;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Ekspansi Pasar Ekspor untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

16 Nov 2024

Indonesia berhasil mempertahankan tren positif neraca perdagangan selama 54 bulan berturut-turut hingga Oktober 2024, meskipun upaya pemerintah untuk memperluas pasar ekspor dan mencapai target surplus yang lebih tinggi masih diperlukan. Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2024 mencatatkan surplus sebesar US$2,48 miliar, dengan sektor nonmigas memberikan kontribusi terbesar, yaitu US$41,82 miliar, meskipun sektor migas mengalami defisit US$17,39 miliar. Namun, target surplus pemerintah yang diharapkan berkisar antara US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar untuk tahun ini masih belum tercapai, sehingga diperlukan strategi yang lebih jitu dan penguatan sektor usaha.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama antarnegara dan membuka peluang pasar baru, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam hal ini, langkah agresif pemerintah untuk menjaring pasar ekspor baru sangat dibutuhkan. Sektor industri pengolahan, yang menjadi penyumbang terbesar dalam ekspor Indonesia, mengalami peningkatan yang signifikan pada Oktober 2024, dengan ekspor industri pengolahan naik 12,04% dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan masalah dalam sektor tekstil yang masih menghadapi banyak pabrik yang tutup. Penyelesaian masalah di sektor-sektor tertentu, termasuk tekstil, dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor menjadi agenda penting. Pemerintah diharapkan untuk terus mendorong pertumbuhan ekspor dan memperkuat daya saing industri domestik agar dapat mengatasi tantangan tersebut dan mencapai surplus perdagangan yang lebih tinggi di masa depan.



Optimisme di Tengah Potensi Pasar Saham

16 Nov 2024

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 15 November, disebabkan oleh aksi jual investor asing yang berfokus pada ketidakpastian global, terutama terkait Pemilu AS dan kebijakan proteksionisme yang mungkin diambil oleh Presiden AS, Donald Trump. Meskipun demikian, Rizky Hidayat, Investment Specialist dari Schroders Indonesia, menilai bahwa valuasi pasar saham Indonesia saat ini masih menarik dengan PE ratio 14 kali, yang terdiskon dibandingkan dengan pasar saham AS, Jepang, atau India. Oleh karena itu, Schroders tetap optimis terhadap prospek jangka panjang pasar saham Indonesia, meskipun kondisi makroekonomi saat ini lebih mempengaruhi sentimen investor.

Selain itu, analis dari Maybank Sekuritas Indonesia merevisi target IHSG untuk 2024 menjadi 7.900, dengan proyeksi pertumbuhan laba yang solid. MNC Sekuritas juga mencatat dampak kebijakan proteksionisme AS terhadap aliran dana keluar dari pasar negara berkembang, sementara Mirae Asset Sekuritas menganggap sentimen positif dari data ekonomi AS bisa membuka peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter.

Para analis juga memberikan rekomendasi saham yang berpotensi stabil meskipun pasar sedang tertekan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Adaro Energy Indonesia (ADRO), dan PT Bank Mandiri (BMRI). Dengan adanya ketidakpastian global, mereka menekankan pentingnya pemilihan saham yang selektif dan lebih oportunistik dalam menghadapi fluktuasi pasar.



Pembiayaan Ekonomi Butuh US$600 Miliar

16 Nov 2024

Indonesia bertekad untuk mempercepat industrialisasi melalui penghiliran sumber daya alam, seperti nikel, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam sambutannya di APEC CEO Summit di Peru, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mengolah sumber daya Indonesia dan menargetkan investasi sekitar US$600 miliar untuk sektor ini. Prabowo juga menekankan komitmen Indonesia untuk melindungi investasi dan menciptakan kondisi ekonomi yang menguntungkan. Keberhasilan penghiliran nikel telah terbukti meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua, meski tantangan dalam mengurangi kemiskinan tetap ada. Pemerintah juga tengah mengkaji insentif untuk mendukung penghiliran industri, termasuk tax holiday dan tax allowance, dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sesuai dengan target Presiden yang menginginkan laju pertumbuhan sekitar 8%.


