Ekonomi
( 40460 )Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Deindustrialisasi Prematur
Dani Rodrik, profesor ekonomi terkemuka di Harvard Kennedy School menyampaikan pandangannya yang murung tentang industrialisasi negara berkembang, yang mengalami premature deindustrialization (penurunan kontribusi sektor industri dalam ekonomi secara prematur). Studi terbarunya bersama Joseph Stiglitz menunjukkan, kemajuan teknologi membuat sektor manufaktur kurang padat karya hingga mengurangi efektivitasnya sebagai strategi pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi EMDE (emerging market and developing economies) yang mulai melambat, diperburuk pandemi Covid-19. Meningkatnya utang, ketegangan geopolitik, dan peralihan ke sektor jasa dari manufaktur semakin memperumit prospek pertumbuhan. Selain itu, krisis iklim dan pentingnya transisi hijau telah berdampak buruk pada sektor pertanian dan mengurangi permintaan global akan sumber daya alam. Ini semakin menyulitkan negara-negara berkembang.
Industri manufaktur yang kurang padat karya tak lagi mampu menciptakan lapangan kerja yang baik. Karena itu, Rodrik melihat pentingnya peran sektor jasa untuk memberikan lapangan pekerjaan yang baik. Di masa depan, disrupsi teknologi juga akan memengaruhi sektor jasa. Kecerdasan buatan (AI) akan membuat sektor jasa jadi kurang padat karya. Call centre dan back office, misalnya. Yang tersisa mungkin hanya pariwisata, yang padat karya dan memiliki produktivitas tinggi. Sektor perdagangan, walaupun padat karya, cenderung informal dan rendah produktivitasnya. Isunya bukanlah pada sektor jasa atau manufaktur, melainkan peningkatan kualitas SDM. Menurut Rodrik negara berkembang akan kesulitan mencapai pertumbuhan yang lebih cepat di masa depan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang melandai, dia menyarankan agar EMDE berfokus pada perbaikan institusi, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas SDM.
Indonesia tak memiliki pilihan selain tumbuh lebih cepat. Tanpa itu, ada risiko jadi tua sebelum kaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sektor jasa akan memiliki peran penting ke depan. India dengan persoalan serupa, mampu tumbuh 8,4 % dalam triwulan IV-2023 karena India di samping melakukan reformasi di bidang perbankan, pajak, pembangunan infrastruktur, mulai masuk pada ”ekonomi baru” (new economy), seperti infrastruktur digital dan penerapan teknologi digital. Digital India Campaign berhasil menumbuhkan platform digital dan bisnis model baru. Penyebaran teknologi meluas ke masyarakat (difusi teknologi) membuat produktivitas meningkat. Ujungnya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kedua, belajar dari China, India, dan Vietnam yang tumbuh pesat setelah mengadopsi kebijakan berorientasi ekspor. Produk ekspor memerlukan investasi dan inovasi agar dapat bersaing secara kompetitif. Mereka harus menyerap teknologi, meningkatkan keterampilan, dan terus-menerus meningkatkan kualitas. Benar ada risiko deindustralisasi dini, tetapi untuk meningkatkan produktivitas, industrialisasi yang berorientasi pada ekspor tetap memiliki peran yang sangat penting. Pasar domestik Indonesia memang besar, tetapi daya belinya masih terbatas. Oleh karena itu, strategi yang harus diambil bukan hanya fokus pada pasar domestik, melainkan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar global. Strategi ini telah dipilih Vietnam, yang pada 2023 mencatat ekspor 355 miliar USD, melampaui Indonesia di 258,8 miliar USD. Ketiga, strategi orientasi ekspor berisiko membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap gejolak global. Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan pasar domestik dan global. (Yoga)
Saham Bata Belum Masuk Kualifikasi ”Delisting” Pasca penutupan Pabrik
Memburuknya kinerja keuangan yang membuat PT Sepatu Bata Tbk harus menghentikan operasi pabriknya menjadi sentiment negatif bagi saham perseroan. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum melihat potensi pembatalan pencatatan atau delisting bagi emiten tersebut. Harga saham emiten dengan kode BATA pada Selasa (7/5) tercatat Rp 79 per lembar, merosot tajam hingga 15 % dari harga Rp 95 per lembar pada Jumat (3/5), bersamaan dengan hari pengumuman penghentian aktivitas pabrik mereka di Purwakarta, Jabar.
