;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Konflik dan Cuaca, Momok Emiten Sawit

11 May 2024

Kinerja sejumlah emiten minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) masih mampu mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2024. Meski ada emiten yang mencatatkan penurunan pendapatan di periode tersebut.Misalnya PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pendapatan Rp 879,46 miliar di kuartal I 2024. Pencapaian ini turun 2,73% secara tahunan alias year on year (yoy). Namun laba bersih LSIP melesat 141% yoy menjadi Rp 269 miliar di kuartal I-2024. Sedangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,59% menjadi Rp 230,5 miliar di periode Januari-Maret 2024. Ini berkat kenaikan pendapatan bersih ALLI sebesar 0,8% menjadi Rp 4,79 triliun di kuartal I-2024. 

Fenny Sofyan, Vice President Investor Relation & Public Affairs AALI memaparkan, hasil tersebut disebabkan kenaikan penjualan CPO dan turunannya sebesar 3,9% yoy. Analis Phillip Sekuritas, Marvin Lievincent melihat, kinerja keuangan mayoritas emiten CPO di kuartal I 2024 tercatat lebih baik dari periode serupa tahun lalu. Namun, ketidakstabilan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah masih menekan harga saham emiten CPO. Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan melihat  kinerja emiten CPO di kuartal I-2024 masih dipengaruhi el nino pada akhir 2023. Untungnya, sejumlah emiten memiliki tanaman sawit di usia prima. Alhasil, produksi tanaman sawit mereka lebih tinggi dibandingkan emiten lainnya. Sedangkan transisi cuaca dari El Nino ke La Nina ia nilai bisa mengganggu produksi tanaman. Namun, di sisi lain, harga pupuk di tahun ini masih bisa lebih rendah, sehingga bisa mengurangi biaya operasional para emiten. 

Berkah Bisnis Pengelolaan Limbah

11 May 2024

Pengelolaan limbah menjadi unsur penting untuk mencapai pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Apalagi di tengah tuntutan terhadap pemenuhan aspek environmental, social & governance (ESG) dalam bisnis perusahaan. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menjaring peluang dari meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan limbah. Berdiri pada 23 September 2004, MHKI bergerak di bidang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3. Operasional bisnis MHKI terintegrasi ke dalam beberapa kegiatan. Di antaranya adalah usaha pengangkutan, pengumpulan, pengolahan serta pemanfaatan limbah B3 dan non-B3, yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Alwi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Multi Hanna Kreasindo mengatakan, prospek pertumbuhan bisnis pengolahan limbah di Indonesia masih sangat besar. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri yang akan mendongkrak produksi limbah B3 maupun non-B3. Jasa pengelolaan limbah menjadi segmen bisnis utama MHKI dengan kontribusi sekitar 65% terhadap kinerja keuangan. MHKI berhasil menggandeng sejumlah perusahaan besar sebagai klien, seperti Pertamina, Astra, PLN TJB, YKK, Smart dan Panasonic. Dalam menopang operasional bisnisnya, saat ini MHKI memiliki satu pabrik pengolahan di Kota Bekasi. Untuk menangkap peluang bisnis yang terus berkembang, MHKI pun menggelar ekspansi dengan membangun pabrik baru di Lamongan, Jawa Timur. Dalam ekspansi tersebut, MHKI telah mengakuisisi lahan seluas 3,7 hektare.

MHKI menargetkan pabrik baru di Lamongan ini dapat beroperasi pada awal tahun 2025 sebagai unit pengumpul limbah, dan akan berproses setiap tahun dengan memiliki unit pengolahan dan pemanfaatan limbah. Langkah ini diharapkan bisa memperluas jangkauan bisnis MHKI dari yang saat ini masih bertumpu di Pulau Jawa. Untuk memenuhi kebutuhan investasi dalam rencana ekspansinya, MHKI telah menghimpun dana lewat initial public offering (IPO). Dengan melepas sebanyak 750 juta saham atau setara 20% dari modal ditepatkan dan disetor penuh, MHKI berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 120 miliar.Pada tahun 2024, MHKI menargetkan pertumbuhan pendapatan di level 15% hingga 20% secara tahunan. Seiring kenaikan pendapatan, Alwi optimistis laba bersih MHKI juga akan bertumbuh

