Ekonomi
( 40447 )Pemerintah Mengkaji Sejumlah Strategi untuk Mengerek Laju Konsumsi
Pemerintah mengkaji sejumlah strategi mengerek laju konsumsi rumah tangga di akhir tahun lewat penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang lebih panjang. Di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat, penjualan untuk beberapa produk diperkirakan bisa lebih lesu tahun ini. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, nilai transaksi saat Harbolnas 2023 mencapai Rp 25,7 triliun, meningkat 13,21 % dibanding transaksi sebelumnya pada 2022. Kali ini, di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat sepanjang tahun, pertumbuhan transaksi saat Harbolnas diharapkan tetap meningkat meski melambat dari sebelumnya. Dalam rakor yang digelar di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Kamis (28/11) pemerintah mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persiapan penyelenggaraan Harbolnas 2024 dan upaya mendongkrak konsumsi rumah tangga di akhir tahun.
Harbolnas akan digelar lebih lama dari biasanya, yakni sepanjang 10-16 Desember 2024. Selama ini, Harbolnas digelar tiga hari, sekitar 10-12 Desember. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk menggenjot konsumsi saat momen Harbolnas, ada beberapa fasilitas promo dan diskon belanja yang disiapkan untuk produk dalam negeri. Tak hanya itu, penurunan harga tiket pesawat untuk rute domestik sebesar 10 % juga merupakan bagian dari promo Harbolnas. ”Nanti akan kita siapkan macam-macam diskon. Untuk belanja beberapa produk nanti ada gratis ongkir (ongkos kirim), untuk tiket pesawat kita buat 10 % lebih murah, lalu untuk mal-mal ada diskon-diskon yang dibuat secara bertahap,” kata Airlangga. Meski daya beli masyarakat sedang melemah, pemerintah optimistis transaksi Harbolnas akan tetap bertumbuh dibanding tahun lalu. Targetnya, transaksi bisa naik hingga 15-16 % atau mencapai Rp 28 triliun-Rp 29 triliun. (Yoga)
Perempuan Merupakan Pilar Keberhasilan Inklusi Keuangan
Perempuan merupakan pilar keberhasilan inklusi keuangan. Namun, perempuan dari keluarga berpendapatan rendah kerap terpinggirkan dalam akses layanan keuangan. Bahkan, di tengah kemajuan keuangan digital, perempuan kesulitan mengakses keuangan dan jadi korban akibat minimnya literasi digital keuangan. Kesulitan warga berpendapatan rendah, terutama perempuan dan kelompok rentan, mengakses layanan keuangan sejak 25 tahun lalu mendapat perhatian Microsave Consulting (MSC), firma butik konsultan global, yang berfokus pada inklusi keuangan, ekonomi, dan sosial lewat kemitraan dengan pemain ekosistem digital. Salah satunya adalah program Women’s Economic Empowerment yang sukses menghubungkan koperasi perempuan dengan lembaga keuangan formal. Program ini memungkinkan perempuan miskin di Afrika dan Asia mengakses layanan keuangan yang lebih beragam.
Model ini berhasil karena koperasi perempuan yang sebelumnya mengandalkan sistem simpan pinjam informal kini bisa mengakses layanan perbankan lebih lengkap. Selain memiliki tabungan dan akses kredit, perempuan bisa menjangkau layanan pembayaran tagihan, asuransi, dan biaya pendidikan anak. Tahun 2024 merupakan tahun ke-25 bagi MSC (dulu bernama Proyek Microsave). Proyek Microsave berawal dari program United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan Pemerintah Inggris mendukung pengembangan layanan tabungan bagi masyarakat miskin di Uganda. Proyek ini berkembang dan kini telah melayani lebih dari 60 negara. ”Sejak saat itu, kami membangun organisasi ini. Kami memulai dengan tiga orang dan kini memiliki 380 orang di Afrika dan Asia,” ujar Graham AN Wright, The Founder and Group Managing Director of MSC, di Jakarta, dalam Perayaan 25 Tahun MSC, Selasa (26/11). Kepala Divisi Ultra Mikro BRI Dani Wildan menegaskan, digitalisasi membawa efisiensi dan mempercepat inklusi keuangan. Di sini MSC berperan aktif. (Yoga)
Ketidakpastian peluncuran BPI Danantara
Peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) masih harus mundur lagi. Presiden Prabowo meminta untuk tidak terburu-buru dan berhati-hati. Presiden juga meminta agar penyiapan superholding Danantara dilakukan secara transparan, terbuka, dan mengikuti peraturan. Presiden menekankan pentingnya tata kelola (governance) (Kompas, 25/11/2024). Ketidakpastian terkait peluncuran Danantara sempat membuat pasar gamang dan saham BUMN ikut goyah, tetapi kehati-hatian seperti ditekankan Presiden adalah langkah bijaksana. Terutama karena ini menyangkut aset negara yang tak main-main dan proses transisi kelembagaan yang rumit. Dengan nilai aset kelolaan mencapai Rp 9.000 triliun, bahkan bisa Rp 15.000 triliun dengan semakin banyaknya BUMN bergabung, Danantara bakal menjadi sovereign wealth fund (SWF) keempat terbesar di dunia.
