Ekonomi
( 40600 )Hati-Hati, Laju Inflasi Masih Tetap Tinggi
Tingkat inflasi pada April tahun ini diperkirakan bakal melandai secara bulanan. Estimasi tersebut sejalan dengan mulai menurunnya harga pangan dan usainya momentum Ramadan. Namun demikian, laju inflasi tahunan diperkirakan masih akan tetap tinggi. Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, inflasi bulanan pada April 2024 bergerak di rentang 0,25% hingga 0,60%. Sementara inflasi tahunan pada April diperkirakan sekitar 2,99% hingga 3,10%. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan, laju inflasi April sebesar 0,25% month-to-month (mtm). Angka ini melandai dibandingkan inflasi di bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,52% mtm. Andry menyebutkan, melandainya inflasi tersebut disebabkan penurunan inflasi yang bersumber dari komoditas pangan, terutama beras. "Data terakhir menunjukkan harga beras mengalami deflasi sebesar 2% mtm pada bulan April 2024, membalikkan angka inflasi sebelumnya yang sebesar 2.1% mtm," kata dia kepada KONTAN, Rabu (1/5). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memperkirakan tingkat inflasi pada April tahun ini sebesar 2,27% mtm.
Di satu sisi, inflasi melandai sejalan dengan penurunan inflasi bahan makanan karena puncak musim panen sudah bergulir.
Namun di sisi lain, ada kelompok pengeluaran lain yang mendorong inflasi April, seperti transportasi, penyediaan makanan dan minuman atau restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Para ekonom juga mewanti-wanti, laju inflasi inti berpotensi meningkat di April 2024. Andry meramal, inflasi inti bulan lalu sebesar 1,78% yoy, dari Maret 2024 yang tercatat sebesar 1,77% yoy.
Bahkan, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksikan inflasi inti naik menjadi 1,81% yoy, dan secara bulanan sebesar 0,29% mtm.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan, untuk menekan laju inflasi, diperlukan juga upaya dari sisi fiskal. Pemerintah, menurut dia, juga masih perlu tetap menjaga distribusi atau pasokan barang.
Gandeng TNI Genjot Kepatuhan Wajib Pajak
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) menggandeng TNI dalam rangka mendorong kepatuhan sukarela wajib pajak. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo dan Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto, S.I.P.
"Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari MoU (
memorandum of understanding
) antara Menteri Keuangan dengan Panglima TNI pada 17 Januari 2022 tentang Kerja Sama dalam rangka Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kementerian Keuangan dengan TNI," kata Suryo dalam keterangan resminya, Selasa (30/4).
Mayjen TNI Yusri menambahkan bahwa TNI siap mendukung Ditjen Pajak dalam mengumpulkan penerimaan negara. Menurut dia, perlu penguatan kolaborasi dan koordinasi melalui komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Bunga Tinggi dan Rupiah Hantui Pasar
Sebagian besar emiten penghuni Indeks LQ45 telah merilis kinerja kuartal I-2024. Catatan KONTAN, hanya ada tujuh emiten yang belum merilis laporan kinerja karena masih dalam proses audit. Artinya, sudah ada 38 emiten konstituen LQ45 yang sudah menyampaikan kinerja keuangannya. Hasilnya, ada 22 emiten yang mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten dengan pertumbuhan pendapatan paling tinggi. Pendapatan GOTO melonjak 22,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,07 triliun.
Menyusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dam PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) yang pendapatannya masing-masing tumbuh sebesar 17,85%, 17,77% dan 17,05%. Emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi "Boy" Thohir ini mengantongi pendapatan US$ 10,21 juta di kuartal I-2024. Dibandingkan periode sebelumnya di 2023, laba bersih ESSA hanya mencapai US$ 3,11 juta. Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada menjelaskan, sekilas kinerja para emiten di kuartal I-2024 masih cukup baik. Ini seharusnya bisa berimbas positif ke kinerja saham mereka.
