Ekonomi
( 40600 )Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN
Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)
Permodalan Bank Kuat Hadapi Ketidakpastian Global
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan nasional masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global saat ini. Terlihat dari bantalan permodalan yang tebal dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 26% pada Maret 2023. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK cukup percaya diri industri perbankan bisa menghadapi situasi saat ini dan kedepan, sejalan dengan bantalan permodalan yang kuat sebagai bentuk mitigasi risiko yang solid. "OJK juga telah melakukan uji ketahanan industri jasa keuangan untuk memastikan berbagai risiko penguatan dolar Amerika Serikat dan suku bunga tinggi termitigasi dengan baik. Namun demikian, OJK senantiasa mencermati dinamika global dan potensi dampak negatif terhadap IJK (Industri Jasa Keuangan ) agar bisa mengambil langkah antisipatif," papar Mahendra. Di sisi kualitas kredit juga terjaga dengan baik, dimana non performing loan (NPL) net dan gross masing-masing 0,77% dan 2,25% pada Maret 2024. Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, kredit restrukturisasi per akhir Maret 2024 melanjutkan tren penurunan menjadi Rp 228,03 triliun dari 859 ribu nasabah. (Yetede)
Waspada Manufaktur Terus Melambat
Mencapai rekor tertinggi pada Maret 2024 di level 54,2, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2024 anjlok ke angka 52,9. Artinya, ekspansi sektor manufaktur di Tanah Air melambat. PMI Manufaktur merupakan indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur. Skor PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur berada di level ekspansi. Sebaliknya, jika angkanya di bawah 50, industri berada di fase kontraksi.
Pada Maret lalu, PMI Manufaktur Indonesia, berdasarkan survei S&P Global Indonesia, mencetak rekor 54,2 atau yang tertinggi sejak dua tahun terakhir. Namun, pada April, PMI anjlok ke angka 52,9. Ekspansi manufaktur pada April 2024 terjadi akibat turunnya penjualan ekspor, tingkat pertumbuhan produksi, dan permintaan baru. Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor industri pengolahan pada Januari-Maret 2024 mencapai US$ 45,2 miliar atau turun 4,92 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu: US$ 47,5 miliar. Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence Paul Smith mengatakan melambatnya ekspansi manufaktur mendorong perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja. Fenomena tersebut dianggap sebagai menurunnya optimisme perusahaan. Bahkan kepercayaan diri perusahaan turun ke tingkat terendah selama hampir empat tahun terakhir pada April ini.
Survei S&P Global Market Intelligence itu sejalan dengan data Kementerian Perindustrian yang mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2024 menurun 0,75 poin dibanding pada Maret 2024 yang sebesar 53,05. Jumlah subsektor yang mengalami ekspansi pada April 2024 tercatat sebanyak 19 subsektor, menurun dari Maret 2024 yang sebanyak 21 subsektor. Jumlah subsektor yang mengalami peningkatan IKI pada April 2024 sebanyak tujuh subsektor, anjlok dari 15 subsektor pada Maret 2024. IKI adalah indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI juga memberi gambaran kondisi industri pengolahan. (Yetede)
Berharap Pada Dividen Bank BUMN
Beberapa emiten pelat merah di Indeks IDX BUMN20 berhasil mencetak pertumbuhan kinerja positif pada kuartal I-2024. Tercermin dari pendapatan dan laba bersih anggotnya. Berdasarkan data KONTAN, PTPP memimpin lonjakan laba bersih. Laba bersih PTPP melesat 176,44% secara tahunan menjadi Rp 9,56 miliar per Maret 2024. Menyusul PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 109,58% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 9,16 miliar pada periode Januari–Maret 2024. Sedangkan besarnya nilai keuntungan masih dipegang big banks BUMN. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencetak keuntungan Rp 15,89 triliun di kuartal I-2024. Berikutnya Bank Mandiri (BMRI) dengan keuntungan Rp 12,7 triliun, serta Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 5,33 triiun. Di luar perbankan, laba jumbo diraih PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS).
Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat masih menjagokan emiten perbankan untuk urusan dividen. Terlebih Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan BUMN bisa menyetotorkan dividen Rp 85,5 triliun tahun ini, bahkan diharapkan lebih,
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas sependapat emiten perbankan berpeluang kembali mencatatkan pertumbuhan. Jika nanti terjadi pelemahan, penurunan kinerja sektor ini tidak akan signifikan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sependapat.
