;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Industri penerbangan pulih perlahan

19 Nov 2024

Dalam laporan terbarunya, Airbus memproyeksikan pasar penerbangan Asia-Pasifik membutuhkan 19.500 pesawat baru dalam dua dekade mendatang, setara 46 % total kebutuhan global yang diperkirakan mencapai 42.430 pesawat baru pada 2043. Sekitar 16.000 pesawat lorong tunggal, seperti seri A220 dan A320neo, diprediksi akan dibutuhkan guna mendukung rute jarak pendek dan menengah di Asia Pasifik. Tidak hanya itu, permintaan pesawat jarak jauh berukuran sedang dan besar, antara lain A330neo dan A350, juga diproyeksikan bakal mencapai 3.500 unit. Sejumlah maskapai yang telah memesan model pesawat ini adalah Cathay Pacific untuk A330neo, sedangkan A350 telah dipesan EVA Air, Japan Airlines, dan Korean Air.

President of Airbus Asia-Pacific Anand Stanley, dalam siaran pers, Rabu (13/11) memperkirakan, hampir 71 % pesawat akan dikirim untuk mendukung ekspansi armada. Sementara 29 % lainnya menggantikan pesawat-pesawat tua seiring perhatian banyak pihak terhadap upaya dekarbonisasi. Tren positif serupa juga akan dialami sektor kargo. Pasar Asia-Pasifik diperkirakan membutuhkan 250 pesawat berbadan lebar yang merepresentasikan 10 % permintaan global. Tipe A350F digadang-gadang akan memenuhi permintaan banyak pihak dengan peningkatan efisiensi, mengurangi emisi karbon dioksida (CO2), dan menjadi kelas terbaik di kelas ekonomi. Prospek positif serupa juga diperhitungkan Boeing, perusahaan pabrikan pesawat asal AS.

Boeing melaporkan, setidaknya 20.040 unit pesawat dibutuhkan pada 2043 dengan cakupan China (9.740), Asia Timur Laut (1.770), Oseania (860), Asia Selatan (2.710), dan Asia Tenggara (4.960). Kenaikan lalu lintas tiap daerah berkisar 3-7,4 % dari tahun 2024 ke 2043. Segmen kargo juga menjadi salah satu daya tarik penarik keuntungan Boeing karena pasar pesawat ini telah melampaui level prapandemi Covid-19. Pihaknya juga memperkirakan, tren positif ini masih akan terus berlanjut dalam jangka panjang. Lalu lintas pesawat kargo akan meningkat rata-rata 4 % per tahun hingga 2043. ”Akan banyak pendorong untuk melanjutkan permintaan pesawat barang (kargo) selama 20 tahun mendatang, termasuk ekspansi dari pasar-pasar berkembang dan pertumbuhan manufaktur global serta e-commerce,” tutur Vice President of Commercial Marketing Boeing Darren Hulst, dikutip dari laman resmi Boeing.

Menurut pengamat penerbangan Gatot Rahardjo, kondisi industri penerbangan global telah membaik walau masih dibayangi krisis. Dalam laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yang dirilis pada 2023, bisnis penerbangan global dinilai hampir, bahkan telah mencapai, titik serupa dengan sebelum pandemi Covid-19. ”Ini karena tantangan dan peluang tiap negara memang berbeda-beda. Contohnya, kebijakan soal bea masuk suku cadang, harga bahan bakar, kurs mata uang negara terhadap USD, dan kondisi perekonomian di tiap negara berbeda. Namun, secara global memang mayoritas sudah pulih,” ujarnya. (Yoga)


Akuisisi dan Kerja Sama Chandra Asri dengan Berbagai Perusahaan Asing

19 Nov 2024

Pelaku industri petrokimia terbesar di Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk, mengubah visi mereka menjadi perusahaan terintegrasi terkemuka di Asia Tenggara. Mereka gencar melakukan akuisisi dan kerja sama dengan berbagai perusahaan asing. Direktur Hukum, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri, Edi Rivai, menyampaikan, pada tahun 2024, perseroan bertransformasi dengan menambah fokus bidang energi ke dalam strategi usaha mereka. Kemudian, mengupayakan Chandra Asri menjadi perusahaan terkemuka di Asia Tenggara. ”Kami sudah melangkah dari lokal, ke global, walaupun globalnya masih regional Asia Tenggara. Kemudian, dari solusi kimia dan infrastruktur, sekarang diperluas lagi menjadi solusi energi, karena ada minyak yang kita akan produksi dan juga baterai,” tuturnya dalam presentasi kepada media di Kota Cilegon, Banten, Senin (18/11).