Inovasi Sebagai Kunci Pertumbuhan UMKM

16 Nov 2024

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, terutama dalam hal literasi digital dan keterbatasan biaya implementasi teknologi, berbagai startup kini hadir untuk memberikan solusi yang inovatif dan terjangkau. Wappin, yang dipimpin oleh CEO Alfi an Tinangon, menawarkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan UMKM untuk mengelola pesanan dan berinteraksi dengan pelanggan melalui aplikasi perpesanan populer seperti WhatsApp. Solusi ini mengurangi ketergantungan pada tenaga admin dan memungkinkan UMKM mengalokasikan tenaga kerja untuk tugas lain yang lebih produktif.

Selain itu, PT Esensi Solusi Buana (ESB), yang dipimpin oleh Gunawan Woen, menyediakan solusi teknologi untuk UMKM di sektor kuliner, termasuk aplikasi kasir dan sistem ERP. Teknologi AI yang ditawarkan, seperti fitur OLIN, membantu pengusaha kuliner meningkatkan efisiensi operasional dan mendeteksi potensi kecurangan, sehingga mereka dapat lebih mudah mengelola bisnis mereka dengan lebih efisien dan meningkatkan nilai rata-rata pesanan.

Paper.id, yang didirikan oleh Yosia Sugialam, juga memberikan solusi untuk membantu UMKM mengelola arus kas dan pembayaran secara lebih mudah dan efisien. Platform ini memungkinkan UMKM untuk mengelola transaksi melalui lebih dari 30 metode pembayaran, termasuk cicilan dan kartu kredit, serta menyediakan produk Papercard untuk membantu pengusaha mengelola pembiayaan dengan lebih fleksibel.

Ketiga startup ini menawarkan teknologi yang sangat relevan dan bermanfaat bagi UMKM, seiring dengan target pemerintah untuk mengintegrasikan 30 juta UMKM ke dalam ekosistem digital pada akhir tahun ini. Meskipun tantangan seperti keterbatasan literasi digital dan biaya teknologi masih ada, solusi yang ditawarkan oleh startup-startup tersebut membuka peluang besar bagi UMKM untuk tumbuh dan meningkatkan daya saing mereka, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.



Investasi Bitcoin Mengalir Deras

16 Nov 2024
Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi di US$ 93.462 pada 13 November 2024, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,73 triliun atau 59,4% dari total kapitalisasi pasar kripto. Kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS menjadi katalis utama lonjakan ini, didukung aliran masuk investasi kripto sebesar US$ 1,98 miliar pasca-pemilu, menurut Fyqieh Fachrur, trader Tokocrypto. Selain itu, pendekatan dovish The Federal Reserve, termasuk prospek pemotongan suku bunga, semakin memperkuat daya tarik bitcoin sebagai aset safe haven.

Salah satu kebijakan potensial dari Trump, yaitu RUU Cadangan Bitcoin Strategis, menambah sentimen positif. Jika disahkan, AS akan mengakumulasi 1 juta bitcoin atau 5% dari total pasokan selama lima tahun. Optimisme ini juga tercermin dari meningkatnya permintaan institusional, termasuk dana masuk ke ETF Bitcoin yang mencetak rekor baru.

Meski demikian, Gabriel Rey, CEO Triv, mengingatkan agar investor tidak hanya berfokus pada bitcoin. Altcoin seperti ZKSync (ZK), XRP, dan koin berbasis AI seperti The AI Prophecy (ACT) menawarkan peluang menarik. Data menunjukkan, ACT naik lebih dari 2.300% dalam sepekan. XRP juga didukung oleh ekosistem pembayaran lintas batas yang berkembang, sedangkan zkSync semakin populer dalam ranah DeFi.

Namun, risiko tetap ada. Eko Endarto, perencana keuangan Finansia Consulting, menyarankan agar alokasi aset kripto, termasuk bitcoin, tidak melebihi 10% dari portofolio. Sentimen pasar juga menunjukkan tanda jenuh beli, dengan Crypto Fear & Greed Index berada di level ekstrem (82), yang berpotensi memicu aksi profit-taking.

OJK, yang akan mulai mengawasi industri kripto pada 2025, telah menyiapkan aturan seperti kewajiban know your customer (KYC) untuk exchanger, menurut Hasan Fauzi dari OJK. Hal ini diharapkan menciptakan ekosistem kripto yang lebih teratur dan aman bagi investor.

