Ekonomi
( 40460 )PDB Jepang Akan Kontraksi
CGAS Bidik Peningkatan Penjualan Hingga 30%
DIVIDEN JUMBO PELECUT BURSA
Sejumlah emiten BUMN menggelontorkan dividen jumbo tahun buku 2023 di tengah upaya menghadapi penurunan kinerja indeks saham pelat merah sepanjang tahun berjalan serta dampak sell in May. Kedua fenomena ini telah menekan pasar saham domestik. Sejak awal tahun sampai sekarang (year-to-date/YtD), koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat 2,53%. Di tengah koreksi tersebut, kinerja indeks saham BUMN pilihan atau IDXBUMN20 turun lebih dalam hingga 7,39% (YtD). Adapun, tekanan dari ‘sell in May and go away’ biasanya memicu aksi jual yang dikhawatirkan dapat memberikan dampak kurang menggembirakan pada performa saham-saham BUMN.
Berdasarkan siklus pasar saham selama 3 tahun terakhir, kinerja indeks pada Mei selalu mengalami koreksi seperti pada Mei 2023 melemah 4,08%. Selanjutnya, pada Mei 2022 melemah 1,11%, dan pada 2021 terkoreksi 0,8%. Adapun, kinerja IHSG sepanjang Mei 2024 sudah terkoreksi 0,02%. Oleh karena itu, gelontoran dividen BUMN besar-besaran diharapkan dapat menjadi katalis positif yang mendorong perbaikan kinerja indeks ke depan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 11 dari 20 konstituen indeks BUMN 20 memutuskan untuk membagi dividen dari laba bersih 2023. Bagi-bagi dividen gemuk dalam waktu dekat setidaknya akan datang dari ANTM, PTBA, JSMR yang menggelontorkan dividen secara berurutan Rp3,07 triliun, Rp4,57 triliun, dan 274,8 miliar. Toto Pranoto, Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), mengatakan dividen yang dibagikan emiten BUMN memberikan sinyal bahwa kinerja pelat merah masih di jalur positif.
Di sisi lain, beberapa sektor akan menjadi pemberat indeks saham BUMN. Sebut saja sektor BUMN karya dan perusahaan pelat merah penghasil komoditas mineral dan batu bara, yang mengalami tren menurun akibat moderasi harga komoditas. Emiten anak usaha Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir Mei 2024, tepatnya pada Selasa (28/5). Emiten gas bumi ini pun menjanjikan rasio dividen meningkat. Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio mengatakan, dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan perseroan akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Intinya, rasio kami dibandingkan dengan post-IPO naik dividend payout ratio-nya,” tuturnya. Pembagian dividen PGEO berdasarkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$163,59 juta, atau setara dengan Rp2,53 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28,47% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan 2022 sebesar US$127,34 juta.
Sementara itu, emiten grup holding tambang, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memastikan rasio pembayaran dividen yang mencapai 100% dari laba bersih 2023, tidak akan mengusik rencana investasi perusahaan pada tahun ini. Direktur Pengembangan Usaha Aneka Tambang I Dewa Wirantaya menyatakan pembagian dividen dari seluruh laba bersih 2023 tidak akan mengganggu rencana investasi perusahaan sepanjang tahun ini. Pada 2024, Antam mengalokasikan Rp4,5 triliun untuk investasi organik dan anorganik. Dihubungi terpisah, Tim Riset Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menuturkan deretan saham BUMN saat ini masih cukup tergerus oleh maraknya sentiment negatif di pasar saham.
Menanti Tuah Dividen dan IPO Jumbo
Performa indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam sepekan relatif memble. Tidak banyak katalis positif yang merangsang pergerakan indeks komposit. Padahal, aksi korporasi yang digelar emiten sejak awal pekan terpantau ramai. Ada dua penawaran perdana saham ke publik (initial public offering/IPO) yang dicatatkan oleh PT Remala Abadi Tbk. (DATA) pada Selasa (7/5) dan PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) yang digelar Rabu (8/5). Kedua saham anyar itu dicatatkan di papan pengembangan. Memang, tidak banyak dana yang diangkut dari lantai bursa. DATA, misalnya, hanya meraup Rp51,7 miliar dari 275 juta saham yang diterbitkan. Itu merepresentasikan 20% saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Menariknya, kedua saham IPO itu melejit di hari perdana pencatatannya di Bursa Efek Indonesia. Penggiat pasar dan investor sepertinya menaruh prospek yang baik terhadap DATA dan SOLA kendati tergolong saham-saham medioker.
