Ekonomi
( 40554 )Syarat EUDR Sulit Dipenuhi
Ketua Umum Usaha Pengolahan dan Pemasaran Bokar Nasional Roizin, Jumat (10/5) mengatakan, mayoritas petani karet di Indonesia adalah petani kecil dan tidak bermitra dengan perusahaan karet. Mereka menyadap getah karet untuk memenuhi kebutuhan harian. ”Untuk membeli beras yang harganya (saat ini) lebih mahal dari tahun lalu saja susah, apalagi diminta memenuhi persyaratan UU Produk Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR),” ujarnya. Data BPS dan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menunjukkan, jumlah petani karet di Tanah Air lebih dari 2,1 juta jiwa. Harga karet mentah di tingkat petani Rp 9.000-Rp 10.000 per kg. Harga itu sudah membaik dibanding beberapa tahun lalu yang berkisar Rp 3.000-Rp 4.000 per kg.
Produksi karet rakyat juga terus turun dari rerata 100 kg per minggu per hektar menjadi 50 kg per minggu per hektar. Kondisi itu juga memengaruhi produksi bahan olahan karet rakyat (bokar) Usaha Pengolahan dan Pemasaran Bokar yang turun dari 20-50 ton per minggu menjadi 10-25 ton per minggu. Penyebabnya, banyak tanaman karet berusia tua 20-30 tahun karena tidak pernah diganti tanaman baru. Tanaman karet juga bertubi-tubi terserang penyakit, terutama gugur daun dan jamur akar putih. ”Persoalan karet di hulu tersebut sudah kian menumpuk dan belum ada upaya perbaikan yang signifikan. Penerapan EUDR akan semakin menambah beban petani. Mereka khawatir karet tidak laku di pasar UE (Uni Eropa),” katanya. Roizin berharap pemerintah, perusahaan karet besar, dan lembaga terkait membantu petani karet rakyat agar dapat memenuhi syarat EUDR.
Selain itu, peremajaan tanaman karet perlu dilakukan menggunakan skema seperti peremajaan sawit rakyat agar produksi karet meningkat. UE akan mengimplementasikan secara penuh EUDR mulai Januari 2025. Regulasi itu mewajibkan komoditas yang diekspor ke UE wajib bersertifikat verifikasi atau uji tuntas (due diligence) berbasis geolokasi (titik koordinat atau polygon) berdasarkan citra satelit dan sistem pemosisi global (GPS) dari perkebunan yang disertai dengan penerapan metode ketelusuran. Regulasi ini melarang sejumlah komoditas yang berasal dari lahan yang terdeforestasi setelah 31 Desember 2020 masuk pasar UE. Selain karet, komoditas ini juga berlaku untuk kopi, minyak sawit, sapi, kedelai, kakao, kayu, dan arang, serta produk-produk turunan atau olahannya, seperti daging, furnitur, kertas, kulit, dan cokelat. (Yoga)
Derita Warga Hadapi Kasus Konflik Lahan Sawit
Penjarahan sawit di kebun-kebun perusahaan yang dipicu saling klaim lahan marak di Kalteng. Sebagian terduga pelaku ditangkap. Namun, masih ada warga yang bersembunyi di hutan. Bukan bahagia, semua hanya memanen derita. Hati dan pikiran Margaretha Maria (49) belum tenang. Kedatangan orang-orang baru yang hilir mudik di kediamannya, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, jadi penyebabnya. Rabu (8/5) di rumah kerabatnya, Aur (49), ia bercerita ”Kejadiannya bermula saat Aur pulang dari Sampit (26/4). Dia minta semua pintu dikunci,” kata Margaretha. Lewat tengah malam, ada mobil di depan rumah berisi delapan orang. Beberapa orang turun dari mobil, lalu menggedor pintu depan. Tanpa diundang, lelaki tidak dikenal itu masuk. Mereka menyasar dan menangkap Aur. Mobil bak milik Aur juga dibawa pergi. Warga Sebabi, 40 km dari Penyang, juga banyak yang meninggalkan kediamannya. Banyak rumah kosong.
