Ekonomi
( 40460 )Aset Safe Haven Jadi Jawara Portofolio Sepanjang Bulan April
Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang cukup tinggi pada bulan lalu membuat sejumlah kinerja portofolio investasi terpuruk. Mata uang kripto yang sebelumnya mampu naik tinggi, terkoreksi pada April 2024. Bitcoin turun 9,50% secara bulanan ke level 63.385 pada Selasa (30/4). Bitcoin terseret derasnya arus dana keluar dari ETF BTC spot sebagai respon kebijakan bunga acuan Fed. Instrumen safe haven seperti dolar Amerika Serikat (AS) dan emas terus menguat. Pairing USD/IDR naik 2,64% sepanjang April dibanding Maret 2024 ke level Rp 16.276 per dolar AS pada Selasa (30/4). Adapun emas di pasar spot menguat 4,15% secara bulanan ke US$ 2.331 per ons troi.
Namun, angka tersebut lebih kecil dibandingkan pada Maret 2024 yang naik hingga 8,94%.
Sementara emas batangan Antam juga ikut terkerek 6% ke Rp 1,325 juta per gram. Kenaikannya juga lebih rendah dari Maret 2024 yang mencapai 9,75%. CEO Pinnacle Investment Indonesia Guntur Putra mengatakan, investor bisa mengandalkan portofolio investasi emas yang dapat menjadi safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik atau ketika ada gejolak pasar.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C mengatakan, investasi emas Antam cukup menarik dalam jangka panjang karena mempunyai jaminan keamanan, dan potensi gain yang cukup signifikan. Fikri mencermati, harga emas dunia masih bisa berpotensi menguat pada tahun ini. Harga emas didukung oleh kebijakan pivot atau pembalikan arah kebijakan moneter Fed dan pemangkasan suku bunga yang diprediksi akan terjadi pada September 2024.
Bank Besar Menaikan Porsi Perdagangan
Risiko kredit perbankan berpotensi meningkat di tengah kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke level 6,25% serta faktor sentimen ekonomi global dan domestik. Untuk mengantisipasi risiko ini, perbankan melakukan penguatan pencadangan. Kenaikan suku bunga dan potensi kenaikan inflasi bisa berdampak pada likuiditas perbankan. Penurunan likuiditas akan membuat perebutan dana semakin sengit, yang akhirnya meningkatkan biaya dana dan menurunkan kualitas aset perbankan. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, untuk mengantisipasi potensi peningkatan risiko kredit tersebut, BRI terus memantau tingkat kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) dan terus melakukan simulasi stress test secara berkala. Per Maret 2023, nilai NPL BRI mencapai Rp 40,6 triliun, dengan rasio terhadap kredit sebesar 3,11%. Untuk itu, BRI telah melakukan pencadangan hingga 214,2%. Di akhir tahun, BRI menargetkan NPL turun ke bawah level 3%.
Sementara jumlah kredit berisiko alias
loan at risk
(LAR) BRI mencapai Rp 166,2 triliun atau 12,7% dari total kredit. Ini termasuk kredit dalam perhatian khusus Rp 74,4 triliun dan restrukturisasi kredit Rp 51,1 triliun. Jumlah LAR tersebut meningkat dari Rp 157,9 triliun pada Maret 2023.
Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) bahkan memupuk pencadangan lebih tinggi, masing-masing dengan rasio 318% dan 330,2%. Ini dilakukan meski kualitas aset keduanya membaik.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, perbaikan kualitas aset tidak hanya terlihat dari NPL. Rasio LAR bank ini juga telah menyusut dari 16,3% pada Maret 2023 menjadi 13,3%. Ia bilang, kualitas kredit akan terus diperbaiki agar biaya kredit susut.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, BCA akan terus mengkaji nilai CKPN sesuai perkembangan kualitas aset dan kondisi perekonomian.
