;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Maskapai Penerbangan Hindari Timur Tengah

03 Aug 2024
Maskapai-maskapai penerbangan internasional dilaporkan menghindari wilayah udara Iran dan Lebanon,  serta membatalkan penerbangan ke Israel dan Lebanon. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan  terjadinya perang lebih luas di wilayah tersebut, menyusul gerjadinya pembunuhan terhadap pimpinan Hamas dan Hizbullah Minggu ini. Salah satu maskapai yang menghindari beberapa wilayah di Timur Tengan (Timteng) adalah Singapore Airlines. Maskapai Singapura ini mulai menghentikan jadwal penerbangannya mellaui wilayah udara Iran pada Jumat (02/08/2024) pagi dan menggunakan rute alternatif. Eva Air dan China Airlines dari taiwan yang ikut menghindari  Menuntut perusahaan  yang dilansir Reuters, keselamatan adalah prioritas utamanya. (Yetede)

Badai PHK Industri Manufaktur Belum Berlalu

03 Aug 2024
AKTIVITAS manufaktur di dalam negeri terus melemah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, pengusaha dan buruh khawatir gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bakal berlanjut. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara Ristadi mengatakan, sejak awal 2024, sebanyak 13.800 pekerja di industri tekstil terkena PHK. "Pada Juni dan Juli lalu, ada empat perusahaan tekstil di Jawa Tengah yang melakukan PHK terhadap 750 karyawan dan satu perusahaan di Bandung, Jawa Barat, sedang menyiapkan PHK terhadap sekitar 500 karyawan," ujarnya pada Jumat, 2 Agustus 2024. 

Adapun Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Tengah Liliek Setiawan mengatakan di wilayahnya ada sekitar 15 ribu buruh yang terkena PHK lantaran 10 pabrik tutup. Data tersebut belum termasuk pekerja dari perusahaan yang tidak melapor ke Asosiasi. Sebab, ada banyak perusahaan yang tutup tanpa memberi tahu Asosiasi. Menurut Liliek, pabrik-pabrik tekstil yang gulung tikar itu tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah, termasuk Ungaran, Karanganyar, dan Boyolali. "Jika kondisi seperti ini dibiarkan, tentu saja masih akan ada PHK lanjutan," ucapnya. (Yetede)

Kedudukan Partai di DPR Lewat UU MD3

03 Aug 2024
UNDANG-Undang tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah (UU MD3). Undang-undang ini berisi aturan mengenai wewenang, tugas, serta keanggotaan MPR, DPR, DPRD, dan DPD. Hak, kewajiban, kode etik, dan detail pelaksanaan tugas juga diatur.

Regulasi tentang kelembagaan DPR di era Orde Baru dikenal dengan Undang-Undang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD. Sebelum pemilihan presiden secara langsung, susunan dan kedudukan anggota Dewan diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003. Dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum, aturan tersebut kemudian diganti melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MD3. Dari sinilah istilah UU MD3 dikenal. 

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 92/PUU-X/2012 mengembalikan kewenangan DPD dalam memenuhi fungsi legislasinya. Dampaknya, kedudukan anggota Dewan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 dirumuskan menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014. 

Undang-Undang MD3 yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 setidaknya beberapa kali direvisi. Pembahasan revisi Undang-Undang MD3 sejatinya bukan tanpa polemik. Hanya, polemik itu bersifat internal di Senayan. Namun salah satu revisi yang paling kontroversial adalah memberikan otoritas kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil langkah hukum terhadap mereka yang dianggap merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR. (Yetede)

Bagaimanan Mengatur Kedudukan Partai

03 Aug 2024
Undang-Undang tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah (UU MD3). Undang-undang ini berisi aturan mengenai wewenang, tugas, serta keanggotaan MPR, DPR, DPRD, dan DPD. Hak, kewajiban, kode etik, dan detail pelaksanaan tugas juga diatur.

Regulasi tentang kelembagaan DPR di era Orde Baru dikenal dengan Undang-Undang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD. Sebelum pemilihan presiden secara langsung, susunan dan kedudukan anggota Dewan diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003. Dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum, aturan tersebut kemudian diganti melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MD3. Dari sinilah istilah UU MD3 dikenal.  Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 92/PUU-X/2012 mengembalikan kewenangan DPD dalam memenuhi fungsi legislasinya. Dampaknya, kedudukan anggota Dewan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 dirumuskan menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014. 

