Ekonomi
( 40460 )PENYAKIT MULUT KUKU, Pengawasan Diperketat di Boyolali
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak kembali ditemukan di Kabupaten Boyolali, Jateng. Berdasarkan temuan awal, kasus ini bermula dari sapi yang berasal dari luar Boyolali. Upaya antisipasi di- gencarkan melalui pengetatan lalu lintas ternak dan vaksinasi. Berdasarkan laporan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, kasus PMK muncul lagi pada Januari 2024. Hingga April 2024, terdapat 41 ekor ternak yang tertular penyakit tersebut. Sebaran kasus ditemukan di tiga kecamatan, yaitu Cepogo, Ampel, dan Tamansari. ”Pada Januari ada yang melapor ke kami. Setelah dicek kelapangan bersama Balai Besar Veteriner Wates, (ternak) memang positif PMK. Yang dicek itu belum divaksinasi dan sapi yang baru dibeli dari daerah lain,” kata Kadis Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciyati saat dihubungi, Minggu (28/4). Lusia menyatakan, ternak-ternak yang tertular PMK itu langsung diberi pengobatan begitu dilaporkan kepada jajarannya.
Pengobatan itu menjadi salah satu kunci penanganan agar kondisi ternak tidak semakin parah setelah tertular. Saat ini, katanya, sebagian ternak yang sempat tertular pun keadaannya berangsur membaik. Pemicu penularan, kata Lusia, adalah pembelian sapi dari luar Boyolali. Namun, ia enggan menyebutkan asal daerah dari sapi yang kemudian menulari sejumlah sapi lainnya itu. Meski demikian, ia mendapatkan informasi, tahun ini kasus PMK mencuat kembali di wilayah Jatim. ”Kami sudah membuat surat edaran agar pedagang berhati-hati untuk membeli sapi baru. Kalau bisa yang sudah divaksinasi, jika belum (divaksinasi), nanti laporkan ke kami, maka akan kami vaksinasi. Intinya harus membawa sapi yang sehat kalau beli dari luar daerah,” kata Lusia. Di sisi lain, pengawasan lalu lintas ternak juga semakin diperketat. Pengecekan kesehatan hewan dilakukan untuk ternak-ternak yang akan masuk ke pasar-pasar hewan di daerahnya. (Yoga)
Adi Reza dan Annisa Wibi Ismarlant, Kulit dari Serat Jamur yang Mendunia
Perusahaan rintisan yang dibangun Adi Reza Nugroho, Annisa
Wibi, dan kawan-kawan fokus menciptakan dampak sosial positif. Dengan sentuhan teknologi
inovatif, mereka mengolah jamur dan limbah pertanian menjadi bahan furniture ramah
lingkungan. Mereka adalah dua di antara lima co-founder perusahaan rintisan
atau start up Mycotech Lab (MYCL). MYCL mendapat dana hibah sebesar 250.000 dollar
Singapura (Rp 2,9 miliar) pada Konferensi Filantropi Asia (Philanthropy Asia
Summit/PAS) 2024 di Singapura, 15-17 April lalu. MYCL diumumkan sebagai salah
satu peserta dalam kelompok pertama program mentoring amplifier (penguat).
Program ini digelar the Centre for Impact Investing and Practices (CIIP) dan
Philanthropy Asia Alliance (PAA), yang merupakan entitas ekosistem Temasek Trust,
Singapura.
Adi, selaku Chief Executive Officer (CEO) MYCL menuturkan,
perusahaan mereka mengikuti program mentoring amplifier setelah mendapat
masukan dari investor. Mereka kemudian membuat pengajuan dan mengikuti proses
seleksi ketat. Untuk mendapatkan dana hibah dan program mentoring dari para
ahli, MYCL bersaing dengan 140 perusahaan rintisan dari 35 negara. Akhirnya,
hanya lima start-up yang terpilih. Dua di antaranya dari Indonesia. MYCL mencoba
menyelamatkan bumi dengan menawarkan alternatif berkelanjutan melalui
penggunaan serat jamur, yang disebut miselium sebagai pengganti kulit hewani. Mereka
memanfaatkan limbah jamur tiram.
