;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Ekonomi Indonesia 2024

06 Aug 2024
KONSUMSI rumah tangga masih menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga paruh pertama tahun ini. Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai 54,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2024. Jenis pengeluaran ini mendominasi faktor pendukung ekonomi lain, seperti belanja pemerintah, investasi, serta ekspor. 

Peran signifikan konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia sudah berlangsung bertahun-tahun. Setidaknya dalam 10 tahun terakhir, selama pemerintahan dua periode Presiden Joko Widodo, porsinya konsisten berada di kisaran 55 persen terhadap PDB. 

Peneliti dari Center for Strategic International Studies (CSIS) Deni Friawan mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari besarnya pasar di dalam negeri. "Ada 275 juta orang di sini," katanya kepada Tempo, kemarin. 
Besarnya pasar dalam negeri yang ditopang oleh banyaknya jumlah penduduk Indonesia memang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Syaratnya, kesejahteraan masyarakat mesti tumbuh supaya daya beli tetap terjaga. (Yetede)

Daya Beli Masyarakat Melemah Efek Ekonomi Melemah

06 Aug 2024
EKONOMI Indonesia pada kuartal kedua 2024 hanya tumbuh 5,05 persen. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi tersebut melemah dibanding pertumbuhan pada kuartal pertama yang sebesar 5,11 persen. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Mohammad Edy Mahmud mengatakan penurunan itu disebabkan oleh perlambatan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 54,93 persen.

Pada kuartal kedua 2024, pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,91 persen. Pertumbuhan itu lebih rendah dari kuartal kedua 2023 yang sebesar 5,22 persen. Angka itu juga lebih kecil dari pertumbuhan pada kuartal yang sama di 2022, yakni 5,52 persen. Edy menuturkan beberapa sub-kelompok mengalami perlambatan, seperti pakaian dan transportasi. Pelemahan tecermin dari melambatnya indeks perdagangan eceran dan riil, juga merosotnya penjualan wholesales kendaraan bermotor pada periode April-Juni 2024. 

Kondisi itu menjadi sorotan sejumlah ekonom karena dinilai sebagai sinyal perlambatan ekonomi. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies Nailul Huda mengatakan saat ini daya beli masyarakat tertekan oleh kenaikan harga kebutuhan. Ditambah kenaikan nilai tukar dolar yang mendorong lonjakan harga barang-barang impor (imported inflation). Nailul memprediksi kondisi tersebut berlanjut hingga akhir tahun ini. "Karena tampaknya daya beli masyarakat masih tertekan, terlebih harga komoditas tidak kunjung stabil," ucapnya kepada Tempo, Senin, 5 Agustus 2024. Ia memperkirakan hingga akhir tahun ini pun pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,85-5,05 persen. (Yetede)

Skandal Guru Besar Pertaruhkan Nama Besar Kementerian Pendidikan

06 Aug 2024
Temuan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengenai kecurangan akademik kenaikan jabatan profesor dalam skandal guru besar, yang turut diungkap majalah Tempo, awal Juli 2024, memperlihatkan terpuruknya integritas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan. Terungkapnya kasus ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin Ditjen Dikti yang punya seabrek regulasi bisa dengan mudah dijebol oleh komplotan tim penilai angka kredit dosen alias asesor (reviewer) serta para dosen dan pesohor pemuja nafsu yang kebelet menjadi profesor?

Sesungguhnya, perburuan guru besar tengah mengalami evolusi, yaitu dari perburuan jabatan menjadi gelar belaka. Fenomena ini jelas tak sesuai dengan Undang-Undang Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan. Aturan itu sebetulnya diterbitkan untuk menyediakan kanal bagi pesohor atau tokoh publik untuk memperoleh gelar profesor tanpa mengganggu jabatan profesor bagi warga kampus. Di dunia akademis, para dosen yang mengajar secara tetap di perguruan tinggilah yang pantas menyandang jabatan profesor “betulan”. Adapun gelar profesor kehormatan versi aturan di atas disebut sebagai profesor tidak tetap. Bagi kalangan akademikus, julukan itu pun jadi candaan dengan sebutan profesor “kadang-kadang”. (Yetede)

