;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2024-2025

07 Aug 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sponsor utama untuk empat musim berturut-turut dalam perhelatan kompitisi sepak bola teratas di Indonesia, BRI Liga 1 musim 2024-2025. Hal ini disampaikan pada press conference yang dihadiri oleh Ketua UMUM PSSI Eric Thohir, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Direktur Utama PT LIB (Liga Indonesia Baru) Ferry Paulus, dan Rirektur Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad, di BRI-Lian Center, Jakarta (06/08). Dalam sambutannya,  Ketua Umum PSSI Erick Thohir  mengapresiasi komitmen BRI yang menjadi sponsor BRI Liga 1 untuk tahun keeempat secara berturut-turut. "Karena pertama kali BRI menjadi sponsor liga pada saat COVID, dimana liga sepak bola diseluruh dunia berhenti tapi BRI berani mengambil posisi bahwa sepak bola di Indonesia tidak boleh mati," Imbuh Erick. (Yetede)

OJK Support UUS Perbankan

07 Aug 2024
Unit Usaha Syariah (UUS) perbankan yang tengah memenuhi persyaratan untuk spin off memiliki waktu dua tahun  untuk secara resmi mengajukan diri kepada OJK terkait rencana usai melepaskan diri dari entitas induk. Kepala Ekskutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, UUS juga memerlukan persiapan yang memadai sebelum akhirnya spin off. Seperti terkait bisnis model dan lainnya yang harus disempurnakan ketika mereka harus menjadi bank umum syariah. "Dan kemudian juga tentu kami memperkirakan kalau ini terjadi, akan ada masa penyesuaian sehingga nanti pada akhirnya pertumbuhan itu akan berjalan secara natural saja," jelas Dian. Merujuk Data Statistik Perbankan Syariah yang dirilis OJK, total aset industri bank syariah di Indonesia sebesar Rp861,6 triliun per Mei 2024, tumbuh 9,67% secara tahunan (yoy). Dari nilai tersebut pangsa pasarnya sebesar 7,23%, naik tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,21%. (Yetede)

Nikel Merangkak Turun

07 Aug 2024
Emiten nikel atas mencatatkan kinerja kurang menggembirakan di semester I-2024 akibat fluktuasi harga komoditas dan  membengkaknya biaya operasional. Emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM),  mengalami penurunan laba bersih dan harga saham sejal awal tahun 2024. Ekspektasi membaiknya harga nikel di sisa tahun ini, diharapkan dapat memulihkan kembali kinerja keuangan dan peregarakan sahamnya. "Kinerja emiten nikel di semester I-2024 menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan dibandingkan periode  yang sama tahun lalu. Beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan kinerja antara lain fluktuasi harga komoditas nikel dan peningkatan biaya operasional. Harga komoditas nikel di semester I-2024 mengalami volatilitas yang signifikan, yang berdampak pada pendapatan dan margin laba emiten nikel. Selain itu, peningkatan biaya energi dan bahan baku juga turut menekan profitabilitas perusahaan," kata Founder Stocknow.id Hendra Wardana kepada Investor Daily. (Yetede)

Barang Impor Ilegal

07 Aug 2024
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Satgas Pengawasan Barang Tertentu mengekspos barang-barang impor dari luar negeri. Penindakan barang ilegal yang dilakukan  antar kementerian/lembaga ini diperkirakan mencapai Rp46 miliar. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menerangkan, penindakan ini tidak akan berhasil jika hanya dilakukan satu kementerian saja. Dia melanjutkan, tidak ada niat untuk menghambat ritel, tetapi juga mengajak masyarakat untuk membeli barang ilegal. "Misalnya kalau bapak ibu di pasar membeli kaus dari luar negeri Rp 60.000, tiga kaus pasti barang tidak benar karena setiap kaus  masuk itu Rp 60.000, bea masuknya ke negara Rp 60.000 ya masuk dipastikan satu Rp 60.000. Jadi kalau beli baju Rp 50.000 di mal itu jangan bangga, itu pasti masuknya tidak benar. Jadi itu yang membuat negara tidak ada pemasukan," ungkap Zulhas. (Yetede)

Rapor Merah Bulu Tangkis di Olimpiade Paris 2024 di

07 Aug 2024
ALARM bahaya bagi badminton Indonesia menyala di Olimpiade Paris 2024. Tak ada satu pun wakil Indonesia yang membawa pulang medali emas. Hasil ini mencoreng catatan emas sejak Olimpiade Barcelona 1992 sekaligus mengulangi lembaran kelam Olimpiade London 2012. Lima dari enam atlet tim Merah-Putih tersingkir sebelum menyentuh babak semifinal. Bahkan empat di antaranya angkat koper sejak fase grup. Mereka adalah tunggal putra Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas. Sementara itu, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto terhenti di babak perempat final.

