Ekonomi
( 40447 )Rumah Tradisional Sekitar Candi Borobudur bagai Roh tak Terpisahkan dari Kawasan Warisan Dunia Tersebut
Rumah-rumah tradisional di sekitar Candi Borobudur bagaikan roh tak terpisahkan dari kawasan warisan dunia tersebut. ”Beginilah rumah sederhana di desa,” kata Kirno (55) di halaman rumahnya, Selasa (12/11). Rumah Kirno salah satu rumah limasan tradisional Jawa yang terawat baik, terletak di daerah berbukit Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng. Jaraknya 3,8 km selatan Candi Borobudur. Ciri rumah limasan dikenali dari bentuk atapnya yang berdiri pada kerangka alas berbentuk persegi panjang dengan dua sisi panjang bertemu di tengah dan dua sisi lebar membentuk segitiga. Kaki atap menjulur keluar alas, dengan sudut kemiringan yang lebih landai ketimbang bagian atas. Struktur rumah limasan tradisional sepenuhnya terbuat dari kayu, seperti jati, nangka, atau sengon. Khusus rangka atap atau reng biasanya memakai bambu petung.
Kirno menceritakan, rumah limasan berukuran 11 x 11 meter warisan orangtuanya itu dibangun tahun 1977. Kecuali reng yang sudah diganti karena lapuk, semua bagian rumah itu masih asli, termasuk lantainya yang hanya beralaskan tanah. Genteng buatan Kebumen, Jateng, masih awet melindungi rumah dari segala cuaca. Meski sejumlah orang telah menawar untuk membeli limasan tersebut, Kirno menolak. Dia merasa ada nuansa yang sulit digantikan jika dia menjualnya dan mengganti dengan bangunan modern. Yulius Ismoyo (63) juga mempertahankan bagian depan rumahnya dengan arsitektur rumah kampung. Rumah yang dulu berupa limasan ini kini memiliki atap segitiga. Semua bagian dari rumah limasan berukuran 8 x 10 meter masih dipakai. Rumah kampung itu dijadikan pendopo yang sesekali dipakai rapat warga karena selama belasan tahun dia juga menjabat sebagai kepala dusun.
Ismoyo meyakini, para leluhur pasti telah memikirkan bentuk konstruksi yang terbaik sehingga layak dipelihara dan diteruskan kepada generasi selanjutnya. Hal itu terbukti kala gempa besar melanda Yogyakarta pada 2006 dan getarannya terasa hingga Magelang. ”Waktu itu, rumah limasan dan rumah kampung di dusun ini tidak ada yang rusak. Rumah tembok banyak yang retak dan gentengnya berjatuhan,” ucapnya. Ismoyo mengatakan, dari 36 rumah di Dusun Kerug Batur, terdapat 12 rumah limasan dan 8 rumah kampung. Sisanya telah berganti menjadi rumah tembok modern. Museum dan Cagar Budaya (MCB) Unit Warisan Dunia Borobudur menggelar Pameran Arsitektur Vernakular dan Potensi Desa Borobudur pada 11-17 November 2024 di Magelang. Arsitektur vernakular adalah jenis arsitektur yang dikembangkan oleh masyarakat tradisional dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Panitia sampai membangun rumah limasan, rumah kampung, dan rumah panggang sungguhan di lokasi pameran. Ketiganya merupakan jenis rumah tradisional Jawa yang ada di kawasan Borobudur. namun, rumah panggang pe sudah sangat jarang ditemukan. Pengunjung jadi memiliki gambaran tentang arsitektur tradisional itu. ”Sekaligus kami mendokumentasikan cara pembangunan dan ritual yang menyertai pendirian rumah tradisional Jawa,” ujar ketua panitia acara dari MCB Unit Warisan Dunia Borobudur, Bambang Kasatriyanto. Pamong Budaya Ahli Muda MCB Unit Warisan Dunia Borobudur Dian Eka Puspitasari menyebutkan, pelestarian rumah tradisional Jawa sebagai arsitektur vernakular menjadi bagian tak terpisahkan dari pelestarian Candi Borobudur. (Yoga)
Jangan Sampai Diskon Lolos Sehabis Mencoblos
Sedari pagi sebagian warga Jakarta sudah bergegas menuju tempat pemungutan suara atau TPS. Tak hanya ingin segera mencoblos jagoannya, tetapi juga ingin mendapatkan aneka diskon tinta ungu. Sejak pukul 09.45, Imelda Cahya (24) sudah di depan Mal Grand Indonesia, Jakpus, Rabu (27/11). Padahal, khusus pada hari pemungutan suara Pilkada 2024, pusat perbelanjaan itu baru buka pukul 11.00. ”Saya tidak tahu kalau GI (Grand Indonesia) baru buka pukul 11.00. Saya kira seperti biasa, pukul 10.00,” kata Imelda. Ia sengaja datang ke GI lebih cepat untuk berburu diskon makanan hingga baju. Cukup dengan menunjukkan jari kelingking bertinta ungu, pada hari pencoblosan, warga bisa menikmati beragam promo potongan harga hingga 50 % melalui program Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024.
