Ekonomi
( 40554 )Edi Susanto Pelestari Ukiran Penuh Makna
Cinta Edi Susanto (44) ikut menyelamatkan seni ukir Kalimantan. Ukiran dianggapnya mampu menghadirkan masa lalu yang hilang sekaligus merefleksikan perjalanan hidup ke depan. Sebanyak 13 potong kayu ulin atau belian sepanjang 60-80 cm dan lebar 8 cm berjajar di halaman rumah Edi di Kelurahan Akcaya, Pontianak, Kalbar, Selasa (9/7). Potongan kayu itu diukir Edi dengan beragam motif, mulai dari wajah manusia, bunga terong, hingga puncak pakis yang melengkung. Potongan kayu itu diklaim bukan hasil pembalakan liar yang hingga kini masih membelit Kalimantan. Kayu langka itu adalah sisa bahan pembuatan rumah warga tahun 1990-an di kampungnya yang terletak di Kabupaten Landak. Masih berstatus ASN, Edi mengukir sepulang kerja, pukul 16.00 hingga malam.
Motif ukirannya biasa digunakan sebagai pantak di subsuku Dayak Balangin. Pantak merupakan orang yang dituakan atau mempunyai pengaruh di suatu kampung yang telah meninggal. Sosoknya dihadirkan lewat patung. Dulu, pantak menjadi jembatan untuk meminta bantuan kekuatan dan panen yang bagus. Namun, ukiran patung yang dibuat Edi tidak memiliki spiritualitas seperti itu. Ia melihatnya sebagai karya seni dan pengingat warisan budaya. Ketertarikannya pada seni ukir muncul sejak kuliah di Jurusan Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, pada 2000-2003. Kala itu, Edi aktif di sanggar seni di Rumah Betang, Pontianak. Di sana, dia kerap melihat berbagai kegiatan budaya, salah satunya mengukir. Edi baru mulai mengukir pada 2012. Ide mengukir muncul saat melihat ukiran pada dua tiang kayu ulin di depan Gereja Katedral Pontianak yang bermotif burung ruai dan manusia.
Edi mengukir agar budaya itu tidak putus sebagai salah satu identitas dan karya seni. Ketika ada ukiran di depan rumah, hal itu diharapkan menjadi identitas khas rumah orang Dayak. Ia rela melakukan apa saja untuk melestarikan budaya ukir. Ia juga memberi kenang-kenangan ukiran kepada teman-temannya sesama orangtua murid di sekolah. Bahkan, rekan kerjanya dalam tim pemadam kebakaran diberi ukiran kayu secara cuma-cuma berbentuk kepala naga pada 2018. Belasan teman yang memiliki minat khusus pernah meminta Edi membuat ukiran untuk hiasan rumah, dengan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih kendati uang bukan tujuan Edi dalam mengukir. Ukiran, kata Edi, menjadi medium merefleksikan hidup. Salah satu ukiran di teras rumahnya, dijadikan bentuk refleksi perjalanan hidupnya.
Hal itu tertuang pada ukiran setinggi 4 meter dengan lebar 15 cm. Di bagian atas ada manusia yang berdiri dengan agung simbol kesuksesan. Lalu, di bawahnya ada sekelompok orang menopang motif manusia. Pesannya, di balik kesuksesan ada orang-orang yang jungkir balik mendukung seseorang, entah keluarga atau siapa pun. Edi menyadari, melestarikan budaya ukir menghadapi tantangan. Terlebih bahan baku sudah tak mudah ditemukan. Transfer ilmu juga sulit. Sebab, diperlukan minat karena mengukir bagi sebagian orang melelahkan. Beberapa anak muda yang mencoba belajar mengukir di rumahnya tidak bisa konsisten sehingga berhenti. Tapi, Edi pantang menyerah. Selain terus berjejaring dengan pengukir lain di media sosial, tangannya tetap terbuka untuk berbagi ilmu pada siapa saja. (Yoga)
KAI Terlilit Utang Rp 56 T, Negara Wajib Hadir
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membukukan pembengkakan utang menjadi Rp 56 triliun kuartal I-2024 dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp 50 triliun. Sejumlah kalangan mendesak pemerintah hadir untuk membantu KAI mengatasi masalah tersebut. Lonjakan utang KAI dipicu megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dan LRT Jabodetabek. Sejalan dengan itu, KAI memutuskan tidak membagikan dividen ke pemerintah. KAI mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,8 triliun pada tahun anggaran 2025 untuk mendukung pengaduan sarana KRL Jabodetabek, termasuk mendatangkan 11 rangkaian kereta baru dari luar negeri. Selain KAI, BUMN transportasi lainnya industri Kereta Api (PT INKA) mengajukan PMN Rp 976 miliar, PT Pelayaran nasional Indonesia (Pelni) Rp 2,5 triliun, dan Perum Damri Rp 1 triliun. Dengan demikian, total pengajuan BUMN transportasi Rp 6,27 triliun PMN. Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, wajar penugasan pemerintah dijalankan oleh BUMN. Dalam konteks ini, pemerintah perlu memberikan dukungan BUMN yang diberikan penugasan misalnya mellaui PMN. (Yetede)