Mulyono (40), warga Sebabi yang ditemui di jalan desa, mengatakan, puluhan mungkin ratusan orang tunggang-langgang. Mereka ketakutan dan pergi masuk hutan setelah penangkapan beberapa warga. Zuledi, Sekretaris Desa Sebabi, mengungkapkan, ”Memang ada pemberitahuan, tapi langsung ke RT,” ujarnya. Zuledi tidak mengetahui persis pemicunya. Namun, ia yakin semua dipicu pencurian buah sawit dan klaim lahan antara warga dan perusahaan. Sebulan terakhir, konflik perusahaan perkebunan sawit dengan masyarakat di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur tengah meruncing. Konflik memanas ketika diikuti maraknya aksi penjarahan buah sawit perusahaan. Respons aparat dengan menangkap warga yang terlibat penjarahan makin memicu situasi tidak kondusif. Salah satunya ialah terjadi serangan di Kepolisian Sektor Kotawaringin Barat oleh warga yang tak terima kerabatnya ditangkap.
Asisten I Sekda Kabupaten Kotawaringin Timur Rihel mengatakan, warga yang ditangkap mengklaim lahan yang dulunya merupakan lahan perusahaan (Musim Mas Group). Tanah seluas 400 hektar sudah dijual kepada pihak lain. Ia bersama pejabat lain pada 2023 pernah memediasi warga yang berkonflik dengan perusahaan PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) dan PT Maju Aneka Sawit (MAS) yang merupakan anak perusahaan Musim Mas Group. Saat itu, pihaknya akan melakukan verifikasi lapangan, tetapi belum menemukan solusi tepat. Jual beli tanah sepihak membuat warga murka. Mereka sudah beberapa kali protes, tetapi tidak juga direspons. Masalah itu berlarut-larut sejak perusahaan masuk ke wilayah itu 26 tahun yang lalu. Dua tahun belakangan, warga mulai menuntut haknya. Mereka membuat pondok di tanah yang mereka yakini milik leluhur mereka.
Pada Rabu (8/5), GM Musim Mas Group Regional Kalteng Rusli Salim. Rusli alias A Tong menjelaskan, tanah yang diklaim oleh warga itu bukan merupakan bagian dari PT MAS ataupun PT SSM. ”(Itu milik) pribadi. Yang tanam juga mereka. Asal-usul tanah itu, kan, APL (area penggunaan lain) bukan kawasan hutan, kan, enak. Jadi warga jual, ya, mereka beli,” kata A Tong. Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengungkapkan, apa yang terjadi di Sebabi dan sekitarnya itu bukan merupakan sengketa. Perusahaan yang sudah bergerak puluhan tahun itu telah memenuhi legalitas hukumnya. ”Saat ini kami bentuk Tim Penyelesaian Konflik Sosial. Soal tuntutan terhadap plasma, kami akui ada 40 % yang belum direalisasikan, tapi sudah ada yang menjalankan itu,” ujar Halikinnor. Puluhan tahun berlalu, masalah klaim lahan sawit ini tidak kunjung berakhir bahagia. Jika dibiarkan, bakal semakin banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memanen derita. (Yoga)
Tips Perencanaan Keuangan bagi Perempuan
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 yang dilaksanakan OJK mencatat bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan (literasi) perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, yaitu 50,33 %, sedangkan laki-laki 49,05 %. Peningkatan literasi keuangan bagi perempuan juga menjadi perhatian utama OJK. Agar terus meningkatkan kemampuan perempuan untuk cerdas dalam mengelola keuangan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain: 1. Pahami kondisi keuangan dengan membuat daftar pemasukan dan pengeluaran secara berkala. Hasil pencatatan keuangan secara rutin dapat digunakan untuk menyusun strategi pengelolaan utang, strategi investasi, dan menahan diri agar tidak menjadi impulsive buyer.
2. Lakukan pengalokasian keuangan dengan membuat beberapa pos anggaran, seperti kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dana pensiun, dan investasi. Untuk memastikan kondisi keuangan tetap terjaga ketika terjadi situasi yang tidak diinginkan, sangat penting untuk memiliki dana darurat. Bagi yang belum menikah, setidaknya enam kali pengeluaran bulanan, sedangkan bagi yang sudah menikah disarankan sembilan kali pengeluaran bulanan. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, pastikan untuk berinvestasi sesuai tujuan, waktu, dan profil risiko yang dimiliki. 3. Hindari ”impulsive buying”. Kemampuan untuk memprioritaskan ”penting” daripada ”perlu” dan kemampuan untuk membeli yang dibutuhkan bukan diinginkan menjadi hal penting dalammenjaga kesehatan keuangan dan terhindar dari impulsive buyer.
