Ekonomi
( 40461 )Posisi Politik Palestina di PBB Makin Menguat
Lolosnya Resolusi Majelis Umum PBB yang mengesahkan pemberian hak-hak istimewa bagi Palestina memperkuat posisi politik negara itu di forum internasional. Isu dan peran Palestina di PBB pun akan semakin meningkat. Indonesia menjadi satu dari 77 negara sponsor resolusi yang berjudul ”Admission of New Member in the United Nations” tersebut. Dalam pemungutan suara yang digelar di Markas Besar PBB di New York, AS, Jumat (10/5) resolusi itu didukung 143 negara. Sebanyak sembilan negara menolak dan 25 negara lainnya abstain. Kesembilan negara yang menolak itu adalah Israel, AS, Argentina, Ceko, Hongaria, Mikronesia, Papua Niugini, Nauru, dan Palau. ”Ini momen yang sangat bersejarah. Resolusi ini adalah sebuah terobosan bagi kesetaraan hak bangsa Palestina. Resolusi ini akan memberikan visibilitas politik yang lebih tinggi atas isu dan peran Palestina di PBB,” kata Menlu Negeri Retno Marsudi, Sabtu (11/5), di Jakarta.
Resolusi tersebut intinya memberikan hak istimewa bagi Palestina hampir sama dengan status keanggotaan penuh, kecuali hak voting. Ini pertama kalinya sebuah negara pengamat diberi hak dan kewenangan khusus mendekati anggota PBB lainnya. Sebelumnya, Palestina telah menjadi negara pengamat di PBB sejak tahun 2012. Status itu membuat Palestina hanya bisa menyampaikan pandangan. Palestina tidak bisa dipilih atau memilih dalam aneka persidangan atau proses di PBB dan badan-badan PBB. Status itu diperoleh setahun setelah Palestina gagal menjadi anggota penuh PBB. Meski gagal 13 tahun lalu, Palestina terus berusaha sampai sekarang. Kini, usaha itu tidak sia-sia. Meski tidak mengikat, resolusi Majelis Umum PBB tetap penting bagi upaya Palestina jadi anggota penuh organisasi tersebut. Resolusi meningkatkan derajat hak Palestina menjadi anggota. Pengesahan resolusi membuka peluang lebih besar bagi Palestina bergabung di berbagai badan dan kantor di bawah PBB. (Yoga)
Libur Akhir Pekan di Gembira Loka
Wisatawan terlihat menaiki wahana perahu cepat yang menjadi wahana favorit selain melihat binatang di Kebun Binatang Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Sabtu (11/5/2024). Momen libur cuti bersama dan akhir pekan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di sejumlah obyek wisata. Jumlah pengunjung kebun binatang Gembira Loka pada libur cuti bersama ini naik dari biasanya 2.000 orang per hari menjadi sekitar 7.000 orang per hari. Adapun tiket masuk di hari kerja Rp 60.000 sedangkan pada akhir pekan Rp 75.000 (Yoga)
Bukit-bukit Rwanda Menjadi Saksi
Selasa (30/4) dini hari, udara terasa sejuk di Kigali, Rwanda. Tak lama hujan mereda, tampaklah burung-burung bermain-main pada dahan pohon di belakang balkon penginapan. Dari balkon itu tampak bukit-bukit hijau di kejauhan, berbaris indah mengelilingi kota. Wajarlah Kigali dikenal sebagai ”Kota Seribu Bukit”. Pesona lembah dan perbukitan kini menjadi andalan pariwisata Rwanda. Orang datang dan mengagumi wajah Kigali nan bersih yang membawa kota itu berjuluk kota terbersih di Afrika. Wisatawan pun memilih Rwanda sebagai tujuan ekowisata karena beragam pilihan yang ditawarkan, mulai dari mendaki gunung, menikmati danau-danau indahnya, bercengkerama dengan gorila gunung, melihat rombongan gajah, hingga mengamati burung-burung.
