Ekonomi
( 40460 )BI Kirim Sinyal Tidak Lagi Mengerek Bunga Acuan
Imbal Hasil Tinggi Dividen ANAK MIND.ID
Tiga emiten anggota holding tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mind Id menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (8/5). Agenda yang paling menarik perhatian pasar adalah pembagian dividen. Dua emiten tambang pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) konsisten membayar dividen. Sedangkan PT Timah Tbk (TINS) absen membagi dividen. ANTM mengerek naik dividen payout ratio dari 50% pada tahun lalu, menjadi 100% atau mengalokasikan seluruh laba bersih tahun 2023 senilai Rp 3,07 triliun. Dengan asumsi jumlah saham yang beredar sebanyak 24,03 miliar, maka nilai dividen ANTM sekitar Rp 128 per saham. Berbeda dari PTBA yang menurunkan tingkat payout ratio dari 100% dalam dua tahun terakhir menjadi 75%, atau setara Rp 4,57 triliun. Dengan asumsi jumlah saham beredar sebanyak 11,52 miliar, dividen PTBA setara dengan Rp 397,7 per saham. Sedangkan TINS puasa membagi dividen, lantaran pada tahun lalu berbalik menanggung kerugian sebesar Rp 449,69 miliar.
Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya mengatakan, pembagian dividen ini sudah mempertimbangkan kebutuhan dana untuk keperluan investasi atau pengembangan usaha ANTM. Dewa mengatakan, pada tahun 2024, ANTM mengalokasikan investasi sekitar Rp 4,5 triliun untuk ekspansi organik maupun anorganik. Sedangkan Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan, penurunan nilai dividen tahun ini mempertimbangkan posisi kas dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan PTBA. Harapannya, PTBA bisa mencapai pertumbuhan kinerja Sementara itu, Direktur Keuangan TINS Fina Eliani mengatakan, selain karena tahun lalu merugi, pada tahun ini TINS juga akan menghadapi jatuh tempo surat utang. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi menyoroti pembagian dividen ANTM dan PTBA yang masih direspons positif oleh pasar. Hal ini nampak dari kenaikan harga saham ANTM dan PTBA yang masing-masing menguat 1,99% dan 1,74% pada Rabu (8/5).
Bunga Tinggi, Surat Utang Masih Marak
Di tengah tren suka bunga tinggi, penerbitan surat utang semarak. Ada lima perusahaan yang akan menerbitkan surat utang, baik obligasi maupun sukuk. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) misalnya, berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp 500 miliar. Emiten produsen perhiasan ini akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja jangka panjang. Seperti manufaktur produk emas perhiasan dan batangan, serta perluasan toko ritel emas. "HRTA menargetkan penambahan toko ritel milik sendiri dari total 85 toko menjadi 100 toko di 2024," terang Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda ke KONTAN, Kamis (9/5).
Obligasi menjadi pilihan karena HRTA ingin mendiversifikasikan sumber pendanaan dengan penurunan cost of fund. Dari lima perusahaan, tiga terafiliasi Grup Sinarmas. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT OKI Pulp & Paper, serta Lontar Papyrus Pulp & Paper. Chief Investment Officer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia, Ezra Nazula menilai, tren penerbitan obligasi berpotensi tersendat sementara pada saat suku bunga jangka pendek berada di level tinggi.
Harga Logam Mulia Terangkat Bunga FED
Harga logam mulia kembali melandai. Data Bloomberg, kemarin (9/5), harga emas berada di posisi US$ 2.322,20 per ons troi, turun dari pertengahan April 2024 yang sempat rekor di harga US$ 2.413,8 per ons troi. Harga perak juga melemah ke US$ 27.601 ons troi dari 29.128 per ons troi pada periode yang sama. Sementara harga tembaga di US$ 4.538 per pound dari harga tertinggi di Apri 2024 4.676 per pon. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, prospek harga emas masih cukup positif lantaran ada harapan baru, The Fed akan memulai penurunan suku bunganya tahun ini. Hal tersebut menyusul data non-farm payrol (NFP) yang lebih lemah dibandingkan perkiraan.
Di sisi lain, para investor juga masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Ia memperkirakan, harga emas di akhir kuartal ini sebesar US$ 2.315,10 per ons troi. Sementara di akhir tahun diperkirakan naik terbatas ke US$ 2.385,92 per ons troi. Pengamat Komoditas dan Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, secara teknikal, harga emas di semester I ini di rentang US$ 2.200–US$ 2.450 per ons troi. Sementara di akhir tahun di kisaran US$ 2.300–US$ 2.500 per ons troi.