Inflasi Medis Mengerek Klaim Asuransi
Sejumlah perusahaan asuransi jiwa mengalami peningkatan pembayaran klaim asuransi kesehatan di kuartal I-2024. Menilik data AAJI, pada 2023, klaim asuransi kesehatan naik 24,9%. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) mencatatkan pembayaran total klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 164 miliar di kuartal I tahun ini. Head of Customer and Marketing MSIG Life Lukman Auliadi mengatakan, nilai klaim tersebut meningkat sebanyak 20% dibandingkan realisasi di periode sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan premi MSIG Life tumbuh 29% menjadi Rp 792 miliar. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatatkan pembayaran klaim senilai Rp 293 miliar. Klaim tersebut mencakup klaim meninggal dunia, penyakit kritis dan kesehatan di kuartal I-2024. Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, secara nominal, angka klaim ini meningkat 9,72%. Sedangkan berdasarkan jumlah kasus meningkat 13,42%.
Vivin menambahkan, saat ini pihaknya tengah membangun dialog dengan regulator dan berbagai stakeholder yang ada agar inflasi medis bisa terkendali. Sehingga kendati klaim kesehatan meningkat, kinerja keuangan industri asuransi tetap terjaga.
Terkait inflasi medis, PT Prudential Life Assurance berstrategi meningkatkan kerjasama dengan mitra rumahsakit melalui PRUPriority Hospitals. "PRUPriority Hospitals yang disediakan oleh Prudential ini memberikan kualitas proteksi unggul dan menyeluruh, dengan memberi nilai lebih bagi nasabah," kata Tony Benitez, Presiden Direktur Prudential Indonesia.
Per April 2024, Prudential sudah bermitra dengan 306 rumah sakit untuk PRUPriority Hospitals, dengan layanan non-tunai di 91 kota Indonesia. Per akhir kuartal I, Prudential telah membayar klaim sebesar Rp 4,1 triliun. RBC perusahaan ini di 445%
Ketidakpastian The Fed dan Demam Dollar AS
Konsep ekspektasi telah berkembang lebih jauh dari konsep ekspektasi rasional ala Lucas (1976). Ekspektasi diibaratkan menjadi suatu strategic game, setiap orang mempunyai fungsi reaksi yang hasil akhirnya tergantung dari interaksi strategis dengan fungsi reaksi pelaku ekonomi lain, seperti pembuat kebijakan, otoritas moneter, organisasi, dan entitas lain (Auman, 2008). Implikasinya, pemerintah atau otoritas moneter dapat menuntun ekspektasi masyarakat ke arah keseimbangan yang lebih optimal. Situasi di atas terjadi pada indeks dollar AS dalam dua minggu terakhir ini sebagai akibat ketidakpastian langkah yang akan diambil bank sentra lAS (The Fed). Data Indeks Manajer Pengadaan (PMI) manufaktur menunjukkan perekonomian AS mulai mengalami pelemahan.
Angka PMI manufaktur April memasuki zona kontraksi 49,9 dibandingkan dengan Maret ketika masih di zona ekspansi51,9. Ini membuat analisis modal portepel di AS berpendapat bahwa seharusnya The Fed menurunkan suku bunga dalam pertemuannya pada 19 - 20 Maret untuk mengakomodasi ekspektasi pasar. Namun, inflasi yang masih persisten di 3,5 persen pada Maret, naik dari 3,2 persen di bulan sebelumnya, merupakan kontra argumen The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan. Konsekuensinya adalah fragmentasi ekspektasi di pasar keuangan dunia yang memicu pergeseran ke aset yang dianggap lebih aman sebagai alat lindung nilai (hedging) sambil menunggu ketidakpaspatian.