Imelda pergi ke GI bersama adik dan kedua orangtuanya. Ia mengaku telah menunaikan hak pilih pukul 08.00 sehingga bisa ke GI lebih cepat. ”Mumpung hari ini semuanya lagi libur, kami sekeluarga memang berencana menghabiskan hari ini dengan jalan-jalan. Hari ini juga adik sedang pulang ke Jakarta karena biasanya kuliah di Semarang,” ucapnya. Banyak promo yang Imelda incar di GI, terutama paket hemat sekeluarga. Ia berencana mengunjungi gerai Kintan Buffet terlebih dahulu demi mendapatkan promo all you can eat karena belum sempat sarapan. Khusus momen pilkada, ada promo Payday Special Beli 2 Gratis 2 untuk orangtua di Kintan Buffet, berlaku pada 25-29 November 2024. Imelda juga berencana membungkus beberapa roti di Mako sebagai bekal di perjalanan karena ada promo serba Rp 11.000 untuk varian roti abon. Selain itu, ada promo untuk sliced cake atau dengan harga mulai Rp 16.000 saja.
”Setelah dari GI, kami sekeluarga akan menuju ke Sea World Ancol untuk liburan sehari,” lanjut Imelda. Sea World Ancol memberi diskon dari harga Rp 175.000 menjadi Rp 105.000 per orang di hari pilkada. Seluruh promo Pilkada 2024 hanya berlaku melalui pembelian tiket offline di loket unit rekreasi dengan syarat menunjukkan jari bertinta sebagai tanda sudah mencoblos. Satu jari tinta pilkada berlaku untuk satu tiket promo. Riri Junarsih (34) tak mau ketinggalan mencicipi promo menarik saat pilkada. Warga Jaksel ini pergi ke KidZania bersama anak, keponakan, saudara, dan suaminya. KidZania menawarkan potongan harga 30 % khusus di Jakarta pada pukul 10.00-19.00. Promo KidZania Jakarta berlaku untuk tiket kategori anak atau dewasa dengan maksimal pembelian empat tiket per transaksi, khusus pembelian di tempat di hari pencoblosan.
Aneka diskon, seperti Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024, bertujuan ganda. Menyemarakkan pilkada agar riang gembira, menekan angka golput, sekaligus menggerakkan roda perekonomian. Kota Kasablanka di Jaksel, sebagai salah satu pusat perbelanjaan yang menawarkan program Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024, misalnya, memberikan voucer belanja bagi warga yang telah menggunakan hak pilih. Mereka hanya perlu menunjukkan bukti jari bertinta ungu untuk mendapatkan voucer Rp 100.000 dan penawaran menarik lainnya. Panitia Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024, Fetty Kwartati, menuturkan, pesta diskon ini berlangsung pada pilpres dan pileg, Februari lalu. Hasilnya cukup sukses sehingga kembali dilangsungkan pada pilkada ini. (Yoga)
Kementan Membatalkan Kontrak Empat Perusahaan yang Memproduksi Pupuk Palsu Rp 18,7 miliar
Kementan membatalkan kontrak empat perusahaan yang terbukti memproduksi pupuk palsu senilai total Rp 18,7 miliar. Kementan juga mencabut izin edar empat perusahaan yang menjual pupuk di bawah standar mutu. Mentan, Andi Amran Sulaiman, Rabu (27/11) mengatakan, empat perusahaan produsen pupuk palsu telah dimasukkan dalam daftar hitam. Keempat perusahaan itu adalah CV Mitra Sejahtera (MS), Koperasi Produksi Pesantren Nusantara (KPPN), PT Inti Cipta Sejati(ICS), dan PT Putera Raya Abadi (PRA). Kementan juga membatalkan kontrak dengan keempat perusahaan itu dan tak membayarkan uang pengadaan pupuk senilai total Rp 18,7 miliar. Dari jumlah itu, kontrak dengan CV MS senilai Rp 1,9 miliar, KPPN Rp 6 miliar, PT ICS Rp 3,3 miliar, dan PT PRA Rp 7,5 miliar.