Jauh lebih besar dibandingkan Temasek (Singapura) atau Khazanah (Malaysia) sebagai acuan. APBN kita Rp 3.000 triliun dan PDB sekitar Rp 21.000 triliun. Jika sebelumnya BUMN dan APBN lekat dengan citra sarang penyamun atau ajang bancakan, bayangkan godaan bagi para penyamun jika kerangka hukum, transparansi, akuntabilitas, termasuk model bisnis superholding yang akan mengelola seluruh aset negara itu, dari awal tak jelas. Juga dampak destruktif yang diakibatkan jika sampai salah urus. OECD pernah menyoroti problem sistemik tata kelola serta lemahnya regulasi SWF di negara-negara Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah, yang memicu skandal korupsi, pencucian uang, dan kegiatan terlarang lain oleh pejabat tinggi pemerintah dan para kroninya.
Terutama di negara-negara yang tingkat korupsinya tinggi dan supremasi hukumnya lemah. Skandal 1MDB di Malaysia menyeret mantan PM Najib Razak dan membuatnya divonis 12 tahun penjara, karena dianggap aktor kunci penjarahan senilai 4,5 miliar USD dari 1MDB yang dibentuknya. Departemen Kehakiman AS menyebut ini ”kasus kleptokrasi terbesar dalam sejarah”. Itu yang harus kita cegah, jangan sampai terjadi di sini. Jika tak hati-hati, alih-alih menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, menyediakan pendanaan pembangunan yang berkelanjutan, menarik investasi, meningkatkan kesejahteraan nasional dan daya saing global; salah kelola SWF bisa menjadi karpet merah baru bagi oknum pejabat korup dan kroninya. (Yoga)
IKM Rendang dengan Pengemasan Standar Kualitas Ekspor
Pelaku industri kecil menengah (IKM) mengemas rendang di Sentra Rendang Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (28/11/2024). Pemerintah Kota Padang memfasilitasi IKM yang terseleksi untuk menggunakan gedung sentra rendang dalam memproduksi dan mengemas produk rendang mereka yang sesuai standar kualitas ekspor, dalam memenuhi standar kemasan dari negara-negara tujuan untuk menembus pasar ekspor. (Yoga)
Tidak ada Hambatan dalam Proses Aksesi Indonesia menjadi Anggota OECD
Sekjen Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD Mathias Cormann menegakan tidak ada hambatan dalam proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD. Indonesia bahkan telah menunjukkan komitmen. ”Tidak ada kendala, yang ada hanya proses. Indonesia telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan OECD,” ujar Cormann dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/11). Menurut dia, Dewan OECD telah memutuskan untuk membuka diskusi aksesi dengan Indonesia. Indonesia bahkan telah menunjukkan komitmennya untuk bergabung dengan OECD. Salah satunya menyelaraskan praktik peningkatan kinerja perekonomian sesuai standar global dan OECD.
”Saat ini kami sedang menjalani proses tersebut untuk membantu mendukung reformasi positif lebih lanjut bagi Indonesia di masa depan,” kata Cormann. Lebih jauh, pihaknya menyampaikan kekaguman atas hasil yang dicapai Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Indonesia telah melakukan transformasi positif dalam sektor perekonomian, penguatan ekonomi, serta peningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. Keanggotaan Indonesia di OECD diyakini dapat membantu penguatan agenda reformasi struktural serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.
Termasuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045 yang selaras dengan Visi Indonesia 2045. Pada Februari 2024, OECD memutuskan untuk memulai tinjauan aksesi bagi keanggotaan Indonesia. Keputusan ini dikategorikan bersejarah mengingat penerapan aksesi ini menjadi yang pertama untuk negara di Asia Tenggara. Pertemuan pertama tingkat menteri yang membahas proses masuk Indonesia ke OECD pun telah berlangsung di Paris, Perancis, 2-3 Mei 2024. (Yoga)
Gula Merah dari Nira Sawit
Balai Penelitian dan Pengembangan atau Balitbang Sumbar mengembangkan gula merah dari nira kelapa sawit di Kabupaten Pasaman. Pemanfaatan nira dari batang kelapa sawit nonproduktif ini berpotensi menjadi sumber pendapatan petani selama masa penanaman kembali (replanting). Selama ini, pohon sawit nonproduktif hanya dicacah atau diracun hingga busuk untuk persiapan (replanting). Dengan pengembangan gula merah ini, batang sawit yang biasanya menjadi limbah bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat. Kabid Inovasi dan Teknologi Balitbang Sumbar Mahmudia Husain di Pasaman Barat, Kamis (28/11) mengatakan, berdasarkan data Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, ada 85.000 hektar kebun sawit masyarakat yang harus ditanami kembali pada 2023.