Undang-Undang MD3 yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 setidaknya beberapa kali direvisi. Pembahasan revisi Undang-Undang MD3 sejatinya bukan tanpa polemik. Hanya, polemik itu bersifat internal di Senayan. Namun salah satu revisi yang paling kontroversial adalah memberikan otoritas kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil langkah hukum terhadap mereka yang dianggap merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR. (Yetede)

LUNTUR OPTIMISME MANUFAKTUR

02 Aug 2024

Menurunnya optimisme pelaku industri manufaktur di Indonesia, yang terlihat dari penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke zona kontraksi pada Juli 2024, setelah hampir tiga tahun berada di zona ekspansif. Kondisi ini menjadi peringatan bagi perekonomian nasional karena manufaktur merupakan pilar penting dalam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 menjadi alarm bagi perekonomian nasional. Beberapa faktor, seperti penurunan permintaan domestik, tantangan eksternal, dan kebijakan impor, berkontribusi pada kondisi ini. Tokoh seperti Paul Smith dari S&P Global, Wakil Ketua Umum Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, semuanya menekankan pentingnya sinergi kebijakan pemerintah dan penguatan koordinasi untuk mengatasi pelemahan di sektor manufaktur.


Realisasi Penyaluran Kredit Bank Mandiri Kuartal II/2024 Tembus Rp1.532 Triliun

02 Aug 2024

Bank Mandiri mencatatkan realisasi penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp1.532 triliun pada kuartal II/2024, meningkat 20,5% secara year-on-year (YoY). Pencapaian ini melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 12,36% YoY pada periode yang sama. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyatakan bahwa hasil ini didukung oleh stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tantangan global, serta fokus Bank Mandiri pada perluasan ekosistem dan optimalisasi potensi wilayah.

Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan hingga mencapai Rp1.532 triliun pada kuartal II/2024, berkat strategi perluasan ekosistem dan pengelolaan risiko yang disiplin. Pertumbuhan kredit ini juga berkontribusi pada peningkatan laba bersih dan kualitas aset, dengan posisi non-performing loan (NPL) yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Darmawan Junaidi menegaskan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari inisiatif yang prudent dan konservatif dalam menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global.


SERBUAN BARANG IMPOR : UMKM Perlu Naikkan Kualitas

02 Aug 2024

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk lokal agar dapat bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan bahwa model bisnis UMKM harus efisien dan kompetitif dibandingkan dengan produk luar negeri.

Pemerintah melalui Kemenkop UKM dan berbagai ahli menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM di tengah gempuran produk impor. Selain itu, pengawasan terhadap jalur masuk barang ilegal, termasuk pelabuhan kecil atau "pelabuhan tikus," harus diperketat untuk melindungi produk lokal dari persaingan yang tidak sehat.

Sorak Sorai di Bulan Kemerdekaan

02 Aug 2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak positif sepanjang bulan Agustus ini. Secara historis, IHSG cenderung memberi return positif pada bulan kemerdekaan. Di akhir bulan Juli ini, IHSG ditutup naik 0,19% ke posisi 7.255,76, Rabu (31/7). Dalam sebulan terakhir, IHSG menanjak 1,63%. IHSG berpeluang bertahan di atas level psikologis 7.000 sepanjang bulan Agustus 2024 ini. Pasar saham dalam negeri diramal akan mendapatkan sentimen positif dari pemangkasan suku bunga. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga menjelaskan, ada beberapa sentimen penting yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG bulan ini. Salah satunya adalah rilis laporan keuangan kuartal kedua emiten. Selain itu, data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang dijadwalkan rilis pada 5 Agustus mendatang akan sangat mempengaruhi pergerakan pasar. Jika PDB Indonesia berada di atas ekspektasi, IHSG akan bergerak positif dan sebaliknya.

"Jika terealisasi, ini tentu akan memberikan dampak positif bagi IHSG. Kebijakan moneter yang lebih longgar di AS berpotensi meningkatkan minat terhadap aset berisiko di emerging market," kata Aditya, Rabu (31/7). Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengatakan, secara historis pergerakan IHSG di Agustus cenderung sideways, tetapi relatif positif. Dalam 10 tahun terakhir, IHSG hanya memerah 3 kali di bulan Agustus. Secara teknikal, Nafan mencermati IHSG memiliki rentang terdekat berdasarkan minor parallel channel pada 7.199-7.354. Selama masih bertahan di atas 7.199, IHSG berpotensi menguji resistance 7.354. Tapi, jika IHSG breakdown dari 7.199, terdapat 61,8% retracement support di level 7.104 yang kemungkinan akan diuji. Aditya merekomendasikan saham INDF dengan nilai wajar Rp 7.842, TOWR di Rp 860 dan CTRA di Rp 1.390. Sedang Nafan menjagokan ACES, AKRA, ANTM, ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BSDE, CPIN, CTRA, ERRA, INDF, INDY, ITMG, MAPI, MDKA dan TLKM.

