal dari IUP PT Timah Tbk. Oleh karena itu,Yassar menduga, ada pihak lain yang lebih tinggi yang dapat diminta pertanggun jawabannya dalam kasus ini. Yassar pun meyakini Kejagung dapat mengungkap pihak lain yang lebih tinggi tersebut. Sebab, sejauh ini Kejagung juga sudah dapat menetapkan sejumlah pihak selaku pemilik manfaat (beneficial owner) dalam kasus ini sebagai tersangka. Mereka, antara lain, Hendry Lie selaku pemilik manfaat dari PT Tinindo Inter Nusa beserta adiknya, Fandy Lingga, selaku pemasaran dari PT Tinindo Inter Nusa. (Yoga)
Dubai Telah Pulih dari Deraan Dua Krisis
Dubai kembali menunjukkan tanda pemulihan seusai dihantam pandemi Covid-19. Seperti sejumlah wilayah dan negara di dunia, kinerja ekonomi Dubai kembali berdetak kencang. Kali ini, wujudnya berupa pengumuman perluasan Bandara Al Maktoum. Megaproyek itu akan menelan dana 34.85 miliar USD. Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum mengumumkan rencana itu pada Minggu (28/4). ”Kami membangun proyek baru untuk generasi masa depan, memastikan pembangunan berkelanjutan dan stabil bagi anak cucu kami. Dubai akan menjadi bandara dunia, pelabuhannya, kotanya, dan pusat penghubungnya,” kata Sheikh Mohammed.
Proyek itu diungkap berselang setelah Dubai terendam banjir terdahsyat dalam 75 tahun terakhir. Hampir seluruh Dubai, termasuk Bandara Internasional Dubai, terendam banjir selama beberapa hari. Dampaknya, kekacauan jadwal penerbangan dari dan ke sejumlah negara via Dubai. Penerbangan-penerbangan itu menggunakan Dubai sebagai bandara transit. Banyak penumpang mengeluhkan bagasi mereka tidak kunjung jelas nasibnya. Dampak lain adalah kerugian hingga miliaran USD. Sebab, banyak mobil mewah dan aneka benda mewah lain terendam. Dubai dan negara induknya, Uni Emirat Arab, memerintahkan evaluasi infrastruktur selepas banjir 16-18 April 2024.
Setelah itu, Dubai melanjutkan manuver lain, yaitu mengumumkan perluasan Bandara Al Maktoum. Diresmikan pada 2010, bandara di sisi selatan Dubai itu kini dilengkapi dua landas pacu. Selama ini, bandara itu lebih sering dijadikan lokasi parkir pesawat dan melayani penerbangan kargo. Bandara itu direncanakan dilengkapi tiga landas pacu tambahan. Kapasitas terminalnya akan ditingkatkan hingga 290 juta penumpang per tahun. Total akan tersedia 400 gerbang keberangkatan. Dubai mencatat 17,1 juta pelancong menginap di sana pada 2023. Tingkat keterisian kamar hotel mencapai 77 % sepanjang 2023. Perluasan Bandara Internasional Al Maktoum menjadi penanda baru Dubai telah selesai dari dampak krisis 2008 ataupun pandemi Covid-19. (Yoga)
Tekanan pada Perekonomian
Tekanan dari luar pada perekonomian Indonesia menguat belakangan ini. Relatif tingginya inflasi di AS membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama lagi. Akibatnya, dana kembali ke AS dan USD mengalami penguatan cukup tinggi, sehingga, mata uang lain, termasuk rupiah, mengalami tekanan dan melemah secara berarti. Aliran modal keluar cukup besar dari pasar modal dan obligasi Indonesia. Indeks pasar modal tertekan dan imbal hasil (yield) obligasi naik lagi di atas 7 %, peningkatan yang cukup tinggi. Nilai rupiah melewati Rp 16.000 per USD dan kemungkinan akan tetap tertekan untuk waktu yang cukup lama, sampai inflasi di AS menurun dan The Fed menurunkan suku bunga lagi di pertengahan tahun ini atau bisa lebih lama lagi.
BI sebagai penjaga stabilitas mata uang melakukan intervensi di pasar spot dan non-deliverable (tanpa penyerahan). Namun, kemampuan intervensi ini terbatas. BI harus menaikkan suku bunga acuan karena rupiah terus terdepresiasi mendekati level Rp 16.500 per USD. Tekanan juga bertambah dengan ketegangan Israel-Iran. Harga minyak mentah meningkat. Akibatnya, subsidi kemungkinan juga harus disesuaikan. Pelemahan rupiah menaikkan biaya produksi karena kandungan impor yang tinggi. Suku bunga kredit yang tadinya diharapkan mulai menurun tetap bertahan dan bagi debitor ini memperlama permasalahan biaya tinggi.