Di sisi lain, tingginya bunga berpotensi memperbesar kredit bermasalah alias non performing loan (NPL). Jika NPL naik, bank harus memperbesar pencadangan alias provisi. Bila biaya provisi membesar, laba bank bisa berkurang. Ujungnya, dividen bisa mengecil. Target pemerintah dari divicen bank bisa terancam.
Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2024 Terjaga
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia selama kuartal pertama tahun ini masih terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global.
Laporan tersebut berdasarkan hasil rapat KSSK kedua 2024, yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga, yang didukung oleh kondisi dari APBN, kebijakan fiskal, kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan sektor keuangan yang stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (3/5).
Sri Mulyani memastikan, KSSK akan terus melakukan
forward looking
atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global dan keuangan global yang meningkat serta gejolak geopolitik yang semakin eskalatif.
TGUK JalIn Investasi dengan Aice Senilai Rp 700 Miliar
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) membidik pendapatan yang lebih tinggi dari produk berbasis es krim. Emiten makanan dan minuman ini menargetkan kontribusi produk berbasis es krim bisa mencapai 30%-40% dari total pendapatan tahun 2024 ini. Saat ini, kontribusi segmen tersebut baru 20% terhadap total penjualan TGUK. TGUK menjalin investasi bersama atau joint venture dengan produsen es krim Aice untuk memperluas pasar di Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut kerja sama strategis yang sudah terjalin antara kedua belah pihak sejak September 2023 lalu. Dalam kerjasama kali ini, Aice sepakat turut berinvestasi dalam pengembangan Mobile Esgrim (Mogrim) dan Esgrim Island yang sudah mulai digarap oleh TGUK sejak akhir 2023 lalu.
"Total investasi ini Rp 700 miliar, dengan target penambahan 10.000 Mogrim dan 1.500 Esgrim Island dalam empat hingga lima tahun ke depan," ujar Direktur Utama TGUK Maulana Hakim, di Jakarta, Jumat (3/5).
Hingga saat ini, jumlah Mogrim yang beroperasi sekitar 124 unit, sedangkan gerai Esgrim Island sudah ada 30
outlet
yang tersebar di area Jabodetabek. "Target 1.000 Mogrim dan 300 Esgrim Island harapannya bisa tercapai di kuartal III-2024," ujarnya.
Hingga akhir kuartal I-2024, TGUK mengantongi pendapatan sebesar Rp 34,65 miliar. Angka ini naik 16,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya melonjak 83,56% menjadi Rp 1,08 miliar per 31 Maret 2024, dibandingkan Rp 590,97 juta di periode yang sama tahun lalu.
Balapan Juara Kapitalisasi Pasar di Bursa
Persaingan emiten papan atas dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar semakin sengit. Di awal Mei ini PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengokohkan diri sebagai emiten dengan market cap paling jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI). Market cap BREN tercatat sebesar Rp 1.321 triliun. Posisi ini setelah saham BREN melonjak 7,05% ke level harga tertingginya di Rp 9.875 per saham Kamis (2/5). Dus, saham BREN telah melejit 1.166,92% sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023. "Tujuannya, memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasinya di saham BREN,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Donni Kusuma Permana. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, pergeseran posisi market cap tak lepas dari pergerakan harga saham emiten.
Reza mengingatkan, naik atau turun harga saham dipengaruhi oleh sentimen atau asumsi pelaku pasar terhadap kinerja emiten maupun prospek industri di sektor tersebut.
Contohnya BREN yang secara kinerja mengalami penurunan
top line
dan
bottom line
pada kuartal I-2024. Meski begitu, harga saham BREN tetap menanjak. Reza melihat, kemungkinan saham BREN terangkat oleh prospek masa depan dari emiten yang bersangkutan. Yakni yang berkutat di industri energi terbarukan atau energi hijau. Soal rotasi
market caps,
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani mengamati kenaikan peringkat BREN juga disebabkan oleh momentum saham-saham
big caps lain yang sedang lesu.
Sedangkan Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menyoroti adanya efek dari evaluasi sejumlah indeks saham. Ini bisa membuat investor maupun fund manager melakukan rebalancing.