Kami mencatat ada 15 emiten yang menjadwalkan cum dividen pada pekan ini. Tiga di antaranya bakal membagikan dividen yang relatif besar. Pertama, PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) telah mengunci daftar pemegang sahamnya di pasar regular dan negosiasi pada Selasa (7/5) lalu.
Emiten kedua yang pekan ini menyampaikan tenggat cum dividen yakni PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO).
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) menjadi emiten ketiga yang terpantau bakal cukup besar membagikan dividen dengan cum date terjadwal pekan ini.
ASII akan membayarkan dividen tunai senilai Rp17,04 triliun atau setara Rp421 per lembar untuk investor yang memiliki saham perusahaan sampai dengan Senin (13/5) di pasar reguler dan negosiasi. Adapun, TLKM juga bakal membagikan dividen senilai total Rp17,68 triliun dari laba tahun buku 2023.
Merger Tokped-Tiktok, Siapa Untung?
Merger antara PT Tokopedia dengan Tiktok dinyatakan telah tuntas oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Konsolidasi antara Tiktok dengan Tokopedia diharapkan akan memberikan manfaat dan menguntungkan bagi pelaku UMKM lokal. Namun, apakah upaya pemerintah sudah cukup untuk menjaga kepentingan pengusaha UMKM di dalam negeri? Sejalan dengan kembali beroperasinya Tiktok Shop, para konsumen di Indonesia dapat mengakses berbagai macam produk dan jasa, baik produk UMKM lokal maupun produk impor yang didistribusikan oleh reseller lokal. Seiring dengan perubahan selera pasar dalam negeri dan semakin luasnya jumlah audience pengguna e-commerce, tak mudah bagi produsen UMKM lokal untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen tersebut. Sependapat dengan Ajay Tawde, Head of Experience Ogilvy untuk Indonesia, ada kekhawatiran terjadinya ketimpangan kapasitas produksi antara pelaku bisnis besar dan produsen lokal (Campaign Asia, 2024).
Oleh karena itu, Tiktok dan Tokopedia perlu bertanggung jawab memastikan terjadinya persaingan yang adil bagi seluruh pelaku bisnis, dari kapasitas kecil hingga besar. Ada beberapa hal yang sepatutnya menjadi perhatian pemerintah dalam menyikapi beroperasinya Tiktok Shop di Indonesia. Pertama, perlu memahami bahwa integrasi antara e-commerce dan sosial media merupakan tren yang tidak bisa dihindarkan. Kedua, perlu strategi cermat untuk menyikapi penggunaan data pribadi konsumen oleh pemilik sistem platform. Keberadaan Tiktok Shop di Indonesia dikhawatirkan menyebabkan perusahaan asing dapat melacak data pasar dan konsumen di Indonesia, di mana pihak asing dapat mematok harga produk yang lebih murah sehingga dapat merugikan pasar dan pelaku bisnis di dalam negeri.
Di satu sisi, data dan informasi tentang preferensi pembeli serta dinamika kondisi pasar justru merupakan kunci untuk mengupayakan proses digitalisasi kegiatan ekonomi. Tanpa adanya big data, pelaku usaha tidak dapat menganalisis dan membuat keputusan bisnis yang tepat.
PASAR SBN : Aliran Keluar Modal Asing Mencapai Rp46,61 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran keluar modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) telah mencapai Rp46,61 triliun hingga 7 Mei 2024. “Selama tahun 2024, berdasarkan data settlement sampai dengan 7 Mei 2024, nonresiden jual neto Rp46,61 triliun di pasar SBN,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/5). Aliran modal asing yang masuk ke pasar saham tercatat sebesar Rp3,83 triliun hingga 7 Mei 2024. Sementara itu, infl ow di SRBI lebih tinggi, mencapai Rp31,43 triliun. Adapun, khusus pada pekan kedua Mei 2024, Fadjar menyampaikan terjadi aliran masuk modal asing sebesar Rp4,04 triliun. Perinciannya, pembelian SBN oleh nonresiden di pasar keuangan domestik sebesar Rp2,36 triliun pada 6—7 Mei 2024.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan bahwa kembali masuknya aliran modal asing di pasar keuangan domestik, salah satunya didorong oleh kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% pada April lalu. Pada perkembangan lain, Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati kerja sama penggunaan mata uang lokal masing-masing negara dalam transaksi perdagangan antara kedua negara. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Gubernur Bank Sentral UEA Khaled Mohamed Balama.