MAPI Andalkan Segmen Menengah
Emiten ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Kendati begitu, bayangan boikot dari konflik di Timur Tengah masih jadi tantangan ke depan. Pada kuartal I-2024, MAPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,78 triliun atau naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy). Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 413,99 miliar di kuartal I-2024. Ini naik 5,94% yoy. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Susanto melihat kinerja MAPI di 2024 masih cukup bagus, karena MAPI memiliki konsumen kelas menengah atas di Indonesia dengan konsumsi bulanan per kapita minimal Rp 6 juta, yang terdiri dari 20% dari total populasi. Menurutnya, hal tersebut akan terus menguntungkan MAPI karena segmen kelas menengah ke atas biasanya lebih banyak membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang bersifat diskresioner.
Analis Trimegah Sekuritas, Heribertus Ariando menyebutkan, pendapatan MAPI di sepanjang 2023 justru turun 11% secara yoy menjadi Rp 1,9 triliun. Tak hanya itu, kinerja penjualan di sektor kafe dan restoran turut menurun sebesar 5% yoy, imbas sentimen boikot dari konflik Timur Tengah. Sebaliknya, segmen penjualan ritel masih naik 23% yoy. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, kinerja MAPI memang bertumbuh pada kuartal I-2024, dan emiten ritel ini terus memperluas ekspansi. Selain ekspansi gerai fisik di Indonesia dan luar negeri, MAPI juga menambah portofolio. Salah satunya dengan mengelola Alice + Olivia by Stacey Bendet merek fesyen ikonik asal New York, Amerika Serikat (AS). Namun demikian, Azis melihat, pada tahun ini, kinerja MAPI masih bisa berpotensi tumbuh positif, tetapi tidak terlalu signifikan. Mengingat masih ada ketidakpastian global yang bisa menekan pelemahan nilai kurs rupiah.
Tawaran Bunga Simpanan Bank Digital Masih Tebal
Strategi memasarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi, masih jadi andalan bank digital untuk menjaring nasabah. Terbaru, pada April 2024, bank digital Superbank merilis produk tabungan baru bernama Celengan by Superbank dengan bunga 10% per tahun. Direktur Utama Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, kehadiran Celengan by Superbank untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang terus berkembang sejalan dengan tren gaya hidup. Selain Superbank, bank digital lain yang menawarkan produk tabungan dengan suku bunga menggiurkan adalah Allo Bank. Bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini menawarkan bunga tabungan 6,5% per tahun melalui produk tabungan Allo Grow.
Sementara Krom Bank menawarkan bunga tabungan sampai 6% per tahun. Sedangkan Bank Neo Commerce dan Seabank menawarkan bunga deposito masing-masing sampai 8% dan 6% per tahun. Bank Jago menurunkan suku bunga deposito Kantong Terkunci sebesar 75 basis poin (bps) jadi 4,25% dari sebelumnya 5%. Lalu, suku bunga tabungan Kantong Terkunci turun 50 bps menjadi 4,25% dari sebelumnya 4,75%. Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago Tjit Siat Fun bilang, kebijakan penurunan suku bunga simpanan sebagai upaya bank ini dalam menurunkan beban bunganya.
Bisnis KLBF Bakal Semakin Sehat
Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan pendapatannya di tahun ini tumbuh di kisaran 6% -7% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu. Sementara laba bersih juga di harapkan tumbuh 13%-15% di sepanjang 2024. Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan, prospek bisnis farmasi masih menjanjikan di tahun ini. Ia menyebut, kebutuhan produk obat-obatan dan layanan kesehatan di dalam negeri masih tetap tinggi. Selain itu, target kinerja ini juga didorong dari realisasi kinerja KLBF di kuartal I-2024 yang cukup memuaskan. Untuk mencapai target itu, KLBF akan meluncurkan beberapa produk baru tahun ini. Dalam catatan KONTAN, KLBF juga telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun untuk tahun ini.
Dalam laporan keuangannya, penjualan KLBF didominasi penjualan domestik, terutama obat resep senilai Rp 2,04 triliun, produk kesehatan Rp 1,08 triliun, nutrisi Rp 2,07 triliun, dan distribusi logistik Rp 2,77 triliun. Alhasil, KLBF membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 957,5 miliar di kuartal I-2024. Laba ini naik 15,6% dari sebelumnya Rp 855,7 miliar di kuartal I-2023. Adapun, baru-baru ini Kalbe merilis obat untuk lini pertama kanker paru-paru sel kecil stadium ekstensif (extensive stage small cell lung cancer/ES-SCLC) bernama Serplulimab. Sie Djohan, Direktur Kalbe menyatakan, ketersediaan Serplulimab merupakan bukti komitmen Kalbe dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi pasien kanker paru.
