;

Menjaga Stabilitas Neraca Perdagangan

Ekonomi Hairul Rizal 16 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)
Menjaga Stabilitas Neraca Perdagangan

Serangkaian kunjungan kenegaraan dan pertemuan internasional yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sepekan terakhir memberikan dampak positif terhadap peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia. Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan pemimpin negara besar seperti Presiden Xi Jinping di China, Presiden Joe Biden di AS, serta Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dalam rangka memperkuat hubungan dagang dan ekonomi Indonesia dengan negara-negara tersebut. Selain itu, pada KTT APEC di Peru, Presiden Prabowo menekankan pentingnya mempererat hubungan ekonomi Indonesia dengan Australia.

Pada sisi ekonomi, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan yang cukup stabil, dengan surplus US$24,43 miliar hingga Oktober 2024, meskipun sektor migas mengalami defisit. Sektor nonmigas terus mendominasi dengan kontribusi besar terhadap ekspor Indonesia, yang mencatatkan pertumbuhan positif. Namun, meski surplus neraca perdagangan terus terjaga, ada tren pelambatan yang perlu diwaspadai, terutama dalam ekspor.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyoroti pentingnya kesepakatan bilateral, seperti yang tercapai dalam Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan kedua negara. Dalam hal ini, Menteri Budi menyambut rencana Misi Perdagangan Kanada ke Indonesia pada Desember 2024 yang membawa sekitar 300 pelaku usaha.

Namun, sejumlah tokoh, seperti Shinta Widjaja Kamdani dari Apindo, mengingatkan pentingnya merumuskan kebijakan baru di sektor perdagangan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Ditekankan bahwa Indonesia perlu melakukan diversifikasi perdagangan dan stimulasi ekspor agar dapat mencapai target surplus perdagangan yang lebih tinggi, yakni antara US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar pada 2024. Ekonom Yusuf Rendy Manilet juga menilai bahwa jika surplus perdagangan tidak mencapai target, aliran mata uang asing yang masuk ke Indonesia bisa berkurang, yang pada gilirannya dapat melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Secara keseluruhan, meskipun Indonesia terus mencatatkan surplus neraca perdagangan, tantangan dan upaya strategis di sektor perdagangan masih diperlukan untuk mencapai target yang lebih ambisius dan mempertahankan stabilitas ekonomi negara.


Download Aplikasi Labirin :