;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Grup Sinar Mas Jual Sebagian Kepemilikannya di Saham Smartfren

16 Nov 2024
Emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swatatika Sentosa Tbk (DSSA), menjual sebagian kepemilikan sahamnya di PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) kepada PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Penjualan 22,48 miliar sham FREN (4,72%) senilai Rp 562,16 miliar tersebut, merupakan upaya restrukturisasi internal dan penataan kembali portfolio investasi perseroan. "Melalui penjualan saham, perseroan berharap dapat berfokus pada pengembangan usaha dan pengelolaan portfolio investasi yang lebih sistematis," kata  manajemen Dian Swastika. Manajemen DSSA mengungkapkan,  sejak beberapa tahun terakhir perseroan telah menyusun dan melaksanakan rencana strategis untuk beralih menuju bisnis energi baru dan terbarukan serta pengembangan eksositem digital yang mendukung visi jangka panjang perseroan. Untuk menciptakan landasan bagi tercapainya rencana strategis, memberdayakan aset, dan melakukan penataan kembali porftolio investasi. "Sebagai kelanjutan, pada tanggal 15 November 2024, perseroan melaksanakan transaksi penjualan saham yang dimiliki oleh perseroan dalam FREN dengan nilai transaksi penjualan saham sebesar Rp562,15 miliar," tulis manajemen FREN. (Yetede)

UMKM Cenderung Melambat

16 Nov 2024
Kredit UMKM akhir-akhir ini cenderung melambat, sejalan dengan risiko kredit yang meningkat. Kondisi ini membuat pihak perbankan perlu hati-hati dalam menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM. Risiko kredit UMKM yang masih cukup tinggi dibandingkan kredit non UMKM karena pelaku UMKM didominasi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, serta kecenderungan perekonomian saat ini mengarah pada capital intensive seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi (IT) pada berbagai aspek. "Selain itu, masuknya produk impor ilegal yang biasanya menawarkan harga lebih murah juga memberikan tekanan terhadap bisnis UMKM," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Dia mengatakan, dari data yang ada menyebutkan kredit UMKM per September  tumbuh 5,04% secara year on year (yoy), atau melambat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tumbuh 8,2% yoy. "Per September 2024, kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 5,04% yoy. Tren pertumbuhan UMKM memang cenderung melambat, sejalan dengan risiko kredit UMKM yang meningkat ditandai dengan NPL yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dian. (Yetede)

Naik 8,3%, Utang Luar Negeri

16 Nov 2024
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal III-2024 sebesar US$ 427,8 miliar, atau secara tahunan tumbuh 8,3%. Perkembangan ULN tersebut bersumber dari sektor publik. Posisi ULN kuartal III-2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk nilai tukar rupiah. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, karena didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini terlihat dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga sebesar 31,1%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,2% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. "Peran ULN juga akan dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," jelas Ramdan. (Yetede)

Kemenperin Proyeksikan Pasar Ekspor Industri Tekstil Tumbuh 3,17 Persen

16 Nov 2024
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan pasar ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki akan tumbuh sebesar 3,17 persen pada 2024 hingga 2028. Sedangkan pasar ekspor pakaian jadi diproyeksikan akan tumbuh sebesar 2,81 persen. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Andi Rizaldi, menilai ekspor itu akan mendatangkan pendapatan hingga USD 798,4 miliar pada 2028. Di antara berbagai kawasan, ia menilai Asia akan menjadi pasar terbesar ekspor tekstil dari Indonesia. “Saat ini, Korea Selatan menjadi negara tujuan ekspor TPT yang menduduki urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang, dengan nilai ekspor tahun 2023 sebesar USD492,77 juta, dengan pangsa pasar 4,24 persen,” kata Andi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 16 November 2024.

Potensi pasar ekspor TPT nasional ke Korea Selatan saat ini terus meluas. Andi mengatakan, kondisi ini perlu disambut positif para pelaku industri. Mereka dapat terus mengembangkan produk-produk lokal yang mampu memenuhi permintaan buyer internasional. Andi berujar, Kemenperin terus mendorong industri TPT untuk memperluas akses pasarnya ke negara-negara nontradisional yang potensial. Kemenperin juga memfasilitasi industri TPT dapat memanfaatkan perjanjian kerja sama perdagangan yang saat ini telah terjalin dengan berbagai negara. Namun, potensi itu tak selaras dengan kondisi industri tekstil dalam negeri yang saat ini belum membaik. Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Emelia Yanti Siahaan mengatakan sudah sekitar dua tahun pabrik tekstil tutup karena merosotnya pasar ekspor. Padahal industri tekstil nasional masih didominasi perusahaan-perusahaan yang bergantung pada pasar ekspor. (Yetede)

Menjaga Stabilitas Neraca Perdagangan

16 Nov 2024

Serangkaian kunjungan kenegaraan dan pertemuan internasional yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sepekan terakhir memberikan dampak positif terhadap peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia. Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan pemimpin negara besar seperti Presiden Xi Jinping di China, Presiden Joe Biden di AS, serta Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dalam rangka memperkuat hubungan dagang dan ekonomi Indonesia dengan negara-negara tersebut. Selain itu, pada KTT APEC di Peru, Presiden Prabowo menekankan pentingnya mempererat hubungan ekonomi Indonesia dengan Australia.