AKSI KORPORASI : Peleburan BUMN Karya Ditargetkan Tuntas Kuartal III
Kementerian BUMN menargetkan penggabungan tujuh BUMN Karya menjadi tiga perusahaan bisa rampung pada September 2024. Penggabungan tersebut membuat perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah berjalan sesuai spesialisasinya. Tujuh BUMN itu adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Rencananya, ADHI akan menjadi induk holding bagi Brantas dan Nindya, sementara Waskita akan bergabung ke Hutama Karya. Adapun PTPP dipasangkan dengan WIKA. “September, kita tunggu saja. Itu sudah semua. Mudah-mudahan semua BUMN Karya,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga di Jakarta, Selasa (7/5). Selain jalan tol, berdasarkan paparan Kementerian BUMN dalam rapat dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu, kedua perusahaan tersebut juga diarahkan untuk menggarap proyek nontol, institutional building, hingga residensial komersial. Sementara itu, WIKA dan PTPP fokus menggarap pelabuhan laut, bandara udara, EPC, serta residensial.
Adapun ADHI, Nindya Karya, dan Brantas Abipraya memegang spesialisasi konstruksi di sektor air, kereta, rel, dan beberapa sektor lainnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menyampaikan bahwa perseroan telah mempersiapkan sejumlah hal guna menyambut instruksi Kementerian BUMN terkait rencana peleburan tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson menyatakan telah menerima surat persiapan dari Erick Thohir perihal rencana pembentukan holding BUMN Karya. Entus menjelaskan bahwa saat ini perseroan sedang menghitung valuasi perusahaan secara mandiri, tanpa melibatkan Brantas Abipraya dan Nindya Karya.
Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menuturkan Kementerian BUMN telah melakukan kajian penggabungan antara PTPP dengan WIKA. Proses ini pun diperkirakan sudah menuai hasil.
DANA PARIWISATA BERKELANJUTAN : GIPI Usul Dana Dikelola BLU
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengusulkan pemerintah untuk membentuk badan layanan umum untuk mengelola dana pariwisata berkelanjutan. Hal itu disampaikan Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani menyikapi kebijakan pemerintah yang memastikan dana pariwisata berkelanjutan tidak akan dibebankan kepada wisatawan melalui tiket pesawat. “Kita kepikiran bikin BLU khusus pengelola dana pariwisata, itu [sumber dananya] nanti bisa diambil dari APBN,” kata Hariyadi, Jumat (10/5).
Pemerintah sebelumnya berencana untuk memungut dana pariwisata melalui iuran pariwisata. Iuran pariwisata ini dipungut melalui tiket pesawat. Usai mendapat berbagai macam masukan dari pihak terkait, pemerintah akhirnya membatalkan rencana tersebut. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya tengah mengajukan agar dana pariwisata tidak dibebankan ke wisatawan termasuk wisatawan dalam negeri.
Pasalnya, kata Sandiaga, kontribusi pariwisata terhadap penerimaan sangat besar dan sektor ini diharapkan meraup devisa sekitar US$15 miliar hingga US$20 miliar pada 2024.
Pemerintah mengincar dana awal sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut diharapkan dapat memberikan modal untuk meningkatkan promosi sektor pariwisata.Hingga saat ini, pemerintah masih menggodok rencana Peraturan Presiden (Perpres) Dana Pariwisata Berkelanjutan.
PROYEKSI PENJUALAN MOBIL : Penjualan Mobil Tetap Menantang
Situasi perekonomian diperkirakan masih belum akan berpihak pada industri otomotif. Penjualan mobil terpantau masih lesu sampai dengan April 2024 dan masih akan berlanjut hingga sepanjang kuartal II/2024. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2024 sebesar 5,11% belum cukup untuk memberikan sentimen positif terhadap penjualan mobil. Pasalnya, perekonomian Tanah Air masih tetap menantang pada kuartal-kuartal berikutnya. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan untuk mengerek naik penjualan mobil setidaknya laju ekonomi Indonesia harus tumbuh di level 5%. Sementara, ekonomi kuartal II/2024 masih terjal sehingga berharap mengalami perbaikan. Berdasarkan Gaikindo yang diterima Bisnis, penjualan mobil domestik secara wholesales pada Januari—April 2024 sebanyak 263.706 unit atau turun 22,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 341.582 unit.