4. Komunikasikan kondisi keuangan dengan pasangan bagi perempuan yang sudah menikah, Komunikasi ini penting untuk dapat mencapai kemerdekaan keuangan sesegera mungkin. 5. Menambah sumber dan jumlah pendapatan. Perempuan dapat mencoba mencari sumber pendapatan baru, misalnya menjadi content creator dan berjualan daring. Dengan menambah sumber pendapatan, penghasilan yang diperoleh pun akan naik. Dengan demikian, jumlah dana yang diinvestasikan juga dapat ditambah. (Yoga)
Petronela Merauje, Perempuan Penjaga Hutan Mangrove
”Sejak zaman moyang kami, mangrove diwariskan kepada perempuan yang mengelola, makanya kami sebut sebagai hutan perempuan. Kami juga memegang tanggung jawab untuk terus menjaga ekosistem ini,” kata Petronela Merauje (43) atau Mama Nela di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/5). Dalam belasan tahun terakhir, Mama Nela menjadi sosok perempuan Enggros yang konsisten menggaungkan pelestarian lingkungan demi keberlanjutan mangrove di Teluk Youtefa ini. Mama Nela bercerita, warisan pemanfaatan ini turun-temurun diberikan kepada kaum perempuan di dua kampong di Teluk Youtefa, yakni Enggros dan Tobati. Hutan perempuan pun menjadi pertemuan mereka untuk saling berbagi cerita tentang kehidupan. Kaum laki-laki hanya diperbolehkan masuk ke dalam hutan untuk keperluan tertentu dan mendapat izin secara adat.
Ruang bebas ini membuat perempuan Enggros tidak ragu untuk menanggalkan pakaian saat sedang beraktivitas mencari kerang ataupun kepiting. Mama Nela merasa perempuan Enggros perlu semakin peka pada kondisi mangrove di tengah pembangunan kota yang terus berkembang. Ancaman limbah dan deforestasi menjadi sebuah keniscayaan yang bisa mengancam ekosistem sumber kehidupan mereka. Pada 2011, ia bersama kalangan muda peduli lingkungan di Jayapura bergabung dalam Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG), yang aktif dalam penanaman mangrove dan membersihkan sampah rumah tangga di Teluk Youtefa.
Pada 2018, Mama Nela mendirikan sanggar Ibayauw untuk memanfaatkan potensi dari produk turunan mangrove dan kerajinan tangan dari daur ulang sampah plastik. Ia mengajak belasan ibu rumah tangga di Kampung Enggros bergabung ke dalam sanggar tersebut. ”Buah dari mangrove bisa dimanfaatkan sebagai jus atau manisan. Di sanggar saya memberdayakan mama-mama membuat produk kerajinan seperti tas, vas bunga, dan gelang dari sampah-sampah yang bermuara di hutan mangrove,” ujarnya. Lewat Komunitas Monj Hen Wani yang dibentuk pada 2023, ia rutin melakukan gerakan swadaya pengelolaan rumah tangga sebagai ikhtiar mengurangi sampah yang mengarah ke Teluk Youtefa.