Chandra Asri mengolah produk kilang minyak, nafta, yang sebagian besar menjadi produk polimer, seperti polietilena, polipropilen, butadiena, dan monomer stirena. Usaha di bawah bendera Barito Pacific Group tersebut masih pemimpin pasar sektor petrokimia dalam negeri hingga 50 %. Seiring cepatnya kenaikan permintaan, persentase pangsa pasar beberapa produk mereka cenderung turun dan diisi oleh produk industri asing. Mengutip data konsultan global bidang energi dan kimia, Nexant, total pertumbuhan permintaan empat produk polimer di Indonesia sepanjang 2023-2035 sebesar 4,4-5,8 %. Sementara sisa permintaan di seluruh dunia hanya 2,0-2,6 %.  Permintaan domestik yang besar membuat peluang masuknya produk industri asing sangat besar.

Chandra Asri, yang memiliki kapasitas produksi 4,2 juta metrik ton per tahun, melihat ini tidak hanya sebagai tantangan persaingan, tetapi juga peluang untuk berekspansi, dengan mengakuisisi kilang minyak dan manufaktur petrokimia Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. SECP memiliki asset dengan kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom dan aset kimia hulu di Pulau Jurong, Singapura. Produksi mereka dipasok ke wilayah Asia Tenggara. ”Tujuannya adalah ke depan SECP di Singapura bisa terintegrasi dengan plant petrokimia di Cilegon. Jadi, kita akan mengurangi ketergantungan impor, polietilen, polipropilen, mungkin juga naftah, kita ambil dari sana untuk dapat digunakan oleh Chandra Asri,” kata Edi. (Yoga)


Potensi Pendapatan Rp 279,1 Triliun Per Tahun buyar akibat Malaadministrasi Industri Sawit

19 Nov 2024

Kajian sistemik Ombudsman menemukan malaadministrasi di industri kelapa sawit menyebabkan potensi kehilangan pendapatan Rp 279,1 triliun per tahun. Malaadministrasi mencakup aspek persoalan lahan, perizinan, dan tata niaga industri kelapa sawit. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, berdasar hasil kajian sistemik tersebut, timbul potensi kerugian ekonomi, baik pada penerimaan negara, masyarakat, dunia usaha, maupun lingkungan. ”Biasanya tindakan malaadministrasi dekat dengan tindakan korupsi,” ujarnya dalam Penyerahan Laporan Hasil Analisis Kajian Sistemik Terkait: Pencegahan Maladministrasi dalam Layanan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Senin (18/11).

Kajian sistemik potensi malaadministrasi industri kelapa sawit itu dilakukan Ombudsman dengan meminta keterangan 51 pihak terkait industri sawit, mulai dari kementerian/lembaga, pemprov, pemkab, pengusaha sawit, petani, hingga ahli pertanian. Penelitian berlangsung sejak 27 Mei 2024 hingga 3 Oktober 2024. Persoalan di aspek lahan adalah adanya tumpang tindih lahan perkebunan sawit dengan kawasan hutan. Berdasar data dan temuan Ombudsman, terdapat 3,22 juta hektar lahan yang tumpang tindih antara perkebunan sawit dan kawasan hutan serta antara perkebunan sawit dan 3.235 subyek hokum, mencakup 2.172 perusahaan kelapa sawit dan 1.063 koperasi atau kelompok tani sawit rakyat. Status lahan yang tidak jelas akibat tumpang tindih mengganggu keberlangsungan usaha perkebunan kelapa sawit.

Konflik status kepemilikan lahan antara perkebunan kelapa sawit dan kawasan hutan mengakibatkan ketidakpastian hukum bagi petani dan perusahaan. Tumpang tindih lahan, telah diselesaikan melalui mekanisme Pasal 110A UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Dari mekanisme itu, total penyelesaian tumpang tindih lahan sawit dengan kawasan hutan baru mencapai 199 subyek hukum atau 7 % saja. Masih terdapat 3.063 subyek hukum atau 93,84 % yang belum selesai. Temuan kedua kajian sistem Ombudsman adalah adanya persoalan pada aspek perizinan. Saat jadi pengusaha sawit, pelaku usaha perlu melengkapi sejumlah dokumen perizinan, antara lain surat tanda daftar budidaya (STDB), sertifikasi ISPO, dan land application-limbah cair pabrik kelapa sawit (LA-LCPKS).