Saham Bata juga mendapat notasi khusus dengan kategori L, karena perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan terbaru setelah laporan kinerja 2023. Pada laporan tahun lalu mereka membukukan kenaikan kerugian komprehensif setidaknya tiga tahun terakhir, dari Rp 51,04 miliar pada 2021 menjadi Rp 188,41 miliar pada 2023. Dari sisi pendapatan penjualan neto, pada 2023 perusahaan mencatat penurunan 5 % menjadi Rp 609,6 miliar dari Rp 643,45 miliar pada 2022. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menilai, dengan kondisi tersebut, Bata tidak berpotensi dicoret dari bursa.
Mengacu Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting), saham suatu emiten bisa dikeluarkan karena adanya keputusan bursa, yang menyangkut tiga alasan, yakni perusahaan tercatat mengalami kondisi yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usahanya, baik secara finansial maupun hukum, dan tidak menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. Kedua, perusahaan tercatat tidak memenuhi persyaratan pencatatan di bursa. Ketiga, saham telah mengalami suspensi efek, baik di pasar reguler maupun tunai dan/atau seluruh pasar paling kurang 24 bulan terakhir. (Yoga)
Elegi Saham di Bulan Mei
Bulan Mei menjadi momen pelaku perdagangan saham atau trader berbondong-bondong menjual saham dan meninggalkan indeks komposit terkoreksi dalam. Lalu, investor kembali menaruh uangnya pada bulan Oktober. Fenomena ini berasal dari Inggris, yakni sell in May and go away, and come back on St Leger’s Day. Head Online and Equity Sales NH Korindo Sekuritas, Hendra Stevin, menjelaskan, slogan tersebut awalnya ditujukan kepada investor di Inggris, kaum bangsawan, dan bankir untuk menjual saham mereka pada bulan Mei, lalu bersantai menikmati musim panas dan meninggalkan pasar sementara serta kembali aktif lagi saat St Leger’s Day, sebuah acara pacuan kuda di bulan September. ”Dari definisi di atas, investor mengasumsikan, bulan Mei saatnya berbondong-bondong menjual saham dan mulai aktif kembali di bulan Oktober,” katanya, Senin (6/5).
Pola tersebut cocok di negara empat musim di kawasan Eropa, juga AS. Mengutip ulasan Senior Portofolio Manager O’Neil Global Advisors, Randy Watts, di Forbes pada 12 Mei 2023, pasar AS juga meyakini fenomena tersebut sejak jatuhnya pasar pada Mei hingga akhir musim panas atau awal musim gugur tahun 1987. Berdasarkan data aktual, yang ia tarik lebih dari 50 tahun sampai 2023, kinerja saham lebih baik pada periode November-April dibanding Mei-Oktober.Hal ini terlihat pada Indeks Standard & Poor’s (S&P) 500 di AS yang rata-rata naik 6,5 % selama November-April dibanding hanya kenaikan 1,6 % pada sisa tahun, dengan perbedaan 4,9 % poin. Selisih cukup signifikan juga tergambar di indeks bursa Nasdaq sebesar 5,9 % poin dan Dow Jones Initial Average (DJIA) sebesar 6,9 % poin.
Data historis IHSG di bursa Indonesia selama 20 tahun terakhir, yang ditunjukkan Hendra, menemukan penurunan IHSG paling banyak pada periode Mei-Oktober. Tingkat pengembalian negatif atau koreksi IHSG di bulan Mei terjadi 10 kali dari 20 tahun terakhir. ”Jadi, ada benarnya, tetapi tidak 100 %. Terbukti November paling banyak koreksinya, lalu ada faktor lainnya yang lebih mendukung,” ujar Hendra. Kendati bulan Mei dan lima bulan berikutnya menjadi periode yang cukup sering mengalami tingkat pengembalian negatif selama 20 tahun terakhir, Mei tidak selalu mengawali tren pelemahan IHSG. Pada 2024, IHSG sampai Senin (6/5) masih tumbuh minus hingga 1,62 %. Investor berbondong-bondong menarik uangnya dari pasar modal, terlebih pada April lalu. Kemenkeu mencatat jumlah penarikan modal investor ke luar negeri sebesar Rp 29,73 triliun dalam sebulan, terdiri dari saham senilai Rp 13,08 triliun dan SBN Rp 16,65 triliun. (Yoga)
Pelatihan Pembuatan Suvenir di Mataram
Pelatihan Pembuatan Suvenir Tahap 1 Dinas Pariwisata Kota Mataram dilakukan di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/5/2024). Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 6-8 Mei 2024, dan diikuti 40 peserta itu, sebagai salah satu upaya mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Mataram dan diharapkan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. (Yoga)
Tambak Udang Mangkrak untuk Budidaya Ikan Nila
Kementerian Kelautan dan Perikanan merilis percontohan kluster budidaya ikan nila salin pada area bekas tambak udang di Karawang, Jabar. Proyek percontohan budidaya nila salin berbasis kawasan itu, menurut rencana, akan diresmikan Presiden Jokowi, Rabu (8/5). Nila salin merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya. Selain nila salin, komoditas unggulan budidaya laut lainnya adalah udang, rumput laut, lobster, dan kepiting. Nila salin merupakan ikan nila jenis unggul yang telah melewati beberapa tahapan penyesuaian sehingga dapat hidup di air payau. Benih ikan nila salin dinilai memiliki keunggulan pertumbuhan yang lebih cepat sehingga dapat dipanen lebih cepat dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit.