Unitlink Saham Dolar Mekar

11 May 2024

Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi) alias unitlink saham berbasis dolar  Amerika Serikat (AS) mencatat kinerja positif per April 2024. Infovesta Utama mencatat, sejumlah unitlink berbasis dolar  AS mencetak return dua digit. Contohnya unitlink besutan Prudential Life Assurance, yakni PRULink US Dolar  Global Technology Equity Fund. Unitlink ini mencetak return 17,29% sejak awal tahun ini. Unitlink saham berbasis dolar AS milik Allianz Life, yakni Smartwealth Dollar  Equity World Opportunities Funds US$, juga mencetak return dua digit di level 11,21% secara year to date. Sedangkan unitlink lainnya masing-masing membukukan imbal hasil satu digit.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani bilang, kenaikan kinerja unitlink saham berbasis dolar  AS ditopang menguatnya pasar saham negeri Paman Sam sejak awal tahun. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebut, di Prudential, PRULink US Dolar  Global Technology Equity Fund mencetak imbal hasil tertinggi dibanding produk sejenis lainnya. "Ini ditopang naiknya saham sektor teknologi global selama Januari hingga April 2024," ujarnya, Kamis (9/5). Karin optimistis, PRULink US Dolar  Global Technology Equity Fund masih berpotensi mencatat kinerja positif. Ini seiring potensi kenaikan saham-saham teknologi global. Plt Direktur Utama BNI Life Insurance Eben Eser Nainggolan menyatakan, suku bunga tinggi akan berangsur turun di 2024.

Pelaksanaan Kewajiban Spin Off UUS Berjalan Lamban

11 May 2024
Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong bank umum memisahkan unit usaha syariah (UUS) alias spin off, dinilai tidak akan bisa berjalan cepat. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada beberapa bank yang enggan melepas UUS-nya jadi bank umum syariah (BUS). Konsultan Ekonomi Syariah Adiwarman Azwar Karim berpendapat, aturan OJK terkait spin off UUS yang baru terbit tahun lalu tersebut bisa berdampak adanya perlambatan pertumbuhan aset industri perbankan syariah. Ada beberapa kondisi yang bisa membuat aset UUS turun agar terhindar dari kewajiban spin off. Misalnya, melalui aset tresuri. Sejumlah UUS memiliki aset tresuri hingga 50% dari total asetnya.

AS Akan Kerek Tarif Mobil Listrik China

11 May 2024

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan membuat kebijakan baru terkait pengenaan tarif atau bea masuk dan pungutan terhadap produk-produk China. Menurut pemberitaan Bloomberg, Jumat (10/5), pengenaan tarif baru akan difokuskan pada sektor-sektor strategis. Sektor strategis tersebut antara lain kendaraan listrik, baterai dan peralatan pembangkit listrik tenaga surya. Kebijakan baru tersebut dikabarkan akan diumumkan Biden pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini merupakan hasil dari peninjauan kembali atas aturan tarif dalam seksi 301, yang pertama kali diberlakukan di era pemerintahan Donald Trump. Pengumuman kebijakan tarif baru ini bisa saja tertunda. Tapi yang pasti, keputusan ini bakal jadi salah satu langkah terbesar Biden dalam persaingan ekonomi antara AS dan China.

Strategi Presiden China Xi Jinping meningkatkan manufaktur untuk menahan perlambatan ekonomi di dalam negeri telah memicu kekhawatiran di luar negeri. Para pemimpin AS dan Uni Eropa telah memperingatkan China bahwa subsidi negara yang berlebihan telah memicu membanjirnya produk ekspor murah China yang mengancam lapangan kerja di masing-masing negara. Peninjauan ulang aturan tarif ini sudah dimulai sejak 2022. Penjabat Kantor Perwakilan Dagang AS Katrine Tai mengatakan, pemerintah AS berupaya membuat tarif yang lebih strategis dan efektif. Biden pada Maret lalu telah mengusulkan tarif baru sebesar 25% pada produk baja dan aluminium China, yang merupakan bagian dari serangkaian langkah untuk menopang sektor baja Amerika. Langkah ini sekaligus upaya mengambil hati para pekerja sektor ini untuk mendukung Biden pada pemilu AS.

PDB Jepang Akan Kontraksi

11 May 2024
Perekonomian Jepang kemungkinan akan mengalami kontraksi sebesar 1,5% secara tahunan pada kuartal I tahun ini, menurut hasil survei yang dilakukan Reuters. Proyeksi kontraksi tersebut didasarkan pada data-data pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jepang, yang merosot di tengah ketidakpastian ekonomi. Para ekonom menilai kondisi ini mungkin akan menghambat upaya Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga. Sebanyak 17 ekonom memperkirakan ekonomi Jepang akan kontraksi 0,4% secara bulanan di Maret. "Tren konsumen hemat tetap kuat karena kenaikan biaya hidup yang kemungkinan besar diperburuk pelemahan yen," kata Takeshi Minami, Kepala Ekonom Norinchukin Research Institute, seperti dilansir Reuters, Jumat (10/5).

