;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Pembiayaan Multiguna Semarak Jelang Akhir Tahun

23 Nov 2024
Meskipun sektor otomotif mengalami kelesuan, pembiayaan multiguna oleh perusahaan multifinance tetap tumbuh hingga Oktober 2024.

Adira Finance, melalui produk Solusi Dana, mencatat peningkatan pembiayaan sebesar 12% secara tahunan dengan total penyaluran Rp 7,4 triliun. Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, menyatakan bahwa peningkatan ini didukung oleh perluasan akses ke segmen masyarakat yang belum terjangkau perbankan. Ia optimis prospek pembiayaan multiguna akan terus berkembang karena kebutuhan masyarakat, baik konsumtif maupun produktif, semakin meningkat.

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat kenaikan pembiayaan multiguna sebesar 16% yoy menjadi Rp 7,66 triliun. Ristiawan Suherman, Presiden Direktur CNAF, menyebut segmen mobil bekas memberikan kontribusi signifikan dengan pertumbuhan 64% mencapai Rp 4,87 triliun. Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi yang membaik akan mendorong agresivitas industri pembiayaan pada 2025.

WOM Finance mencatat peningkatan 2,3% yoy dengan total pembiayaan multiguna Rp 3,7 triliun. Menurut Cincin Lisa, Direktur Keuangan WOM Finance, segmen ini tetap diminati karena didukung oleh ekonomi yang stabil.

BFI Finance juga melaporkan pertumbuhan piutang pembiayaan multiguna sebesar 5,1% yoy menjadi Rp 4,37 triliun. Dian Fahmi, Corporate Communication Head BFI Finance, menegaskan bahwa pembiayaan multiguna di perusahaan ini difokuskan pada konsumsi barang dan jasa, bukan untuk aktivitas produktif.

Multifinance memandang segmen pembiayaan multiguna sebagai peluang strategis, dengan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan masing-masing perusahaan.

Harga Tiket Mahal Mengancam Pertumbuhan Industri

22 Nov 2024

Maskapai penerbangan nasional sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola kinerja mereka di tengah kebijakan pemerintah yang berupaya menurunkan harga tiket pesawat, terutama selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Beberapa kebijakan pemerintah, seperti pemangkasan biaya tambahan penerbangan (surcharge) dan pemangkasan 50% biaya pelayanan jasa penumpang pesawat (PJP2U) atau airport tax, bertujuan untuk menekan harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bagi maskapai yang masih mengalami kerugian akibat tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan.

Tokoh-tokoh dalam industri penerbangan seperti Direktur Utama Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menyatakan harapannya agar mekanisme penurunan harga tiket dapat menguntungkan semua pihak, baik maskapai maupun penumpang. Senada dengan itu, Direktur Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menegaskan pentingnya perhitungan yang cermat agar penurunan harga tidak merugikan maskapai, yang sudah mencatatkan kerugian cukup besar. Maskapai lain, seperti AirAsia Indonesia, juga berharap pemerintah menurunkan komponen biaya seperti bahan bakar dan pajak, agar harga tiket dapat lebih terjangkau tanpa membebani maskapai lebih lanjut.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, mengingatkan bahwa meskipun pemerintah berusaha menurunkan harga tiket, maskapai masih menghadapi tantangan besar dalam mengelola kerugian karena biaya operasional yang tinggi. Beberapa maskapai, seperti Sriwijaya, optimis dapat menghadapi tantangan tersebut dengan efisiensi operasional, namun hal ini tetap memerlukan waktu dan adaptasi.

Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Kemenhub, memberikan sinyal kuat terkait penurunan harga tiket pesawat, dengan tujuan mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat selama liburan. Namun, para pemangku kepentingan juga memperingatkan bahwa kebijakan ini harus dijalankan dengan hati-hati agar tidak mengorbankan kualitas layanan dan keberlanjutan operasional maskapai.

Secara keseluruhan, meskipun ada niat baik dari pemerintah untuk menurunkan harga tiket, maskapai penerbangan nasional perlu menghitung dengan cermat dampak dari kebijakan ini terhadap keuangan mereka, karena mereka masih menghadapi kerugian besar dan tantangan biaya yang tinggi.



Industri Petrokimia sebagai Penopang Vital Ekonomi Dasar

22 Nov 2024

Industri petrokimia Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, namun juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), menyoroti rendahnya tingkat utilisasi industri petrokimia hulu yang hanya sekitar 60%-70%, disebabkan oleh mahalnya bahan baku domestik dan tingginya biaya produksi. Oleh karena itu, Inaplas mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi industri ini, salah satunya melalui pengendalian impor dan insentif untuk mengurangi harga bahan baku domestik.