Ekowisata Rwanda menyuntikkan 80 % sumber pemasukan negeri itu, membawa kekaguman akan ekonomi berkelanjutan di negeri di bagian timur Afrika itu. Setelah genosida, yang membantai 800.000 jiwa minoritas etnis Tutsi hanya dalam 100 hari, Dalam 30 tahun kemudian, Rwanda tampil sebagai negara yang dikenal dengan warganya yang ramah. Pariwisata mendongkrak pertumbuhan Rwanda tercepat di Afrika, bahkan yang paling cepat pulih pascapandemi Covid-19. Pariwisata berhasil menyumbang pertumbuhan dengan angka yang spektakuler, melesat hinga 247 juta USD pada semester I-2023, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar 158 juta USD (Bank Dunia).
Pemandu wisata sekaligus pemilik usaha Fab Ecotour, Fabrice Mogabe, sambil berkeliling kota menceritakan kisah kebangkitan Rwanda. Genosida memberi pelajaran penting bagi Rwanda, betapa berharganya hidup dalam persaudaraan. ”Kini, kami tak lagi menyebut apakah kami seorang Tutsi atau Hutu, tetapi kami adalah Rwanda,” katanya. Fabrice membawa berkeliling ke Museum Kampanye Antigenosida, di Gedung Parlemen Rwanda yang hanya memakan waktu 15 menit berkendara dari penginapan. Iteru, pemandu museum menjelaskan dengan runut perjalanan Rwanda yang semula hidup dalam damai, berubah menjadi neraka. Seiring hadirnya kolonial di negeri itu, pemisahan identitas berdasarkan perbedaan etnis dinyalakan.
Kebencian dihidupkan bagi kelompok minoritas, yakni suku Tutsi dan Hwa. Akhirnya, melahirkan pembantaian massal. Tragedi yang berlangsung 100 hari, mulai 7 April hingga 15 Juli 1994, menewaskan 800.000 jiwa, artinya dalam sehari, 8.000 warga dibantai. Perjalanan singkat ini menghadirkan tekad besar Rwanda menata kembali diri. Rwanda telah membangun citranya menjadi harum. Di sepanjang perjalanan kami dalam kota Kigali, sampah tak terlihat. Bahkan, tak satu pun puntung rokok ataupun sebatang sedotan tampak tercecer di jalan. Gorong-gorong dan selokan juga bersih dari sampah. Bahkan, tak ada sisa lumpur mengendap di dasar selokan. Bukit-bukit yang berbaris indah itu menjadi saksi. Takkan ada lagi tangis dan darah selain pesona alam dan hangatnya persaudaraan. (Yoga)
Bertahan Hidup di Ujung Rawa Bunga
Ahmad (64) menata batu alam dan cincin ringnya di trotoar Jalan Bekasi Barat, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jaktim, Sabtu (20/4). Sudah 40 tahun ia berjualan di trotoar jalan tersebut. Ada puluhan pedagang kecil yang berjualan aneka barang di depan toko lama sepanjang Jalan Bekasi Barat dari ujung pertigaan Jalan Matraman hingga Stasiun Jatinegara. ”Dulu batu alam pernah berkibar pada masa jayanya sekitar tahun 2015, kini hanya terbatas pada pencinta batu alam saja,” kata Ahmad. Lapak penjual di trotoar dan pertokoan lama kini bernasib sama, sepi pembeli, dan hanya bisa bertahan tanpa bisa melihat masa depan. Pandemi yang disusul dengan maraknya penjualan daring semakin meredupkan aktivitas ekonomi di kawasan ini.