Proyek percontohan budidaya nila salin digarap sejak tahun 2023 pada kawasan eks tambak udang milik pemerintah seluas 80 hektar. Lahan tersebut awalnya merupakan tambak udang yang dibangun Presiden Soeharto pada 1984 dengan nama Proyek Pandu Tambak Inti Rakyat, tetapi berhenti beroperasi pada 1998. Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengemukakan, pembangunan percontohan nila salin pada kawasan eks tambak udang itu melibatkan masyarakat tani dalam rangka meningkatkan produksi ikan nila nasional. Komoditas nila dinilai bisa menjadi andalan Indonesia di pasar internasional.
”Kita mencoba untuk memperbarui dan menggunakan tambak (eks udang) ini sebagai lokasi budidaya ikan nila salin. Modeling kluster budidaya nila salin diharapkan bisa menjadi percontohan bagi pelaku usaha budidaya yang memanfaatkan perairan umum,” kata Trenggono, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5). Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Haris Muhtadi, saat dihubungi, mengemukakan, revitalisasi tambak udang menjadi kolam produksi nila salin dapat diterapkan sebagai salah satu solusi menghidupkan kembali tambak-tambak udang yang mangkrak. Di sisi lain, budidaya nila salin juga berguna untuk memutus siklus penyakit udang sehingga lingkungan tambak udang menjadi lebih kondusif jika suatu saat kembali digunakan untuk budidaya udang. (Yoga)
BENIH LOBSTER Triliunan Rupiah Menguap di Jalur Transit Sumsel
Sumsel menjadi jalur transit penyelundupan benih bening lobster dari Tanah Air ke Vietnam dan Singapura. Negara merugi triliunan rupiah per tahun akibat penyelundupan ini. Terakhir, pada Kamis (2/5) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang menggagalkan rencana penyelundupan 99.648 benih bening lobster (BBL) di Kabupaten Banyuasin, Sumsel senilai Rp 15 miliar. Benih itu akan dikirim ke Singapura dengan tujuan akhir Vietnam. Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan, di Palembang, Senin (6/5) mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari penyelidikan dan pengumpulan data oleh tim Intel Lanal Palembang sepekan sebelum penangkapan.
Pada Kamis pukul 14.00 WIB, Lanal Palembang mendapat laporan ada pengiriman BBL dari Desa Teluk Betung, Kabupaten Banyuasin, tujuan Singapura. Setelah itu, mereka membentuk tim Fleet One Quick Response (F1QR) yang terdiri dari unit intelijen sebagai tim darat dan Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) TNI AL Sungai Lilin sebagai tim laut. Sekitar pukul 19.00 WIB, tim darat melihat mobil jenis pikap warna hitam menuju dermaga di Pasar Sumber, Desa Teluk Betung. Mobil itu membongkar muat 18 kotak stirofoam warna putih ke kapal cepat dengan mesin 200 PK. Selang 30 menit, tim F1QR langsung menangkap empat pelaku berinisial BA (36), BP (29), RJ (27), dan EW (30).