Ekonomi yang Tengah Lesu

06 Aug 2024

Meski mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi diatas 5%, namun kinerja perekonomian Indonesia kuartal II-2024 dinilai menyimpan masalah. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II tersebut menyimpang dari pola pertumbuhan ekonomi kuartal II sebelum-sebelumnya yang selalu diatas kuartal I. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 tercatat 5,05%, lebih rendah dari kuartal I-2024 yang berada di level 5,11%. Sementara pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,46% atau lebih tinggi dari kuartal I yang hanya sebesar 5,02%. Sedangkan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi kuartal II tercatat 5,17% atau di atas kuartal I yang hanya sebesar 5,04%. Kondisi tersebut harus mulai diwaspadai, lantaran menunjukkan indikasi bahwa  perekonomian Indonesia tengah berada dalam kondisi yang kurang bergairah. "Kita harus melihat perkembangan bulan Agustus dan September 2024, jika kondisinya masih kurang bergairah dipastikan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2024 akan menurun kembali," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. (Yetede)

Perbankan Makin Tergerus

06 Aug 2024

Pada paruh pertama tahun ini, industri perbankan mengalami penyusutan di sisi profitabilitas. Hal ini sejalan dengan tren suku bunga tinggi namun tidak diimbangi dengan kenaikan suku bunga kredit. Merujuk data OJK, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan nasional per Juni 2024 berada di level 4,57%, angka ini menyusut dibandingkan  posisi Juni 2024 2023 yang sebesar 4,8%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa secara umum rerata tertimbang suku bunga  dana pihak ketiga (DPK) dalam tren meningkat sejalan dengan naiknya suku bunga acuan selama setahun terakhir. "Di sisi lain, pergerakan rerata secara suku  bunga kredit cenderung flat, dengan suku bunga kredit modal kerja (KMK) dan kredit konsumtif (KK) menurun dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan prioritas bank untuk tetap menjaga kualitas kreditnya meskinpun NIM menjadi turun," ujar Dian. (Yetede)

Pasar Modal Saat Ini Tetap Jadi Pilihan Investor

06 Aug 2024

Kalangan investor tetap menjadikan pasar modal sebagai pilihan investasi dalam jangka panjang. Koreksi tajam indeks harga saham gabungan (IHSG)  hingga 3,4% ke level 7.059 pada Senin (5/8/2024) juga diyakini hanya bersifat sementara, dengan potensi rebound masih terbuka lebar. Optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia ditunjukkan dari hasil Capital Sensitif Analysis Index (CSA Index) yang dirilis Senin (5/8/2024). CSA Index merupakan indikator yang didasarkan pada survei dan pandangan pelaku pasar akan kinerja IHSG dan sektor yang menggambarkan keyakinan dan pandangan para pelaku pasar dan analis terhadap kinerja IHSG di masa mendatang. CSA Index dikompilasi oleh CSA Institute bekerja sama dengan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dari respon kusioner yang dikirimkan ke seluruh anggota AAEI dan alumi dari CSA Institute. Kemudian hasil diverifikasi untuk memastikan objektivitas dan validasi dari respon yang dikirim. (Yetede)

Indonesia Mengoperasikan Pabrik Kentang Goreng Beku Untuk Pertama Kalinya

06 Aug 2024

PT Indo Agro Plus (IAP) tahun ini bersiap melakukan operasional produksi pabrik kentang goreng beku (frozen french fries) miliknya yang berlokasi di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. IAP merupakan holding company yang bakal mengoperasikan pabrik kentang goreng beku pertama dan satu-satunya di Indonesia. Bahkan di Asia Tenggara, yang menggunakan bahan baku lokal. "Tidak cuma di Indonesia, IAP merupakan pionir dan satu-satunya pabrik kentang beku di Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku dalam negeri. Mulai dari pembenihan, penanaman, sampai pengolahan kentang  hasil panen menjadi kentang goreng beku semua kami lakukan di Indonesia," kata Direktur Utama IAP Abdul Kadir Assegaf. "Bayangkan, saat ini, gerai-gerai makanan waralaba yang menyajikan  kentang goreng juga masih 100% impor. Mudah-mudahan, kedepan, ketergantungan impor ini bisa berkurang dengan produksinya pabrik kami," ujar Abdul lagi. (Yetede)

Ekspor Industri Mamin Mampu Sumbang Devisa Rp 237 T

06 Aug 2024
Industri makanan dan Minuman (Mamin) berperan penting menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri ini mampu menyumbang devisa negara  dengan nilai ekspor USS$ 14,73 miliar atau sekitar Rpo 237,15 triliun (kurs Rp 16.100) pada periode Januari- Mei 2024, sementara impor sebesar US$ 7,27 miliar. Menteri perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor industri mamin masih melanjutkan surplus neraca dagang sebesar US$ 7,46 miliar. Kontribusi industri Mamin pada kuartal I-2024 mencapai 39,91% terhadap PDB industri non-migas, dan 6,97% terhadap PDB internasional. Industri mamin pada kuartal I-2024 dapat tumbuh 5,87% (year on year), meneruskan konsistensi pertumbuhan positif selama  ini. Investasi di sektor ini juga semakin tumbuh dan diminati oleh investor. (Yetede)