Wajah Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) diselamatkan oleh Gregoria Mariska Tunjung yang menyabet medali perunggu di nomor tunggal putri. Lawannya dalam partai perebutan tempat ketiga, Carolina Marin asal Spanyol, mundur karena cedera. Rontoknya tim bulu tangkis dalam Olimpiade Paris 2024 tak lepas dari masalah mental. PP PBSI melahirkan terobosan sebagai persiapan Olimpiade Paris dengan membentuk tim ad hoc yang diketuai Sekretaris Jenderal Fadil Imran. Tim-tim kecil yang berfokus pada berbagai aspek, seperti sport science dan psikologi atlet, dibentuk. Bahkan mereka mendatangkan sederet legenda, dari Susi Susanti, Candra Wijaya, Taufik Hidayat, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, hingga Greysia Polii, sebagai mentor. Tapi hasilnya nihil. (Yetede)

Harapan Tinggi Emiten dalam Meningkatkan Ekspansi

07 Aug 2024

Memasuki semester kedua tahun ini, sejumlah emiten gencar melakukan ekspansi seiring dengan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang masih sangat besar. Dengan modal belanja yang jumbo, harapannya emiten dapat mendorong kinerja secara jangka panjang. Dengan kocek besar tersebut, setidaknya kepercayaan pasar, baik sektor riil maupun pasar keuangan, bakal terungkit karena adanya potensi pertumbuhan korporasi di masa mendatang.

Tira Ardianti, Head of Investor Relations PT Astra International Tbk. (ASII), yang menjelaskan bahwa Grup Astra akan menggelontorkan capex dalam jumlah besar pada akhir tahun 2024, terutama untuk menunjang lini bisnis pertambangan dan alat berat PT United Tractors Tbk. (UNTR). Presiden Direktur Amman Mineral Internasional, Alexander Ramlie, juga menyoroti bahwa PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengalokasikan belanja modal sebesar US$2 miliar pada 2024 untuk berbagai proyek, termasuk smelter dan infrastruktur pendukung. Dari sektor telekomunikasi, Presiden Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengungkapkan bahwa perusahaan mengalokasikan Rp12 triliun pada 2024 untuk meningkatkan jaringan dan mendukung layanan data. Selain itu, Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyatakan bahwa perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp2,5 triliun untuk peremajaan dan penambahan armada.

Secara keseluruhan, menurut Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, besarnya alokasi belanja modal emiten untuk ekspansi memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Sementara itu, Fath Aliansyah Budiman, Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, mencatat bahwa capex normalnya baru akan terefleksi terhadap kinerja emiten dalam beberapa tahun ke depan, sehingga fluktuasi pasar saat ini tidak akan memengaruhi rencana perusahaan.

Emiten Tetap Gencar Ekspansi di Tengah Ketidakpastian Global

07 Aug 2024

Sejumlah catatan penting mencuat di awal Agustus, mulai dari sinyal perlambatan ekonomi, penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 3,4% di awal pekan, hingga ancaman resesi di Amerika Serikat (AS) yang menguat. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2024 sebesar 5,05%, turun dari 5,11% pada kuartal sebelumnya dan 5,17% pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah, melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF), menyebut capaian pertumbuhan ekonomi 5,05% pada kuartal kedua tahun ini masih sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah di kisaran 5,1%—5,2% sepanjang 2024.

Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat tekanan dari ketidakpastian ekonomi global, seperti ancaman resesi di AS dan penurunan Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia, perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5%. Hal ini didukung oleh beberapa indikator makroekonomi yang masih menunjukkan performa yang baik, seperti tren penguatan nilai tukar rupiah, penurunan inflasi yang terkendali, dan defisit APBN yang terjaga. Selain itu, optimisme terhadap pemerintahan baru di bawah Prabowo-Gibran juga mendorong sejumlah emiten besar untuk terus melakukan ekspansi melalui penggunaan belanja modal (capex) pada semester kedua tahun ini. Ekspansi ini diharapkan dapat menjadi momentum pemulihan dan penguatan ekonomi domestik, serta memberikan sinyal positif kepada investor tentang prospek masa depan perusahaan.

Transformasi Digital : Bank Saqu Dorong Pertumbuhan Bisnis Signifikan

07 Aug 2024

Transformasi digital PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) menjadi Bank Saqu dengan fokus pada segmen produktif telah membawa pertumbuhan bisnis yang signifikan bagi perusahaan. Perseroan juga berencana melanjutkan inovasi dan memperluas layanan keuangan digital. Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta, Leo Koesmanto, menyatakan bahwa sebelum beralih menjadi bank digital, perseroan hanya memiliki 17.000 akun nasabah. Namun, kini Bank Saqu sudah memiliki lebih dari 1 juta nasabah. “Target nasabah akhir tahun sudah tercapai, satu juta tadi sudah sampai. Sekarang kita mungkin menambah sedikit saja. Kami fokus bukan ke jumlahnya, tetapi ke kualitasnya,” ujar Leo Koesmanto saat kunjungan ke Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (6/8).

