Saham Blue Chip Tunggu Sentimen Window Dressing
Saham-saham blue chip mengalami penurunan seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang tercermin dari anjloknya indeks LQ45 sebesar 0,45% pada 18 November 2024. Penyebab utama penurunan ini adalah aksi jual atau capital outflow investor asing, terutama terhadap saham-saham bank besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI, yang terus terjadi sejak Mei 2024. Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, mengungkapkan bahwa arah pergerakan saham blue chip sangat bergantung pada aksi pembelian atau penjualan oleh investor asing.
Sementara itu, Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, mencatat bahwa investor juga masih cenderung berhati-hati menunggu kebijakan pemerintah baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang turut mempengaruhi sentimen pasar. William Hartanto, Pengamat Pasar Modal, memperingatkan bahwa meski ada harapan saham blue chip bisa menguat, pelaku pasar harus tetap selektif dan berhati-hati, mengingat IHSG masih dalam fase pengujian level support.
Di sisi positif, Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, melihat potensi window dressing yang bisa mengangkat saham-saham blue chip, dengan suku bunga acuan BI yang berpotensi memberikan sentimen positif, terutama bagi sektor perbankan dan barang konsumsi. Para analis menyarankan untuk buy on weakness pada saham-saham seperti BBRI, BMRI, INDF, dan BBCA, dengan memperhatikan sentimen pasar yang mulai mereda dan volume perdagangan yang menunjukkan tekanan jual berkurang.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023