Sejauh ini, pertumbuhan kredit masih cukup tinggi, 1 %, dan sektor manufaktur masih ekspansi. Namun, jika pelemahan rupiah berlangsung lama atau permanen, pengaruh negatif pada perekonomian juga semakin tinggi. Dengan perekonomian yang terbuka, perekonomian Indonesia sensitif terhadap perubahan di tingkat dunia. Permasalahan pelemahan nilai rupiah justru mengancam stabilitas perekonomian. Dengan tingkat inflasi 3 %, sebenarnya BI tidak harus menunggu The Fed menurunkan suku bunga kebijakan. Namun, risikonya terlalu tinggi karena penurunan suku bunga akan kian melemahkan rupiah. (Yoga)
Indonesia Berpotensi Defisit Beras Lagi pada Juni 2024
BPS memperkirakan neraca produksi dan konsumsi beras nasional
pada Juni 2024 akan defisit lagi setelah pada Maret, April, dan Mei 2024
surplus. Pemerintah perlu mewaspadainya dan mengoptimalkan serapan gabah atau
beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Kendati begitu, Bapanas
menjamin stok beras hingga akhir tahun ini aman, yakni 10,09 juta ton. Namun,
stok sebesar itu baru dapat terpenuhi jika produksi dan impor beras sesuai dengan
perkiraan dan perencanaan. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi
Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (29/4). Rapat
yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian itu dihadiri perwakilan pemda dan
sejumlah pemangku kepentingan pangan.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga
beras terus turun seiring panen raya padi pada Maret-April 2024. Per pekan keempat
April 2024, harga rerata nasional berbagai jenis beras Rp 15.667 per kg atau
turun 2,41 % dibandingkan Maret 2024. Penurunan harga beras tersebut
diperkirakan terus berlanjut hingga Mei 2024 lantaran neraca produksi dan
konsumsi beras bulan itu masih surplus. ”Namun, pada Juni 2024, neraca tersebut
berpotensi defisit karena produksi beras diperkirakan turun. Pemerintah perlu
mewaspadai dan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi karena harga beras bisa
naik lagi,” ujarnya. BPS memperkirakan pada Juni 2024, defisit beras berpotensi
terjadi lagi, yakni 0,45 juta ton, lantaran produksi padi berupa gabah kering giling
(GKG) pascapanen raya semakin turun, dari 5,54 juta ton pada Mei 2024 menjadi
3,68 juta ton pada Juni 2024. (Yoga)
Kredit Perbankan Dapat Tetap Tumbuh 10-12 Persen Tahun 2024
Industri perbankan diharapkan tetap dapat menjaga momentum pertumbuhan kredit 10-12 % pada 2024, mengingat likuiditas akan semakin melimpah seiring dengan penerapan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM terhadap sektor yang memiliki daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Kepala Grup Sektor Keuangan Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, fundamental ekonomi perekonomian Indonesia masih tetap terjaga di tengah tantangan ketidakpastian global. Kondisi tersebut, ditopang oleh ketahanan sistem keuangan, pertumbuhan kredit, serta pembiayaan inklusif dan berkelanjutan yang tetap terjaga.
Pada Maret 2024, penyaluran kredit perbankan telah memenuhi target pertumbuhan 10-12 %, yakni sebesar 12,4 % secara tahunan. Kontribusi pertumbuhan kredit ini utamanya berasal dari sektor pengangkutan, perdagangan, industri, listrik, gas, air, serta sektor konsumsi. ”Pertumbuhan kredit diharapkan tidak turun karena nanti pada Juni 2024 akan ada tambahan likuiditas,” katanya dalam Pelatihan Jurnalis di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Senin (29/4). Tambahan likuiditas tersebut, kata Joko, berasal dari perluasan serta peningkatan KLM pada sejumlah sektor pendukung program pemerintah dan memiliki daya ungkit terhadap perekonomian.