Kebijakan Pemerintah Membingungkan

05 Aug 2024

Kebijakan pemerintah di sektor perdagangan membingungkan, dampaknya memicu pengangguran dan masalah sosial. Kinerja industri manufaktur dalam negeri pada Juli 2024 melambat hingga merosot ke zona kontraksi. Anjloknya kinerja manufaktur di tengah permintaan global yang sedang lesu itu diperparah kebijakan pemerintah yang justru merelaksasi impor. Kebijakan impor yang lebih suportif bagi industri dalam negeri pun dinanti. Performa industri manufaktur pada Juli 2024 ini merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan posisi Indonesia ada di level 49,3 atau masuk ke zona kontraksi di bawah level 50 (Kompas.id, 3/8/2024).

Kondisi itu sangat mengejutkan karena indeks selalu di atas 50 yang berarti manufaktur selalu ekspansif. Penyebab penurunan indeks adalah pasar global yang sedang menurun, diperparah keran impor yang dibuka untuk beberapa komoditas hingga memukul industri dalam negeri. Salah satunya, para penjual pakaian bekas kembali muncul tak hanya di pasar nyata, tapi juga di media sosial. Unjuk rasa berulang kali dari kalangan pekerja cukup menunjukkan kelesuan industri manufaktur karena pesanan terus menurun. Dalam jangka panjang, mereka akan terdampak dan kemungkinan mengalami PHK. Situasi ini sangat meresahkan karena manufaktur masih diandalkan menampung banyak tenaga kerja, yaitu 14 %.

Ketika manufaktur terganggu, kemampuan mereka menyerap tenaga kerja akan menurun hingga memunculkan masalah sosial. Karena itu, pemerintah perlu mengorkestrasi berbagai kebijakan agar tidak merugikan salah satu sektor. Pemerintahan yang tinggal tiga bulan tak bisa jadi alasan untuk tidak melakukan harmonisasi kebijakan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Di sisi lain, kemungkinan ada pihak yang bermain dalam kebijakan merelaksasi impor beberapa komoditas yang merugikan itu perlu diinvestigasi secara mendalam, karena kebijakan impor mudah sekali ditumpangi kepentingan tertentu. (Yoga)


Akses Digital Untuk Memajukan UMKM

05 Aug 2024

Transformasi digital yang dilakukan secara inklusif dapat membawa UMKM naik kelas. Di sisi lain, para pelaku UMKM masih menghadapi kendala mengakses pembiayaan. Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti dalam penutupan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (4/8). Destry menyampaikan, acara yang berlangsung 1-4 Agustus 2024 itu mengusung tema sinergi memperkuat ekonomi dan keuangan digital serta inklusif untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan acara tersebut berpesan agar transformasi digital dapat dilakukan secara adil dan merata. ”Beliau (Presiden) memberi pesan, yang sangat dalam untuk kita semua, agar kita bisa terus melanjutkan apa yang telah dilakukan selama ini, yaitu ransformasi digital harus dilakukan secara  inklusif, berkeadilan, sehingga seluruh lapisan masyarakat mempunyai akses dan kesempatan yang sama, yang juga didukung dengan aspek perlindungan konsumen,” katanya. Menurut Destry, transformasi digital harus dilakukan secara merata, termasuk membuka akses pembiayaan bagi UMKM yang belum optimal, mengingat UMKM telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 60 %.

Akses pembiayaan dan digitalisasi tidak hanya berdampak positif bagi para pelaku UMKM, tetapi juga bagi ekonomi nasional. Dengan UMKM naik kelas dan masuk ke dalam rantai pasok global, akan menambah perolehan devisa hasil ekspor. ”Pada saat UMKM bisa naik kelas, kita akan menerima hasil ekspor. Makin banyak hasil ekspor yang kita terima, kita punya suplai dollar AS makin banyak sehingga rupiahnya tentunya kita berharap tidak terus tertekan. Jadi, ekspor kita bisa kombinasikan atau bisa terus kita tingkatkan dengan cara mendorong UMKM itu untuk naik kelas,” tutur Destry. (Yoga)