Menanti Sinyal Positif Emiten Semen di Paruh Kedua 2024
Kenapa Mitigasi Pusat Data Nasional Berjalan Lamban
Salah Obat BUMN Sakit
Muncul Gugatan Setelah Peretasan Pusat Data Nasional
Rumah Kontainer yang Makin Diminati
Tiny house, yaitu konsep bangunan mungil yang dibangun atas gerakan sosial dan arsitektur yang mempromosikan ruang hidup sederhana, mulai diadaptasi banyak orang di dunia, termasuk pebisnis dan miliarder dunia asal AS, Elon Musk. Ia dikabarkan menjual rumah hingga vila mewahnya, lalu pindah ke rumah kubus seluas 37 meter persegi seharga 50.000 USD (Rp 800 juta dengan kurs Rp 16.000). Konsep konstruksi prefabrikasi atau prefab ini sudah ada di Indonesia dan banyak peminatnya. Spesialis modifikasi kontainer PT Baskoro Cahaya Continindo (BCC), yang eksis sejak 2018, belakangan banyak menerima permintaan produk tiny house yang dijual kurang dari Rp 100 juta. Segmen ini mengalahkan permintaan pembuatan stan kuliner yang mulanya menjadi fokus produksi mereka.
Presdir BCC Reynaldo Faula Baskoro berkata, dari tiny house yang marak di luar negeri. Mereka berimprovisasi menawarkan solusi konstruksi rumah minimalis hingga akomodasi pariwisata yang unik dan modern untuk pasar Indonesia. ”Awalnya kami desain agar kontainernya punya nilai lebih. Kami bikin konsep rumah, vila, glamping atau kemah mewah,” kata Aldo, awal Juli. Di lahan seluas 2.000 meter persegi di kawasan Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jabar, BCC mengolah kontainer yang hanya ada dua ukuran, volume 6 m x 2,5 m x 2,5 m dan 12 m x 2,5 m x 2,5 m, menjadi bangunan layak tinggal sesuai pesanan pembeli. Kontainer itu juga bisa dilengkapi kamar mandi atau set dapur. Untuk meredam panas, kontainer dilapisi cat tahan panas serta lapisan insulator di sekeliling kontainer. Penyejuk ruangan dapat dipasang untuk menyejukkan ruangan ketika ditinggali.
Debby (46), asal Bali, menjajal inovasi bangunan prefab setelah mengamati iklan dan presentasi di media sosial. Ia membeli satu unit bangunan prefab untuk usaha sewa penginapan di kawasan wisata Canggu pada 2023. Ia membeli produk berukuran studio 36 meter persegi yang berisi tempat tidur, lengkap dengan dapur dan kamar mandi. Produk itu jadi dalam waktu 45 hari dan terinstalasi dalam sebulan. Untuk produk dan seluruh jasa pengerjaan, dihargai sekitar Rp 400 juta. ”Aku mikir-nya praktis, kalau bangunan konvensional banyak pusingnya, mesti cari mandor yang ngerjain, harus disupervisi. Ini lebih efisien karena tinggal terima beres aja, dibanding pengalaman kami beberapa tahun sebelumnya membangun kos-kosan dengan bangunan konvensional,” tuturnya, Kamis (11/7). (Yoga)
Kilas Balik BSI dan Mimpi Besar Indonesia Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak kedua di dunia, Indonesia memiliki mimpi bisa menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia, tak lepas dari kontribusi sektor perbankan syariah, salah satunya PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI yang terbentuk dari Masterplan Ekonomi Syariah 2019-2024 pada Mei 2019. Target masterplan ini ialah meningkatkan skala usaha ekonomi dan keuangan syariah. Dimana perbankan syariah diharapkan dapat menopang pembiayaan bagi ekonomi syariah dan industri halal. Namun, pertumbuhan perbankan syariah domestik belum mampu meningkatkan pangsa pasarnya secara signifikan.