ASA MEMOMPA CADANGAN DEVISA
Cadangan devisa yang terus menyusut seiring dengan situasi ekonomi global yang masih penuh dengan ketidakpastian, membuat Bank Indonesia (BI) harus aktif bermanuver guna menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan. Terang saja, efek kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), memberikan pukulan yang tak bisa dianggap remeh terhadap rupiah dan cadangan devisa. Belum lagi faktor musiman yang juga patut diwaspadai, yakni kenaikan kebutuhan dolar AS untuk pembayaran dividen pada kuartal II/2024. Hal itu terbukti dari laporan BI yang menyebutkan bahwa per akhir April 2024 cadangan devisa berada pada posisi US$136,2 miliar, level terendah setidaknya sejak Desember 2022.
Padahal, urgensi menjaga ketebalan cadangan devisa sangat tinggi lantaran masih menjadi instrumen utama untuk intervensi rupiah tatkala terjadi capital outflow. Di sisi lain, instrumen yang dimiliki untuk mengikat devisa sejauh ini masih kurang optimal. Salah satunya ketentuan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang tingkat kepatuhannya sangat rendah. Gubernur BI Perry Warjiyo, pun tak menampik adanya kekhawatiran pelaku pasar melihat penurunan cadangan devisa tersebut, terlebih menjelang musim pembagian dividen. Dia menambahkan, BI juga telah mengantisipasi adanya kebutuhan valuta asing (valas) yang besar, termasuk selama musim pembagian dividen pada kuartal kedua tahun ini.
Di sisi lain, sejumlah upaya yang dilakukan pemangku kebijakan guna menjaga penguatan rupiah masih belum cukup efektif. Di antaranya Term Deposit Valuta Asing DHE dan penggunaan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) untuk menekan ketergantungan pada dolar AS. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indra-wati, mengatakan ketentuan insentif terbaru yang mengacu pada PP No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam masih tahap fi nalisasi. Sepanjang skema insentif baru belum dirilis, eksportir bisa memanfaatkan diskon Pajak Penghasilan (PPh) Final atas bunga deposito yang dananya dari DHE.
Dalam kaitan ini, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi penguatan dolar AS di masa mendatang yang berisiko menguras cadangan devisa lebih dalam.
Seirama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, menambahkan pemerintah harus memacu kegiatan usaha agar dapat membantu penerimaan devisa, khususnya dari sisi ekspor dan investasi.
Kalangan ekonom memprediksi cadangan devisa bakal terus tertekan setidaknya selama semester I/2024. Kepala Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede, mengatakan sentimen risk off di tengah skenario higher for longerakan menghambat aliran masuk dana asing ke Indonesia, sehingga mengharuskan BI menstabilkan rupiah dengan agresif.
BEA KELUAR KONSENTRAT TEMBAGA : MENGURAI TANTANGAN FREEPORT
Satu per satu persoalan yang menjadi fokus PT Freeport Indonesia dalam menjalankan operasinya di Tanah Air tuntas sesuai harapan. Bea keluar terhadap konsentrat yang dilepas ke pasar global menjadi isu lanjutan yang mendapat. Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut izin ekspor konsentrat tembaga bakal diperpanjang menjadi kabar gembira lanjutan yang diterima PT Freeport Indonesia (PTFI), setelah sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifi n Tasrif memastikan bakal mengabulkan percepatan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus hingga 2061. Seusai meninjau harga komoditas bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Karawang, Jawa Barat, Kepala Negara menyebut perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga itu diberikan untuk menghargai upaya PTFI dan Amman Mineral Industri melaksanakan penghiliran dengan membangun smelter di dalam negeri.
Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan smelter yang dibangun oleh kedua perusahaan tersebut. Bahkan, pemerintah juga sering melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan realisasi pengerjaan fasilitas pengolahan dan pemurnian tersebut.
Kementerian ESDM sendiri mengaku masih memproses permohonan Freeport Indonesia terkait dengan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang bakal habis pada akhir Mei 2024. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan perhitungan yang sedang dikerjakan pemerintah seperti yang disebut oleh Presiden Jokowi adalah terkait dengan jumlah kuota ekspor dan besaran bea keluar yang akan dikenakan terhadap konsentrat tembaga yang dijual di pasar global.
Bea keluar menjadi salah satu concern Freeport McMoRan, karena membuat beban perusahaan naik signifi kan menjadi sebesar US$156 juta pada kuartal I/2024 dibandingkan dengan pada periode sama tahun lalu yang senilai US$17 juta, karena tarif yang dikenakan saat itu hanya sebesar 2,5%. Freeport McMoRan Inc. (FCX) pun berupaya untuk kembali berdiskusi dengan pemerintah agar bisa membebaskan bea keluar konsentrat tembaga pada paruh pertama tahun ini, mengingat konstruksi smelter tembaga baru PTFI di Gresik, Jawa Timur, sudah mencapai lebih dari 90% per akhir 2023.
