Kebijakan Pemerintah Membingungkan
Kebijakan pemerintah di sektor perdagangan membingungkan, dampaknya memicu pengangguran dan masalah sosial. Kinerja industri manufaktur dalam negeri pada Juli 2024 melambat hingga merosot ke zona kontraksi. Anjloknya kinerja manufaktur di tengah permintaan global yang sedang lesu itu diperparah kebijakan pemerintah yang justru merelaksasi impor. Kebijakan impor yang lebih suportif bagi industri dalam negeri pun dinanti. Performa industri manufaktur pada Juli 2024 ini merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan posisi Indonesia ada di level 49,3 atau masuk ke zona kontraksi di bawah level 50 (Kompas.id, 3/8/2024).
Kondisi itu sangat mengejutkan karena indeks selalu di atas 50 yang berarti manufaktur selalu ekspansif. Penyebab penurunan indeks adalah pasar global yang sedang menurun, diperparah keran impor yang dibuka untuk beberapa komoditas hingga memukul industri dalam negeri. Salah satunya, para penjual pakaian bekas kembali muncul tak hanya di pasar nyata, tapi juga di media sosial. Unjuk rasa berulang kali dari kalangan pekerja cukup menunjukkan kelesuan industri manufaktur karena pesanan terus menurun. Dalam jangka panjang, mereka akan terdampak dan kemungkinan mengalami PHK. Situasi ini sangat meresahkan karena manufaktur masih diandalkan menampung banyak tenaga kerja, yaitu 14 %.
Ketika manufaktur terganggu, kemampuan mereka menyerap tenaga kerja akan menurun hingga memunculkan masalah sosial. Karena itu, pemerintah perlu mengorkestrasi berbagai kebijakan agar tidak merugikan salah satu sektor. Pemerintahan yang tinggal tiga bulan tak bisa jadi alasan untuk tidak melakukan harmonisasi kebijakan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Di sisi lain, kemungkinan ada pihak yang bermain dalam kebijakan merelaksasi impor beberapa komoditas yang merugikan itu perlu diinvestigasi secara mendalam, karena kebijakan impor mudah sekali ditumpangi kepentingan tertentu. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023