Komplet Sudah Tanda Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja

02 Aug 2024

Lengkap sudah sinyal kelesuan ekonomi dalam negeri. Jika tak sigap menanganinya, ekonomi Indonesia  terancam masuk krisis.  Setidaknya ada tiga faktor yang menunjukkan ekonomi nasional sedang lesu. Pertama, data Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 melorot ke level 49,7. Ini adalah  level terendah sejak Agustus 2021 atau di masa pandemi Covid-19. Indeks di bawah 50 menunjukkan kinerja manufaktur terkontraksi.  Di ASEAN, Indonesia memang tak sendirian. Pelemahan manufaktur juga dialami Malaysia dan Myanmar. Namun kinerja manufaktur Filipina, Thailand dan Vietnam masih di fase ekspansi, yakni masing-masing 51,2, 51,7, dan 54,7 berdasarkan laporan  S&P Global. Indikator kedua, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kian membesar. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, jumlah karyawan yang terkena PHK per Juni 2024 mencapai 32.064 orang atau naik 21,45% dari periode sama tahun lalu  yang mencapai 26.400 orang. Sinyal ketiga, Indeks Harga Konsumen (IHK) selama tiga bulan berturut-turut mencatatkan deflasi.

Terbaru, pada Juli 2024, deflasi di level 0,18%, lebih dalam ketimbang Mei sebesar 0,03% dan Juni 0,08%. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan wholesales mobil nasional turun 19,4% secara tahunan  atau year on year (yoy) pada Januari-Juni 2024. Penjualan ritel mobil juga turun 14% yoy di periode itu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan memantau kondisi PMI yang terkontraksi saat ini. "Tentu kita lihat situasinya karena di negara-negara lain masih di atas 50, terutama di ASEAN," kata dia, kemarin. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat, kondisi industri manufaktur, terutama padat karya terus melemah dan memicu PHK. "Kondisi investasi yang baru juga belum mampu meningkatkan serapan tenaga kerja," terang dia. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi dan merangsang permintaan dalam negeri. "Ini bisa dilakukan dengan memberi insentif fiskal seperti pemotongan pajak untuk industri manufaktur guna mengurangi biaya beban produksi," kata dia, kemarin.

Meretas Jalan Panjang Menuju Profitabilitas

02 Aug 2024

Tiga emiten teknologi dan e-commerce terbesar di bursa, telah merilis kinerja untuk semester I-2024. Meski masih menderita kerugian, tetapi mayoritas emiten ini menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan kinerja keuangan. Tengok saja PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mengantongi pendapatan bersih Rp 7,73 triliun. Angkanya meningkat 12,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Sejalan dengan itu, beban dan biaya GOTO menurun. Alhasil, posisi kerugian GOTO terkikis hingga 62,3% yoy. Rugi GOTO pun tersisa Rp 2,69 triliun. Hanya saja, pertumbuhan pendapatan BELI tak setinggi pesaingnya, yaitu hanya tumbuh 0,99% menjadi Rp 7,85 triliun. Ronald Winardi, Chief Financial Officer Global Digital Niaga mengatakan, strategi pertumbuhan omnichannel yang selektif, meningkatkan laba bruto. Selain itu, pengendalian biaya yang disiplin efektif meningkatkan kinerja. Tapi berbeda dari dua emiten sebelumnya, rugi bersih PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) justru membengkak. Tapi, hal ini lebih disebabkan kerugian investasi.

Pendapatan BUKA sejatinya masih naik 10,61% yoy jadi Rp 2,41 triliun di semester I-2024. Sayangnya, rugi nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi bersih membengkak menjadi Rp 1,32 triliun di semester I-2024. Dus, rugi bersih BUKA melebar 93,16% menjadi Rp 751,9 miliar. Presiden Direktur Bukalapak Teddy Oetomo bilang, Ramadan yang jatuh pada Maret 2024 menjadi periode tertinggi dan sudah tercatat di kuartal I-2024. Tapi, perayaan Idul Fitri yang diikuti musim liburan, menunjukkan penurunan tingkat belanja. Investment Analyst Stockbit Sekuritas Edi Chandren mengatakan, libur Lebaran mengurangi kontribusi layanan BUKA yang memiliki take rate lebih tinggi. Selain itu, layanan produk virtual, seperti pulsa dan token listrik, mendapatkan tantangan dari beberapa kompetitor kecil di daerah, yang direspon oleh perseroan dengan menurunkan biaya layanan demi jaga permintaan. Equity Analyst Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli menjelaskan, perusahaan teknologi tengah berfokus pada profitabilitas. Pasalnya, biaya pendanaan makin meningkat dan investor memprioritaskan profitabilitas. Merespons rilis kinerja ini, sejumlah saham teknologi mulai naik. Saham GOTO misalnya, parkir di Rp 54, Kamis (1/8).