CGAS Bidik Peningkatan Penjualan Hingga 30%

11 May 2024
Emiten pengembangan gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG), PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) menargetkan penjualan tahun ini bisa meningkat sebesar 20%-30% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan target peningkatan laba bersih berada di kisaran angka 4%-5%. Manajemen CGAS optimistis target tahun ini bisa tercapai setelah melihat kinerja di kuartal-1 tahun ini yang mengalami peningkatan. Peningkatan kinerja itu ditopang tumbuhnya permintaan pelanggan terhadap kebutuhan energi bersih. "Penjualan CGAS kuartal I-2024 mengalami kenaikan sebesar 34,95% dibandingkan dengan kuartal I-2023. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan dari pelanggan terhadap kebutuhan energi yang lebih bersih," ujar Corporate Secretary CGAS, Ferina Tyas Hapsari, saat dihubungi KONTAN, Rabu (8/5). Kemudian, terkait dengan jaringan distribusi CGAS terbagi atas lima Stasiun CNG, yakni Stasiun CNG Cikarang dengan kapasitas 5 MMSCFD, Stasiun CNG Grobogan (2 MMSCFD) (on progress), Stasiun CNG Waru (1,5 MMSCFD), Stasiun CNG Palembang (1,2 MMSCFD), Stasiun CNG Manyar (2 MMSCFD).

DIVIDEN JUMBO PELECUT BURSA

11 May 2024

Sejumlah emiten BUMN menggelontorkan dividen jumbo tahun buku 2023 di tengah upaya menghadapi penurunan kinerja indeks saham pelat merah sepanjang tahun berjalan serta dampak sell in May. Kedua fenomena ini telah menekan pasar saham domestik. Sejak awal tahun sampai sekarang (year-to-date/YtD), koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat 2,53%. Di tengah koreksi tersebut, kinerja indeks saham BUMN pilihan atau IDXBUMN20 turun lebih dalam hingga 7,39% (YtD). Adapun, tekanan dari ‘sell in May and go away’ biasanya memicu aksi jual yang dikhawatirkan dapat memberikan dampak kurang menggembirakan pada performa saham-saham BUMN.

Berdasarkan siklus pasar saham selama 3 tahun terakhir, kinerja indeks pada Mei selalu mengalami koreksi seperti pada Mei 2023 melemah 4,08%. Selanjutnya, pada Mei 2022 melemah 1,11%, dan pada 2021 terkoreksi 0,8%. Adapun, kinerja IHSG sepanjang Mei 2024 sudah terkoreksi 0,02%. Oleh karena itu, gelontoran dividen BUMN besar-besaran diharapkan dapat menjadi katalis positif yang mendorong perbaikan kinerja indeks ke depan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 11 dari 20 konstituen indeks BUMN 20 memutuskan untuk membagi dividen dari laba bersih 2023. Bagi-bagi dividen gemuk dalam waktu dekat setidaknya akan datang dari ANTM, PTBA, JSMR yang menggelontorkan dividen secara berurutan Rp3,07 triliun, Rp4,57 triliun, dan 274,8 miliar. Toto Pranoto, Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), mengatakan dividen yang dibagikan emiten BUMN memberikan sinyal bahwa kinerja pelat merah masih di jalur positif.

Di sisi lain, beberapa sektor akan menjadi pemberat indeks saham BUMN. Sebut saja sektor BUMN karya dan perusahaan pelat merah penghasil komoditas mineral dan batu bara, yang mengalami tren menurun akibat moderasi harga komoditas. Emiten anak usaha Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir Mei 2024, tepatnya pada Selasa (28/5). Emiten gas bumi ini pun menjanjikan rasio dividen meningkat. Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio mengatakan, dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan perseroan akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Intinya, rasio kami dibandingkan dengan post-IPO naik dividend payout ratio-nya,” tuturnya. Pembagian dividen PGEO berdasarkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$163,59 juta, atau setara dengan Rp2,53 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28,47% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan 2022 sebesar US$127,34 juta.

Sementara itu, emiten grup holding tambang, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memastikan rasio pembayaran dividen yang mencapai 100% dari laba bersih 2023, tidak akan mengusik rencana investasi perusahaan pada tahun ini. Direktur Pengembangan Usaha Aneka Tambang I Dewa Wirantaya menyatakan pembagian dividen dari seluruh laba bersih 2023 tidak akan mengganggu rencana investasi perusahaan sepanjang tahun ini. Pada 2024, Antam mengalokasikan Rp4,5 triliun untuk investasi organik dan anorganik. Dihubungi terpisah, Tim Riset Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menuturkan deretan saham BUMN saat ini masih cukup tergerus oleh maraknya sentiment negatif di pasar saham.