Besaran insentif likuiditas yang akan diterima oleh perbankan maksimal 4 % dari giro wajib minimum (GWM). Sebagaimana diketahui, setiap bank wajib menyimpan dana masyarakat yang dihimpunnya di BI sebagai GWM sebesar 9 %. Melalui KLM, bank akan memperoleh kelonggaran penyimpanan dananya maksimal sebesar 4 % sehingga GWM yang wajib disetorkan oleh bank menjadi 5 %. Sebelumnya, KLM tersebut meliputi sektor hilirisasi, perumahan, pariwisata, pembiayaan inklusif, pembiayaan ultra mikro, serta pembiayaan hijau. Adapun perluasan sektor KLM akan mencakup sektor otomotif, perdagangan, listrik, gas, air, serta jasa sosial. (Yoga)
Investasi Tak Terpengaruh Pemilu 2024
Realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri
pada triwulan I-2024 mencapai Rp 401,5 triliun, naik 22,1 % dibanding periode
yang sama tahun 2023. Pencapaian realisasi investasi itu mencakup sektor
infrastruktur dan jasa (42,1 %), sektor manufaktur (40,2 %), dan sektor primer (17,7
%). Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadia, saat konferensi pers, Senin (29/4)
di Jakarta, mengatakan, tahun 2024 merupakan tahun penuh dinamika politik
karena ada pemilu. Biasanya, investor wait and see ketika suatu negara tujuan
investasi mengalami pemilu.
Kendati demikian, pencapaian realisasi investasi triwulan
I-2024 yang masih tumbuh 22,1 % menunjukkan dinamika itu bisa dilewati. ”Tahun
2024, target investasi yang ditetapkan Presiden Jokowi mencapai Rp 1.650
triliun dan target rencana strategis APBN Rp 1.239,3 triliun. Bukan angka yang
sedikit. Kami bersama tim berusaha jemput bola supaya target itu tercapai,”
kata Bahlil. Jika dibedah per sektor, realisasi investasi triwulan I-2024 yang
terbesar ada di sektor infrastruktur dan jasa dengan porsi 42,1 % terhadap
total atau senilai Rp 169,2 triliun, diikuti sektor manufaktur dengan porsi
40,2 % atau senilai Rp 161,1 triliun, dan sektor primer dengan porsi 17,7 % atau
senilai Rp 71,2 triliun.
Dilihat dari sisi penanaman modal asing (PMA), realisasi pada
triwulanI-2024 tercatat Rp 204,4 triliun. Lima besar subsektor realisasi PMA
adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; pertambangan;
transportasi, gudang, dan telekomunikasi; industri kimia dan farmasi; serta
industri kertas dan percetakan. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN)
pada triwulan I-2024 tercatat Rp 197,1 triliun. Lima besar subsektor realisasi
PMDN adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi; pertambangan; industri
makanan; jasa lainnya; serta perdagangan dan reparasi. (Yoga)
Arus Modal Keluar Tetap Perlu Diwaspadai
Investor telah menarik dana dari dalam negeri dalam jumlah banyak sebulan terakhir. Aksi itu perlu diwaspadai dengan menimbang melemahnya ekonomi dalam negeri dan tren suku bunga tinggi dalam waktu lama. Data Bloomberg per 24 April 2024 menunjukkan arus dana keluar atau capital outflow sepanjang bulan April mencapai Rp 32,4 triliun. Ini menggambarkan total dana yang keluar dari dalam negeri ke luar negeri, baik dari investasi langsung maupun secara tidak langsung. Nilai ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan arus kas keluar pada Maret 2024 sebesar Rp 18,6 triliun. BRI Danareksa Sekuritas, dalam laporan analisisnya pada Senin (29/4) memaparkan, arus keluar itu terjadi di pasar saham.
Sebulan terakhir, arus kas asing yang keluar tercatat mencapai Rp 16 triliun dengan arus kas asing sepanjang minggu keempat April sebesar Rp 4,8 triliun. ”Ini mengakibatkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,7 persen dalam sepekan sampai perdagangan akhir pekan lalu,” kata mereka. Seperti diketahui, IHSG pada pekan lalu sempat turun ke titik terendah dalam setahun terakhir hingga 7.036 pada penutupan perdagangan, Jumat (26/4), yang dipicu aksi penjualan saham oleh investor asing hingga Rp 2 triliun. Dari instrumen investasi pendapatan tetap, data Kemenkeu per 25 April 2024 mengungkapkan bahwa arus keluar investor asing pada obligasi pemerintah atau surat berharga negara (SBN) berjumlah Rp 16,8 triliun dalam sebulan terakhir.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto, dalam konferensi pers APBN Kita edisi April, di Jakarta, Jumat (26/4) menjelaskan, arus kas keluar ini terjadi karena faktor global, antara lain geopolitik serta kebijakan bank sentral AS yang menahan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Penguatan dollar karena kondisi ekonomi dan proyeksi kebijakan suku bunga di AS membuat imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik menjadi 4,67 % per 26 April dari sebelumnya di 4,62 %. Namun, arus kas masuk (inflow) mulai terlihat dalam pekan lalu, setelah BI menaikkan suku bunga menjadi 6,25 % dari 6 % pada pertengahan pecan lalu. Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun meningkat sebesar 15 bps menjadi 7,18 %. (Yoga)
Kasus Kejahatan Perikanan Minim Respons
Penyelundupan BBM solar, yang diduga bersubsidi, untuk
kegiatan pencurian ikan oleh kapal asing ilegal di Laut Arafuru, Maluku, Minggu
(14/4) sepi tindak lanjut. Meski telah berselang dua pekan, tak tampak tindak
lanjut di kalangan para pemangku kepentingan. Bahkan, permintaan keterangan
sekalipun, tak banyak direspons. Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga
Irto Ginting, saat dikonfirmasi, Senin (29/4) sore, menyatakan masih mengecek
peristiwanya. Direktur Pembinaan Usaha Hilir pada Ditjen Migas Kementerian ESDM
Mustika Pertiwi belum merespons pertanyaan Kompas melalui pesan singkat.