Pada sisi ekonomi, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan yang cukup stabil, dengan surplus US$24,43 miliar hingga Oktober 2024, meskipun sektor migas mengalami defisit. Sektor nonmigas terus mendominasi dengan kontribusi besar terhadap ekspor Indonesia, yang mencatatkan pertumbuhan positif. Namun, meski surplus neraca perdagangan terus terjaga, ada tren pelambatan yang perlu diwaspadai, terutama dalam ekspor.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyoroti pentingnya kesepakatan bilateral, seperti yang tercapai dalam Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan kedua negara. Dalam hal ini, Menteri Budi menyambut rencana Misi Perdagangan Kanada ke Indonesia pada Desember 2024 yang membawa sekitar 300 pelaku usaha.

Namun, sejumlah tokoh, seperti Shinta Widjaja Kamdani dari Apindo, mengingatkan pentingnya merumuskan kebijakan baru di sektor perdagangan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Ditekankan bahwa Indonesia perlu melakukan diversifikasi perdagangan dan stimulasi ekspor agar dapat mencapai target surplus perdagangan yang lebih tinggi, yakni antara US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar pada 2024. Ekonom Yusuf Rendy Manilet juga menilai bahwa jika surplus perdagangan tidak mencapai target, aliran mata uang asing yang masuk ke Indonesia bisa berkurang, yang pada gilirannya dapat melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Secara keseluruhan, meskipun Indonesia terus mencatatkan surplus neraca perdagangan, tantangan dan upaya strategis di sektor perdagangan masih diperlukan untuk mencapai target yang lebih ambisius dan mempertahankan stabilitas ekonomi negara.


Ekspansi Pasar Ekspor untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

16 Nov 2024

Indonesia berhasil mempertahankan tren positif neraca perdagangan selama 54 bulan berturut-turut hingga Oktober 2024, meskipun upaya pemerintah untuk memperluas pasar ekspor dan mencapai target surplus yang lebih tinggi masih diperlukan. Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2024 mencatatkan surplus sebesar US$2,48 miliar, dengan sektor nonmigas memberikan kontribusi terbesar, yaitu US$41,82 miliar, meskipun sektor migas mengalami defisit US$17,39 miliar. Namun, target surplus pemerintah yang diharapkan berkisar antara US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar untuk tahun ini masih belum tercapai, sehingga diperlukan strategi yang lebih jitu dan penguatan sektor usaha.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama antarnegara dan membuka peluang pasar baru, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam hal ini, langkah agresif pemerintah untuk menjaring pasar ekspor baru sangat dibutuhkan. Sektor industri pengolahan, yang menjadi penyumbang terbesar dalam ekspor Indonesia, mengalami peningkatan yang signifikan pada Oktober 2024, dengan ekspor industri pengolahan naik 12,04% dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan masalah dalam sektor tekstil yang masih menghadapi banyak pabrik yang tutup. Penyelesaian masalah di sektor-sektor tertentu, termasuk tekstil, dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor menjadi agenda penting. Pemerintah diharapkan untuk terus mendorong pertumbuhan ekspor dan memperkuat daya saing industri domestik agar dapat mengatasi tantangan tersebut dan mencapai surplus perdagangan yang lebih tinggi di masa depan.



Optimisme di Tengah Potensi Pasar Saham

16 Nov 2024

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 15 November, disebabkan oleh aksi jual investor asing yang berfokus pada ketidakpastian global, terutama terkait Pemilu AS dan kebijakan proteksionisme yang mungkin diambil oleh Presiden AS, Donald Trump. Meskipun demikian, Rizky Hidayat, Investment Specialist dari Schroders Indonesia, menilai bahwa valuasi pasar saham Indonesia saat ini masih menarik dengan PE ratio 14 kali, yang terdiskon dibandingkan dengan pasar saham AS, Jepang, atau India. Oleh karena itu, Schroders tetap optimis terhadap prospek jangka panjang pasar saham Indonesia, meskipun kondisi makroekonomi saat ini lebih mempengaruhi sentimen investor.

Selain itu, analis dari Maybank Sekuritas Indonesia merevisi target IHSG untuk 2024 menjadi 7.900, dengan proyeksi pertumbuhan laba yang solid. MNC Sekuritas juga mencatat dampak kebijakan proteksionisme AS terhadap aliran dana keluar dari pasar negara berkembang, sementara Mirae Asset Sekuritas menganggap sentimen positif dari data ekonomi AS bisa membuka peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter.

Para analis juga memberikan rekomendasi saham yang berpotensi stabil meskipun pasar sedang tertekan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Adaro Energy Indonesia (ADRO), dan PT Bank Mandiri (BMRI). Dengan adanya ketidakpastian global, mereka menekankan pentingnya pemilihan saham yang selektif dan lebih oportunistik dalam menghadapi fluktuasi pasar.