Menanti Tuah Dividen dan IPO Jumbo

11 May 2024

Performa indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam sepekan relatif memble. Tidak banyak katalis positif yang merangsang pergerakan indeks komposit. Padahal, aksi korporasi yang digelar emiten sejak awal pekan terpantau ramai. Ada dua penawaran perdana saham ke publik (initial public offering/IPO) yang dicatatkan oleh PT Remala Abadi Tbk. (DATA) pada Selasa (7/5) dan PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) yang digelar Rabu (8/5). Kedua saham anyar itu dicatatkan di papan pengembangan. Memang, tidak banyak dana yang diangkut dari lantai bursa. DATA, misalnya, hanya meraup Rp51,7 miliar dari 275 juta saham yang diterbitkan. Itu merepresentasikan 20% saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Menariknya, kedua saham IPO itu melejit di hari perdana pencatatannya di Bursa Efek Indonesia. Penggiat pasar dan investor sepertinya menaruh prospek yang baik terhadap DATA dan SOLA kendati tergolong saham-saham medioker. Kami mencatat ada 15 emiten yang menjadwalkan cum dividen pada pekan ini. Tiga di antaranya bakal membagikan dividen yang relatif besar. Pertama, PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) telah mengunci daftar pemegang sahamnya di pasar regular dan negosiasi pada Selasa (7/5) lalu. Emiten kedua yang pekan ini menyampaikan tenggat cum dividen yakni PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO). PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) menjadi emiten ketiga yang terpantau bakal cukup besar membagikan dividen dengan cum date terjadwal pekan ini. ASII akan membayarkan dividen tunai senilai Rp17,04 triliun atau setara Rp421 per lembar untuk investor yang memiliki saham perusahaan sampai dengan Senin (13/5) di pasar reguler dan negosiasi. Adapun, TLKM juga bakal membagikan dividen senilai total Rp17,68 triliun dari laba tahun buku 2023.

Merger Tokped-Tiktok, Siapa Untung?

11 May 2024

Merger an­­­­tara PT Tokopedia de­­­ngan Tik­­­­tok di­­­nya­­­ta­­­kan telah tuntas oleh Ke­­­men­­­­terian Perdagangan (Ke­­­­­­­­mendag). Konsolidasi antara Tiktok dengan To­­­kopedia diharapkan akan memberikan manfaat dan menguntungkan bagi pelaku UMKM lokal. Namun, apa­­­kah upaya pemerintah su­­­­dah cukup untuk menjaga ke­­­­pentingan pengusaha UMKM di dalam negeri? Sejalan dengan kembali beropera­­­sinya Tiktok Shop, para konsumen di Indonesia da­­­pat mengakses berbagai macam produk dan jasa, baik produk UMKM lokal maupun produk impor yang didistribusikan oleh reseller lokal. Seiring dengan perubahan selera pasar dalam negeri dan semakin luasnya jumlah audience pengguna e-commerce, tak mudah bagi produsen UMKM lokal untuk beradaptasi dengan perubah­­­an perilaku konsumen tersebut. Sependapat dengan Ajay Tawde, Head of Experience Ogilvy untuk Indonesia, ada kekhawatiran terjadinya ke­­­timpangan kapasitas produksi antara pelaku bisnis besar dan produsen lokal (Campaign Asia, 2024). 

Oleh karena itu, Tiktok dan To­­­ko­­­pedia perlu bertanggung jawab memastikan terjadinya persaingan yang adil bagi seluruh pelaku bisnis, dari kapasitas kecil hingga besar. Ada beberapa hal yang se­­­patutnya menjadi perhatian pemerintah dalam menyikapi beroperasinya Tiktok Shop di Indonesia. Pertama, perlu memahami bahwa integrasi antara e-commerce dan sosial media merupakan tren yang tidak bisa dihindarkan. Kedua, perlu strategi cermat untuk menyikapi penggunaan data pribadi konsumen oleh pemilik sistem platform. Keberadaan Tiktok Shop di Indonesia dikhawatirkan menyebabkan perusahaan asing dapat melacak data pasar dan konsumen di Indonesia, di mana pihak asing dapat mematok harga produk yang lebih murah sehingga dapat merugikan pasar dan pelaku bisnis di dalam negeri. Di satu sisi, data dan informasi tentang preferensi pembeli serta dinamika kondisi pasar justru merupakan kunci untuk mengupayakan proses digitalisasi kegiatan ekonomi. Tanpa adanya big data, pelaku usaha tidak dapat menganalisis dan membuat keputusan bisnis yang tepat.