PENANAMAN MODAL : KOLABORASI PIKAT INVESTASI
Kolaborasi antarpemerintah kabupaten/kota diyakini dapat memperkuat daya pikat investasi di daerah di tengah berbagai tantangan dari dalam maupun luar negeri. Langkah ini dipandang tak hanya bakal menarik minat penanaman modal dalam negeri (PMDN), tetapi juga penanaman modal asing (PMA). Hal itu tampak pada kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat belum lama ini. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah kota Semarang melakukan penjajakan bisnis ke Kota Bandung. Strategi jemput bola ini dilakukan untuk mendorong kerja sama dan investasi dari luar daerah ke Kota Semarang.
Kepala DPMPTSP Kota Semarang Diah Supartiningtias mengungkapkan bahwa kegiatan temu bisnis bertajuk Investment Promotion Roadshow (IPRo) berusaha menjembatani pelaku usaha serta pemangku kebijakan Kota Semarang dengan asosiasi pelaku usaha Kota Bandung. Ketiga perusahaan tersebut a.l PT Yama Ekspress yang bergerak dalam bidang jasa transportasi, PT Mega Trans Jaya dari jasa pengiriman, dan PT Lodaya Dua Indonesia yang bergerak di bidang industri. Menurutnya, kegiatan IPRo dilaksanakan sebagai upaya menggali peluang kolaborasi dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada.
Dalam hal ini, imbuhnya, Kota Semarang memiliki ragam potensi untuk mendukung usaha yang dijalankan di Kota Bandung, misalnya dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas. “Kota Bandung ini kan tidak punya pelabuhan, sedangkan pelabuhan terdekat ada di Tanjung Priok, sedang di sana harus antre. Dan biayanya bisa lebih mahal. Nah, jika memakai Pelabuhan Tanjung Emas itu secara hitungan bisa lebih murah,” jelasnya. Sementara itu, Koordinator Perizinan DPMPTSP Kota Bandung Muhammad Rosyid menilai bahwa optimalisasi dan pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Emas dapat meningkatkan efi siensi dan daya saing sektor perdagangan Kota Bandung. Perwakilan Kadin Kota Bandung Nofi di pun mengapresiasi inisiatif kolaborasi antardaerah tersebut. Di sisi lain, Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Chairul Yaqin Hidayat, menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan DPMTPSP Kota Semarang. Dia menilai bahwa inisiatif tersebut merupakan peluang bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan bisnisnya.
Provinsi Jawa Tengah memang tengah gencar untuk menarik investasi baik PMDN maupun PMA, menyusul kehadiran Kawasan ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Batang. Apalagi, realisasi investasi asing sepanjang tahun lalu di wilayah ini juga tergerus dengan hanya mencatatkan Rp23,13 triliun. Anjlok, 31,74% dibanding reaslisasi sepanjuang 2022. Data DPMPTSP Jawa Tengah mencatat bahwa realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp77,02 triliun pada 2023. Pada 2022, realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp68,4 triliun, sedangkan pada 2021 hanya Rp59,79 triliun. Apalagi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan jaminan keamanan demi kenyamanan investor. Masyarakat Jawa Tengah juga disebut siap menyambut kedatangan para investor.
Kondisi tersebut, pada akhirnya memikat investor asal China untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik lewat fabrikasi motor dan sepeda listrik di KEK Kendal. Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memandang bahwa masuknya investor asal negeri Panda ini bakal memberi banyak manfaat bagi Jawa Tengah.
Board Chairman Sunra Zhang Chongsun mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pilihan pertama perusahaan itu dalam melakukan ekspansi ke luar negeri.
Selain itu, Sunra juga akan menggunakan bahan baku dari Indonesia. Bahan baku untuk komponen utama, sebagian besar sudah tersedia di Indonesia. Hanya sebagian kecil yang masih perlu impor. Sunra juga berencana untuk mengajak rekanan penghasil komponen yang dibutuhkan untuk ikut berinvestasi di Indonesia.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023