Keterbatasan aspek permodalan perbankan syariah membuat upaya-upaya ekspansi, memperbesar aset, menyalurkan pembiayaan, serta menghimpun dana pihak ketiga lebih lambat ketimbang perbankan konvensional. Guna mendukung masterplan itu, pemerintah merancang langkah merger bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang diikuti PT Bank BRI Syariah Tbk atau BRIS, PT Bank Syariah Mandiri, serta PT Bank BNI Syariah. Merger tersebut diharapkan dapat meningkatkan permodalan secara anorganik serta pangsa pasar perbankan syariah, juga menjadi respons atas integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk sektor jasa keuangan pada 2020, sekaligus diharapkan dapat bersaing dengan bank syariah kawasan lain, seperti Maybank Syariah dan CIMB Syariah.
Berdasarkan laporan keuangan 2020, total aset dari tiga bank tersebut Rp 214,7 triliun. Ketiga entitas tersebut menjadi entitas baru bernama BSI dan diresmikan oleh Presiden Jokowidodo pada 1 Februari 2021 di Istana Negara, Jakarta. Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, Kementerian BUMN terus mendorong BSI agar menjadi bank syariah terbesar dan berskala global (go global). Adapun keberadaan kantor cabang BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi langkah awal menghubungkan perbankan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah dunia. (Yoga)
BUMN Tekstil di DIY Rumahkan Karyawan
PT Primissima (Persero) BUMN bidang tekstil di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, menghentikan operasinya sementara karena kekurangan modal kerja. Akibatnya, ratusan karyawan perusahaan tersebut dirumahkan. Dirut PT Primissima (Persero) Usmansyah menyatakan, aktivitas operasional perusahaan itu berhenti sejak 1 Juni 2024, karena Primissima kekurangan modal kerja sehingga tidak memiliki uang untuk menggaji karyawan, membayar listrik, dan membeli bahan baku. Mulai 12 Juni 2024, sebanyak 425 karyawan Primissima dirumahkan. Selain itu, dua anggota direksi dan satu komisaris juga berstatus dirumahkan.
”Semua karyawan, termasuk direksi dan manajemen, dirumahkan karena ketidakmampuan kami membayar gaji,” kata Usmansyah, di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (11/7). Dua bulan terakhir, seluruh karyawan, manajemen, dan direksi Primissima belum dibayar gajinya. Ada pula kekurangan gaji beberapa bulan sebelumnya yang belum dibayar. Selama karyawan dirumahkan, perusahaan berjanji memberi 25 % gaji mereka. Namun, pembayaran 25 % gaji itu tidak bisa dilakukan sekarang karena Primissima masih kesulitan keuangan. Primissima merupakan perusahaan patungan pemerintah dan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), karena itu, perusahaan tekstil yang berdiri sejak tahun 1971 tersebut berstatus BUMN.
Produk utama Primissima adalah kain cambric atau kain mori yang biasa digunakan untuk membuat batik. Primissima sebenarnya tidak kekurangan pembeli karena kain mori produksi perusahaan tersebut masih diminati sejumlah usaha batik. Meski pesanan banyak, Primissima kekurangan modal kerja karena masalah yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Pada 2011 Primissima menjalin kontrak jangka panjang untuk membeli kapas dari negara lain sebagai bahan baku, baru tiga bulan jalan, harga kapas jatuh. Primissima tetap harus membeli kapas dengan harga lebih tinggi, akibatnya, kondisi keuangan perusahaan turun. Pada 2011-2013, banyak karyawan Primissima generasi awal yang pensiun.
Manajemen membayar pesangon mereka sekaligus. ”Dalam tiga tahun, Rp 40 miliar keluar untuk membayar pesangon. Akibatnya, cash flow (arus kas) perusahaan jatuh. Mulai saat itulah kami kesulitan modal kerja,” ungkap Usmansyah. Primissima tidak bisa berutang kepada bank karena seluruh aset perusahaan telah menjadi jaminan utang sejak beberapa tahun lalu. Saat ini Primissima dalam proses penyehatan, oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sejumlah langkah dilakukan, misalnya efisiensi operasionalisasi dan restrukturisasi utang. Talangan modal kerja dari PPA diharapkan cair 20 Juli 2024. Setelah dana cair, Primissima diharapkan bisa beroperasi kembali meskipun belum dalam kapasitas penuh. (Yoga)
Injeksi BUMN Karya untuk Apa
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









