;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

KELAPA SAWIT, Panen Massal Meluas, PolisiTangkap 16 Orang di Kalteng

02 May 2024

Penjarahan sawit milik perusahaan di Kalteng kembali terjadi. Dua perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat dan satu perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi sasaran aksi massa tersebut. Polisi menangkap 16 orang terkait aksi tersebut. Mereka yang ditangkap merupakan warga Kotawaringin Barat yang diduga dan dinilai aparat mencuri sawit di perkebunan. Mereka dinilai mencuri sawit di dua perusahaan yang berada di dua lokasi, yakni di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Arut Utara. Kapolres Kabupaten Kotawaringin Barat AKBP Yusfandi Usman menjelaskan, pihaknya masih memeriksa secara intensif 16 orang yang ditangkap itu. Meski demikian, polisi telah menetapkan 16 orang itu sebagai tersangka.

Yusfandi mengungkapkan, pihaknya menangkap para tersangka pada akhir April 2024 dan menyita sejumlah barang bukti, diantaranya tandan sawit dengan berat 8 ton yang diduga dipanen langsung oleh para tersangka di lokasi dua perusahaan perkebunan. ”Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka beraksi sejak Februari hingga April lalu,” ujar Yusfandi di Pangkalan Bun, Rabu (1/5). Yusfandi menambahkan, pihaknya juga meminta keterangan kepada pemilik peron atau tempat penjual sawit untuk mencari tahu penadah sawit-sawit curian tersebut. Untuk keamanan, pihaknya juga meminta bantuan personel dari Brimob Polda Kalteng.

Menurut Direktur Save Our Borneo (SOB) Muhammad Habibi, selama ini gerakan panen massal warga selalu dinilai sebagai bentuk pencurian semata. Padahal, ada banyak faktor yang memengaruhi tindakan tersebut. Salah satu yang paling utama adalah tuntutan kebun plasma dan persoalan kesejahteraan yang tidak pernah terjawab. Kasus serupa, dalam catatan Kompas, juga terjadi di Kabupaten Seruyan, Kalteng, di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, yang berujung bentrokan antara polisi dan masyarakat serta menewaskan salah satu warga Bangkal. Lalu, pada 2023 juga terjadi peristiwa serupa di Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurut Habibi, dalam kasus seperti itu seharusnya aparat bisa menggunakan keadilan restoratif untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai. Momen itu bisa digunakan untuk memediasi sehingga aparat dan pemerintah tahu persis alasan yang melatarbelakangi panen massal tersebut. (Yoga)


Transportasi Berbasis Listrik Diperluas

02 May 2024

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ mendorong percepatan pengembangan transportasi umum berbasis listrik di wilayah Jabodetabek melalui quick win pengembangan rute angkutan umum berbasis jalan. Ekosistem transportasi publik ramah lingkungan bisa terwujud jika ada sinergi lintas kementerian dan lintas sektor. Plt Sekretaris BPTJ Hananto Prakoso, Rabu (1/5) mengatakan, BPTJ telah menetapkan quick win pengembangan rute angkutan umum berbasis jalan berdasarkan hasil analisis sketch planning atau rencana sketsa dari metode yang dikembangkan oleh Bank Dunia. Melalui quick win, BPTJ tidak hanya mengembangkan rute, tetapi juga feeder atau angkutan penghubung LRT Jabodebek dan Transjabodetabek.

Quick win pengembangarute angkutan umum merupakan salah satu upaya mendukung program penurunan emisi sektor transportasi. Dalam mencapai target net zero emission tahun 2060, Pemerintah Indonesia terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan. ”Salah satunya melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik guna menurunkan emisi dan polusi yang ditimbulkan dari sektor transportasi,” ujar Hananto, Rabu (1/5). Quick win pengembangan rute angkutan umum berbasis jalan sudah dipaparkan dalam acara Sharing Session Akselerasi Pengembangan Ekosistem Angkutan Umum Berbasis Listrik di Wilayah Jabodetabek, Selasa (30/4). Pada acara tersebut, hadir pihak pengembang perumahan, perbankan, dan instansi lintas sektor.