Kondisi ini mengerek imbal hasil surat berharga AS. Untuk tenor 10 tahun, imbal hasilnya naik ke 4,7 persen, tertinggi sejak November 2023. Adanya hubungan terbalik antara imbal hasil dan harga pasar membuat harganya menurun, kemudian menarik pemodal portepel global dunia untuk berbondong-bondong membeli obligasi AS. Sebagai akibatnya, indeks dollar AS menguat tajam dalam waktu satu setengah bulan ini dari 102,7 pada awal Maret ke 106,3 pada pertengahan April. Dampak globalnya, nilai mata uang negara lain menjadi melemah (John dan Narasinghe, April 2024). Pertumbuhan ekonomi AS triwulan I-2024 melambat drastis ke 1,6 dari 3,4 persen di triwulan sebelumnya. Sampai artikel ini selesai ditulis, ketidakpastian masih tetap tinggi karena data inflasi AS terbaru belum keluar. Situasi dikhawatirkan akan mengarah ke stagflasi atau kombinasi stagnasi inflasi seperti di AS tahun 1970-1980an yang dinilai lebih buruk dari resesi (De Mott,Business Insider, April 2024). Kekhawatiran ini terlihat dari anjloknya indeks saham Dow sebesar lebih dari 375 poin pada 25 April.
Sejak pertengahan Maret, kurs tengah Bank Indonesia melemah dari Rp 15.582 ke Rp15.900-an pada saat sebelum libur Lebaran seiring dengan peningkatan indeks dollar AS akibat ketidakpastian langkah yang akan diambil The Fed. Setelah libur Lebaran, kurs rupiah menembus Rp 16.000 hingga mencapai Rp 16.280.
Kesempatan ini digunakan oleh berbagai bank sentral, termasuk Bank Indonesia (BI), untuk melakukan mitigasi. Prinsip yang digunakan adalah mencari momen yang tepat, jangan melawan angin haluan (headwind), tetapi gunakanlah angin buritan (tailwind)
Dampak ketidakpastian global baru akan terlihat bulan depan ketika data makro April dipublikasikan sehingga prognosis hanya dapat dilakukan melalui indikator dini. Namun,sampai saat ini perekonomian Indonesia masih menunjukkan resiliensi sebagai dampakdari aktivitas mobilitas masyarakat sekitar hari raya Lebaran. PMI manufaktur Indonesia pada Maret naik ke 54,2 dari 52,7 di Februari.
ICW: Tersangka Baru Kasus Timah Sebatas Level Operator
Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang Kejaksaan Agung (Kejagung) belum sepenuhnya menyentuh pihak yang memiliki andil paling besar dalam dugaan korupsi tata niaga timah di PT Timah Tbk 2015-2022. Apalagi dalam dugaan korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 271 triliun, ini ada manipulasi pada dokumen sebagaimana Persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) yang tidak memenuhi persyaratan. Kejagung telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya yang ditetapkan sebagai tersangka baru-baru ini merupakan mantan pejabat dan yang masih bertugas di Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, yakni Suranto Wibowo selaku Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung tahun 2015-2019; Rusbani selaku Plt Kadis ESDM Bangka Belitung 2019; serta Amir Syahbana selaku Plt Kadis ESDM Bangka Belitung tahun 2020-2021 dan Kadis ESDM sekarang.
Peneliti ICW, Yassar Aulia, Senin (29/4) mengatakan, penetapan tiga tersangka dari Dinas ESDM Bangka Belitung belum sepenuhnya menjawab pengusutan kasus korupsi di PT Timah. ”Kalau dilihat dari tingkat atau latar belakang tersangka, rasanya mereka masih level operator dan belum menyasar ke pihak yang memiliki andil paling besar. Terlebih ini menyangkut dokumen, tentu persetujuannya tidak berada di level operator,” terang Yassar. Berdasarkan hasil penyidikan Kejagung, ketiga orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka itu, diduga menerbitkan Persetujuan RKAB secara tidak sah kepada lima perusahaan pemurnian dan pengolahan timah (smelter). Kelima perusahaan itu adalah PT Tinindo Inter Nusa, PT Stanindo Inti Perkasa, PT Refined Bangka Tin, CV Venus Inti Perkasa, dan PT Sariwiguna Bina Sentosa. Padahal, RKAB tersebut tidak memenuhi persyaratan.