President Freeport McMoRan Kathleen Quirk sempat mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk berdiskusi dengan pemerintah Indonesia saat ini ihwal kelanjutan ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda sampai dengan akhir Desember 2024.
Kathleen berharap bea keluar itu bisa dibebaskan selepas kemajuan pembangunan smelter Manyar yang telah lebih dari 90% pada tutup tahun kemarin. Dia beralasan bea keluar itu tidak sejalan dengan IUPK yang didapat PTFI pada 2018.
PENANAMAN MODAL : KOLABORASI PIKAT INVESTASI
Kolaborasi antarpemerintah kabupaten/kota diyakini dapat memperkuat daya pikat investasi di daerah di tengah berbagai tantangan dari dalam maupun luar negeri. Langkah ini dipandang tak hanya bakal menarik minat penanaman modal dalam negeri (PMDN), tetapi juga penanaman modal asing (PMA). Hal itu tampak pada kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat belum lama ini. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah kota Semarang melakukan penjajakan bisnis ke Kota Bandung. Strategi jemput bola ini dilakukan untuk mendorong kerja sama dan investasi dari luar daerah ke Kota Semarang.
Kepala DPMPTSP Kota Semarang Diah Supartiningtias mengungkapkan bahwa kegiatan temu bisnis bertajuk Investment Promotion Roadshow (IPRo) berusaha menjembatani pelaku usaha serta pemangku kebijakan Kota Semarang dengan asosiasi pelaku usaha Kota Bandung. Ketiga perusahaan tersebut a.l PT Yama Ekspress yang bergerak dalam bidang jasa transportasi, PT Mega Trans Jaya dari jasa pengiriman, dan PT Lodaya Dua Indonesia yang bergerak di bidang industri. Menurutnya, kegiatan IPRo dilaksanakan sebagai upaya menggali peluang kolaborasi dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada.
Dalam hal ini, imbuhnya, Kota Semarang memiliki ragam potensi untuk mendukung usaha yang dijalankan di Kota Bandung, misalnya dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas. “Kota Bandung ini kan tidak punya pelabuhan, sedangkan pelabuhan terdekat ada di Tanjung Priok, sedang di sana harus antre. Dan biayanya bisa lebih mahal. Nah, jika memakai Pelabuhan Tanjung Emas itu secara hitungan bisa lebih murah,” jelasnya. Sementara itu, Koordinator Perizinan DPMPTSP Kota Bandung Muhammad Rosyid menilai bahwa optimalisasi dan pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Emas dapat meningkatkan efi siensi dan daya saing sektor perdagangan Kota Bandung. Perwakilan Kadin Kota Bandung Nofi di pun mengapresiasi inisiatif kolaborasi antardaerah tersebut. Di sisi lain, Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Chairul Yaqin Hidayat, menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan DPMTPSP Kota Semarang. Dia menilai bahwa inisiatif tersebut merupakan peluang bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan bisnisnya.
Provinsi Jawa Tengah memang tengah gencar untuk menarik investasi baik PMDN maupun PMA, menyusul kehadiran Kawasan ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Batang. Apalagi, realisasi investasi asing sepanjang tahun lalu di wilayah ini juga tergerus dengan hanya mencatatkan Rp23,13 triliun. Anjlok, 31,74% dibanding reaslisasi sepanjuang 2022. Data DPMPTSP Jawa Tengah mencatat bahwa realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp77,02 triliun pada 2023. Pada 2022, realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp68,4 triliun, sedangkan pada 2021 hanya Rp59,79 triliun. Apalagi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan jaminan keamanan demi kenyamanan investor. Masyarakat Jawa Tengah juga disebut siap menyambut kedatangan para investor.
Kondisi tersebut, pada akhirnya memikat investor asal China untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik lewat fabrikasi motor dan sepeda listrik di KEK Kendal. Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memandang bahwa masuknya investor asal negeri Panda ini bakal memberi banyak manfaat bagi Jawa Tengah.
Board Chairman Sunra Zhang Chongsun mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pilihan pertama perusahaan itu dalam melakukan ekspansi ke luar negeri.
Selain itu, Sunra juga akan menggunakan bahan baku dari Indonesia. Bahan baku untuk komponen utama, sebagian besar sudah tersedia di Indonesia. Hanya sebagian kecil yang masih perlu impor. Sunra juga berencana untuk mengajak rekanan penghasil komponen yang dibutuhkan untuk ikut berinvestasi di Indonesia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