Seperti diketahui, tekanan pada nilai tukar rupiah menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar emiten. Nilai tukar rupiah belum kunjung turun dari level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Inilah yang membuat Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan 25 basis poin. Ike Widiawati, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas menilai, kenaikan suku bunga akan membuat likuiditas dalam negeri semakin ketat. Jika asumsinya, nilai tukar rupiah akan kembali menguat, emiten di farmasi dan kesehatan akan mendapatkan keuntungan.
Mengingat mayoritas bahan baku emiten farmasi merupakan impor. Sektor lainnya adalah ritel dan barang konsumsi, yakni seperti ACES dan ICBP.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sependapat. Meski begitu, investor masih bisa mencermati saham
big banks
seperti BBCA, BBRI, BBNI dan BMRI. Untuk sektor telko, investor juga dapat melirik TLKM serta EXCL.
Diversifikasi Usaha Menopang Kinerja Astra International
Awal tahun 2024 menyajikan tantangan ke sejumlah emiten kakap, seperti PT Astra International Tbk (ASII). Salah satu emiten big caps ini mencatat penurunan kinerja di kuartal I 2024. Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesai (BEI), (30/4), ASII mencatat penurunan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di kuartal I-2024 sebesar 14,3% menjadi Rp 7,46 triliun, Di periode serupa tahun 2023, laba ASII tercatat Rp 8,71 triliun. Penurunan ini imbas dari merosotnya kinerja ASII di periode serupa. Selama kuartal I-2024, ASII mencatatkan penurunan pendapatan 2,1% menjadi Rp 81,2 triliun ketimbang laba periode serupa 2023 sebesar Rp 82,9 triliun. Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro menjelaskan, penurunan kinerja Astra imbas dari kondisi ekonomi yang melemah di periode tersebut.
Sentimen lain, berasal dari penurunan harga komoditas seperti batubara.
Djony mencatat, pada kurtal I 2024 ini laba bersih grup otomotif menurun 9% menjadi Rp2,8 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 yaitu Rp 3 triliun. Menurutnya hal itu merefleksikan penurunan volume penjualan.
Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat sudah memperkirakan penurunan kinerja Astra tersebut. Mengingat penjualan otomotif sudah menurun di awal 2024. Gaikindo mencatat, penjualan mobil domestik turun 24% secara tahunan menjadi 215.000 unit di kuartal I-2024.024.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyarankan, ASII melakukan diversifikasi usaha. Kebetulan, ASII tengah mengoptimalkan bisnis di kendaraan listrik.
Harga Batubara Bikin Hitam Kinerja
Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diproyeksi masih tertekan untuk tahun 2024. Tekanan pada harga batubara menjadi pemberat utama. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, kinerja ITMG diperkirakan akan turun dibandingkan pencapaian di tahun 2023. Proyeksi itu sejalan dengan ekspektasi penurunan rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) batubara. Tahun lalu ASP batubara ITMG sebesar US$ 113,1 per ton. "Terjadi lagi jika penguatan harga batubara saat ini lebih sentimen sesaat," ujarnya, Selasa (30/4). Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan berpandangan, harga batubara di pasar global sudah mencapai level keseimbangannya sehingga cenderung mendatar seiring peningkatan penggunaan PLTU di China dan India.
Selain itu, tingkat cadangan energi Tiongkok dan India relatif di posisi aman. Di tahun 2023, produksi batubara China mencapai 4,6 miliar metrik ton, tumbuh 2,9% yoy. Alhasil, kedua negara konsumen batubara terbesar itu berpotensi untuk mengurangi volume impor di tahun 2024. "Sehingga ASP ITMG saya perkirakan dalam rentang US$ 110–US$ 120 per ton," kata Felix. Menurut Felix, katalis pendukung dari ITMG tahun ini adalah dari kenaikan produksi. Perseroan ini menargetkan produksi di kisaran 19,5 juta ton - 20,2 juta ton, didukung beroperasinya tambang Graha Panca Karsa dan Tepian Indah Sukses yang ditargetkan masing-masing memproduksi hingga 1 juta ton dan 0,4 juta ton batubara.
Untuk mendukung target itu, ITMG menganggarkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sekitar US$ 96,5 juta, naik dari realisasi 2023 sebesar US$ 45,1 juta di 2023.