Menurut Amran, Kementan juga mencabut izin edar empat perusahaan yang terbukti menjual pupuk di bawah standar mutu, yakni CV Mitra Sejahtera, CV Barokah Prima Tani, PT Multi Alam Raya Sejahtera, dan PT Putra Raya Abadi. Merek pupuk yang diedarkan keempat perusahaan tersebut secara berurutan adalah Sangkar Madu, Godhong Prima, MARS, dan Gading Mas. ”Keputusan tegas ini diambil setelah hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa mutu pupuk yang diproduksi jauh di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Bahkan, ditemukan indikasi manipulasi dokumen uji mutu pupuk,” kata Amran melalui siaran pers di Jakarta. (Yoga)
Maria Fatima Menemani Anak Pemulung Palangka Raya Belajar
Diantara gunungan sampah, anak-anak pemulung di Kota Palangka Raya, Kalteng, menyempatkan diri belajar mengenal huruf dan menulis. Keberadaan Suster Maria Fatima melayani dan menjadi teman belajar mereka. Disdukcapil Kota Palangka Raya, Senin (11/11) ramai didatangi warga. Di antara lembab dan panas udara siang itu, ada Sr MariaFatima di tengah mereka. Siang itu, Maria sedang mengurus KTP, KK dan akta kelahiran anak-anak pemulung di Kilometer 14, Kota Palangka Raya. Lokasi itu adalah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. ”Saya akan sering datang ke tempat ini karena banyak syarat administrasi yang belum mereka punya,” kata Maria. Akta kelahiran menjadi salah satu hal penting yang langka dimiliki anak pemulung di Kilometer 14. Orangtua anak-anak tersebut menganggapnya bukan hal penting. Padahal, akta kelahiran adalah kunci dari segala layanan dasar anak.
”Beberapa anak yang saya dampingi sulit masuk sekolah karena tidak punya akta lahir,” katanya.Maria adalah sosok penting bagi dunia pendidikan anak pemulung di Kilometer 14. Jasanya besar. Dia memberikan cinta lewat berbagai ilmu baru bagi anak-anak itu. ”Pendidikan itu hak mereka. Tanggung jawab banyak pihak untuk melayani hak anak itu,” kata Maria. Pertemuan intens Maria dengan anak-anak itu sudah berjalan dua tahun Awalnya, dia bertemu anak-anak yang ikut memulung bersama orangtuanya. Sebagian dari mereka lama putus sekolah. Meski sudah berumur setara siswa SMP, banyak di antara mereka belum bisa membaca. Maria berinisiatif mengajak mereka belajar kelompok di rumah salah satu warga di sekitar gunungan sampah. Namun, mereka segan bergabung. ”Sebagian besar putus belajar saat pandemi Covid-19. Mereka tidak punya telepon pintar untuk ikut pertemuan daring,” katanya.
Maria membentuk Kelompok Belajar TPA Kilometer 14 pada 2022. Anggota pertamanya hanya lima anak. Semua anak-anak pemulung di TPA Kilometer 14. Bukan perkara mudah mengelola kelompok belajar itu. Mereka beberapa kali pindah. Pada 2024, anak-anak itu masih menumpang di salah satu gedung pengelola TPA Kilometer 14, tapi, meski jauh dari ideal, anak-anak tetap datang. Sebagian masih membawa plastik yang baru dipungut. Mereka suka belajar di sana karena materi baca dan belajar disampaikan dengan permainan. Riki (16) adalah salah satu anak pemulung yang pernah bersekolah di Katingan, lalu pindah ke Palangka Raya lantaran orangtuanya bekerja di pembuangan sampah. Ia enggan ke sekolah lantaran takut dirundung teman kelasnya seperti yang ia alami di Katingan. Maria meyakinkan orangtuanya agar Riki mau kembali ke sekolah atau minimal ikut kelompok belajar binaannya.