Sebagian toko mengurangi jumlah karyawan. Sebagian tutup. Hanya toko tertentu yang ramai pembeli pada akhir pekan. Sebuah toko sepatu yang dulu mempekerjakan 13 pegawai, kini hanya tiga pegawai. Toko kecil lainnya kini hanya mempunyai satu pegawai. Kawasan ini dari dulu dikenal ramai oleh lapak servis kacamata, servis jam tangan, servis jam dinding, lapak buku bekas, jasa pigura, toko sepatu, toko sepeda, toko barang pecah belah, hingga toko elektronik. Untuk melintasi trotoar saja dulu harus berdesakan dengan calon pembeli lain. Kini, trotoar kosong dan lega. Di satu sudut jalan, seorang tukang pijat tertidur menunggu pelanggan. Kini, lapak dan pertokoan hanya menunggu pelanggan setia mereka yang entah kapan datang. Menua dan sepi tergerus zaman. (Yoga)
Harum Aroma Cuan Kopi & Kakao
Bukan cuma kelapa sawit, Indonesia punya komoditas unggulan perkebunan lainnya, mulai kopi, kakao, teh, cengkeh, hingga rempah. Indonesia pernah berjaya dan dikenal dunia karena merupakan penghasil utama berbagai komoditas perkebunan tersebut. Sebut saja, kopi. Indonesia merupakan produsen terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Vietnam. Produksi kopi Indonesia mencapai 765. 415 ton pada tahun 2023. Kini, para pekebun kopi di dalam negeri tengah menikmati berkah lonjakan harga kopi khusunya robusta, akibat pasokan dari Vietnam sebagai produsen utama yang seret menyusul kekeringan. Tercatat, harga kopi robusta di pasar berjangka naik lebih dari 2% menjadi US$ 3.496 per ton di bursa London pada Kamis (9/5), setelah naik 1,1% sehari sebelumnya.
Ketua Kompartemen Kopi Specialty & Industri Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Moelyono Soesilo bilang, ekspor kopi Indonesia banyak mengisi pangsa pasar Amerika Serikat, Mesir, Malaysia, Jepang, serta Jerman. Harga kakao pun naik gila-gilaan tahun ini. Produksi yang lebih rendah di Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia, menjadi faktor utama kenaikan harga kakao. Tak pelak, harga kakao untuk kontrak Juli 2024 di bursa komoditas berjangka New York melambung hingga 13,47% atau mencapai US$ 8.610 per ton. Harga saat ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harga kakao global pada 2023 di kisaran US$ 3.000 per ton. Ketua Umum Asosiasi Petani Kakao Arief Zamroni mengungkapkan, Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar keenam, menurut International Cocoa Organization (ICCO). Produksi kakao kita bisa terus digenjot lantaran tersebar di banyak wilayah, mulai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTT, hingga Papua.
Penumpang Whoosh Naik 30% saat Long Weekend
Konflik dan Cuaca, Momok Emiten Sawit
Kinerja sejumlah emiten minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) masih mampu mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2024. Meski ada emiten yang mencatatkan penurunan pendapatan di periode tersebut.Misalnya PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pendapatan Rp 879,46 miliar di kuartal I 2024. Pencapaian ini turun 2,73% secara tahunan alias year on year (yoy). Namun laba bersih LSIP melesat 141% yoy menjadi Rp 269 miliar di kuartal I-2024. Sedangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,59% menjadi Rp 230,5 miliar di periode Januari-Maret 2024. Ini berkat kenaikan pendapatan bersih ALLI sebesar 0,8% menjadi Rp 4,79 triliun di kuartal I-2024.
Fenny Sofyan, Vice President Investor Relation & Public Affairs AALI memaparkan, hasil tersebut disebabkan kenaikan penjualan CPO dan turunannya sebesar 3,9% yoy. Analis Phillip Sekuritas, Marvin Lievincent melihat, kinerja keuangan mayoritas emiten CPO di kuartal I 2024 tercatat lebih baik dari periode serupa tahun lalu. Namun, ketidakstabilan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah masih menekan harga saham emiten CPO. Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan melihat kinerja emiten CPO di kuartal I-2024 masih dipengaruhi el nino pada akhir 2023. Untungnya, sejumlah emiten memiliki tanaman sawit di usia prima. Alhasil, produksi tanaman sawit mereka lebih tinggi dibandingkan emiten lainnya. Sedangkan transisi cuaca dari El Nino ke La Nina ia nilai bisa mengganggu produksi tanaman. Namun, di sisi lain, harga pupuk di tahun ini masih bisa lebih rendah, sehingga bisa mengurangi biaya operasional para emiten.