Untuk volume penjualan, perseroan ini menargetkan 24,9 juta ton 25,6 juta ton di tahun 2024. Adapun penjualan dengan skema harga sebanyak 39% telah ditetapkan, 6% mengikuti indeks harga batubara, dan 55% selebihnya belum terjual.
Head of Equity Research
BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menaikkan estimasi laba bersih ITMG di 2024 sebesar 31%, seiring dengan penyesuaian asumsi volume penjualan. Erindra juga mempertahankan asumsi rata-rata harga jual ITMG di 2024 sebesar US$ 87 per ton.
Sementara Felix memperkirakan pendapatan ITMG sebesar US$ 2,10 miliar. Sementara laba bersih diprediksi mencapai US$ 363 miliar.
Peritel Berharap Bisa Ketiban Berkah Lagi
Kinerja emiten ritel masih positif selama kuartal I 2024. Hasil ini berkat dari adanya beberapa perayaan di tiga bulan pertama tahun ini. Beberapa peritel tercatat mengalami kenaikan pendapatan dan laba sepanjang kuartal I 2024. Misalnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan pendapatan Rp 8,78 triliun di kuartal I 2024. Ini naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 7,5 triliun. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mencatatkan pendapatan Rp 829,09 miliar di kuartal I 2024. Raihan ini melonjak 42,02% yoy dari sebelumnya Rp 583,75 miliar.
Sementara, laba tahun berjalan Rp 106,81 miliar di kuartal I 2024, melesat 254,01% yoy dari Rp 30,17 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kinerja peritel yang positif itu berkat penjualan dan laba yang tumbuh signifikan di kuartal I 2024. Di periode tersebut, beberapa Hari Raya jadi penopang. Mulai dari Imlek, hingga periode puasa dan Lebaran. Ia memprediksi, emiten ritel masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2024.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, pertumbuhan kinerja emiten ritel agak lambat. Namun masih menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pergerakan saham ACES berada di level
support Rp 890 per saham dan
resistance
Rp 940 per saham. Herditya merekomendasikan
buy if break
untuk ACES dengan target harga Rp 975 – Rp 1.005 per saham.
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat, pergerakan saham MAPI berada di level
support
Rp 1.300 per saham dan
resistance
Rp 1.775 per saham. Rekomendasinys adalah
wait and see.
Aset Safe Haven Jadi Jawara Portofolio Sepanjang Bulan April
Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang cukup tinggi pada bulan lalu membuat sejumlah kinerja portofolio investasi terpuruk. Mata uang kripto yang sebelumnya mampu naik tinggi, terkoreksi pada April 2024. Bitcoin turun 9,50% secara bulanan ke level 63.385 pada Selasa (30/4). Bitcoin terseret derasnya arus dana keluar dari ETF BTC spot sebagai respon kebijakan bunga acuan Fed. Instrumen safe haven seperti dolar Amerika Serikat (AS) dan emas terus menguat. Pairing USD/IDR naik 2,64% sepanjang April dibanding Maret 2024 ke level Rp 16.276 per dolar AS pada Selasa (30/4). Adapun emas di pasar spot menguat 4,15% secara bulanan ke US$ 2.331 per ons troi.
Namun, angka tersebut lebih kecil dibandingkan pada Maret 2024 yang naik hingga 8,94%.
Sementara emas batangan Antam juga ikut terkerek 6% ke Rp 1,325 juta per gram. Kenaikannya juga lebih rendah dari Maret 2024 yang mencapai 9,75%. CEO Pinnacle Investment Indonesia Guntur Putra mengatakan, investor bisa mengandalkan portofolio investasi emas yang dapat menjadi safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik atau ketika ada gejolak pasar.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C mengatakan, investasi emas Antam cukup menarik dalam jangka panjang karena mempunyai jaminan keamanan, dan potensi gain yang cukup signifikan. Fikri mencermati, harga emas dunia masih bisa berpotensi menguat pada tahun ini. Harga emas didukung oleh kebijakan pivot atau pembalikan arah kebijakan moneter Fed dan pemangkasan suku bunga yang diprediksi akan terjadi pada September 2024.