Lambat laun Riki mau bergabung dengan Maria. ”Senang (bergabung dengan kelompok belajar), tetapi kalau sekolah enggak tahulah, lihat saja nanti,” kata Riki. Menurut Maria, Riki salah satu anak yang cerdas, tetapi ia butuh banyak dorongan untuk mau kembali ke bangku sekolah. Kini,tercatat ada 42 anak yang belajar bersama. Sebagian besar masih bersekolah. Enam di antaranya putus sekolah karena pernah dirundung lantaran hanya anak pemulung. Ada yang tidak percaya diri bisa mengikuti pembelajaran di kelas. Namun, hampir semua beralasan tidak punya biaya. Maria berupaya memberikan bantuan agar mereka bisa kembali bersekolah. ”Akan ada banyak hal baik yang bisa dilakukan anak-anak itu jika mereka diberi kesempatan sekolah, bermain, dan bersosialisasi dengan teman sebaya ketimbang mencari uang memungut sampah,” katanya. (Yoga)
Tiga Krisis Planet Akibat Plastik
Plastik dikenal sebagai material praktis dan murah. Karena itu, plastik menggeser beragam pembungkus dan wadah alami. Masalahnya, biaya membersihkan polusi dari produksi plastik atau biaya mengelola kemasan saat kita membuangnya ke lingkungan tak pernah dihitung. Belum lagi tagihan medis bertambah akibat ancaman kesehatan manusia terkait plastik. Jangan lupakan biaya kerusakan pada kehidupan darat dan laut beserta seluruh ekosistem akibat polusi plastik juga sangat besar. Dari 25 November hingga 1 Desember 2024, perwakilan dari 175 negara, termasuk Indonesia, berkumpul di Busan, Korsel, untuk putaran kelima Intergovernmental Negotiating Committee (INC-5) tentang Perjanjian Plastik di Busan. Isu paling diperdebatkan adalah apakah perjanjian ini akan mencakup target yang mengikat untuk mengurangi produksi plastik atau tidak.
Meski konsensus ilmiah menyatakan pemotongan produksi plastik penting untuk mengatasi ancaman lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkannya, beberapa negara yang mengedepankan industri petrokimia dan kimia, khawatir dampak negatif pada ekonomi mereka. Akibatnya, perundingan terbelah jadi dua kepentingan besar. Sekelompok negara, yang terdiri dari 67 negara dan dipimpin Norwegia dan Rwanda membentuk Koalisi Ambisi Tinggi Mengakhiri Polusi Plastik, menyatakan ingin membatasi jumlah total plastik di Bumi dengan mengendalikan produksi, konsumsi, dan pembuangan plastik. Kelompok berseberangan, produsen petrokimia dan kimia digalang Arab Saudi, Rusia, dan India, menolak pembatasan ini dan mendorong tata kelola di hilir , termasuk daur ulang. Di tengah pembelahan ini, posisi Indonesia cenderung abstain.
”Pembatasan produksi plastik mengganggu produksi minyak dan gas. Plastik tersusun dari karbon dan kimia dengan bahan baku utama energi fosil,” kata Yuyun Ismawati, Ketua Bersama the International Pollutants Elimination Network (IPEN) di Busan, Selasa (26/11). Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz (UFZ) menganalisis dampak plastik pada tiga krisis planet, yakni perubahan iklim, hilangnya keragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. PBB mengenalkan istilah ”tiga krisis planet” menggambarkan krisis global saling terkait, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Istilah ini untuk menyoroti saling ketergantungan dan dampak krisis ini pada ekosistem, masyarakat, dan ekonomi. Polusi mikroplastik di Indonesia amat parah. Tanpa upaya progresif, dampak buruk plastik yang ditanggung generasi mendatang amat besar. (Yoga)
Oleh-oleh Hashim Djojohadikusumo dari COP29 Azerbaijan
Penentu Kemenangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta
BI Mencatatkan Kredit Pertumbuhan Kedit Konsumsi Per Oktober 2024 Sebesar 10,8%
Pilkada Diperkirakaan Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Gojek, Unit Bisnis On-Demand Service dari Grup GoTo
Gojek, unit bisnis on-demand service dari Grup GoTo, melalui layanan pengiriman barang GoSend, terus mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk tumbuh dan naik kelas dengan memanfaatkan platform digital. Gojek, melalui layanan GoSend, pun membantu mitra UMKM untuk mengakses pasar lebih luas serta menjadi kualitas dan kecepatan pengiriman produk, sehingga berkontribusi terhadap pengalaman dan kepuasan pelanggan. Head of Transport and Logistics Gojek Steven Halim mengatakan, dalam mempersiapkan para UMKM menjadi best seller tahun 2024 dan 2025, Gojek, melalui layanan GoSend, fokus pada tiga amunisi utama.
"Pertama, kami berkomitmen ntuk terus berinovasu. Salah satunya, baru-baru ini, kami meluncurkan layanan GoSend Instant Hemat secara bertahap," ungkap Steven. Menurut dia, opsi layanan GoSend Instant Hemat menawarkan pengiriman cepat bagi UMKM dan dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini bisa terwujud berkat optimasi teknologi Gojek. Kedua, GoSend juga memberikan ragam penawaran spesial untuk mendongkrak penjualan dan visibilitas UMKM, terutama pada moment akhir 2024 di mana tren belanja konsumen meningkat. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









