Taliban Mengundang Perempuan Pelancong
Afghanistan di bawah Taliban berusaha menarik lebih banyak wisatawan asing, termasuk perempuan. Pariwisata dinilai menjadi sektor yang bisa memicu pembangunan negara tersebut. Direktorat Pariwisata Afghanistan yang dikontrol Taliban mencatat, 7.000 pelancong asing datang pada 2023. Pada 2022 hanya 2.300 pelancong asing datang. Sementara pada 2021, tahun Taliban kembali berkuasa, hanya 670 wisatawan asing melawat Afghanistan. ”Mayoritas wisatawan dating dari China, beberapa dari Jepang. Mereka bilang, memilih Afghanistan karena lebih aman dibandingkan dari Pakistan. Ini kesempatan yang baik buat kami,” kata Direktur Pariwisata Afghanistan Muhammad Saeed. Kondisi keamanan di Pakistan masih tidak stabil. Penculikan ataupun penyerangan terhadap proyek infrastruktur yang dibangun China beberapa kali terjadi. Kejahatan ini bahkan secara spesifik mengincar warga China yang bekerja di Pakistan.
Sebaliknya, China merupakan negara pertama yang merangkul Taliban sebagai pemerintah faktual Afghanistan. Dengan demikian, proyek-proyek infrastruktur China di Afghanistan berjalan relatif tanpa gangguan. Direktorat Pariwisata kemudian mengadakan kelas pelatihan untuk warga Afghanistan yang ingin berkecimpung di industri tersebut. Kelas ini tidak boleh diikuti perempuan karena perempuan atas perintah Taliban hanya boleh mengikuti pendidikan hingga kelas VI. ”Saya ingin menggali lebih lanjut potensi wisata sejarah Afghanistan. Kami memiliki sejarah 5.000 tahun yang menarik. Afghanistan bukan cuma cerita mengenai konflik dan kemiskinan,” kata Samir Ahmadzai, seorang sarjana ekonomi yang mengikuti kelas pelatihan pariwisata.
Kategori perempuan wisatawan asing yang boleh masuk Afghanistan masih dibatasi. Perempuan diaspora Afghanistan yang telah menjadi warga negara lain sama sekali tidak boleh masuk kecuali bersama ayah, suami, atau saudara laki-laki. Dilansir dari publikasi pariwisata NZZ edisi 7 September 2023, Emma Witters adalah salah seorang perempuan wisatawan pertama yang masuk ke Afghanistan, terhitung sejak tahun 2021. Witters adalah warga negara Inggris dan memiliki blog perjalanan keliling dunia. Ia memiliki kanal di Youtube dan rutin mengunggah video wisatanya di Afghanistan. ”Saya memperhatikan aturan lokal, misalnya tidak pernah melepas kerudung. Kamera saya tempeli dengan stiker Youtube untuk menandakan saya seorang vloger. Setiap kali berpindah provinsi, paspor saya juga selalu dicap,” tuturnya. Witters mengaku tidak pernah menemui bahaya selama bepergian di Afghanistan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023