”Kalau potensi ini dapat diolah, ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat di Sumbar,” kata Mahmudia saat membuka Seminar Hasil Penelitian dan Perekayasaan Gula Merah dari Air Nira Kelapa Sawit Tahun 2024 di Kantor Bupati Pasaman Barat. Dalam penelitian ini, Balitbang Sumbar berkolaborasi dengan BRIN, Bappelitbangda Pasaman Barat dan Universitas Andalas. Pembuatan gula merah ini memanfaatkan pohon sawit tidak produktif, yakni pohon berusia 15-20 tahun ke atas. Pohon ditebang, kemudian dibersihkan umbutnya. Batang sawit bagian atas itu akan menghasilkan nira ketika disadap, lalu dimasak dalam kancah (kuali) besar selama 3-5 jam, seperti saat memasak gula merah dari nira aren.
Setelah mengental, gula merah sawit itu dimasukkan dalam cetakan dan akan mengeras ketika dingin. Balitbang Sumbar melakukan penelitian ini karena kendala yang dilaporkan, awal 2024 oleh Bappelitbangda Pasaman Barat dan Sekretaris Nagari Sungai Aua saat warga mengolah nira sawit. Gula merah yang dihasilkan sering kali tidak bisa mengeras ketika dicetak. Setelah sejumlah percobaan, penelitian pun berhasil dilakukan. Gula merah yang diproduksi bisa mengeras tanpa campuran gula. ”Kesimpulannya, gunakan nira sawit yang tidak asam supaya bisa keras. Kalau asam, hasilnya lembek, tidak bisa keras,” kata Hasbullah, tenaga ahli tim Balitbang Sumbar dari Universitas Andalas. (Yoga)
Usung Konsep Ekonomi Sirkular, Barito Pacific Raih Penghargaan
Pukulan Ganda Sektor Manufaktur pada 2025
Industri Perbankan Mengalami Pertumbuhan Laba Bersih 8,04% Yoy
Industri perbankan mengalami pertumbuhan laba bersih 8,04% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 194,97 triliun per akhir September 2024. Pencapaian tersebut didukung dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang sebesar Rp407,22 triliun, naik 2,7% (yoy). Apabila ditelisik lebih dalam, pertumbuhan laba bersih per September tahun ini mengalami penguatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya masih single digit dan masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data OJK, pertumbuhan laba bersih tertinggi berasal dari kelompok bank berdasarkan modal intil (KBMI) 2 yang mencapai 49,58% (yoy) pada akhir September 2024 menjadi Rp 19,49 triliun.
Berikutnya, pertumbuhan dari KBMI 4 dengan laba bersih tertinggi Rp136,04 triliun, naik 7,89% (yoy) di kuartal III-2024. Kemudian KBMI 3 dengan laba Rp30,98 triliun, tumbuh 1,71% (yoy) per September 2024. Sedangkan, kelompok bank mini (KBMI 1) mencatatkan laba bersih Rp 8,46 triliun, anjlok 22,31% dibandingkan dengan September 2023 senilai Rp 10,89 triliun. Dari data yang dihimpun Investor Daily, pertumbuhan laba bersih industri perbankan per September ini menjadi yang paling tinggi sejak awal 2024. Adapun, pada Januari 2024 tercatat laba bersih terkontraksi 1,77% (yoy), per Maret sudah tumbuh positif 2,01% (yoy), namun April kembali terkontraksi 0,48% (yoy).
Kilau Amman Mineral Menorehkan Kinerja Keuangan Mengesankan pada Januari-September 2024
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menorehkan kinerja keuangan mengesankan pada Januari-September 2024 (9M24) dengan raihan laba bersih US$ 720 juta atau setara Rp11,46 triliun, melesat 958% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Capaian signifikan ini sejalan dengan prestasi emiten tambang emas tersebut yang mampu mencatatkan rekor produksi terbesar sejak diakuisisi pada tahun 2016. Hal itu turut menaikkan ekspektasi pembagian dividen bagi pemegang saham perseroan. "Sejak Amman mengambil alih operasi Batu Hijau pada November 2016, perusahaan secara konsisten meraih berbagai rekor produktivitas dan produksi.
Tahun ini, kami mencatat tonggak sejarah baru dengan mencapai rekor produktivitas pertambangan dan produksi tertinggi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024," kata Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie. Alex mengungkapkan, produksi konsentrat perseroan meningkatkan signifikan sebesar 85% menjadi 637,1 ribu ton dibanding tahun lalu 344,24 ribu ton, dengan produksi tembaga naik 68% dari 199 juta pon menjadi 335 juta pon. Dan produksi emas meningkat tajam sehingga 173% dari 259,17 yang mengesankan ini didukung oleh produksi bijih berkadar tinggi dari Fase 7," kata dia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