Henry Chevalier, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), juga mengusulkan pembebasan pajak untuk bahan baku plastik agar industri hilir bisa bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Di sisi pemerintah, Susila Brata dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk melindungi industri petrokimia domestik melalui peraturan mengenai bea masuk, sementara Wiwik Pudjiastuti dari Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya neraca komoditas untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

Selain itu, Eko Harjanto dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa dukungan terhadap industri petrokimia akan terus difokuskan, baik dari sisi insentif maupun percepatan proses perizinan, yang sering menjadi kendala terbesar bagi pelaku industri. Dengan adanya kebijakan yang mendukung dan optimalisasi investasi, sektor petrokimia Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.


Aturan Baru Pengupahan Picu Pergeseran Strategi Bisnis

22 Nov 2024

Perubahan aturan pengupahan dan penundaan penetapan upah minimum dapat mengganggu perencanaan bisnis perusahaan. Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, menegaskan bahwa perusahaan telah merencanakan anggaran dan kontrak bisnis berdasarkan asumsi aturan yang lama, sehingga perubahan mendadak ini berpotensi merusak perencanaan tersebut. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan bahwa penetapan upah minimum 2025 ditunda dan sedang dalam kajian lebih lanjut, dengan pemerintah pusat meminta para gubernur untuk menunggu arahan resmi.

Bitcoin Melonjak, IHSG dan Emas Tersungkur

22 Nov 2024
Harga Bitcoin terus melonjak, mencapai rekor tertinggi sekitar US$ 98.700 menurut CoinMarketCap pada 21 November 2024. Peningkatan ini didorong oleh minat pada inovasi teknologi seperti SegWit dan maraknya initial coin offerings (ICO), seperti dijelaskan oleh Fyqieh Facrur, Trader Tokocrypto. Bitcoin diperkirakan akan terus mencetak rekor baru, dengan potensi mencapai US$ 100.000 dalam waktu dekat.

Sementara itu, indeks dolar AS yang naik 2,95% dalam setahun terakhir berdampak pada pelemahan rupiah hingga Rp 15.942 per dolar AS, serta penurunan harga emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Emas turun 2,83% sebulan terakhir ke US$ 2.669 per ons troi, meski dalam jangka panjang diprediksi mencapai US$ 2.700 pada akhir 2024 oleh analis Lukman Leong. IHSG juga tertekan, turun 7,46% dalam sebulan terakhir akibat penguatan dolar AS.

Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS membawa dampak besar bagi pasar global. Kebijakan proteksionisme dan euforia kecerdasan buatan (AI) memperkuat pasar saham AS, seperti yang dicatat oleh Lukman, dengan potensi besar bagi Dow Jones dan S&P 500. Namun, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat akibat tensi di Rusia dan Timur Tengah.

Oktavianus Audi, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, merekomendasikan strategi investasi konservatif dengan alokasi 60% pada aset defensif seperti obligasi, reksa dana, atau emas, serta 40% di saham. Lukman menyarankan diversifikasi yang lebih berimbang: 10%-20% untuk bitcoin, 20% emas, 30% saham, dan sisanya di obligasi dan reksa dana.

Pasar saat ini menawarkan peluang besar untuk bitcoin, sementara emas dan saham AS tetap menarik dalam jangka panjang, meski penuh ketidakpastian.

Dorongan Ekonomi Berisiko Perbesar Defisit Transaksi Berjalan

22 Nov 2024
Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia mencatat perbaikan sementara pada kuartal III-2024, turun menjadi US$ 2,2 miliar (0,6% dari PDB) dibandingkan US$ 3,2 miliar (0,9% dari PDB) di kuartal sebelumnya. Penurunan ini didukung surplus neraca perdagangan barang, penyempitan defisit neraca jasa, dan penurunan defisit neraca pendapatan primer. Faktor musiman seperti penurunan pembayaran imbal hasil investasi juga berkontribusi pada perbaikan ini.

Namun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan CAD akan kembali melebar di kuartal mendatang, dengan proyeksi sepanjang 2024 berada di kisaran 0,1%-0,9% dari PDB. Prospek ini sejalan dengan faktor pembayaran bunga utang dan pelemahan surplus perdagangan akibat penurunan harga komoditas serta melambatnya permintaan global, terutama dari China.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan CAD 2024 di level 0,7% dari PDB, sementara Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pelebaran lebih besar, hingga 1,22% pada 2025, didorong oleh normalisasi harga komoditas dan percepatan agenda ekonomi pemerintah.

Meski begitu, surplus transaksi modal dan finansial yang mencapai US$ 6,6 miliar di kuartal III-2024 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama dari investasi langsung di sektor pengolahan dan jasa. Hal ini membuat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik surplus sebesar US$ 5,9 miliar, setelah sebelumnya defisit.

