Ekonomi
( 40460 )Maskapai Penerbangan Hindari Timur Tengah
Badai PHK Industri Manufaktur Belum Berlalu
Kedudukan Partai di DPR Lewat UU MD3
Bagaimanan Mengatur Kedudukan Partai
LUNTUR OPTIMISME MANUFAKTUR
Menurunnya optimisme pelaku industri manufaktur di Indonesia, yang terlihat dari penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke zona kontraksi pada Juli 2024, setelah hampir tiga tahun berada di zona ekspansif. Kondisi ini menjadi peringatan bagi perekonomian nasional karena manufaktur merupakan pilar penting dalam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
Penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 menjadi alarm bagi perekonomian nasional. Beberapa faktor, seperti penurunan permintaan domestik, tantangan eksternal, dan kebijakan impor, berkontribusi pada kondisi ini. Tokoh seperti Paul Smith dari S&P Global, Wakil Ketua Umum Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, semuanya menekankan pentingnya sinergi kebijakan pemerintah dan penguatan koordinasi untuk mengatasi pelemahan di sektor manufaktur.
Realisasi Penyaluran Kredit Bank Mandiri Kuartal II/2024 Tembus Rp1.532 Triliun
Bank Mandiri mencatatkan realisasi penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp1.532 triliun pada kuartal II/2024, meningkat 20,5% secara year-on-year (YoY). Pencapaian ini melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 12,36% YoY pada periode yang sama. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyatakan bahwa hasil ini didukung oleh stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tantangan global, serta fokus Bank Mandiri pada perluasan ekosistem dan optimalisasi potensi wilayah.
Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan hingga mencapai Rp1.532 triliun pada kuartal II/2024, berkat strategi perluasan ekosistem dan pengelolaan risiko yang disiplin. Pertumbuhan kredit ini juga berkontribusi pada peningkatan laba bersih dan kualitas aset, dengan posisi non-performing loan (NPL) yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Darmawan Junaidi menegaskan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari inisiatif yang prudent dan konservatif dalam menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global.
SERBUAN BARANG IMPOR : UMKM Perlu Naikkan Kualitas
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk lokal agar dapat bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan bahwa model bisnis UMKM harus efisien dan kompetitif dibandingkan dengan produk luar negeri.
Pemerintah melalui Kemenkop UKM dan berbagai ahli menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM di tengah gempuran produk impor. Selain itu, pengawasan terhadap jalur masuk barang ilegal, termasuk pelabuhan kecil atau "pelabuhan tikus," harus diperketat untuk melindungi produk lokal dari persaingan yang tidak sehat.
Sorak Sorai di Bulan Kemerdekaan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak positif sepanjang bulan Agustus ini. Secara historis, IHSG cenderung memberi return positif pada bulan kemerdekaan. Di akhir bulan Juli ini, IHSG ditutup naik 0,19% ke posisi 7.255,76, Rabu (31/7). Dalam sebulan terakhir, IHSG menanjak 1,63%. IHSG berpeluang bertahan di atas level psikologis 7.000 sepanjang bulan Agustus 2024 ini. Pasar saham dalam negeri diramal akan mendapatkan sentimen positif dari pemangkasan suku bunga. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga menjelaskan, ada beberapa sentimen penting yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG bulan ini. Salah satunya adalah rilis laporan keuangan kuartal kedua emiten. Selain itu, data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang dijadwalkan rilis pada 5 Agustus mendatang akan sangat mempengaruhi pergerakan pasar. Jika PDB Indonesia berada di atas ekspektasi, IHSG akan bergerak positif dan sebaliknya.
"Jika terealisasi, ini tentu akan memberikan dampak positif bagi IHSG. Kebijakan moneter yang lebih longgar di AS berpotensi meningkatkan minat terhadap aset berisiko di emerging market," kata Aditya, Rabu (31/7). Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengatakan, secara historis pergerakan IHSG di Agustus cenderung sideways, tetapi relatif positif. Dalam 10 tahun terakhir, IHSG hanya memerah 3 kali di bulan Agustus. Secara teknikal, Nafan mencermati IHSG memiliki rentang terdekat berdasarkan minor parallel channel pada 7.199-7.354. Selama masih bertahan di atas 7.199, IHSG berpotensi menguji resistance 7.354. Tapi, jika IHSG breakdown dari 7.199, terdapat 61,8% retracement support di level 7.104 yang kemungkinan akan diuji. Aditya merekomendasikan saham INDF dengan nilai wajar Rp 7.842, TOWR di Rp 860 dan CTRA di Rp 1.390. Sedang Nafan menjagokan ACES, AKRA, ANTM, ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BSDE, CPIN, CTRA, ERRA, INDF, INDY, ITMG, MAPI, MDKA dan TLKM.
