Ekonomi
( 40554 )Dana Desa Fleksibel
AS Meminta Penawaran Terbaik dari Negara-Negara Mitra dagangnya
Keuntungan Bank Tertekan, Sinyal Waspada Muncul
Industri perbankan Indonesia saat ini tengah menghadapi tekanan serius terhadap net interest margin (NIM) akibat meningkatnya biaya dana (cost of fund) yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan kredit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per April 2025 turun ke level 4,45%, seiring dengan melambatnya pertumbuhan laba industri menjadi hanya 5,79% secara tahunan.
Beberapa tokoh perbankan turut menyoroti kondisi ini. Lani Darmawan, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk., menyatakan bahwa tekanan terhadap NIM sudah berlangsung selama dua tahun terakhir akibat ketidakmampuan menaikkan harga pinjaman demi menjaga kualitas aset dan rasio kredit bermasalah (NPL). NIM CIMB Niaga bahkan turun di bawah 4% pada kuartal I-2025.
Di sisi lain, Hera F. Haryn, EVP BCA, menyebutkan bahwa meskipun NIM BCA mencapai 5,8% berkat kekuatan dana murah (CASA 83%), tetap terjadi penurunan secara kuartalan. Sedangkan Reza Iskandar Sardjono, Chief Strategy Officer Bank Danamon, menyatakan bahwa meski NIM Danamon masih di atas rata-rata industri (7,1%), telah terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan adaptasi terhadap dinamika makroekonomi.
Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menambahkan bahwa kompetisi dana yang ketat, termasuk dari instrumen investasi non-bank, ikut menekan NIM. Ia berharap pelonggaran suku bunga acuan (BI Rate) ke depan bisa memberi ruang bagi bank menurunkan cost of fund dan memperbaiki margin.
Sementara itu, Arianto Muditomo, pengamat perbankan dari Perbanas Institute, mengingatkan bahwa tekanan NIM yang berkepanjangan bisa mengganggu kemampuan perbankan dalam menyerap risiko kredit dan menyalurkan kredit ke sektor riil. Ia menilai peluang pemulihan tetap terbuka pada paruh kedua 2025 apabila strategi efisiensi dan insentif pemerintah dapat dimaksimalkan.
Dengan demikian, tantangan terhadap NIM bukan hanya berdampak pada profitabilitas bank, tetapi juga berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi antara penyesuaian strategi bank, stimulus fiskal, dan arah kebijakan moneter menjadi kunci utama pemulihan sektor ini.
Produksi Padi Karawang Digenjot Dua Kali Lipat
Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Ketua Tim Hortikultura DPKP Asep Saprudin, secara aktif mendorong para petani untuk melakukan program tanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Langkah ini diambil guna mencapai target produksi gabah kering panen (GKP) sebesar 1,45 juta ton pada tahun 2025, meningkat dari capaian 1,2 juta ton pada tahun sebelumnya.
Program ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan nasional, terlebih setelah pemerintah pusat menghentikan impor beras tahun ini. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemkab Karawang menyediakan bantuan berupa alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, bantuan benih, serta distribusi pupuk subsidi yang kini lebih mudah diakses hanya dengan KTP.
Asep juga menegaskan bahwa tanam tiga kali tidak selalu harus berupa padi, tetapi bisa juga sayuran untuk menjaga kesuburan tanah dan mengendalikan hama. Dengan berbagai dukungan tersebut, diharapkan lahan pertanian di Karawang dapat dimanfaatkan secara maksimal demi mendukung program nasional yang kini diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.
Musim Dividen Jadi Magnet Investor Saham
Stimulus Konsumsi Dinilai Masih Kurang Atraktif
Kinerja Emiten Membaik, Pasar Punya Tenaga Baru
Penyaluran KUR Masih Lambat di Awal Tahun
Terperdaya Bisnis Ulasan
Tim Investigasi Kompas menemukan fenomena bisnis ulasan yang terindikasi palsu di lokapasar. Ulasan seperti ini muncul pada forum ulasan produk kecantikan, produk anak, fashion dan Google Review. Praktik ini dilakukan sekelompok orang yang dibayar dan digerakkan untuk membeli produk-produk tertentu di toko da-ring. Mereka diminta memberi ulasan baik dan rating tinggi disertai unggahan barang yang diulas di media sosial (medsos). mereka berasal dari komunitas buzzer. Jasa rekayasa pembelian dan ulasan itu ditawarkan secara terbuka di iklan-iklan internet, seperti yang disediakan agensi LC. Dalam iklan mereka, agensi di Tangerang, Banten, ini menyediakan paket dari Rp 99.000 hingga Rp 50 juta. Paket Rp 99.000 terdiri dari satu ulasan disertai satu hingga 10 produk terjual. Paket tertinggi, yakni Rp 50 juta, menjanjikan 1.000 ulasan disertai 1.000-10.000 paket terjual.