Surplus Dagang Tak Mengangkat Nilai Rupiah

16 Nov 2024
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 2,48 miliar pada Oktober 2024, menandai surplus beruntun selama 54 bulan. Sepanjang 2024, total surplus mencapai US$ 24,43 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (US$ 31,19 miliar). Surplus ini ditopang oleh lonjakan ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar 70,90% secara bulanan (mtm), meskipun ekspor batu bara dan besi baja mengalami penurunan tahunan (yoy).

Namun, pelemahan nilai tukar rupiah tetap terjadi, meskipun surplus perdagangan bertahan. Pada Oktober 2024, rupiah melemah 3,30% menjadi Rp 15.705 per dolar AS dan terus tertekan hingga Rp 15.888 pada pertengahan November. Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS, serta ekspektasi bahwa The Fed tidak akan segera menurunkan suku bunga.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 15.700–Rp 16.000 hingga akhir 2024. Meskipun neraca perdagangan diperkirakan tetap surplus hingga akhir tahun, nilainya diproyeksi stagnan akibat harga komoditas yang masih fluktuatif dan potensi kebijakan proteksionis AS di bawah Trump.

Kenaikan impor pada Oktober, terutama bahan baku dan barang modal, menunjukkan sinyal positif untuk kegiatan industri. Namun, sentimen global yang masih penuh ketidakpastian menjadi tantangan utama bagi stabilitas nilai tukar rupiah, meski ekonomi domestik menunjukkan performa surplus perdagangan yang konsisten.

Ekspansi TLKM untuk Dorong Pertumbuhan

16 Nov 2024
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) optimis mengejar target pertumbuhan pendapatan low single digit hingga akhir 2024. Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Heri Supriadi, kinerja Telkom di kuartal IV biasanya lebih kuat karena aktivitas liburan yang meningkatkan bisnis seluler. Hingga September 2024, Telkom meraih pendapatan Rp 112,21 triliun, naik tipis 0,88% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar dari layanan data, internet, dan teknologi informatika senilai Rp 70,55 triliun.

Telkom juga memproyeksikan margin EBITDA di kisaran 50%-52% tahun ini. Belanja modal (capex) 2024 dialokasikan sebesar 20%-22% dari total pendapatan, sebagian besar untuk mendukung ekspansi layanan 5G dan penguatan broadband tetap (fixed broadband). Heri juga mencatat potensi pertumbuhan dari investasi di bisnis ke bisnis (B2B) melalui penyedia solusi enterprise meski masih dalam tahap awal.

Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai prospek Telkom hingga akhir 2024 tetap positif, didukung oleh dominasi layanan data dan internet serta diversifikasi ke layanan digital. Ia memprediksi ekspansi 5G dapat menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan di era ekonomi digital. Untuk investor, Hendra merekomendasikan strategi "buy on weakness" dengan target harga Rp 2.800 per saham, mencerminkan optimisme terhadap perbaikan kinerja Telkom.

Meski saham TLKM terkoreksi 35,70% sejak awal tahun dan kini berada di Rp 2.540 per saham, prospek jangka panjang Telkom di sektor telekomunikasi tetap menjanjikan. Dengan peningkatan kontribusi layanan digital dan efisiensi operasional, TLKM diharapkan terus menjadi pemain utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Industri Migas Makin Agresif Sewa Kapal

16 Nov 2024
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 November 2024, mengumpulkan dana segar sebesar Rp 100,05 miliar dari IPO. Dana ini akan digunakan untuk pelunasan utang Rp 75 miliar, pengembangan infrastruktur, pembaruan armada, dan peningkatan layanan.

Berfokus pada layanan maritim untuk industri minyak dan gas, BOAT menawarkan solusi lengkap (one-stop shop), mulai dari penyewaan kapal hingga layanan menyeluruh sesuai kebutuhan klien. Saat ini, perusahaan memiliki enam kapal milik sendiri dan akses ke berbagai jenis kapal sewa, memperluas jangkauan operasinya di Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Malaysia.

Sekretaris Perusahaan, Ahmad Wisya Pratama, menjelaskan bahwa tren harga minyak dan kebutuhan energi yang meningkat menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis BOAT. Hingga April 2024, penjualan dalam negeri mencapai US$ 2,08 juta, sementara penjualan internasional menyumbang US$ 1,02 juta. Tahun depan, BOAT menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30%, didukung oleh ekspansi armada dan peningkatan permintaan layanan kapal di sektor energi.