Bank Besar Menaikan Porsi Perdagangan
Risiko kredit perbankan berpotensi meningkat di tengah kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke level 6,25% serta faktor sentimen ekonomi global dan domestik. Untuk mengantisipasi risiko ini, perbankan melakukan penguatan pencadangan. Kenaikan suku bunga dan potensi kenaikan inflasi bisa berdampak pada likuiditas perbankan. Penurunan likuiditas akan membuat perebutan dana semakin sengit, yang akhirnya meningkatkan biaya dana dan menurunkan kualitas aset perbankan. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, untuk mengantisipasi potensi peningkatan risiko kredit tersebut, BRI terus memantau tingkat kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) dan terus melakukan simulasi stress test secara berkala. Per Maret 2023, nilai NPL BRI mencapai Rp 40,6 triliun, dengan rasio terhadap kredit sebesar 3,11%. Untuk itu, BRI telah melakukan pencadangan hingga 214,2%. Di akhir tahun, BRI menargetkan NPL turun ke bawah level 3%.
Sementara jumlah kredit berisiko alias
loan at risk
(LAR) BRI mencapai Rp 166,2 triliun atau 12,7% dari total kredit. Ini termasuk kredit dalam perhatian khusus Rp 74,4 triliun dan restrukturisasi kredit Rp 51,1 triliun. Jumlah LAR tersebut meningkat dari Rp 157,9 triliun pada Maret 2023.
Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) bahkan memupuk pencadangan lebih tinggi, masing-masing dengan rasio 318% dan 330,2%. Ini dilakukan meski kualitas aset keduanya membaik.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, perbaikan kualitas aset tidak hanya terlihat dari NPL. Rasio LAR bank ini juga telah menyusut dari 16,3% pada Maret 2023 menjadi 13,3%. Ia bilang, kualitas kredit akan terus diperbaiki agar biaya kredit susut.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, BCA akan terus mengkaji nilai CKPN sesuai perkembangan kualitas aset dan kondisi perekonomian.
Inflasi Medis Mengerek Klaim Asuransi
Sejumlah perusahaan asuransi jiwa mengalami peningkatan pembayaran klaim asuransi kesehatan di kuartal I-2024. Menilik data AAJI, pada 2023, klaim asuransi kesehatan naik 24,9%. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) mencatatkan pembayaran total klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 164 miliar di kuartal I tahun ini. Head of Customer and Marketing MSIG Life Lukman Auliadi mengatakan, nilai klaim tersebut meningkat sebanyak 20% dibandingkan realisasi di periode sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan premi MSIG Life tumbuh 29% menjadi Rp 792 miliar. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatatkan pembayaran klaim senilai Rp 293 miliar. Klaim tersebut mencakup klaim meninggal dunia, penyakit kritis dan kesehatan di kuartal I-2024. Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, secara nominal, angka klaim ini meningkat 9,72%. Sedangkan berdasarkan jumlah kasus meningkat 13,42%.
Vivin menambahkan, saat ini pihaknya tengah membangun dialog dengan regulator dan berbagai stakeholder yang ada agar inflasi medis bisa terkendali. Sehingga kendati klaim kesehatan meningkat, kinerja keuangan industri asuransi tetap terjaga.
Terkait inflasi medis, PT Prudential Life Assurance berstrategi meningkatkan kerjasama dengan mitra rumahsakit melalui PRUPriority Hospitals. "PRUPriority Hospitals yang disediakan oleh Prudential ini memberikan kualitas proteksi unggul dan menyeluruh, dengan memberi nilai lebih bagi nasabah," kata Tony Benitez, Presiden Direktur Prudential Indonesia.
