;

Pemodal Asing Melirik Indonesia Selepas Pilpres

Ekonomi Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan
Pemodal Asing Melirik Indonesia Selepas Pilpres

Prospek investasi asing di dalam negeri kembali cerah. Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang kondusif, para investor asing semakin optimistis terhadap penanaman modal di Indonesia. Investor Inggris misalnya. Berdasarkan hasil survei British Chamber of Commerce Indonesia (Britcham), indeks kepercayaan bisnis alias International Business Confidence Index 2024 tercatat sebesar 66%, jauh meningkat dari posisi akhir survei pada tahun 2020 yang sebesar 31%. Angka tersebut bahkan rekor tertinggi kedua dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Pada 2014, indeks kepercayaan bisnis menyentuh 71%. 

Sekretaris Britcham Indonesia, Ian Betts mengungkapkan, ada beberapa alasan yang mendorong para pengusaha Inggris yakin untuk melanjutkan bisnis di Indonesia. Pertama, keyakinan terhadap prospek ekonomi makro RI. Kedua, para penanam modal menilai adanya penurunan dari birokrasi yang tidak efisien. Terutama, terkait berkurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang kurang mumpuni serta penanggulangan korupsi. Ketiga, pandangan positif terhadap ketersediaan SDM dan keterlibatan aktif dengan serikat pekerja. 

Setali tiga uang, Ketua Korea Chamber of Commerce and Industry (Kocham) Indonesia Lee Kang Hyun menerangkan bahwa pengusaha Korea semakin tertarik membuka peluang investasi di Indonesia pasca Pemilu 2024. "Perusahaan Korea berpikir investasi skala penuh akan dilakukan mulai tahun depan setelah presiden baru memulai masa jabatannya," kata Lee kepada KONTAN, kemarin. Investasi asing memang masih menyokong investasi RI. Kementerian Investasi mencatat, realisasi penanaman modal asing (PMA) di kuartal I-2024 senilai Rp 204,4 triliun, tumbuh 15,5% year on year (yoy). PMA menyumbang 50,9% total realisasi investasi periode ini Rp 401,5 triliun. 

"Ini wujud kepercayaan global kepada Indonesia. Dunia dalam ketidakpastian tetapi foreign direct investment (FDI) kita tetap terjaga," klaim Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM kemarin. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy mengingatkan tantangan investasi tahun ini masih ada. Misalnya kondisi ekonomi global terutama negara tujuan ekspor seperti China yang diproyeksikan melambat imbas krisis properti tahun lalu, juga era suku bunga global dan domestik yang tinggi dan akan mempengaruhi biaya investasi.

Download Aplikasi Labirin :