Menurut Perry, aliran masuk modal asing di berbagai instrumen investasi akan menjaga NPI positif, didukung oleh upaya hilirisasi ekonomi. Inisiatif ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah dan membatasi pelebaran CAD dalam jangka panjang, meskipun tantangan global tetap menjadi perhatian utama.

Saham Baru Bersinar dengan Potensi Keuntungan Tinggi

22 Nov 2024
Beberapa saham pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa luar biasa, dengan 10 saham mencetak kenaikan hingga ratusan persen dari harga IPO. Contohnya, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melonjak 371,59% dalam waktu singkat sejak debutnya pada 11 November 2024. Saham lain seperti PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Newport Marine Services Tbk (BOAT), dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) juga mencatatkan kenaikan signifikan.

Menurut Miftahul Khaer, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, volatilitas saham baru sangat tinggi dan dipengaruhi oleh momentum euforia, prospek emiten, valuasi, serta kualitas manajemen. Namun, Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menilai bahwa lonjakan ini biasanya hanya bertahan dalam jangka pendek akibat euforia IPO. Valuasi yang tinggi sering kali memicu aksi jual, sehingga harga saham berisiko terkoreksi.

Dari 39 emiten baru tahun ini, 17 saham justru jatuh di bawah harga IPO, seperti PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), yang turun masing-masing 78,42% dan 76,49%. Nafan mencatat bahwa penurunan tajam ini sering terjadi pada emiten dengan fundamental lemah, menjadikannya lebih cocok untuk trading jangka pendek daripada investasi.

Miftahul mengingatkan bahwa saham IPO memiliki risiko tinggi, sehingga kurang cocok untuk investor pemula. Ia menyarankan investor berhati-hati terhadap saham dengan valuasi yang terlalu tinggi. Namun, DAAZ dianggap masih menarik untuk dicermati di antara saham-saham pendatang baru lainnya.

Sebagai strategi, Nafan menyarankan memperhatikan volume transaksi sebagai indikator minat pasar. Sementara Miftahul merekomendasikan investor pemula fokus pada saham dengan prospek dan kinerja fundamental yang lebih jelas untuk menghindari risiko besar.

Buyback Saham Jadi Jurus Baru Menarik Investor

22 Nov 2024
Menjelang akhir 2024, sejumlah emiten, termasuk PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM), gencar melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham. TOBA telah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk buyback hingga 10% dari modalnya, dengan anggaran Rp 425,49 miliar. Sementara itu, HRUM menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk buyback hingga September 2025.

Menurut Miftahul Khaer, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, buyback saham biasanya meningkatkan kepercayaan investor, terutama jika harga saham emiten telah turun signifikan. Aksi ini dapat mendorong nilai pasar saham dalam jangka pendek. Maximilianus Nico Demus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menambahkan bahwa buyback juga berdampak positif pada rasio keuangan emiten, seperti meningkatkan earning per share (EPS) karena jumlah saham yang beredar berkurang, menjadikan saham lebih menarik bagi investor.

Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai bahwa sumber anggaran buyback umumnya berasal dari kas internal yang sedang tidak digunakan untuk ekspansi. Saham hasil buyback akan menjadi saham treasuri yang dapat dilepas kembali ketika harga saham naik, menciptakan fleksibilitas bagi emiten.

Namun, keberhasilan buyback sangat bergantung pada besarnya anggaran. Jika dana buyback kecil, emiten memiliki keterbatasan untuk memengaruhi harga pasar secara signifikan. Oleh karena itu, besaran anggaran menjadi kunci efektivitas aksi ini.

Dari berbagai emiten yang melakukan buyback, Nico merekomendasikan HRUM dengan target harga Rp 1.650 per saham. Sedangkan Miftahul merekomendasikan trading buy untuk TOBA dan HRUM dengan target masing-masing Rp 530 dan Rp 1.220 per saham. Aksi buyback ini memberikan sentimen positif bagi prospek emiten sekaligus meningkatkan daya tarik saham di mata investor.

Kompetisi Panas Pasca Merger di Sektor Bisnis

22 Nov 2024
PT XL Axiata Tbk (EXCL) berpotensi memperkuat posisinya di industri telekomunikasi melalui merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan akuisisi pelanggan Link Net (LINK). Merger ini diharapkan menciptakan perusahaan dengan basis pelanggan hingga 100 juta dan spektrum 152 MHz, mendekati Telkomsel, menurut Gani, analis Ciptadana Sekuritas. Langkah tersebut akan meningkatkan daya saing EXCL terhadap Telkom Indonesia (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT).