KKP mengamankan kapal pengangkutikan asal Indonesia, KM Mitra
Utama Semesta (MUS), di Laut Arafura, Maluku, 14 April 2024. Kapal itu terindikasi
melakukan alih muatan (transhipment) dengan dua kapal ikan asing ilegal, Run Zeng
(RZ) 03 dan RZ 05. Alih muatan ini mencakup penyelundupan 150 ton BBM jenis
solar dari KM MUS ke kapal asing, suplai 100 ton ikan segar dari kapal asing ke
KM MUS, dan distribusi 55 ABK Indonesia dari KM MUS ke kapal asing. Lewat kasus
ini, KKP mengungkap tiga kejahatan sekaligus. Pertama, pencurian ikan. Kedua,
penyelundupan solar yang diduga bersubsidi. Ketiga perdagangan orang dan perbudakan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengemukakan,
pengejaran terhadap kapal asing ilegal RZ 03 dan RZ 05 terus dilakukan,
termasuk menelusuri pemilik kapal tersebut. Kerja sama akan dilakukan dengan
kementerian, instansi terkait, dan aparat penegakan hukum, katanya di sela acara
Indonesia Aquaculture Business Forum 2024 di Jakarta, Senin (29/4). Ia
menambahkan, pemilik kapal KM MUS sudah diidentifikasi dan dilakukan
pemeriksaan melalui BAP. Adapun agen lokal dari kapal ikan asing illegal RZ 03 dan
RZ 05 sedang diidentifikasi untuk kemudian akan dipanggil guna pemeriksaan. Trenggono
juga berjanji akan bekerja sama dengan Pertamina hingga Interpol untuk mengejar
kapal asing dan pemasok BBM ilegal. (Yoga)
Kisah Tambak Udang Karimunjawa
Usaha tambak udang di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jateng,
menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, usaha itu diklaim menyerap banyak
tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian, namun juga mencemari lingkungan dan
melanggar aturan. Kemunculan tambak udang di Karimunjawa dimulai Sumarlan (78)
asal Pati, Jateng, yang menetap di Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara. Sumarlan
melihat banyak lahan tidur dan rawa yang berpotensi untuk budidaya udang windu,
lalu membangun tambak udang yang melibatkan puluhan warga dengan cangkul sehingga
memakan waktu dua tahun. Tahun 1989, tambak berukuran 100 x 50 meter itu mulai
beroperasi. ”Budidaya udang windu berlangsung sampai tahun 1998. Karena krisis
ekonomi global, harga jual udang turun,” kata Suroto (43), menantu sekaligus
penerus usaha tambak udang yang dirintis Sumarlan, saat ditemui di Kemujan,
Selasa (16/4).
Tahun 2016, muncul tambak udang intensif pertama di
Karimunjawa dengan udang vaname. ”Dalam satu siklus (panennya) sukses luar
biasa. Aaya belajar (budidaya udang vaname) dari beliau,” ujar Suroto. Sekali
panen, menghasilkan 6-8 ton udang dengan keuntungan bersih Rp 20 juta-Rp 30
juta. Keuntungan besar dari tambak udang vaname membuat warga Kemujan tergiur
membuka usaha serupa. Salah satunya Faisol (33) yang menjadi petambak pada 2022.
Dengan modal Rp 1,5 miliar, ia membuat enam petak tambak dengan luas
masing-masing 8.000 meter persegi yang beroperasi mulai 2023. ”Dengan sistem
tambak intensif, dari Januari 2023 sampai Februari 2024, saya tiga kali panen. Sekali
panen, pendapatan bersih Rp 50 juta,” ucap Faisol.