Tim F1QR mengamankan barang bukti, 99.648 BBL. ”Benih lobster itu terdiri dari jenis pasir dan mutiara. Harga setiap benih sekitar Rp 150.000 sehingga nilai keseluruhan bukti itu ditaksir Rp 15 miliar,” ujarnya. Saat ini, kebutuhan BBL di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Kalau setengah dari kebutuhan itu dipasok secara illegal oleh Indonesia, tidak tertutup kemungkinan ada 1 juta BBL dari Tanah Air yang diselundupkan setiap hari. Dengan harga BBL yang rata-rata Rp 150.000 per ekor, Indonesia mengalami kerugian Rp 150 miliar per hari atau sedikitnya Rp 50 triliun per tahun. (Yoga)
Kenaikan Harga Beras SPHP
Buruh pikul tampak membawa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Utama, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, naiknya harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP dari Rp 10.500 menjadi Rp 12.500 per kilogram tersebut demi menjaga keberlangsungan petani Tanah Air. (Yoga)
Tiga WNI Tipu Perusahaan di Singapura
Dengan menggunakan alamat surat elektronik yang menyerupai milik perusahaan resmi, tiga warga negara Indonesia bersama dua warga negara Nigeria menipu perusahaan di Singapura. Tindakan kelimanya merugikan PT Huttons Asia dan Kingsford Huray Development Ltd yang berkedudukan di Singapura. Akibat aksi lima orang itu, salah satu perusahaan di Singapura dirugikan hingga Rp 32 miliar. Tiga WNI yang terlibat kejahatan ini berinisial DM alias L, YC, dan I. Adapun warga negara Nigeria yang menjadi pelaku kejahatan ini berinisial EJA dan CO alias O. Kelimanya ditangkap Polri belum lama ini.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Himawan Bayu Aji, Selasa (7/5) di Jakarta, mengatakan, kasus itu berawal dari aksi beberapa orang yang memanipulasi data pada alamat surat elektronik bisnis PT Huttons Asia yang berhubungan bisnis dengan Kingsford Huray Development Ltd. ”Modus operandi para pelaku adalah mengelabui korban dengan menggunakan (alamat) e-mail palsu, yaitu mengganti posisi alfabet atau menambahkan satu atau beberapa alphabet pada alamat e-mail sehingga menyerupai aslinya,” kata Himawan. Dalam aksinya, para tersangka membuat alamat surat elektronik yang menyerupai milik PT Huttons Asia.
Jika PT Huttons Asia memiliki alamat surat elektronik dengan nama arhuttonsgroup.com, mereka memiliki alamat surat elektronik dengan nama arhuttongroups.com. Mereka juga membuat nama perusahaan yang menyerupai PT Huttons Asia, yakni PT Hutton Asia International. Dengan menggunakan alamat surat elektronik dan nama perusahaan buatan itu, para pelaku sekitar Juni 2023 meminta pengiriman uang kepada Kingsford Huray Development Ltd, rekan usaha PT Huttons Asia. Kingsford Huray Development Ltd kemudian mentransfer uang kenomor rekening yang dibuat pelaku di Indonesia. Himawan menuturkan, polisi masih memburu satu orang warga negara Nigeria berinisial S. Dia yang meretas dan berkomunikasi dengan perusahaan Kingsford Huray Development Ltd. (Yoga)
Rusun ASN Jateng Diperkirakan Rampung Oktober 2024
Pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat termasuk aparatur sipil negara (ASN) kini dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Salah satu proyek itu adalah rusun untuk ASN yang diperkirakan rampung pada Oktober 2024. Rusun itu memiliki satu tower setinggi delapan lantai dengan 60 unit hunian tipe 45 lengkap dengan ruang serba guna dan tempat ibadah, "Pembangunan rusun akan terus kami laksanakan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat termasuk para ASN di daerah," ujar Direktur jenderal Perumahan Kementerian PURP, Iwan Suprijanto. Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Rumah (BP2P) Jawa III, Syamsiar Nurhayadi menyatakan, pihaknya terus mempercepat proses pembangunan hunian vertikal bagi ASN di Jawa Tengah. Hal itu diperlukan agar para ASN memiliki hunian yang layak dan mampu meningkatkan kinerja serta semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Yetede)
Kesejahteraan dan Literasi Rendah, Guru Terjerat Pinjol
Fakta ironis ketika Indonesia sedang menyiapkan generasi emas untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ternyata guru dan pelajar menjadi kelompok masyarakat terbanyak yang terlilit kredit macet pinjaman online (Pinjol). Salah satu penyebabnya adalah literasi keuangan di kalangan guru dinilai rendah. Demikian pula dengan kesejahteraan para guru, terutama honorer, sehingga mereka terdorong untuk mengambil jalan pintas mengambil pinjol demi mendanai kebutuhan. Pada titik ini, mau tak mau pemerintah, OJK, dan lembaga keuangan harus meningkatkan literasi keuangan para guru. Dengan begini, mereka pasti akan berpikir panjang kala hendak mengambil pinjol, karena tahu untung dan ruginya. Peningkatan kesejahteraan guru, termasuk guru honorer juga perlu dilakukan. hal ini bakal memperkuat fondasi keuangan para pendidik, sehingga tidak mudah tergoda oleh pinjol yang kebanyakan menawarkan kemudahan proses pencairan pinjaman. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