”Potensi market angkutan umum sangat besar dengan adanya lebih dari 75 juta pergerakan di Jabodetabek, sedangkan capaian modal share pada tahun 2023 baru 20 % dari 60 % total pergerakan di Jabodetabek,” ujar Hananto. Menurut Plt BPTJ Suharto, ”Awal tahun 2024, BPTJ bekerja sama dengan operator dan pengembang telah membuka rute bus perkotaan menggunakan bus listrik dari PIK 2 ke Sedayu City, Kelapa Gading. Upaya ini langkah awal yang baik mewujudkan ekosistem angkutan umum berbasis listrik di Jabodetabek,” kata Suharto. Keterlibatan lintas sektor atau semua pemangku kepentingan, kata Suharto, dinilai penting karena pergerakan manusia di wilayah aglomerasi sangat tinggi. Jika pengembangan layanan transportasi publik kurang, banyak dampak turunan yang harus ditanggung, seperti kemacetan, polusi, pemborosan BBM, dan kesehatan. (Yoga)


Sebulan, 22 Nelayan Natuna Ditangkap

02 May 2024

Dalam sebulan terakhir, 22 nelayan asal Kabupaten Natuna dan Kabupaten Bintan, Kepri, ditangkap aparat Malaysia di perairan perbatasan kedua negara. Pemprov Kepri meminta nelayan tradisional yang melaut di perairan sengketa tidak dikriminalkan. Menurut Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kepri Doli Boniara, Pemprov Kepri amat prihatin dengan peristiwa yang menimpa para nelayan di perbatasan. Usulan dari daerah terkait masalah itu telah diserahkan kepada Badan Pengelola Perbatasan Nasional. ”Salah satu pokok pikiran yang kami sampaikan adalah nelayan tidak boleh diperlakukan seperti seorang kriminal. Mereka hanya menangkap ikan sampai perbatasan demi menyambung hidup,” kata Doli, Rabu (1/5). Sebelumnya beredar video di media sosial yang memperlhatkan delapan warga Natuna dirantai aparat Malaysia.

Para nelayan tersebut dituding melanggar perbatasan karena menangkap ikan di perairan perbatasan Natuna dan Serawak, Malaysia, pada 16 April 2024. Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri mengatakan, delapan nelayan itu ditangkap di koordinat sekitar 4 Lintang Utara dan 110 Bujur Timur. Lokasi tersebut adalah wilayah “abu-abu” karena ada tumpang tindih klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Malaysia. Konjen RI di Kuching, Malaysia, mencatat, sepanjang 2024 terdata 14 nelayan Natuna ditangkap penjaga pantai atau Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Serawak. Selain peristiwa 16 April, APMM juga menangkap dua nelayan pada 9 Februari dan empat orang pada 9 Maret. Para nelayan yang ditangkap aparat Malaysia tersebut terancam penjara tiga bulan hingga enam bulan dan denda antara Rp 1 miliar dan Rp 3 miliar.

Selain itu, perahu dan alat tangkap mereka juga bakal disita. Doli menyebutkan, penangkapan nelayan tradisional oleh aparat Malaysia juga rawan terjadi di perairan perbatasan Bintan dan Johor, Malaysia. Kasus terbaru adalah penangkapan 14 nelayan Bintan di perairan Karang Singa yang masih menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia pada 25 April. Menurut Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan Syukur Hariyanto, setiap tahun ada nelayan tradisional yang ditangkap aparat Malaysia di perairan Karang Singa. Hal tersebut membuat sebagian nelayan takut melaut di wilayah utara Pulau Bintan. ”Pendapatan nelayan itu dari kerja harian. Kalau mereka ditahan berbulan-bulan, lalu perahu dan alat tangkapnya disita, siapa yang akan menafkahi keluarganya,” ucap Syukur. (Yoga)


Microsoft, Apple, dan NVdia, Investasi Rp 33,6 Triliun

02 May 2024

Tiga perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, NVidia Corp, Apple Inc, Microsoft Corp, telah menyatakan komitmen mereka untuk berinvestasi di Indonesia dengan nilai total sekitar Rp 33,63 triliun. Secara rinci, komitmen investasi NVidia dan Apple masing-masing sekitar Rp3,23 triliun dan Rp 3 triliun, sedangkan Microsoft  mengumumkan rencana investasi  US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 27,4 trilun. Investasi Apple akan digunakan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial inteligence/AI) dan komputasi awan/pusat data (cloud computation/data center). Ketiganya berminat untuk berinvestasi di tanah Air karena yakin dengan potensi pasar dan ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Dalam kunjungannya ke Indonesia  dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/4/2024), Chairman dan CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan rencana investasi Rp US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 27,4 triliun (dengan kurs Rp 16,162 per dolar AS). (Yetede)