Komplet Sudah Tanda Ekonomi Tidak Baik-Baik Saja
Lengkap sudah sinyal kelesuan ekonomi dalam negeri. Jika tak sigap menanganinya, ekonomi Indonesia terancam masuk krisis. Setidaknya ada tiga faktor yang menunjukkan ekonomi nasional sedang lesu. Pertama, data Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 melorot ke level 49,7. Ini adalah level terendah sejak Agustus 2021 atau di masa pandemi Covid-19. Indeks di bawah 50 menunjukkan kinerja manufaktur terkontraksi. Di ASEAN, Indonesia memang tak sendirian. Pelemahan manufaktur juga dialami Malaysia dan Myanmar. Namun kinerja manufaktur Filipina, Thailand dan Vietnam masih di fase ekspansi, yakni masing-masing 51,2, 51,7, dan 54,7 berdasarkan laporan S&P Global. Indikator kedua, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kian membesar. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, jumlah karyawan yang terkena PHK per Juni 2024 mencapai 32.064 orang atau naik 21,45% dari periode sama tahun lalu yang mencapai 26.400 orang. Sinyal ketiga, Indeks Harga Konsumen (IHK) selama tiga bulan berturut-turut mencatatkan deflasi.
Terbaru, pada Juli 2024, deflasi di level 0,18%, lebih dalam ketimbang Mei sebesar 0,03% dan Juni 0,08%. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan wholesales mobil nasional turun 19,4% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Januari-Juni 2024. Penjualan ritel mobil juga turun 14% yoy di periode itu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan memantau kondisi PMI yang terkontraksi saat ini. "Tentu kita lihat situasinya karena di negara-negara lain masih di atas 50, terutama di ASEAN," kata dia, kemarin. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat, kondisi industri manufaktur, terutama padat karya terus melemah dan memicu PHK. "Kondisi investasi yang baru juga belum mampu meningkatkan serapan tenaga kerja," terang dia. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi dan merangsang permintaan dalam negeri. "Ini bisa dilakukan dengan memberi insentif fiskal seperti pemotongan pajak untuk industri manufaktur guna mengurangi biaya beban produksi," kata dia, kemarin.
Meretas Jalan Panjang Menuju Profitabilitas
Tiga emiten teknologi dan e-commerce terbesar di bursa, telah merilis kinerja untuk semester I-2024. Meski masih menderita kerugian, tetapi mayoritas emiten ini menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan kinerja keuangan. Tengok saja PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mengantongi pendapatan bersih Rp 7,73 triliun. Angkanya meningkat 12,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Sejalan dengan itu, beban dan biaya GOTO menurun. Alhasil, posisi kerugian GOTO terkikis hingga 62,3% yoy. Rugi GOTO pun tersisa Rp 2,69 triliun. Hanya saja, pertumbuhan pendapatan BELI tak setinggi pesaingnya, yaitu hanya tumbuh 0,99% menjadi Rp 7,85 triliun. Ronald Winardi, Chief Financial Officer Global Digital Niaga mengatakan, strategi pertumbuhan omnichannel yang selektif, meningkatkan laba bruto. Selain itu, pengendalian biaya yang disiplin efektif meningkatkan kinerja. Tapi berbeda dari dua emiten sebelumnya, rugi bersih PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) justru membengkak. Tapi, hal ini lebih disebabkan kerugian investasi.
Pendapatan BUKA sejatinya masih naik 10,61% yoy jadi Rp 2,41 triliun di semester I-2024. Sayangnya, rugi nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi bersih membengkak menjadi Rp 1,32 triliun di semester I-2024. Dus, rugi bersih BUKA melebar 93,16% menjadi Rp 751,9 miliar. Presiden Direktur Bukalapak Teddy Oetomo bilang, Ramadan yang jatuh pada Maret 2024 menjadi periode tertinggi dan sudah tercatat di kuartal I-2024. Tapi, perayaan Idul Fitri yang diikuti musim liburan, menunjukkan penurunan tingkat belanja. Investment Analyst Stockbit Sekuritas Edi Chandren mengatakan, libur Lebaran mengurangi kontribusi layanan BUKA yang memiliki take rate lebih tinggi. Selain itu, layanan produk virtual, seperti pulsa dan token listrik, mendapatkan tantangan dari beberapa kompetitor kecil di daerah, yang direspon oleh perseroan dengan menurunkan biaya layanan demi jaga permintaan. Equity Analyst Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli menjelaskan, perusahaan teknologi tengah berfokus pada profitabilitas. Pasalnya, biaya pendanaan makin meningkat dan investor memprioritaskan profitabilitas. Merespons rilis kinerja ini, sejumlah saham teknologi mulai naik. Saham GOTO misalnya, parkir di Rp 54, Kamis (1/8).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