Akuisisi 750.000 pelanggan Link Net pada September 2024 memperkuat penetrasi layanan fixed broadband (FBB) XL, mendukung pertumbuhan internet fiber. Selain itu, EXCL menaikkan tarif data pada Agustus–September sebesar 5%, yang mulai mencerminkan peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) di Oktober. Meski ARPU kuartal ketiga menurun ke Rp 41.000 per bulan, ARPU gabungan sepanjang tahun meningkat ke Rp 43.000, menunjukkan prospek yang positif.

Menurut Nicolas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, layanan seluler tetap menjadi kontributor utama pendapatan EXCL, mencapai Rp 24,1 triliun selama Januari–September 2024. Namun, daya beli yang lemah, persaingan ketat, dan isu ISP ilegal seperti RT/RW Net menekan kinerja EXCL di kuartal ketiga. Etta Rusdiana dari Maybank Sekuritas optimistis laba bersih EXCL akan membaik pada kuartal IV-2024, terutama dari pelanggan FBB.

Etta memproyeksikan pendapatan EXCL sebesar Rp 34,3 triliun dan laba bersih Rp 2,28 triliun pada 2024, dengan target harga saham Rp 3.200. Nicolas menargetkan Rp 2.600, sementara Gani menurunkan target menjadi Rp 3.000. Dengan langkah strategis seperti merger dan akuisisi, EXCL diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas dan daya saing di pasar telekomunikasi.

Mengurai Sampah Jadi Rupiah dengan kolaborasi bersama

22 Nov 2024

Puja Labaika (27) mengayak maggot, larva black soldier fly (BSF). ”Awalnya geli dan jijik. Apalagi makanannya sampah. Sekarang sudah terbiasa,” kata Puja yang sedang memanen maggot di Sentra Budidaya Maggot BSF Kota Padang di Kelurahan Rawang, Kota Padang, Sumbar, Selasa (19/11) siang. Sentra budidaya maggot itu dikelola Kelompok Usaha Bersama (Kube) Organic Feed. Siang itu, ibu dua anak itu dibantu seorang rekan memanen maggot. Ada puluhan biopond, media maggot mengurai sampah organik, yang dibongkar. Ia memperkirakan panen maggot hari itu 200 kg. Firman Agus (45) menuangkan sebakul sampah sisa makanan ke biopond dan segera diserbu maggot.

”Biasanya saya menambah pakan maggot sekali tiga hari. Ditambah ketika sampah di biopond sudah kering,” kata sopir bus sekolah itu di tempat budidaya maggot milik Kube Organic Feed lain di Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Padang Selatan. Kube Organic Feed yang dirintis sejak November 2022 merupakan usaha budidaya maggot yang eksis dan terus berkembang di Kota Padang dengan 17 anggota yang bekerja sebagai montir, sopir, sukarelawan dinas lingkungan hidup (DLH), pekerja sosial masyarakat, dan lainnya. ”Tiap bulan, kegiatan kami mengurangi 18 ton sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Padang,” kata Ketua Kube  organic Feed Hendrik Yuriko (45). DLH Padang menyebut, produksi sampah ibu kota Sumbar itu 647 ton per hari dan 65 % di antaranya merupakan sampah organik.

Mayoritas produksi sampah harian masuk ke TPA Air Dingin yang kapasitasnya hampir penuh. Kube Organic Feed mendapatkan pasokan sampah organik dapur dari 12 titik usaha di Padang. Lembaga itu bekerja sama dengan empat hotel, empat rumah sakit, dua sekolah, satu asrama, dan satu rumah makan. Sampah berupa nasi basi dan sisa makanan lainnya itu dijemput ke tempat-tempat tersebut pukul 21.00-23.00. Selanjutnya, dikumpulkan di tempat budidaya maggot di Kelurahan Ranah Parak Rumbio. Paginya, sampah yang terkumpul disortir kembali, lalu disimpan di ember-ember besar. Sampah-sampah inilah yang kemudian disalurkan sebagai pakan maggot di tiga tempat budidaya itu.

Kube Organic Feed membudidayakan maggot di biopond seukuran 120 cm x 240 cm. Total ada 278 biopond yang tersebar di tiga tempat budidaya, yaitu 72 biopond di Ranah Parak Rumbio, 120 biopond di Rawang, dan 86 biopond di Pasa Gadang. ”Oktober lalu hasil panen maggot segar di ketiga tempat itu, 1.410 kilogram. Kami menjual ke petambak ikan Rp 6.000 per kg,” kata Sekretaris Kube Organic Feed Andi Ilham (43). Selain maggot, tiga tempat budidaya itu menghasilkan lebih dari setengah ton kasgot atau sisa pencernaan maggot yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. (Yoga)