Persoalan berbagai perizinan yang tak jelas ini menurunkan produktivitas industri sawit. Temuan ketiga dari aspek tata niaga. Potensi kehilangan imbal hasil akibat grading tidak sesuai dengan standar kematangan TBS mencapai Rp 11,5 triliun.Dari temuan ini, Yeka mengatakan, pihaknya memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar perlu segera menyelesaikan persoalan tumpeng tindih lahan perkebunan kelapa sawit dengan kawasan hutan. Rekomendasi lain, pemerintah perlu segera membentuk badan nasional yang mengurusi tata kelola industri sawit dari hulu hingga hilir. Badan ini perlu diberi kewenangan yang cukup untuk mengatur, membina, mendampingi, dan mengawasi urusan yang berkaitan dengan industri kelapa sawit. (Yoga)


Perusahaan Tambang Diusir Warga Wawonii

19 Nov 2024

Ratusan warga dari sejumlah desa di Pulau Wawonii, Konawe Kepulauan, Sultra, menggelar aksi damai untuk mengusir perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana. Setelah menang di kasasi, warga menganggap perusahaan tak punya dasar hukum untuk tetap beroperasi. Perusahaan beralasan belum dapat kepastian terkait putusan kasasi itu. Sejak Senin (18/11) pagi, warga dari sejumlah desa di Wawonii, beraksi di lokasi perusahaan PT Gema Kreasi Perdana (GKP). Mereka menuntut perusahaan menjelaskan soal operasi produksi yang tetap berlangsung. Padahal, sudah ada putusan hukum pengadilan yang membatalkan izin tambang perusahaan.

Ketua Lembaga Adat Wawonii Abdul Salam menuturkan, aksi ini dimaksudkan agar perusahaan tambang segera meninggalkan pulau. Sebab, setelah berbagai upaya hukum dilakukan, utamanya yang telah berkekuatan hukum tetap, menunjukkan masyarakat memenangi gugatan. ”Kami ingin mengetahui alasan perusahaan belum hengkang dari pulau. Putusan MA telah menggagalkan legalitas perusahaan untuk melakukan penambangan,” kata Salam, kemarin. Pihaknya hadir dalam aksi untuk mendampingi masyarakat mempertanyakan hal tersebut. Sebab, semua legalitas hukum telah dibatalkan oleh pengadilan hingga tingkat kasasi.

Ia juga hadir untuk menjadi penengah agar tidak terjadi benturan di lapangan. Tayci, koordinator aksi tersebut, mengungkapkan, masyarakat datang untuk menyampaikan agar PT GKP segera meninggalkan Pulau Wawonii. Hal itu karena berbagai putusan hukum telah membatalkan kewenangan perusahaan untuk melakukan penambangan di wilayah ini. Namun,faktanya, perusahaan tetap melakukan aktivitas pembongkaran dan pemuatan ore nikel. ”Karena pemerintah tidak mengeksekusi hal tersebut, masyarakat turun untuk meminta perusahaan meninggalkan pulau. Karena tidak ada alasan perusahaan tetap tinggal dan beroperasi, sementara izin mereka tidak berlaku,” ujarnya. (Yoga)


Menakar Dampak Periode Kedua Trump Perekonomian Indonesia

19 Nov 2024
Dalam artikel sebelumnya, "Bagaimana Kepresidenan Kedua Trump Akan Mempengaruhi Ekonomi ASEAN?" (Investor Daily, 18 November 2024), kami membahas bahwa kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih kemungkinan  besar akan menghidupkan kembali kebijakan "America Firts". Kebijakan ini berfokus pada pemulangan lapangan kerja, pengurangan defisit perdagangan, dan pengetatan kebijakan imigrasi, yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi masing-masing negara ASEAN, termasuk Indonesia. Dalam tulisan ini, kami akan membahas lebih lanjut bagaimana kebijakan-kebijakan ekonomi Trump dapat memengaruhi Indonesia selama periode 2024-2029, melalui empat saluran utama: tarif dan defisit perdagangan, sistem preferensi umum (GSP), perubahan rantai pasok global, serta investasi asing langsung (FDI). (Yetede)