Berkat berbagai kontribusi dan kepedulian selama bertahun-tahun, Mama Nela meraih penghargaan Kalpataru dari KLHK yang diberikan langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya pada Juni 2023. Mama Nela melihat nilai eksklusif hutan perempuan bisa menjadi potensi wisata yang menarik dan eksklusif bagi kaum hawa. Kehadiran wisata perempuan ini diharapkan membuat ibu rumah tangga semakin antusias menghasilkan dan memasarkan berbagai produk olahannya. ”Ini seharusnya menjadi daya tarik. Nantinya wisatawan diajak melihat cara-cara dalam menangkap kerang atau kepiting. Selain itu, wisatawan juga bisa diajak berendam dengan kebebasan bertelanjang tadi. Ini bisa menjadi sebagai terapi alami,” ujarnya. Mama Nela ingin berbagai gerakan ini mampu menggerakkan kalangan perempuan lintas generasi di Enggros untuk terlibat dalam menjaga lingkungan. Ekosistem yang terbentuk akan bersama-sama menjaga keberlanjutan hutan perempuan sebagai warisan leluhur dan pemberi penghidupan. (Yoga)
Teriakan Berisik Berisi dari Balikpapan
Musisi di Kota Balikpapan mengabadikan situasi tempat tinggalnya melalui musik dengan lirik kritis. Mereka menunjukkan cinta pada kotanya dengan cara unik. ”Kita pernah melukis cinta di langit Tetapi asap pabrik naik ke atas lalu menghapusnya”. Orang kota, termasuk para seniman, menunjukkan kepedulian dan keberpihakan pada lingkungan dengan beragam cara. Di Kota Balikpapan, Kaltim, puisi karya Samsir Marangga di atas menjadi pembuka lagu grup music Monkey Mangkir, ”Hantam”. Setelah puisi, mereka memadukan kibor dan distorsi mengiringi lirik-lirik kritis, menggambarkan ketimpangan dan masalah di sekitar Balikpapan. La Dores (30), gitaris dan vokalis Monkey Mangkir, bercerita, penggalan puisi tersebut merupakan respons bandnya terhadap sebuah peristiwa tragis di sebuah kampung di Kaltim: seorang buruh pabrik sawit dalam peristiwa itu meninggal di tempat kerjanya. Dores bercerita, grup musiknya melihat ada cita-cita dan cinta buruh pabrik yang kandas akibat eksploitasi perusahaan sawit.
Setelah puisi dan musik mengalun, lirik-lirik yang menggambarkan ironi kondisi lingkungan di Kaltim dinyanyikan. Mereka menyoroti debu tambang batubara yang mengganggu pernapasan warga, banjir penuh lumpur, hingga menyitir problem pengangguran. ”Kami semakin makmur/makan debu dan lumpur//Di tanah kami yang subur/kami menganggur”. Dores mengatakan, lirik-lirik itu secara sadar mereka tulis untuk mendokumentasikan lingkungan tempat tinggal mereka. Hujan, misalnya, oleh sejumlah orang kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang romantis dan keindahan. ”Tetapi, hujan di Samarinda, misalnya, tidak indah karena banjir. Motivasi kami menulis lirik begitu cuma mau jujur,” kata Dores, Minggu (5/5), di Balikpapan. Bagi Monkey Mangkir, musik adalah alat komunikasi sekaligus dokumentasi tempat tinggal mereka.
Musik menjadi medium menyuarakan keresahan dan persoalan supaya didengar semakin banyak orang. Mereka menyoroti bagaimana eksploitasi sumber daya alam di Kaltim yang membebani hidup warga di sekitarnya. Sorotan itu sangat terlihat dalam lirik: ”Hutan ditebang, tanah dilubang, kami terbuang di lubang tambang”. Suara serak, teriakan, kebisingan, dan distorsi yang mereka rekam adalah suara-suara dari bawah yang memberi perspektif lain tentang tempat tinggalnya. Mereka mewartakan kegelisahan-kegelisahan yang tak terliput. Mereka memberi kritik yang dinyanyikan sejumlah pendengar musiknya dan berharap memantik perubahan. Lewat musik, kritik yang alpa tersampaikan terus diapungkan ke udara di Balikpapan. Berharap semuanya menjadi harmoni untuk masa depan kota yang lebih baik. (Yoga)
Taliban Mengundang Perempuan Pelancong
Afghanistan di bawah Taliban berusaha menarik lebih banyak wisatawan asing, termasuk perempuan. Pariwisata dinilai menjadi sektor yang bisa memicu pembangunan negara tersebut. Direktorat Pariwisata Afghanistan yang dikontrol Taliban mencatat, 7.000 pelancong asing datang pada 2023. Pada 2022 hanya 2.300 pelancong asing datang. Sementara pada 2021, tahun Taliban kembali berkuasa, hanya 670 wisatawan asing melawat Afghanistan. ”Mayoritas wisatawan dating dari China, beberapa dari Jepang. Mereka bilang, memilih Afghanistan karena lebih aman dibandingkan dari Pakistan. Ini kesempatan yang baik buat kami,” kata Direktur Pariwisata Afghanistan Muhammad Saeed. Kondisi keamanan di Pakistan masih tidak stabil. Penculikan ataupun penyerangan terhadap proyek infrastruktur yang dibangun China beberapa kali terjadi. Kejahatan ini bahkan secara spesifik mengincar warga China yang bekerja di Pakistan.