Berdasarkan data Tim Ter padu Penyelesaian Tambak Udang
Karimunjawa, ada 238 petak tambak udang vaname yang tersebar di 33 titik pada dua
desa, yakni Desa Kemujan dan Desa Karimunjawa. 20 titik adalah tambak intensif,
enam titik tambak semiintensif, dua titik tambak udang tradisional, dan lima
titik tidak diketahui jenisnya. Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia
Budhy Fantigo menyebut, budidaya tambak udang vaname di Karimunjawa terus
berkembang. Pada 2022, tambak udang vaname di Karimunjawa bertambah menjadi 33
titik dengan luas total 41 hektar, yang dimiliki 18 orang, 10 diantaranya warga
luar Jepara, seperti Rembang, Surabaya, dan Indramayu. Pada 2018-2019, produksi
udang dari Karimunjawa 1.600 ton per tahun, senilai Rp 131 miliar. Keberadaan
tambak udang di Karimunjawa menyerap banyak tenaga kerja, terutama saat musim
panen, mencapai lebih dari 1.000 orang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Hery
Yuliyanto menyebut, aktivitas tambak udang vaname di Karimunjawa tak berizin. Berdasarkan
Perda No 4 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jepara Tahun
2023-2043, Karimunjawa tidak diperuntukkan untuk aktivitas tambak udang. Usaha
tambak udang di Karimunjawa juga dinilai mencemari lingkungan. Bahkan, empat
petambak telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pencemaran limbah tambak
udang di Taman Nasional Karimunjawa, dimana para petambak membuang limbah
tambak udang ke wilayah perairan TN Karimunjawa tanpa izin sehingga
mengakibatkan kerusakan terhadap terumbu karang dan menyebabkan wisatawan yang
melakukan aktivitas wisata di pantai dan perairan TN Karimunjawa gatal-gatal, kata
Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK Rasio Ridho Sani,pada
Maret. (Yoga)
Harga Kopi Robusta Melonjak, Pesanan Meningkat
Menjelang panen raya, harga kopi robusta di Lampung melonjak.
Petani menerima banyak permintaan kopi, tidak hanya dari berbagai kota, tetapi
juga luar negeri. Danuri (60), petani kopi Desa Way Harong, Tanggamus, Lampung,
mengatakan, harga biji beras kopi atau green bean jenis robusta ditingkat
petani Rp 55.000-Rp 60.000 per kg, naik dua kali lipat dibandingkan panen tahun
lalu, Rp 35.000 per kg. Pada panen sebelumnya, biji kopi asalan Rp 20.000-Rp
25.000 per kg. ”Kami baru merasakan harga kopi bisa menembus Rp 60.000 per kg
tahun ini. Semoga harganya tetap stabil sampai masa panen raya bulan depan,”
kata Danuri saat dihubungi dari Bandar Lampung, Senin (29/4).
Harga biji kopi petik merah atau fine robusta jauh lebih tinggi,
yaituRp 100.000 per kg. Sementara harga kopi bubuk Rp 120.000-Rp 200.000 per kg
menyesuaikan kualitas. Kenaikan harga kopi ini dipicu anjloknya hasil panen tahun
lalu akibat El Nino. Saat itu, hasil panen kopi dari lahan seluas 1 hektar
lahan tak lebih dari 1 kuintal. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan produksi
saat normal yang bisa mencapai 1-1,5 ton per hektar. Menurut Danuri, sejumlah pembeli
dari berbagai kota di Indonesia ataupun dari luar negeri telah menghubunginya.
Bahkan, ada beberapa calon pembeli yang datang langsung ke
kebun untuk melihat kualitas tanaman kopi robusta. ”Permintaan kopi untuk jenis
fine robusta sudah cukup banyak. Ada pembeli dari Singapura yang minta 1,5 ton.
Ada pembeli dari Jawa yang minta biji kopi sebanyak 5 ton. Tetapi saya belum
bisa menyanggupi semua,” katanya. Harga kopi yang tinggi membuat petani senang,
sekaligus harus waspada dengan keamanan kebun kopi. Saat harga kopi tinggi,
dikhawatirkan rawan pencurian. Petani juga berkoordinasi dengan polisi
setempat. Purna (48), petani kopi asal Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten
Lampung Barat, mengatakan, petani kopi membentuk kelompok ronda untuk saling
membantu menjaga kebun kopi, terutama pada malam hari. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