Sejumlah bank Menilai Bisnis Wealth Management Masih Prospektif

19 Nov 2024
Sejumlah bank memprediksi bisnis wealth management masih cerah diakhir tahun ini dan juga tahun depan. Hal ini sejalan dengan kondisi adanya pemerintahan baru, kebijakan baru, dan tren suku bunga yang juga melanjutkan penurunan. Direktur Consumer Banking PT Permata Bank Djumariah Tentram mengatakan, di tengah penurunan kelas menengah secara nasional, bisnis wealth management Permata bank masih mencatatkan pertumbuhan positif. Djumariah menjelaskan, dari sisi pertumbuhan kekayaan, orang kaya dan bisnis wealth dari tahun ke tahun selalu tumbuh positif. Di mana, jumlah orang yang memiliki kekayaan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan sekitar 4-5% setiap tahunnya. Dari data tersebut, Djumariah menilai bahwa segmen menengah atas dan high affluent konsisten bertumbuh. Meskipun segmen kelas menengah terjadi penurunan, tapi di Pertama Bank tidak terjadi, karena pertumbuhan masih positif. "Kami masih positif menghadapi ini terutama 2025, ada pemerintahan baru kami juga percaya ada kebijakan-kebijan baru yang membantu menopang pertumbuhan ekonomi di 2025, kami masih memandang ini hal positif," jelas Djumariah. (Yetede)

Kinerja Tujuh BUMN Karya yang Bakal Merger Agar Melebur

19 Nov 2024
MENTERI Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berencana menggabungkan BUMN karya. Tujuh BUMN karya akan disederhanakan menjadi badan usaha di bawah tiga induk perusahaan. Proses peleburan akan dimulai dengan penggabungan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero). Hutama Karya dan Waskita akan disatukan untuk mengerjakan proyek jalan tol, jalan non-tol, bangunan, dan residential commercial. PT Brantas Abipraya, PT Adhi Karya, dan PT Nindya Karya akan bergabung dengan berfokus pada proyek pembangunan air, rel, dan konteks lainnya. Sementara itu, PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan berfokus ke seaport dan airport. Integrasi perusahaan pelat merah ini sebagai upaya untuk menyehatkan dan membangun keahlian pada masing-masing BUMN. Namun ada risiko seperti penularan masalah dari perusahaan yang bermasalah ke entitas yang sehat. 

Segera Melakukan Peresmian

19 Nov 2024
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BP Danantara telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. untuk membahas pembentukan badan baru itu. Kepala BP Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, mengatakan pertemuannya dengan Telkom Indonesia hanya untuk memperkenalkan diri, tidak ada hal khusus yang dibahas. "Enggak ada hal-hal khusus, komunikasi pendahuluan saja dan kami sepakat untuk mem-follow up proses ini sesegera mungkin," tutur Muliaman saat ditemui di kantornya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 November 2024.

Dia berharap, pertemuan awal Danantara dengan jajaran direksi Telkom Indonesia dapat menghasilkan kesepakatan yang baik. Sehingga, lanjut Muliaman, perkenalan dengan para direksi perusahaan BUMN itu bisa lebih efektif terhadap pembentukan Danantara. "Mudah-mudahan dengan perkenalan itu bisa lebih efektif aja, saya kira tidak ada hal-hal lain," kata dia. Prabowo Minta Peluncuran Danantara Jangan Buru-buru, Apa itu BPI Danantara? Menurut Muliaman, setelah ini, Danantara akan segera memanggil tujuh perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun menurut mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, tak akan ada banyak agenda pada pertemuan awal. "Tentu saja dengan semuanya yang tujuh (BUMN) yang akan diserahkan ke Danantara lebih banyak perkenalan," ucap dia.