Rencana strategis BOAT mencakup penambahan dua hingga tiga kontrak baru serta pembaruan armada untuk memperkuat daya saing. Ahmad optimistis prospek ini didukung oleh kenaikan harga sewa kapal yang konsisten sejak pertengahan 2023.

Dengan basis operasional yang solid sejak 2008, BOAT berkomitmen memaksimalkan peluang di pasar global, khususnya Asia Tenggara, untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. IPO diharapkan dapat menjadi katalis utama untuk memperluas pasar dan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan maritim terkemuka.

Bank Kesulitan Menurunkan Suku Bunga KPR

16 Nov 2024
Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan, penyesuaian bunga floating Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan belum signifikan. Suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk segmen KPR masih berkisar 9%-12% di bank-bank besar KBMI 4, mencerminkan likuiditas yang ketat dan komponen biaya yang tinggi.

BNI menawarkan SBDK KPR terendah sebesar 9,13% dengan margin keuntungan 1,96%, tetapi overhead cost-nya cukup tinggi, mencapai 4%. Direktur Retail Banking BNI, Corina Leyla Karnalies, menyatakan bahwa penyesuaian bunga masih dalam kajian, mengingat likuiditas pasar yang ketat. Meskipun demikian, permintaan KPR di BNI tetap tumbuh, dengan peningkatan jumlah nasabah sebesar 6% secara tahunan, mayoritas berasal dari pembelian properti baru.

Di sisi lain, BCA memiliki SBDK KPR sebesar 9,45% dengan margin keuntungan tertinggi di antara bank KBMI 4, yaitu 4,65%. Menurut Welly Yandoko, Executive Vice President Consumer Loan BCA, bunga floating KPR BCA stabil di level 11% selama lebih dari 10 tahun, meskipun BI rate mengalami fluktuasi signifikan. Hingga kuartal III-2024, BCA telah menyalurkan KPR sebesar Rp 130,4 triliun, naik 10,7% secara tahunan, dengan pengalihan KPR ke bank lain hanya di kisaran 2%-3%.

Sementara itu, BRI dan Bank Mandiri menawarkan SBDK KPR masing-masing 10% dan 12,5%, dengan margin keuntungan 2,85% dan 2,57%.

Bank masih mempertahankan bunga KPR yang relatif tinggi meskipun BI rate turun, akibat faktor likuiditas, biaya overhead, dan risiko kredit. Namun, permintaan KPR tetap meningkat, terutama di BNI dan BCA, yang mencerminkan daya tarik pricing dan layanan mereka bagi nasabah.

Minimnya Dukungan Asing di Saham Big Caps

15 Nov 2024
Aksi jual investor asing terus menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dengan net sell asing mencapai Rp 6,34 triliun dalam sepekan terakhir. Sementara itu, investor domestik mendominasi pasar, menyumbang 66% nilai transaksi pada Kamis (14/11).

Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat, menyoroti bahwa saham big cap menghadapi persoalan berat. Dari 10 emiten kapitalisasi pasar terbesar, hanya empat yang dianggap memiliki kinerja konsisten, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Beberapa saham lain, seperti PANI, dinilai mengalami kenaikan kapitalisasi yang tidak wajar.

Menurut Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, hedge fund global seperti Blackrock Inc dan JP Morgan cenderung menghindari saham big cap seperti BYAN, DSSA, dan PANI karena risiko sektor, lingkungan, serta regulasi yang tinggi. Sebaliknya, saham sektor keuangan tetap menarik karena stabilitasnya.

Dana asing yang keluar dari pasar domestik diduga beralih ke pasar saham AS, aset kripto, dan dolar AS. Certified Elliott Wave Analyst, Daniel Agustinus, mengaitkan hal ini dengan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS, serta meningkatnya inflasi AS yang memicu penundaan penurunan suku bunga The Fed.

Menurut Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas, janji Trump terkait insentif sektor teknologi mendorong pasar kripto. Kondisi ini membuat IHSG sulit mencapai target 7.800 di akhir tahun. Teguh memperkirakan IHSG maksimal di 8.000, namun pergerakan saham big cap akan terbatas. Daniel bahkan lebih konservatif, memproyeksikan IHSG di 7.600.

Keberlanjutan arus modal asing ke Indonesia akan sangat bergantung pada kebijakan suku bunga The Fed dan prospek pasar global.