”Kami pakai orang asli, bukan bot. Mereka benar-benar pesan barang di market place, lalu fee dan reimburse harga barang dilakukan setelah pekerjaan selesai,” kata pemilik LC, ibu muda SK (30) di Tangerang, Kamis (22/5). Pembelian barang oleh tim buzzer dilakukan agar transaksi dan ulasan yang diberikan terkesan asli. ”(Praktik) ini dirahasiakan karena tujuannyamembangun trust pembeli. Kalau orang tahu, mereka pasti tak percaya ulasan lagi,” katanya. Jasa ulasan di LC dibanderol Rp 20.000-Rp 15 juta per paket.Paket Rp 20.000 berisi satu ulasan disertai 1-10 pemesanan. Paket Rp 15 juta menawarkan 1.000 ulasan serta 1.000-100.000 transaksi. Proses pengerjaan berkisar 30-60 hari. Terdapat keterangan ”budget perputaran produk”, yang menjelaskan bahwa dana pembelian akan dikembalikan ke pemilik toko. Artinya, transaksi tetap tercatat di sistem loka pasar, tetapi produk tidak pernah benar-benar dikirim atau digunakan. (Yoga)
”CT Scan” Kini Bisa Diproduksi di Indonesia
Indonesia kini bisa memproduksi alat computed tomography scan di dalam negeri dan menjadi yang pertama di ASEAN. Ini menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada impor alat kesehatan dan membangun ekosistem teknologi kesehatan sendiri. CT scan lokal dirakit GE Health Care bersama PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Forsta Kalmedic Global (Forsta), yang pertama kali diluncurkan di pabrik PT Forsta di Gunung Sindur, Bogor, Jabar, pada Senin (2/6). Dirjen Farmasi dan Alkes Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia mengungkapkan, selama ini, alat kesehatan di Indonesia bergantung pada impor hingga 54,4 %. Alat CT scan bahkan 100 % diimpor dari luar negeri senilai Rp 682,5 miliar. ”CT scan ini masih sedikit rumah sakit yang memiliki. Diharapkan dengan adanya produksi lokal, dapat lebih cepat mengisi kebutuhan di rumah sakit,” katanya. Menurut Rizka, CT scan termasuk 10 perangkat medis yang diprioritaskan pemerintah untuk diproduksi di dalam negeri.
CT scan juga termasuk satu dari tiga alat kesehatan berteknologi tinggi, selain MRI (magnetic resonance imaging) dan PET scan (positron emission tomography). Hadirnya CT scan lokal, mendukung kebijakan tersebut sekaligus meletakkan dasar bagi inovasi masa depan dan kemandirian layanan kesehatan yang lebih besar. Harapannya, perusahaan tidak hanya merakit,tapi juga mengembangkan diriagar bisa memproduksi CT scan secara keseluruhan. Khusus untuk CT scan, Kemenkes mencatat pemerintah membutuhkan 306 CT scan yang tersebar di fasilitas kesehatan seluruh Indonesia hingga tahun 2027, untuk diagnosis dan pemantauan berbagai kondisi medis, termasuk kanker, penyakit jantung, dan gangguan neurologis. Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan mengungkapkan, nilai impor CT scan memuncak pada 2022 hingga Rp1,05 triliun. Produksi CT scan lokal dapat memperkecil nilai impor pada tahun ini.
CEO GE Health Care Indonesia, Kriswanto Trimoeljo juga mengungkapkan, pasar CT scan di dalam negeri mencapai 3.000 rumah sakit. Selain itu, 1.300 CT scan yang sudah ada berpotensi diperbarui atau dilengkapi dengan teknologi terkini. Direktur Forsta, Yvone Astri Della Sijabat menyatakan, perusahaannya tengah memasukkan CT scan kedalam proses tender yang dibutuhkan rumah sakit pemerintah pusat dan daerah. CT scan ini memenuhi standar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 25 % sesuai Perpres No 46 Tahun 2025. PT Forsta mampu memproduksi 52 unit CT scan pertahun atau 1 unit per minggu. Satu unit dirakit dalam waktu 1-4 hari dan pengujian memakan waktu tiga hari. Kapasitas produksi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan target pemerintah. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