Per April 2024, Prudential sudah bermitra dengan 306 rumah sakit untuk PRUPriority Hospitals, dengan layanan non-tunai di 91 kota Indonesia. Per akhir kuartal I, Prudential telah membayar klaim sebesar Rp 4,1 triliun. RBC perusahaan ini di 445%
Ketidakpastian The Fed dan Demam Dollar AS
Konsep ekspektasi telah berkembang lebih jauh dari konsep ekspektasi rasional ala Lucas (1976). Ekspektasi diibaratkan menjadi suatu strategic game, setiap orang mempunyai fungsi reaksi yang hasil akhirnya tergantung dari interaksi strategis dengan fungsi reaksi pelaku ekonomi lain, seperti pembuat kebijakan, otoritas moneter, organisasi, dan entitas lain (Auman, 2008). Implikasinya, pemerintah atau otoritas moneter dapat menuntun ekspektasi masyarakat ke arah keseimbangan yang lebih optimal. Situasi di atas terjadi pada indeks dollar AS dalam dua minggu terakhir ini sebagai akibat ketidakpastian langkah yang akan diambil bank sentra lAS (The Fed). Data Indeks Manajer Pengadaan (PMI) manufaktur menunjukkan perekonomian AS mulai mengalami pelemahan.
Angka PMI manufaktur April memasuki zona kontraksi 49,9 dibandingkan dengan Maret ketika masih di zona ekspansi51,9. Ini membuat analisis modal portepel di AS berpendapat bahwa seharusnya The Fed menurunkan suku bunga dalam pertemuannya pada 19 - 20 Maret untuk mengakomodasi ekspektasi pasar. Namun, inflasi yang masih persisten di 3,5 persen pada Maret, naik dari 3,2 persen di bulan sebelumnya, merupakan kontra argumen The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan. Konsekuensinya adalah fragmentasi ekspektasi di pasar keuangan dunia yang memicu pergeseran ke aset yang dianggap lebih aman sebagai alat lindung nilai (hedging) sambil menunggu ketidakpaspatian.
Kondisi ini mengerek imbal hasil surat berharga AS. Untuk tenor 10 tahun, imbal hasilnya naik ke 4,7 persen, tertinggi sejak November 2023. Adanya hubungan terbalik antara imbal hasil dan harga pasar membuat harganya menurun, kemudian menarik pemodal portepel global dunia untuk berbondong-bondong membeli obligasi AS. Sebagai akibatnya, indeks dollar AS menguat tajam dalam waktu satu setengah bulan ini dari 102,7 pada awal Maret ke 106,3 pada pertengahan April. Dampak globalnya, nilai mata uang negara lain menjadi melemah (John dan Narasinghe, April 2024). Pertumbuhan ekonomi AS triwulan I-2024 melambat drastis ke 1,6 dari 3,4 persen di triwulan sebelumnya. Sampai artikel ini selesai ditulis, ketidakpastian masih tetap tinggi karena data inflasi AS terbaru belum keluar. Situasi dikhawatirkan akan mengarah ke stagflasi atau kombinasi stagnasi inflasi seperti di AS tahun 1970-1980an yang dinilai lebih buruk dari resesi (De Mott,Business Insider, April 2024). Kekhawatiran ini terlihat dari anjloknya indeks saham Dow sebesar lebih dari 375 poin pada 25 April.
Sejak pertengahan Maret, kurs tengah Bank Indonesia melemah dari Rp 15.582 ke Rp15.900-an pada saat sebelum libur Lebaran seiring dengan peningkatan indeks dollar AS akibat ketidakpastian langkah yang akan diambil The Fed. Setelah libur Lebaran, kurs rupiah menembus Rp 16.000 hingga mencapai Rp 16.280.
Kesempatan ini digunakan oleh berbagai bank sentral, termasuk Bank Indonesia (BI), untuk melakukan mitigasi. Prinsip yang digunakan adalah mencari momen yang tepat, jangan melawan angin haluan (headwind), tetapi gunakanlah angin buritan (tailwind)
Dampak ketidakpastian global baru akan terlihat bulan depan ketika data makro April dipublikasikan sehingga prognosis hanya dapat dilakukan melalui indikator dini. Namun,sampai saat ini perekonomian Indonesia masih menunjukkan resiliensi sebagai dampakdari aktivitas mobilitas masyarakat sekitar hari raya Lebaran. PMI manufaktur Indonesia pada Maret naik ke 54,2 dari 52,7 di Februari.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