Penjualan secara ritel pada Januari—April 2024 sebanyak 289.551 unit atau turun 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 339.954 unit. Bila melihat data terbaru dari Gaikindo, PT Astra International Tbk (ASII) masih memimpin pasar domestik secara wholesales. Hal ini terlihat dari total penjualan Toyota mencapai 80.856 unit pada Januari—April 2024 dengan pangsa pasar dari Toyota berada di level 30,7% dari total nasional. Kemudian entitas Astra lainnya yakni Daihatsu mencatatkan total penjualan yang menembus 55.484 unit pada Januari—April 2024 dengan pangsa pasar 21%.Honda memiliki catatan penjualan 32.677 unit pada Januari—April 2024 dengan pangsa pasar 12,4%.
Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan motor domestik mencapai 2.154.226 unit pada Januari—April 2024 atau turun 1,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.178.396 unit.Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan kenaikan harga bahan pokok terutama dari sektor pangan menyebabkan masyarakat turut mengurangi pembelian barang yang bersifat sekunder.
STRATEGI PEMASARAN : GERILYA DESSERT PREMIUM DI MEDIA SOSIAL
Persaingan di pasar bisnis makanan dan minuman, terutama untuk kategori camilan, sangat dinamis dan kompetitif di Indonesia. Untuk menaklukkannya diperlukan strategi yang tepat, apalagi jika bermain di segmen premium. Rasa-rasanya mayoritas orang Indonesia menyukai camilan. Apalagi camilan manis yang dipercaya dapat mengembalikan mood seseorang. Tak heran bila banyak pelaku usaha yang menjajakan berbagai produk camilan atau dessert, mulai dari kaki lima (street food) hingga yang premium. Untuk mengembangkan bisnis dessert premium, dibutuhkan strategi khusus dalam meningkatkan brand awareness sehingga bisa mendapatkan potensi pasar yang tepat. Salah satu strategi yang dimanfaatkan pelaku bisnis adalah digital marketing melalui media sosial.
Hal ini pula yang dilakukan oleh Fildzah Shabrina, Founder Dizzy Miss Fudgy yang memulai bisnisnya pada 2020. Ketika itu dia baru saja menginjak usia 25 tahun dan sedang berada pada fase quarter life crisis yang sempat membuatnya stres. Bukanya tenang, Fina malah merasa semakin bete hingga akhirnya dia mencoba membuat sendiri makanan manis di rumah dengan menggunakan alat yang terbatas dan tanpa memiliki kemampuan membuat kue sama sekali. “Ketika aku buat ternyata enak dan sesuai dengan lidah sendiri, aku suka dan mood aku jadi membaik,” ucapnya. Dari sinilah ide bisnis itu tercetus. Fina mulai melakukan trial and error hingga pun berhasil menemukan formulasi yang tepat. Perempuan yang pernah bekerja di salah satu perusahaan media digital ini mengatakan ada beberapa strategi yang dilakukan untuk membuat produknya laris manis meski dijual dengan harga yang premium. Pertama harus memiliki karakter yang menarik dan unik untuk membedakannya dengan dessert lain. Kedua, memiliki kemasan yang menarik.
Packaging merepresentasikan produk yang dijual dan memberikan kesan pertama bagi konsumen.
Ketiga, membuat berbagai konten di media sosial yang memang sedang ramai dibicarakan dan berhubungan dengan apa yang terjadi di masyarakat, mulai dari meme, informasi dan hiburan, story telling, hingga edukasi.
Sementara di TikTok, Fina akan memperbanyak story telling dengan menceritakan proses di balik layar, termasuk melakukan siaran langsung pada saat memproduksi kue atau mengemas pesanan.
Pelaku usaha lainnya yang juga memaksimalkan strategi digital marketing adalah Saprian, Co-Founder Dream Puff, produsen dessert asal Yogyakarta yang saat ini sedang viral dan tengah menjadi incaran wisatawan.
Sama seperti Dizzy Miss Fudgy, Dream Puff juga diluncurkan pada saat pandemi sekitar awal 2021. Saprian tidak menyangka bahwa bisnis yang dia kembangkan bersama sang istri, Nurul Maulidiya mendapat sambutan hangat dari masyarakat hingga mampu menjual ribuan produk per bulan. Untuk viral, Saprian memikirkan betul strategi yang akan dilakukan saat memanfaatkan media sosial.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