Dengan sistem pengolahan yang mirip dengan tempe, MYCL
mengikat miselium dengan limbah pertanian seperti bonggol jagung dan serbuk
kayu, lalu menumbuhkannya menjadi bahan yang disebut mylea atau mycelium
leather (kulit miselium). Bahan kulit ini tahan api, tahan air, dan fleksibel,
bahkan dapat diubah menjadi berbagai produk mode. Pengembangan produk teknologi
miselium dimulai tahun 2015 ketika MYCL berdiri. Ia bersama Annisa dan tiga
rekan lainnya, yaitu Robby Zidna Ilman, Ronaldiaz Hartantyo, dan M Arkha
Bentangan mengawali MYCL dari usaha Growbox pada 2013. Growbox adalah bisnis media
tanam yang mengedukasi konsumen untuk menumbuhkan jamur sendiri. Sejak 2020 konsumen
aktif produk MYCL sudah lebih dari 500 orang, 30 % di antaranya adalah pelanggan
tetap. ”Konsumen kami berasal dari 48 negara. Tiga terbesar dari Jepang,
Singapura, dan AS,” ujar Adi.
Di pasar domestik, MYCL bekerja sama dengan beberapa jenama
mode di Bandung yang memproduksi sepatu, sandal, dompet, tali jam tangan, hingga
tas. Sejak 2021, produk MYCL juga tampil di Paris Fashion Week. ”Sepanjang 2023,
kami mengirim 2.000 square feet (kaki persegi) mylea kepada pelanggan. Kalau semua
bahan kulit itu dijadikan sepatu kira-kira setara 600 pasang,” kata Adi. Omzet
MYCL mereka pada 2023 sekitar 150.000-180.000 USD, kecil karena kapasitas
produksinya baru 10.000 square feet per tahun. ”Ini masih kecil, karena
industri sepatu sekali order bisa 1 juta square feet.” MYCL sudah berbentuk
perseroan terbatas dengan nama PT Miko Bahtera Nusantara. Produk perusahaan bioteknologi
bersertifikat B Corp ini juga sudah dipatenkan. Produknya kini juga diproduksi di
Jepang oleh MYCL Jepang yang mendapat lisensi teknologi dari MYCL Indonesia. (Yoga)
Menjaga Stabilitas Ekonomi
MRT Jakarta Garap Proyek TOD Rp 11 T
IHSG Masih Tertekan, Yield SUN Lanjutkan Kenaikan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih dalam fase penurunan (downside) dan berpotensi melanjutkan koreksi pekan lalu yang sebanyak 0,72%. Dalam satu bulan terakhir, IHSG telah turun tajam hingga -4,02% dan masih menanti sentimen positif untuk dapat rebound menjuhi level psikologi 7.000. Sementara di pasar surat utang, imbal hasil (yield) diperkirakan melanjutkan kenaikan pada rentang 7,30%-7,30% di pekan ini. Senior Information Invesment Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat, IHSG masih tertekan dengan peluang koreksi terbuka, meski arah penurunan makin terbatas. "IHSG limited downside, dengan batasan pergerakan ada di kisaran support 7.026-6.952 dan resistance 7.090-7.130" ujar dia kepada Investor Daily. Nafan mengungkapkan, pengerak IHSG akan datang dari sejumlah data ekonomi domestik dan luar negeri yang di rilis pekan ini. Pelaku pasar akan mencermati data inflasi Indonesia, yang diperkirakan naik mendekati target Bank Indonesia di 3,5%. (Yetede)
Kuartal II, Kredit Baru Diperkirakan Tumbuh Melambat
Penyaluran kredit baru pada kuartal II-2024 diperkirakan tetap tumbuh meski tidak setinggi kuartal I-2024. Hal tersebut terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) diperkirakan penyaluran kredit baru kuartal II-2024 sebesar 57,6%, sedikit lebih rendah dari 60,8% pada triwulan sebelumnya. Sejumlah bank juga menurunkan target pertumbuhan kreditnya tahun ini. "Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan II-2024 masih sama dengan periode-periode sebelumnya, yaitu kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi," jelas Asisten Gubernur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono. Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA) masih menjadi prioritas utama, diikuti kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan II-2024 terbesar pada sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor perantara keuangan. (Yetede)
WWF Dorong Pariwisata Berkelanjutan
Forum Air Sedunia atau World Water Forum 2024 di Bali, menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan sektor pariwisata berkelanjutan. Forum itu diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pengembangan pariwisata berkelanjutan itu harus sesuai dengan agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), kelestarian budaya, hingga penggunaan bahan ramah lingkungan dalam pembuatan produk ekonomi kreatif. Forum air internasional tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menghadirkan aksebilitas dasar yang menjadi faktor penunjang keamanan wisatawan, termasuk penyediaan dan akses air bersih. " Kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama kami, yang akan memberikan dampak luas bagi sektor periwisata dan ekonomi kreatif," kata dia. (Yetede)