Pembiayaan Ekonomi Butuh US$600 Miliar

16 Nov 2024

Indonesia bertekad untuk mempercepat industrialisasi melalui penghiliran sumber daya alam, seperti nikel, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam sambutannya di APEC CEO Summit di Peru, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mengolah sumber daya Indonesia dan menargetkan investasi sekitar US$600 miliar untuk sektor ini. Prabowo juga menekankan komitmen Indonesia untuk melindungi investasi dan menciptakan kondisi ekonomi yang menguntungkan. Keberhasilan penghiliran nikel telah terbukti meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua, meski tantangan dalam mengurangi kemiskinan tetap ada. Pemerintah juga tengah mengkaji insentif untuk mendukung penghiliran industri, termasuk tax holiday dan tax allowance, dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sesuai dengan target Presiden yang menginginkan laju pertumbuhan sekitar 8%.


Inovasi Sebagai Kunci Pertumbuhan UMKM

16 Nov 2024

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, terutama dalam hal literasi digital dan keterbatasan biaya implementasi teknologi, berbagai startup kini hadir untuk memberikan solusi yang inovatif dan terjangkau. Wappin, yang dipimpin oleh CEO Alfi an Tinangon, menawarkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan UMKM untuk mengelola pesanan dan berinteraksi dengan pelanggan melalui aplikasi perpesanan populer seperti WhatsApp. Solusi ini mengurangi ketergantungan pada tenaga admin dan memungkinkan UMKM mengalokasikan tenaga kerja untuk tugas lain yang lebih produktif.

Selain itu, PT Esensi Solusi Buana (ESB), yang dipimpin oleh Gunawan Woen, menyediakan solusi teknologi untuk UMKM di sektor kuliner, termasuk aplikasi kasir dan sistem ERP. Teknologi AI yang ditawarkan, seperti fitur OLIN, membantu pengusaha kuliner meningkatkan efisiensi operasional dan mendeteksi potensi kecurangan, sehingga mereka dapat lebih mudah mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien dan meningkatkan nilai rata-rata pesanan.

Paper.id, yang didirikan oleh Yosia Sugialam, juga memberikan solusi untuk membantu UMKM mengelola arus kas dan pembayaran secara lebih mudah dan efisien. Platform ini memungkinkan UMKM untuk mengelola transaksi melalui lebih dari 30 metode pembayaran, termasuk cicilan dan kartu kredit, serta menyediakan produk Papercard untuk membantu pengusaha mengelola pembiayaan dengan lebih fleksibel.

Ketiga startup ini menawarkan teknologi yang sangat relevan dan bermanfaat bagi UMKM, seiring dengan target pemerintah untuk mengintegrasikan 30 juta UMKM ke dalam ekosistem digital pada akhir tahun ini. Meskipun tantangan seperti keterbatasan literasi digital dan biaya teknologi masih ada, solusi yang ditawarkan oleh startup-startup tersebut membuka peluang besar bagi UMKM untuk tumbuh dan meningkatkan daya saing mereka, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.



Investasi Bitcoin Mengalir Deras

16 Nov 2024
Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi di US$ 93.462 pada 13 November 2024, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,73 triliun atau 59,4% dari total kapitalisasi pasar kripto. Kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS menjadi katalis utama lonjakan ini, didukung aliran masuk investasi kripto sebesar US$ 1,98 miliar pasca-pemilu, menurut Fyqieh Fachrur, trader Tokocrypto. Selain itu, pendekatan dovish The Federal Reserve, termasuk prospek pemotongan suku bunga, semakin memperkuat daya tarik bitcoin sebagai aset safe haven.

Salah satu kebijakan potensial dari Trump, yaitu RUU Cadangan Bitcoin Strategis, menambah sentimen positif. Jika disahkan, AS akan mengakumulasi 1 juta bitcoin atau 5% dari total pasokan selama lima tahun. Optimisme ini juga tercermin dari meningkatnya permintaan institusional, termasuk dana masuk ke ETF Bitcoin yang mencetak rekor baru.

Meski demikian, Gabriel Rey, CEO Triv, mengingatkan agar investor tidak hanya berfokus pada bitcoin. Altcoin seperti ZKSync (ZK), XRP, dan koin berbasis AI seperti The AI Prophecy (ACT) menawarkan peluang menarik. Data menunjukkan, ACT naik lebih dari 2.300% dalam sepekan. XRP juga didukung oleh ekosistem pembayaran lintas batas yang berkembang, sedangkan zkSync semakin populer dalam ranah DeFi.

Namun, risiko tetap ada. Eko Endarto, perencana keuangan Finansia Consulting, menyarankan agar alokasi aset kripto, termasuk bitcoin, tidak melebihi 10% dari portofolio. Sentimen pasar juga menunjukkan tanda jenuh beli, dengan Crypto Fear & Greed Index berada di level ekstrem (82), yang berpotensi memicu aksi profit-taking.

OJK, yang akan mulai mengawasi industri kripto pada 2025, telah menyiapkan aturan seperti kewajiban know your customer (KYC) untuk exchanger, menurut Hasan Fauzi dari OJK. Hal ini diharapkan menciptakan ekosistem kripto yang lebih teratur dan aman bagi investor.