Ketiga tersangka itu juga diduga mengetahui RKAB tersebut tidak digunakan untuk menambang di lokasi izin usaha pertambangan (IUP) setiap perusahaan tersebut, melainkan hanya untuk melegalkan penjualan timah yang diperoleh secara ilegal dari IUP PT Timah Tbk. Oleh karena itu,Yassar menduga, ada pihak lain yang lebih tinggi yang dapat diminta pertanggun jawabannya dalam kasus ini. Yassar pun meyakini Kejagung dapat mengungkap pihak lain yang lebih tinggi tersebut. Sebab, sejauh ini Kejagung juga sudah dapat menetapkan sejumlah pihak selaku pemilik manfaat (beneficial owner) dalam kasus ini sebagai tersangka. Mereka, antara lain, Hendry Lie selaku pemilik manfaat dari PT Tinindo Inter Nusa beserta adiknya, Fandy Lingga, selaku pemasaran dari PT Tinindo Inter Nusa. (Yoga)
Dubai Telah Pulih dari Deraan Dua Krisis
Dubai kembali menunjukkan tanda pemulihan seusai dihantam pandemi Covid-19. Seperti sejumlah wilayah dan negara di dunia, kinerja ekonomi Dubai kembali berdetak kencang. Kali ini, wujudnya berupa pengumuman perluasan Bandara Al Maktoum. Megaproyek itu akan menelan dana 34.85 miliar USD. Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum mengumumkan rencana itu pada Minggu (28/4). ”Kami membangun proyek baru untuk generasi masa depan, memastikan pembangunan berkelanjutan dan stabil bagi anak cucu kami. Dubai akan menjadi bandara dunia, pelabuhannya, kotanya, dan pusat penghubungnya,” kata Sheikh Mohammed.
Proyek itu diungkap berselang setelah Dubai terendam banjir terdahsyat dalam 75 tahun terakhir. Hampir seluruh Dubai, termasuk Bandara Internasional Dubai, terendam banjir selama beberapa hari. Dampaknya, kekacauan jadwal penerbangan dari dan ke sejumlah negara via Dubai. Penerbangan-penerbangan itu menggunakan Dubai sebagai bandara transit. Banyak penumpang mengeluhkan bagasi mereka tidak kunjung jelas nasibnya. Dampak lain adalah kerugian hingga miliaran USD. Sebab, banyak mobil mewah dan aneka benda mewah lain terendam. Dubai dan negara induknya, Uni Emirat Arab, memerintahkan evaluasi infrastruktur selepas banjir 16-18 April 2024.
Setelah itu, Dubai melanjutkan manuver lain, yaitu mengumumkan perluasan Bandara Al Maktoum. Diresmikan pada 2010, bandara di sisi selatan Dubai itu kini dilengkapi dua landas pacu. Selama ini, bandara itu lebih sering dijadikan lokasi parkir pesawat dan melayani penerbangan kargo. Bandara itu direncanakan dilengkapi tiga landas pacu tambahan. Kapasitas terminalnya akan ditingkatkan hingga 290 juta penumpang per tahun. Total akan tersedia 400 gerbang keberangkatan. Dubai mencatat 17,1 juta pelancong menginap di sana pada 2023. Tingkat keterisian kamar hotel mencapai 77 % sepanjang 2023. Perluasan Bandara Internasional Al Maktoum menjadi penanda baru Dubai telah selesai dari dampak krisis 2008 ataupun pandemi Covid-19. (Yoga)
Tekanan pada Perekonomian
Tekanan dari luar pada perekonomian Indonesia menguat belakangan ini. Relatif tingginya inflasi di AS membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama lagi. Akibatnya, dana kembali ke AS dan USD mengalami penguatan cukup tinggi, sehingga, mata uang lain, termasuk rupiah, mengalami tekanan dan melemah secara berarti. Aliran modal keluar cukup besar dari pasar modal dan obligasi Indonesia. Indeks pasar modal tertekan dan imbal hasil (yield) obligasi naik lagi di atas 7 %, peningkatan yang cukup tinggi. Nilai rupiah melewati Rp 16.000 per USD dan kemungkinan akan tetap tertekan untuk waktu yang cukup lama, sampai inflasi di AS menurun dan The Fed menurunkan suku bunga lagi di pertengahan tahun ini atau bisa lebih lama lagi.