BRI Siap Buyback Saham Rp1,5 Triliun

02 May 2024

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)  berencana  melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham hingga maksimal Rp1,5 triliun, seiring koreksi signifikan  saham emiten bank BUMN tersebut setelah publikasi laporan keuangan kuartal I-2024 pada 25 April 2024. Selama  sepekan terakhir perdagangan, saham perseroan  berkode BBRI ini, telah  terkoreksi 6,79% ke posisi Rp 4.940. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pihaknya melakukan  buyback untuk  memberikan sinyal bahwa kondisi perusahaan jauh lebih baik dibandingkan persepsi market. Terlebih, perseroan memiliki poisisi keuangan yang solid, dengan nilai kas mencapai Rp 24,92 triliun. Sementara itu Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu RK menyampaikan bahwa fokus manajemen  adalah memastikan perusahaan dapat tumbuh dengan  lebih baik dan sehat dalam jangka panjang. Meskipun dalam perjalanannnya memerlukan koreksi-koreksi kecil jangka pendek. "Bagi long-term shareholders, penyempuranaan dan perbaikan yang kami lakukan saat ini, seharusnya memberikan benefit lebih tinggi," ujar dia. (Yetede)

Bank Mandiri Pastikan Tetap Jadi Pengendali BSI

02 May 2024

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menekankan tetap menjadi pemegang saham  pengendali (PSP) dari PT bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Perseroan juga terus mengkaji kemungkinan adanya partner strategis BSI ke depan. Sikap kami tetap berkomitmen  menjaga posisi sebagai pemegang saham  terbesar di BSI, sebagai pemegang saham kami juga konsultasi  dengan Kementerian BUMN agar strategi pengembangan BSI tetap inline dengan penguatan peran Bank Mandiri ke depan," ucap Direktur Keuangan dan Strategi BMRI Sigit Prastowo. Sigit mengaku bahwa Bank Mandiri secara rutin melakukan diskusi  dengan seluruh stakeholder untuk memastikan  optimalisasi dari kinerja perusahaan anak termasuk di dalamnya adalah BSI. Hal itu dilakukan sebagai bagian  dari upaya bank berlogo pita emas itu untuk optimalisasi kinerja BSI. Dalam hal ini, Sigit mengatakan pihaknya juga terus  berkonsultasi dengan Kementerian BUMN. "Jika diperlukan, tentu bank Mandiri tetap akan melakukan disclosure sesuai dengan ketenuan yang berlaku," imbuhnya. (Yetede)

Tujuh Pengembang Properti Berburu Prapenjualan Rp 28 Triliun

02 May 2024

Tujuh pengembang properti berburu prapenjualan (marketing sales) Rp28,07 triliun pada 2024. Pundi-pundi pendapatan mereka bersumber dari segmen hunian tapak, apartemen, penjualan lahan hingga bisnis hotel dan mal. Pengembang yang juga emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menjadi developer yang membidik prapenjualan terbesar, yakni Rp 9,5 triliun. Pengembang kota mandiri BSD City, Tangerang, Banten ini mengaku target tersebut tergolong moderat. "Target Rp9,50 triliun merupakan refleksi konservatif yang moderat  apabila dibandingkan dengan pencapaian prapenjualan 2023," kata Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya. Pada 2023 emiten berkode saham BSDE ini mematok prapenjualan Rp8,80 triliun, namun dalam realisasinya menyentuh Rp 9,5 triliun alias 8% di atas target. Target Rp9,5 triliun itu bagi kami sudah tinggi. Salah satu sumber prapenjualan tersebut dari penjualan tanah sekitar Rp1,5 triliun ke joint venture proyek Hierra," tambah Hermawan. (Yetede)