Sebaliknya, China merupakan negara pertama yang merangkul Taliban sebagai pemerintah faktual Afghanistan. Dengan demikian, proyek-proyek infrastruktur China di Afghanistan berjalan relatif tanpa gangguan. Direktorat Pariwisata kemudian mengadakan kelas pelatihan untuk warga Afghanistan yang ingin berkecimpung di industri tersebut. Kelas ini tidak boleh diikuti perempuan karena perempuan atas perintah Taliban hanya boleh mengikuti pendidikan hingga kelas VI. ”Saya ingin menggali lebih lanjut potensi wisata sejarah Afghanistan. Kami memiliki sejarah 5.000 tahun yang menarik. Afghanistan bukan cuma cerita mengenai konflik dan kemiskinan,” kata Samir Ahmadzai, seorang sarjana ekonomi yang mengikuti kelas pelatihan pariwisata.
Kategori perempuan wisatawan asing yang boleh masuk Afghanistan masih dibatasi. Perempuan diaspora Afghanistan yang telah menjadi warga negara lain sama sekali tidak boleh masuk kecuali bersama ayah, suami, atau saudara laki-laki. Dilansir dari publikasi pariwisata NZZ edisi 7 September 2023, Emma Witters adalah salah seorang perempuan wisatawan pertama yang masuk ke Afghanistan, terhitung sejak tahun 2021. Witters adalah warga negara Inggris dan memiliki blog perjalanan keliling dunia. Ia memiliki kanal di Youtube dan rutin mengunggah video wisatanya di Afghanistan. ”Saya memperhatikan aturan lokal, misalnya tidak pernah melepas kerudung. Kamera saya tempeli dengan stiker Youtube untuk menandakan saya seorang vloger. Setiap kali berpindah provinsi, paspor saya juga selalu dicap,” tuturnya. Witters mengaku tidak pernah menemui bahaya selama bepergian di Afghanistan. (Yoga)
Mengatasi Krisis Daya Beli/Konsumsi
Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, khususnya pangan, membuat konsumsi rumah tangga terus tertekan. Daya beli masyarakat terpuruk di tengah pendapatan yang stagnan. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi nasional jauh di bawah potensinya. Pertumbuhan konsumsi yang belum pulih sejak pandemi ini memunculkan kekhawatiran para ahli. Mereka mengingatkan, pemerintah tak bisa terus mengandalkan cara konvensional, seperti pengucuran bansos, untuk mendongkrak daya beli. Perlu terobosan baru, yang menembak langsung ke pokok masalah: pendapatan masyarakat. Dalam jangka pendek, kebijakan pengendalian inflasi yang dibarengi gelontoran program perlindungan sosial (perlinsos) mungkin mampu menjadi bantalan sementara masyarakat dari tekanan daya beli.
Dalam, jangka panjang, peningkatan daya beli dan pertumbuhan konsumsi yang berkelanjutan hanya terjadi jika pendapatan juga terus meningkat. Sayangnya beberapa tahun terakhir, pertumbuhan pendapatan juga tertekan. Rata-rata laju inflasi pangan jauh di atas pertumbuhan pendapatan masyarakat. Banyak kelompok ini terselamatkan karena bansos. Peran bansos sangat penting dalam menekan lonjakan kemiskinan akibat kenaikan harga. Anggaran perlinsos yang terus membengkak dari tahun ke tahun, sementara angka kemiskinan tak turun secara signifikan menunjukkan program ini bukan jawaban tuntas untuk bisa mengentaskan kelompok miskin dari garis kemiskinan secara permanen.
