Ekonomi
( 40733 )Potensi Kenaikan Saham Seiring Penurunan Risiko
Kepastian pelonggaran kebijakan moneter semakin dekat. Namun, tingkat premi risiko investasi Indonesia masih cenderung tinggi. Dari data Bloomberg,credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia berada di level 77,85 pada Jumat (9/8). Dalam sebulan terakhir, level CDS 5 tahun Indonesia menanjak 9,52%. CDS 5 tahun Indonesia naik di tengah penguatan rupiah dan masuknya aliran dana asing belakangan ini. Kendati begitu, premi risiko investasi Indonesia kemungkinan akan membaik di sisa tahun ini. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, premi risiko Indonesia lebih banyak ditentukan oleh faktor domestik. Salah satunya adalah iklim investasi dan fundamental ekonomi Indonesia yang memang belum membaik.
"Tapi, level saat ini sudah jauh lebih baik dari tahun lalu yang berkisar 80-100," ujarnya, akhir pekan lalu. Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto sepakat, CDS 5 tahun Indonesia bisa melandai. Pemangkasan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve diharapkan akan mengurangi kekuatan dolar AS yang menjadi faktor risiko bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Suhindarto mengatakan, dengan ekspektasi penurunan premi risiko investasi di Indonesia, akan terjadi pergeseran minat investasi ke instrumen saham. Dia memperkirakan, CDS 5 tahun Indonesia berpotensi turun ke level 67-73 pada akhir tahun nanti. Head of Investment Solution Mirae Asset Roger MM mengatakan, di semester kedua ini, akan ada banyak sentimen positif yang bisa meningkatkan minat investor. Sehingga target rata-rata nilai transaksi harian bursa pun bisa kembali ke Rp 12,25 triliun di sisa tahun 2024. Head of Equity Research
Ketentuan Penerbitan Obligasi Daerah Direlaksasi
Perbankan Gencar Melancarkan Pembiayaan
Industri perbankan semakin gencar menyalurkan pembiayaan berkelanjutan, terlihat dari data semester I-2024 yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Perbankan juga berkomitmen terus meningkatkan komposisi pembiayaan berkelanjutan ke depannya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, OJK telah menerbitkan POJK No.51/2017 dimana salah satunya terkait kebijakan penyaluran kredit/pembiayaan yang mendukung keuangan berkelanjutan.
"Berdasarkan data implementasi Rencana Aksi keuangan Berkelanjutan (RAKB) perbankan posisi Desember 2022, pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan bank mencapai sekitar 24% dari total kredit perbankan," jelas Dian. Dian memaparkan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi perbankan dalam penyaluran kredit berkelanjutan, antara lain dukungan kebijakan insentif dari pemerintah untuk sektor rill, ketersediaan dan transparansi informasi atas proyek hijau, kebutuhan teknologi dan ekspert terkait proyek hijau yang masih terbatas dan memerlukan pembiayaan besar, serta dukungan kapasitas SDM. (Yetede)
Pasar Saham Sideways, SUN Jadi Primadona Asing
Hyundai Akan Meluncurkan Tiga Mobil Hybrid Barunya
Tantangan Sulit Pertumbuhan Ekonomi Pemerintahan Baru
Airlangga Mundur dari Jabatan Ketua Umum Partai Golkar
Emas Olimpiade Rizki Juniansyah
Lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, membuktikan bahwa rezeki tidak akan tertukar. Tidak ada yang percaya pria 21 tahun itu akan tampil di Olimpiade Paris 2024 pada enam bulan lalu, termasuk dirinya. Namun, dia menjadi lifter pertama Indonesia yang meraih medali emas dalam sejarah panjang Olimpiade. Rizki langsung menjatuhkan diri, tidur telentang di panggung South Paris Arena seusai sukses memecahkan rekor Olimpiade angkatan clean and jerk 199 kilogram. Dia berteriak sekeras mungkin dengan mata terpejam. Medali emas sudah dalam genggamannya, tetapi dia masih terus memproses semua yang terjadi. Realita dan mimpi terasa begitu samar.
”Saya tidak menyangka bisa ke Olimpiade dan punya kesempatan meraih emas. Apalagi dengan musibah usus buntu, saya sempat putus asa beberapa bulan. Saya bangkit karena orang-orang di sekeliling saya, termasuk ayah dan mama,” kata lifter kelas 73 kg itu yang mencatat total angkatan 354 kg, termasuk snatch 155 kg. ”Indonesia Raya” berkumandang kedua kali pada Kamis (8/8) waktu Paris atau Jumat dini hari WIB. Rizki mengambil sikap hormat di podium tertinggi. Dia menyanyi dengan lantang. Selama prosesi sakral itu, matanya berkaca-kaca. Semua sakit, lelah, khawatir, ketidakpastian yang dijalani sang lifter selama setahun terakhir terbayar lunas.
Kegagahan Rizki ketika mengangkat beban berkuintal-kuintal luntur seketika. Tangisnya tumpah saat mendekap sang ibu, Yeni Rohaeni Durachim, yang duduk di tribune. Ibunya mencium kening, mengusap-usap rambut Rizki. Itulah sosok Rizki sebenar-benarnya, ”anak mama” yang selalu percaya rezeki ada di dalam restu ibu. Rezeki itu misterius. Tidak ada yang tahu bagaimana cara kerjanya. Siapa sangka, juara bertahan dua kali asal China, Shi Zhiyong, tersungkur di Paris. Shi begitu gagah dalam angkatan snatch dan sudah unggul 10 kg atas Rizki di sesi pertama. Namun, dia gagal mengeksekusi seluruh angkatan clean and jerk. Shi tereliminasi. Padahal, dia hampir pasti meraih emas jika mampu mengangkat sekali saja angkatan clean and jerk dari tiga kali percobaan.
”Dewi Fortuna” seolah membelai Rizki. ”Itu memang rezekinya Rizki,” kata manajer tim angkat besi Indonesia, M Rusli, yang juga merupakan teman akrab ayah Rizki, M Yasin. ”Terharu, sangat-sangat terharu,” kata Rizki saat ditanya perasaan seusai mengalahkan sang idola. ”Dia juga teman baik saya. Dia harus diakui lebih senior, sudah tiga kali Olimpiade dan dapat dua emas. Jadi saya tadi tidak mendoakan hal-hal jelek untuk dia, tetapi mendoakan yang terbaik untuk saya. Bismillah Allah beri kesempatan,” lanjutnya. Seusai memastikan emas, hal pertama yang dilakukan adalah mencium barbel. Lalu memberi hormat ke seluruh sisi tribune. Bagi orang-orang di dunia angkat besi, Rizki adalah sosok yang hangat dan bersahabat. Dia bagai Matahari yang selalu dinanti. (Yoga)
Obat Generik dan Obat Paten Berkualitas Sama
2025, Aset Kripto dan Digital Dibawah Kekuasaan OJK
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