BI sebagai penjaga stabilitas mata uang melakukan intervensi di pasar spot dan non-deliverable (tanpa penyerahan). Namun, kemampuan intervensi ini terbatas. BI harus menaikkan suku bunga acuan karena rupiah terus terdepresiasi mendekati level Rp 16.500 per USD. Tekanan juga bertambah dengan ketegangan Israel-Iran. Harga minyak mentah meningkat. Akibatnya, subsidi kemungkinan juga harus disesuaikan. Pelemahan rupiah menaikkan biaya produksi karena kandungan impor yang tinggi. Suku bunga kredit yang tadinya diharapkan mulai menurun tetap bertahan dan bagi debitor ini memperlama permasalahan biaya tinggi.
Sejauh ini, pertumbuhan kredit masih cukup tinggi, 1 %, dan sektor manufaktur masih ekspansi. Namun, jika pelemahan rupiah berlangsung lama atau permanen, pengaruh negatif pada perekonomian juga semakin tinggi. Dengan perekonomian yang terbuka, perekonomian Indonesia sensitif terhadap perubahan di tingkat dunia. Permasalahan pelemahan nilai rupiah justru mengancam stabilitas perekonomian. Dengan tingkat inflasi 3 %, sebenarnya BI tidak harus menunggu The Fed menurunkan suku bunga kebijakan. Namun, risikonya terlalu tinggi karena penurunan suku bunga akan kian melemahkan rupiah. (Yoga)
Indonesia Berpotensi Defisit Beras Lagi pada Juni 2024
BPS memperkirakan neraca produksi dan konsumsi beras nasional
pada Juni 2024 akan defisit lagi setelah pada Maret, April, dan Mei 2024
surplus. Pemerintah perlu mewaspadainya dan mengoptimalkan serapan gabah atau
beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Kendati begitu, Bapanas
menjamin stok beras hingga akhir tahun ini aman, yakni 10,09 juta ton. Namun,
stok sebesar itu baru dapat terpenuhi jika produksi dan impor beras sesuai dengan
perkiraan dan perencanaan. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi
Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (29/4). Rapat
yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian itu dihadiri perwakilan pemda dan
sejumlah pemangku kepentingan pangan.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga
beras terus turun seiring panen raya padi pada Maret-April 2024. Per pekan keempat
April 2024, harga rerata nasional berbagai jenis beras Rp 15.667 per kg atau
turun 2,41 % dibandingkan Maret 2024. Penurunan harga beras tersebut
diperkirakan terus berlanjut hingga Mei 2024 lantaran neraca produksi dan
konsumsi beras bulan itu masih surplus. ”Namun, pada Juni 2024, neraca tersebut
berpotensi defisit karena produksi beras diperkirakan turun. Pemerintah perlu
mewaspadai dan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi karena harga beras bisa
naik lagi,” ujarnya. BPS memperkirakan pada Juni 2024, defisit beras berpotensi
terjadi lagi, yakni 0,45 juta ton, lantaran produksi padi berupa gabah kering giling
(GKG) pascapanen raya semakin turun, dari 5,54 juta ton pada Mei 2024 menjadi
3,68 juta ton pada Juni 2024. (Yoga)
Kredit Perbankan Dapat Tetap Tumbuh 10-12 Persen Tahun 2024
Industri perbankan diharapkan tetap dapat menjaga momentum pertumbuhan kredit 10-12 % pada 2024, mengingat likuiditas akan semakin melimpah seiring dengan penerapan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM terhadap sektor yang memiliki daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Kepala Grup Sektor Keuangan Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, fundamental ekonomi perekonomian Indonesia masih tetap terjaga di tengah tantangan ketidakpastian global. Kondisi tersebut, ditopang oleh ketahanan sistem keuangan, pertumbuhan kredit, serta pembiayaan inklusif dan berkelanjutan yang tetap terjaga.