Pakuwon Terus Perkuat Bisnis Hotel
PT Pakuwon Jati Tbk terus perkuat bisnis hotel (hospitality). Sedikitnya, delapan hotel tengah dibangun guna melengkapi sembilan hotel yang kini telah beroperasi. Bisnis hotel Pakuwon masih moncer dengan torehan pendapatan Rp1,17 triliun pada 2023 bila dibandingkan dengan setahun sebelum yang besar Rp857,71 miliar. "Kami terus menambah hotel di Indonesia, salah satunya di Kota Bekasi, Jawa Barat di dalam proyek Pakuwon City Bekasi. Di Bekasi kami akan buka dua hotel berbintang pada tahun depan, yaitu Fairfield by Marriot dan Four Points by Sheraton," kata Alexander Stafanus Ridwan Suhendra, presiden direktur PT Pakuwon Jati Tbk di Bekasi, akhir pekan lalu. saat ini, Pakuwon setidaknya memiliki sembilan hotel yang tersebar diberbagai kota, yakni Sheraton Surabaya Hotels & Towers, Four Points by Sheraton Surabaya, Ascott Waterplace Surabaya, dan Somerset Berlian Jakarta. Lalu, Sheraton Grand Jakarta Gandaria, Yogyakarta Marriot Hoteel, Four Weatin Surabaya, dan Four Point Surabaya Pakuwon Indah. (Yetede)
Mengurangi Beban Kebijakan Bunga Acuan
Bank Indonesia (BI) menekankan bahwa langkah menjalankan bauran kebijakan (policy mix) dilakukan agar mengurangi peran kebijakan suku bunga acuan (BI rate), dalam mengoptimalkan kebijakan moneter guna menjaga laju perekonomian. Kepala departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, dengan upaya bauran kebijakan BI bisa mensinergikan sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun BI baru merumuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%. Sedangkan suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 5,5%, dan suku bunga lending facility naik 25 basis poin menjadi 7% dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 23-24 April 2024. "Framework kebijakan yang dilakukan BI sekarang policy mix. Peran policy rate yang menggambarkan stance BI memang tidak sebesar dulu lagi. Dulu itu, sebagian besar stance kebijakan moneter diwakili oleh BI rate," kata Erwin. (Yetede)
Sudah Tiket Pesawat Mahal, Iuran Wisata Pula
SEPUCUK surat undangan rapat dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi untuk Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengejutkan Alvin Lie. Pasalnya, pertemuan yang dijadwalkan pada Rabu, 24 April 2024, itu dijadwalkan membahas pengenaan iuran wisata melalui tiket penerbangan. Forum itu merupakan bagian dari rangkaian pembahasan rancangan peraturan presiden tentang dana untuk pariwisata berkualitas. Isu ini tak pernah didengar Alvin. Anggota Dewan Pakar INACA itu baru mengetahui ada rencana memungut iuran wisata lewat tiket pesawat dari undangan tersebut. "Sama sekali tidak ada pembicaraan pendahuluan. Fait accompli," kata dia kepada Tempo pada Jumat, 26 April 2024.
Hingga berita ini ditulis, baik Alvin maupun INACA belum mendapatkan penjelasan ihwal rencana tersebut. Sehari setelah mengirim undangan, yaitu pada 21 April 2024, pemerintah menyerahkan pemberitahuan penundaan rapat. "Ditunda dan akan dijadwalkan kembali pada kesempatan pertama," begitu isi tulisan dalam surat yang ditandatangani oleh pelaksana tugas Asisten Deputi Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Tahyanto Abdillah, itu. Selain muncul tiba-tiba, rencana ini mengejutkan karena punya banyak implikasi negatif. Salah satunya menaikkan beban pembelian tiket. "Kesannya adalah harga tiket naik, padahal bukan. Yang ada, beban dari iuran ini," kata dia. Sebagai catatan, pemerintah sejak 2019 masih belum mengubah tarif batas atas untuk penerbangan.
Ketika harga naik, Alvin yakin daya beli masyarakat bakal terganggu. Apalagi tahun depan pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai dari 11 persen menjadi 12 persen. Saat ini saja keluhan soal mahalnya harga tiket pesawat terus terdengar. Alvin pun mempertanyakan imbal balik pungutan ini bagi masyarakat. Sesuai dengan ketentuan International Air Transport Association dan International Civil Aviation Organization, setiap pungutan harus ada balasannya, kecuali berbentuk pajak, baik itu dalam bentuk pelayanan maupun fasilitas. Sebagai contoh, penumpang pesawat harus membayar passenger service charge atau retribusi bandara karena harga tiket hanya untuk biaya pengangkutan penumpang yang dilakukan oleh maskapai penerbangan. "Nah, iuran ini imbal baliknya apa?" (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