Astra Land Indonesia Gulirkan Klaster Pertama Ammaia Ecoforest

02 May 2024

Astra Land Indonesia (ALI) mengembangkan Latera sebagai klaster pertama di Ammaia Ecoforest, Cikupa, Tangerang, Banten. Klaster Latera yang berdiri diatas lahan seluas 2 hektare (ha) itu kelak berisi 128 rumah tapak. Seluruh hunian di  Lavatera didesain modern dengan elemen-lemen pendukung untuk green dan sustainable living yang tinggi dan jendela besar untuk membantu sirkulasi udara yang baik dan  jendela besar untuk membantu sirkulasi udara  yang baik dan penerangan alami maksimal. "Kami berharap hunian di Ammaia Ecoforest dapat menunjang kehidupan yang dekat dengan alam, aktif, dan sehat dalam memenuhi visi untuk menjadikan hunian sebagai tempat yang tepat untuk membangun keluarga, merayakan kehidupan, dan juga untuk menjalin cerita," kata Demmy Indranugroho, Head of Corporate Communications Astra Land Indonesia dalam keadaan tertulis, baru-baru ini. Dalam mengembangkan Ammaia Ecoforest yang memiliki lahan seluas 50 ha, ALI mengandeng dua developer properti terkemuka ,yakni Astra Properti dan Hongkong Land. (Yetede)

Bisnis dalam Lingkaran Politik dan Keluarga

02 May 2024

BANYAK orang beranggapan bahwa tak seharusnya urusan bisnis dicampuri dengan kepentingan politik dan keluarga. Namun anggapan itu tampaknya tidak berlaku di Indonesia. Lihat saja bagaimana setelah Pemilu 2024, sejumlah anggota dan orang-orang yang terafiliasi dengan tim kampanye kandidat presiden dan wakil presiden mendapatkan posisi strategis pada badan usaha milik negara (BUMN). Dalam dunia bisnis, pengaruh politik atau negara terhadap dunia usaha (perusahaan) setidaknya terwujud melalui dua cara. Pertama, melalui kepemilikan saham signifikan oleh pemerintah atau negara, yang menghasilkan perusahaan milik negara atau BUMN.

Karena BUMN merupakan representasi kecil negara, keberhasilan atau kegagalan perusahaan dalam mencapai performa keuangan akan mencerminkan keberhasilan maupun kegagalan negara. Karena itu, pemerintah cenderung melakukan beragam cara guna menjaga eksistensi perusahaan. Kedua, pengaruh politik di dalam perusahaan terjadi dengan ditempatkannya politikus maupun mantan politikus dalam struktur manajemen kunci perusahaan, baik sebagai direksi maupun komisaris. Penempatan mereka di dalam struktur manajemen kunci bukanlah tanpa alasan.

Kedekatan mereka dengan pemerintah, melalui jabatan ataupun peran yang dimiliki sebelumnya, diharapkan membuat perusahaan tempat mereka menjabat mendapatkan perlakuan istimewa. Misalnya kemudahan mendapatkan akses pinjaman dari bank, mendapatkan proyek pemerintah, dan mendapatkan keuntungan melalui regulasi yang memihak.Penting untuk kita ketahui, pengaruh pada bisnis (perusahaan) cenderung lebih tinggi di negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi serta sistem demokrasi multipartai. (Yetede)

Aksi Jual Asing Terus Menghantui Bursa

02 May 2024

Aksi jual asing yang terjadi pada April, sepertinya akan berlanjut bulan Mei. Apalagi, ada fenomena Sell in May and Go Away. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mencatat kinerja IHSG punya kecenderungan negatif di Mei dengan rata-rata -1,30% dalam lima tahun terakhir. Dan bulan ini, sejumlah sentimen bisa mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mulai dari gejolak geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral, rupiah yang terus loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pembagian dividen dan rilis kinerja emiten, serta perkembangan data ekonomi. Skenario bearish, IHSG di Mei 2024 berada di support 6.996 dan resistance di 7.272. Untuk bullish maupun sideways di support 7.135 dan resistance di 7.313. 

Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menambahkan, potensi The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan dan rupiah di atas Rp 16.200 per dolar AS menjadi penghambat IHSG. Ia memprediksi, IHSG melemah di rentang 6.890 - 7.290. Namun menurut Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto, posisi IHSG yang bertahan di atas level 7.000 membawa sinyal positif. Meski ada Sell in May, penurunan tidak akan terlalu dalam. Hitungan Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana, lima tahun terakhir, probabilitas kenaikan IHSG di Mei hanya 20%. Head of Research Syailendra Capital, Rizki Jauhari melihat, dalam tiga bulan setelah Mei, pergerakan indeks bisa lebih tinggi. Ini bisa menjadi kesempatan investor.