Pertumbuhan ekonomi 5 % selama beberapa tahun terakhir terbukti tak cukup mengangkat taraf ekonomi dan pendapatan kelompok ekonomi bawah, tidak pula cukup untuk menciptakan lapangan kerja bagi 7,86 juta penganggur dan tiga juta angkatan kerja baru per tahun. Pertumbuhan yang terjadi juga tak cukup berkualitas dan tak inklusif karena jumlah tenaga kerja yang bisa diserap terus menurun dan meninggalkan sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Terobosan baru untuk mengatasi tingginya pengangguran terbuka diperlukan jika kita ingin meningkatkan pendapatan, daya beli, dan konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. (Yoga)
UMN Career Day 2024
Terlihat refleksi pengunjung saat berkonsultasi di stan PT Inti Berkat Jaya dalam acara UMN Career Day di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, pada hari Rabu (8/5/2024). Acara
UMN Career Day ini menawarkan berbagai lowongan magang dan pekerjaan untuk para mahasiswa baik yang masih kuliah di tingkat akhir maupun mereka yang sudah lulus kuliah. (Yoga)
Penyelundupan Benih Lobster Tetap Berlangsung
Pemerintah mengaku kebijakan ekspor benih bening lobster, dipicu sulitnya membendung penyelundupan benih tersebut. Kerja sama dengan negara tujuan penyelundupan benih pun dilakukan. Namun, meski keran ekspor benih lobster telah dibuka, penyelundupan benih itu masih marak berlangsung. Pembukaan keran ekspor bening lobster diatur dalam Permen Kelautan dan Perikanan No 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) yang diundangkan pada 21 Maret 2024. Pekan ini, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima 99.648 ekor benih bening lobster hasil penyelundupan yang digagalkan oleh tim TNI AL di Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Rinciannya, benih bening lobster jenis pasir sebanyak 89.268 ekor dan jenis mutiara sebanyak 10.380 ekor, senilai Rp 14,94 miliar.
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menilai, kebijakan membuka keran ekspor benih bening lobster bukanlah solusi untuk pemanfaatan benih bening lobster di Indonesia secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Sementara itu, tata kelola pemanfaatan dan pengawasan jalur pengiriman benih bening lobster yang lemah membuka lubang penyelundupan benih bening lobster. ”Ketidakpastian ekosistem bisnis benih bening lobster di dalam negeri dihadirkan oleh kebijakan plin-plan dari pemangku kebijakan di level nasional, yang mendorong banyak orang berpikir instan. Imbasnya, kebijakan ekspor benih bening lobster bukan meredam praktik penyelundupan, melainkan justru memicu banyak orang bermain,” ujarnya, Kamis (9/5).
Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Budhy Fantigo mengemukakan, penyelundupan benih bening lobster bakal terus berlanjut sekalipun pemerintah sudah membuka keran ekspor benih. Apalagi, selama April hingga Oktober, sedang berlangsung musim panen benih lobster. Budhy menambahkan, dari hasil penelusuran pada 6 Mei 2024, benih bening lobster asal Indonesia diselundupkan dengan harga jual Rp 27.000- Rp 30.000 per ekor menurut zonasi. Harga jual benih selundupan itu jauh lebih tinggi daripada harga patokan terendah benih bening lobster yang ditetapkan pemerintah. Jalur pengiriman, antara lain, Bandar Udara Juanda di Surabaya, Sumsel, dan Jambi. (Yoga)
Pasca penutupan Pabrik, Bata Lakukan Penyesuaian Bisnis
Pihak PT Sepatu Bata Tbk mengakui, pasca-pandemi Covid-19, perusahaan menghadapi banyak tantangan selama empat tahun terakhir, termasuk perubahan perilaku konsumen yang cepat. Dampaknya adalah penutupan pabrik yang ada di Purwakarta, Jabar, sejak 30 April 2024. Bata merasa perlu untuk bertransformasi guna melayani konsumen dengan lebih baik. ”Perusahaan tidak lagi dapat melanjutkan produksi di pabrik di Purwakarta, sebagai gantinya perusahaan akan menawarkan produk-produk baru yang menarik yang dirancang dan dikembangkan oleh Bata serta produsen lokal dari pabrik mitra kami di Indonesia. Banyak di antaranya yang sudah bekerja sama dengan kami sebelumnya,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Sepatu Bata tbk Hatta Tutuko melalui siaran pers, Kamis (9/5).
Hatta menambahkan, hal ini bukan keputusan yang mudah dan Bata sudah melakukan evaluasi mendalam melalui persetujuan di antara pihak-pihak yang terkait. Penyesuaian-penyesuaian ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang dan beradaptasi di masa-masa perubahan ini. Untuk menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang, lanjut Hatta, Bata mengambil inisiatif yang bertujuan mengoptimalkan operasionalisasi perusahaan guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang melalui pemasok lokal dan mitra lainnya. Bata akan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia dengan memenuhi permintaan pelanggannya. Bata akan terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui berbagai cara, baik daring di laman bata.co.id maupun mengintegrasikan pengalaman langsung dari toko fisik. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