Menyapu Cuan Bisnis Kebersihan
Kebutuhan terhadap jasa dan produk kebersihan untuk ruang publik, seperti mal ataupun perkantoran masih tinggi dan terus berkembang. Kebutuhan ini sejalan dengan pertumbuhan ruang perkantoran dan ruang ritel mal yang meningkat. Peluang inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN). Data dari konsultan properti global Colliers menunjukkan, ruang kantor di Jakarta bisa tumbuh sekitar 260.000 meter persegi (m²) setiap tahun. Sementara itu, total ruang retail mall secara kumulatif mencapai sekitar 8 juta meter persegi pada 2023 dan berpotensi tumbuh sekitar 170.000 m² setiap tahun. Direktur Utama Ecocare Indo Pasifik, Wincent Yunanda mengatakan, perusahaan mempunyai tiga sektor usaha utama, di antaranya, layanan higienitas dan sanitasi melalui jenama EcoCare, layanan pengendalian hama melalui merek PestCare dan layanan kebersihan melalui merek TukangBersih. Ecocare Indo Pasifik sendiri telah menguasai sekitar 30% pangsa pasar di industri solusi higienitas. Sejalan dengan itu, perusahaan ini telah memiliki 10.000 pelanggan yang tersebar di lebih dari 20 kota.
Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia juga memproyeksikan, pangsa pasar industri pengendalian hama atau
pest control
dapat berkembang mencapai Rp 3,5 triliun pada 2025 dan akan terus bertumbuh. Dengan potensi pasar yang masih besar, HYGN akhirnya memutuskan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau
initial public offering
(IPO). Dari aksi pencatatan saham perdana di bursa, HYGN mengantongi dana segar sebesar Rp 76,12 miliar. Rencananya, HYGN bakal menambah tiga cabang baru dalam waktu dekat di kota lapis dua dan tiga. Beberapa kota yang dibidik adalah Pekanbaru, Lampung dan Banjarmasin.
Perusahaan ini juga berencan menggarap pasar di Ibu Kota Nusantara (IKN). HYGN telah memiliki kantor cabang di Samarinda dan Balikpapan yang akan membuat perusahaan masuk ke IKN. Kendati begitu, pihaknya masih menunggu kejelasan dan pembangunan IKN. Segmen layanan higienitas menyumbang pendapatan terbesar. Nilainya mencapai Rp 38,91 miliar, atau meningkat 9,1% secara tahunan. Sedangkan bisnis jasa kebersihan dan sanitasi dari jenama Tukang Bersih Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp 23,69 miliar, tumbuh hingga 64,5% yoy.
Saham Bank Digital Masih Belum Optimal
Sebagian besar pelaku pasar tampaknya masih ogah menjadikan saham bank digital sebagai pilihan investasi. Bahkan, ketika harga saham bank besar turun, tidak tampak peralihan portofolio ke saham bank digital.
Di kuartal I lalu, laba ARTO tercatat tumbuh 24% menjadi Rp 21,72 miliar. Laba bank ini tetap tumbuh meski beban bunganya naik. Untuk menekan kenaikan biaya dana ke depan, Bank Jago telah menurunkan bunga deposito dan tabungan Kantong Terkunci mulai 2 Mei, kata Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan Bank Jago, kemarin.
Laba bank digital lain juga melesat. Bank Raya mencetak peningkatan laba 109,5%. Sedang laba Krom Bank naik 10,25%. Laba Allo Bank meningkat sebesar 23,19%.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, valuasi rata-rata bank digital juga sudah cukup mahal. Ini membuat kinerja positif di triwulan I belum bisa mendongkrak harga sahamnya.
Saham Bank Jago misalnya. Pada penutupan perdagangan Jumat (3/5), ARTO dilego di harga Rp 2.110 per saham. Nafan menyebut, target harga saham ini di Rp 1.885.
Nafan juga target harga lebih renndah untuk BBHI, yakni di Rp 960 per saham Kemarin, saham BBHI ditutup di level Rp 985 per saham.
OJK Bantah Kerugian Fintech Karena Suku Bunga Turun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah merosotnya kinerja industri fintech peer to peer (P2P) lending disebabkan efek kebijakan penurunan suku bunga. Sebelumnya, OJK mengeluarkan aturan baru penurunan bunga fintech P2P lending yang berlaku mulai 1 Januari 2024. Lewat aturan itu, OJK memberlakukan batasan bunga pinjaman konsumtif fintech lending menjadi 0,3% dari 0,4% per hari dan bunga pinjaman produktif jadi 0,1% per hari. "Efek aturan baru itu bisa menggambarkan kondisi. Biasanya growth- nya tinggi, dan kali ini berkurang karena manfaat ekonomi," jelas Yasmine Meylia Sembiring, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Selain itu, dia menyebut, aturan
repayment capacity
juga memangkas ruang tumbuh fintech dalam menyalurkan pinjaman. Di aturan baru, fintech hanya boleh menyalurkan pinjaman kepada borrower
dengan jumlah maksimum 50% dari penghasilan.
Toh, Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK bilang, terlalu dini menyebut kerugian industri disebabkan aturan baru penurunan bunga.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