Berkah Bisnis Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah menjadi unsur penting untuk mencapai pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Apalagi di tengah tuntutan terhadap pemenuhan aspek environmental, social & governance (ESG) dalam bisnis perusahaan. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menjaring peluang dari meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan limbah. Berdiri pada 23 September 2004, MHKI bergerak di bidang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3. Operasional bisnis MHKI terintegrasi ke dalam beberapa kegiatan. Di antaranya adalah usaha pengangkutan, pengumpulan, pengolahan serta pemanfaatan limbah B3 dan non-B3, yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Alwi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Multi Hanna Kreasindo mengatakan, prospek pertumbuhan bisnis pengolahan limbah di Indonesia masih sangat besar. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri yang akan mendongkrak produksi limbah B3 maupun non-B3. Jasa pengelolaan limbah menjadi segmen bisnis utama MHKI dengan kontribusi sekitar 65% terhadap kinerja keuangan. MHKI berhasil menggandeng sejumlah perusahaan besar sebagai klien, seperti Pertamina, Astra, PLN TJB, YKK, Smart dan Panasonic. Dalam menopang operasional bisnisnya, saat ini MHKI memiliki satu pabrik pengolahan di Kota Bekasi. Untuk menangkap peluang bisnis yang terus berkembang, MHKI pun menggelar ekspansi dengan membangun pabrik baru di Lamongan, Jawa Timur. Dalam ekspansi tersebut, MHKI telah mengakuisisi lahan seluas 3,7 hektare.
MHKI menargetkan pabrik baru di Lamongan ini dapat beroperasi pada awal tahun 2025 sebagai unit pengumpul limbah, dan akan berproses setiap tahun dengan memiliki unit pengolahan dan pemanfaatan limbah. Langkah ini diharapkan bisa memperluas jangkauan bisnis MHKI dari yang saat ini masih bertumpu di Pulau Jawa. Untuk memenuhi kebutuhan investasi dalam rencana ekspansinya, MHKI telah menghimpun dana lewat initial public offering (IPO). Dengan melepas sebanyak 750 juta saham atau setara 20% dari modal ditepatkan dan disetor penuh, MHKI berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 120 miliar.Pada tahun 2024, MHKI menargetkan pertumbuhan pendapatan di level 15% hingga 20% secara tahunan. Seiring kenaikan pendapatan, Alwi optimistis laba bersih MHKI juga akan bertumbuh
Unitlink Saham Dolar Mekar
Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi) alias unitlink saham berbasis dolar Amerika Serikat (AS) mencatat kinerja positif per April 2024. Infovesta Utama mencatat, sejumlah unitlink berbasis dolar AS mencetak return dua digit. Contohnya unitlink besutan Prudential Life Assurance, yakni PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund. Unitlink ini mencetak return 17,29% sejak awal tahun ini. Unitlink saham berbasis dolar AS milik Allianz Life, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$, juga mencetak return dua digit di level 11,21% secara year to date. Sedangkan unitlink lainnya masing-masing membukukan imbal hasil satu digit.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani bilang, kenaikan kinerja unitlink saham berbasis dolar AS ditopang menguatnya pasar saham negeri Paman Sam sejak awal tahun. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebut, di Prudential, PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund mencetak imbal hasil tertinggi dibanding produk sejenis lainnya. "Ini ditopang naiknya saham sektor teknologi global selama Januari hingga April 2024," ujarnya, Kamis (9/5). Karin optimistis, PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund masih berpotensi mencatat kinerja positif. Ini seiring potensi kenaikan saham-saham teknologi global. Plt Direktur Utama BNI Life Insurance Eben Eser Nainggolan menyatakan, suku bunga tinggi akan berangsur turun di 2024.
Pelaksanaan Kewajiban Spin Off UUS Berjalan Lamban
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