Pada Maret 2024, penyaluran kredit perbankan telah memenuhi target pertumbuhan 10-12 %, yakni sebesar 12,4 % secara tahunan. Kontribusi pertumbuhan kredit ini utamanya berasal dari sektor pengangkutan, perdagangan, industri, listrik, gas, air, serta sektor konsumsi. ”Pertumbuhan kredit diharapkan tidak turun karena nanti pada Juni 2024 akan ada tambahan likuiditas,” katanya dalam Pelatihan Jurnalis di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Senin (29/4). Tambahan likuiditas tersebut, kata Joko, berasal dari perluasan serta peningkatan KLM pada sejumlah sektor pendukung program pemerintah dan memiliki daya ungkit terhadap perekonomian.
Besaran insentif likuiditas yang akan diterima oleh perbankan maksimal 4 % dari giro wajib minimum (GWM). Sebagaimana diketahui, setiap bank wajib menyimpan dana masyarakat yang dihimpunnya di BI sebagai GWM sebesar 9 %. Melalui KLM, bank akan memperoleh kelonggaran penyimpanan dananya maksimal sebesar 4 % sehingga GWM yang wajib disetorkan oleh bank menjadi 5 %. Sebelumnya, KLM tersebut meliputi sektor hilirisasi, perumahan, pariwisata, pembiayaan inklusif, pembiayaan ultra mikro, serta pembiayaan hijau. Adapun perluasan sektor KLM akan mencakup sektor otomotif, perdagangan, listrik, gas, air, serta jasa sosial. (Yoga)
Investasi Tak Terpengaruh Pemilu 2024
Realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri
pada triwulan I-2024 mencapai Rp 401,5 triliun, naik 22,1 % dibanding periode
yang sama tahun 2023. Pencapaian realisasi investasi itu mencakup sektor
infrastruktur dan jasa (42,1 %), sektor manufaktur (40,2 %), dan sektor primer (17,7
%). Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadia, saat konferensi pers, Senin (29/4)
di Jakarta, mengatakan, tahun 2024 merupakan tahun penuh dinamika politik
karena ada pemilu. Biasanya, investor wait and see ketika suatu negara tujuan
investasi mengalami pemilu.
Kendati demikian, pencapaian realisasi investasi triwulan
I-2024 yang masih tumbuh 22,1 % menunjukkan dinamika itu bisa dilewati. ”Tahun
2024, target investasi yang ditetapkan Presiden Jokowi mencapai Rp 1.650
triliun dan target rencana strategis APBN Rp 1.239,3 triliun. Bukan angka yang
sedikit. Kami bersama tim berusaha jemput bola supaya target itu tercapai,”
kata Bahlil. Jika dibedah per sektor, realisasi investasi triwulan I-2024 yang
terbesar ada di sektor infrastruktur dan jasa dengan porsi 42,1 % terhadap
total atau senilai Rp 169,2 triliun, diikuti sektor manufaktur dengan porsi
40,2 % atau senilai Rp 161,1 triliun, dan sektor primer dengan porsi 17,7 % atau
senilai Rp 71,2 triliun.
Dilihat dari sisi penanaman modal asing (PMA), realisasi pada
triwulanI-2024 tercatat Rp 204,4 triliun. Lima besar subsektor realisasi PMA
adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; pertambangan;
transportasi, gudang, dan telekomunikasi; industri kimia dan farmasi; serta
industri kertas dan percetakan. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN)
pada triwulan I-2024 tercatat Rp 197,1 triliun. Lima besar subsektor realisasi
PMDN adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi; pertambangan; industri
makanan; jasa lainnya; serta perdagangan dan reparasi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









