Tiga WNI Tipu Perusahaan di Singapura
Dengan menggunakan alamat surat elektronik yang menyerupai milik perusahaan resmi, tiga warga negara Indonesia bersama dua warga negara Nigeria menipu perusahaan di Singapura. Tindakan kelimanya merugikan PT Huttons Asia dan Kingsford Huray Development Ltd yang berkedudukan di Singapura. Akibat aksi lima orang itu, salah satu perusahaan di Singapura dirugikan hingga Rp 32 miliar. Tiga WNI yang terlibat kejahatan ini berinisial DM alias L, YC, dan I. Adapun warga negara Nigeria yang menjadi pelaku kejahatan ini berinisial EJA dan CO alias O. Kelimanya ditangkap Polri belum lama ini.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Himawan Bayu Aji, Selasa (7/5) di Jakarta, mengatakan, kasus itu berawal dari aksi beberapa orang yang memanipulasi data pada alamat surat elektronik bisnis PT Huttons Asia yang berhubungan bisnis dengan Kingsford Huray Development Ltd. ”Modus operandi para pelaku adalah mengelabui korban dengan menggunakan (alamat) e-mail palsu, yaitu mengganti posisi alfabet atau menambahkan satu atau beberapa alphabet pada alamat e-mail sehingga menyerupai aslinya,” kata Himawan. Dalam aksinya, para tersangka membuat alamat surat elektronik yang menyerupai milik PT Huttons Asia.
Jika PT Huttons Asia memiliki alamat surat elektronik dengan nama arhuttonsgroup.com, mereka memiliki alamat surat elektronik dengan nama arhuttongroups.com. Mereka juga membuat nama perusahaan yang menyerupai PT Huttons Asia, yakni PT Hutton Asia International. Dengan menggunakan alamat surat elektronik dan nama perusahaan buatan itu, para pelaku sekitar Juni 2023 meminta pengiriman uang kepada Kingsford Huray Development Ltd, rekan usaha PT Huttons Asia. Kingsford Huray Development Ltd kemudian mentransfer uang kenomor rekening yang dibuat pelaku di Indonesia. Himawan menuturkan, polisi masih memburu satu orang warga negara Nigeria berinisial S. Dia yang meretas dan berkomunikasi dengan perusahaan Kingsford Huray Development Ltd. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023