UMKM Cenderung Melambat
Kredit UMKM akhir-akhir ini cenderung melambat, sejalan dengan risiko kredit yang meningkat. Kondisi ini membuat pihak perbankan perlu hati-hati dalam menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM. Risiko kredit UMKM yang masih cukup tinggi dibandingkan kredit non UMKM karena pelaku UMKM didominasi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, serta kecenderungan perekonomian saat ini mengarah pada capital intensive seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi (IT) pada berbagai aspek. "Selain itu, masuknya produk impor ilegal yang biasanya menawarkan harga lebih murah juga memberikan tekanan terhadap bisnis UMKM," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Dia mengatakan, dari data yang ada menyebutkan kredit UMKM per September tumbuh 5,04% secara year on year (yoy), atau melambat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tumbuh 8,2% yoy. "Per September 2024, kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 5,04% yoy. Tren pertumbuhan UMKM memang cenderung melambat, sejalan dengan risiko kredit UMKM yang meningkat ditandai dengan NPL yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dian. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023