Selain bertemu dengan direksi Telkom Indonesia, Danantara juga memanggil PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di hari yang sama untuk membahas rencana peluncuran Danantara. Wakil Kepala BP Danantara, Kaharuddin Djenod Daeng, mengatakan pertemuannya itu direspons secara baik dari para jajaran direksi BRI untuk pembentukan badan pengelolaan investasi itu. "Sangat positif, sangat positif setelah mengetahui kami akan bergerak seperti apa dan kita semuanya, Danantara, BRI sangat-sangat mendukung visi presiden untuk membangun Indonesia yang kuat," ucap Kaharuddin. (Yetede)

Momentum Kebangkitan Saham BUMN

19 Nov 2024

Meskipun saham-saham BUMN, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM, telah menjadi sasaran aksi jual investor asing dan mengalami kinerja yang kurang baik belakangan ini, terdapat sejumlah sentimen positif yang dapat memicu rebound pada saham-saham tersebut. Beberapa faktor yang mendukung potensi pemulihan ini antara lain konsolidasi di kalangan BUMN Karya, program pemerintah yang melibatkan BUMN dalam Program Makan Bergizi Gratis, serta pembentukan Danantara yang bertujuan untuk mengonsolidasikan BUMN. Selain itu, peraturan pemerintah yang membebaskan bank-bank BUMN dari risiko politik terkait kredit macet UMKM turut memberikan sentimen positif.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, meyakini bahwa perombakan pengurus BUMN yang dilakukan oleh pemerintah dapat meningkatkan kinerja emiten BUMN, asalkan pengurus yang baru berkompeten dan memiliki komitmen terhadap good corporate governance. Ia juga merekomendasikan investor untuk "buy on weakness" pada saham-saham pelat merah, termasuk BBNI, TLKM, BMRI, JSMR, PTBA, dan ADHI, mengingat prospek positif yang masih ada hingga akhir tahun.

Namun, beberapa analis, seperti Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, memperingatkan investor untuk berhati-hati terhadap saham BUMN, karena pergerakan indeks BUMN20 saat ini berada dalam tren menurun (downtrend). Felix Darmawan dari Panin Sekuritas juga menekankan bahwa untuk membalikkan tren negatif ini, diperlukan sentimen yang kuat, seperti stabilitas ekonomi global dan kinerja keuangan yang solid.

Kementerian BUMN, melalui Menteri Erick Thohir, tetap fokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas BUMN, termasuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mencapai keseimbangan antara BUMN, swasta, UMKM, serta investor.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi saham BUMN, potensi rebound tetap ada dengan adanya berbagai inisiatif dari pemerintah dan perbaikan di tubuh BUMN. Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan kebijakan pemerintah.



Membangun Kepercayaan Investor di Saham BUMN

19 Nov 2024

Saham-saham BUMN menghadapi tekanan jual signifikan dari investor asing, terutama emiten besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM, yang menyebabkan indeks IDX BUMN20 mengalami penurunan sebesar 11,58% (year-to-date/YtD) hingga pertengahan November 2024. Penyebab utama dari tekanan tersebut adalah sentimen eksternal, seperti terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dan kebijakan proteksionisme yang berpotensi mempengaruhi ekonomi global. Hal ini, ditambah dengan sikap hawkish dari Bank Sentral AS (The Fed) dan ketidakpastian geopolitik, membuat investor asing kembali menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, ada sejumlah sentimen domestik yang berpotensi mengangkat kinerja saham BUMN di masa depan. Beberapa faktor positif tersebut antara lain konsolidasi di kalangan BUMN Karya, seperti rencana penggabungan PT Waskita Karya (WSKT) dan PT Hutama Karya (Persero), serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis yang melibatkan BUMN besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, dan PGAS. Selain itu, Pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 47/2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM yang membebaskan bank-bank BUMN dari risiko politik terkait kredit macet, serta perombakan pengurus BUMN yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.

Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mengumumkan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan menjadi superholding BUMN. Ada yang memandang bahwa Danantara bisa menjadi katalis positif untuk emiten-emiten pelat merah besar, namun ada pula yang khawatir bahwa perubahan ini bisa menambah tekanan pada saham-saham BUMN. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan yang transparan dan meyakinkan investor mengenai manfaat dan dampak dari Danantara, terutama terkait dengan status saham BUMN yang akan dialihkan ke lembaga baru ini.

Sejumlah analis mengingatkan bahwa meskipun ada potensi pemulihan, perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk memastikan bahwa perubahan struktural ini tidak merugikan investor atau menciptakan ketidakpastian yang lebih besar di pasar saham.