Transformasi digital yang dilakukan oleh PT Bank Jasa Jakarta menjadi Bank Saqu telah berhasil meningkatkan jumlah nasabah secara signifikan, dari 17.000 akun menjadi lebih dari 1 juta akun. Leo Koesmanto menegaskan bahwa fokus perusahaan kini lebih kepada meningkatkan kualitas layanan daripada hanya mengejar jumlah nasabah. Dengan dukungan dari pemegang saham utama, Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu optimistis dapat memperluas pasar, terutama di segmen produktif seperti solopreneur. Bank Saqu juga terus berinovasi dengan menawarkan berbagai produk dan fitur keuangan digital, seperti BI-Fast Transfer, QRIS Payment, dan akan segera meluncurkan kartu debit, untuk menjawab kebutuhan nasabah di masa mendatang.

Terpukul Berbagai Tekanan di Bulan Kemerdekaan

07 Aug 2024

Bursa saham Indonesia seringkali punya cerita manis di bulan Agustus. Maklum, secara historis, setidaknya dalam 10 tahun terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih sering berada di zona hijau pada bulan ini. Namun, kali ini ceritanya bisa jadi berbeda. Indikasinya bisa dilihat dari keyakinan pelaku pasar terhadap IHSG yang tak sebaik bulan sebelumnya. Tengok saja Capital Sensitivity Analysis (CSA) Index bulan Agustus 2024 yang hanya di 55,8, turun dibanding posisi Juli 2024 yang di 61. Merujuk survei yang dilakukan CSA Institute dan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) pada 12-30 Juli 2024, proyeksi IHSG di ujung Agustus ada di 7.251. Bulan lalu IHSG tutup di 7.255,76. Sebagai perbandingan, Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki melihat, rentang IHSG bakal lebar bulan ini, yakni di support 6.599 dan resistance 7.322. Sementara dari global, pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS) menambah ketidakpastian mengenai kebijakan ekonomi dan luar negeri.

Ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada September 2024 pun malah ditafsirkan secara negatif, mengingat pelemahan yang terjadi pada indeks saham utama. Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas juga menilai, tekanan dari eksternal yang dihadapi bursa saham lokal antara lain adalah munculnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS hingga ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed. Faktor penekan lain ialah kenaikan suku bunga Jepang dan menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar AS, hingga eskalasi geopolitik Timur Tengah. "Tambahan pekerjaan 114.000 walau di bawah konsensus, tidaklah buruk. Pun bila merunut ke belakang, bila hasil NFP tidak sesuai dengan konsensus, tidak terjadi yang namanya resesi, kok," kata Head of Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro kepada KONTAN. Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Andry Asmoro pun yakin, probabilitas resesi AS hanya 10% hingga 20%. "Memang masih kecil kemungkinannya. Potensi resesi bisa semakin besar kalau data-data mengenai perkembangan ekonomi AS semakin mengonfirmasi," tuturnya.

Laba Excl Melonjak 57,52% pada Semester I

07 Aug 2024
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencetak pertumbuhan laba bersih hingga dua digit pada semester I-2024. Pertumbuhan laba EXCL sejalan dengan kenaikan pendapatannya. Melansir laporan keuangan Selasa (6/8), laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk EXCL mencapai Rp 1,03 triliun per Juni 2024. Nilai ini tumbuh 57,52% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 650,68 miliar. "Angka ini merupakan pencapaian tertinggi selama 10 tahun terakhir," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, Selasa (6/8). Dari sisi top line, EXCL mengantongi pendapatan sebesar Rp 17,05 triliun atau tumbuh 8,16% yoy pada periode JanuariJuni 2024. Sedangkan pada periode yang sama di 2023, pendapatan EXCL mencapai Rp 15,76 triliun. Misalnya, pos beban penjualan dan pemasaran turun dari Rp 4,47 triliun di semester I-2023 menjadi Rp 4,4 triliun. Dian bilang penurunan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan aplikasi MyXL dan AXISnet. Per Juni 2024, pelanggan aktif aplikasi MyXL dan AXISnet mencapai 32,1 juta atau meningkat sebesar 5,1% yoy. Sementara, monthly active user (MAU) mencapai 110% sejak Desember 2021. Pada tahun ini, EXCL mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 8 triliun, terutama untuk meningkatan kualitas jaringan. Adapun pada semester I-2024, trafik XL Axiata tumbuh 13% yoy. Lalu, jaringan konvergensi EXCL menjangkau 104 kota/kabupaten dengan tingkat penetrasi konvergensi mencapai 81%. Dari sisi infrastruktur, EXCL total jumlah BTS EXCL per akhir Juni 2024 sebanyak 163.884 unit, termasuk 109.170 unit BTS 4G atau bertumbuh sebesar 8%.