;

Pemerintah Mengkaji Sejumlah Strategi untuk Mengerek Laju Konsumsi

29 Nov 2024 Kompas (H)
Pemerintah Mengkaji Sejumlah Strategi untuk Mengerek Laju Konsumsi

Pemerintah mengkaji sejumlah strategi mengerek laju konsumsi rumah tangga di akhir tahun lewat penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang lebih panjang. Di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat, penjualan untuk beberapa produk diperkirakan bisa lebih lesu tahun ini. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, nilai transaksi saat Harbolnas 2023 mencapai Rp 25,7 triliun, meningkat 13,21 % dibanding transaksi sebelumnya pada 2022. Kali ini, di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat sepanjang tahun, pertumbuhan transaksi saat Harbolnas diharapkan tetap meningkat meski melambat dari sebelumnya. Dalam rakor yang digelar di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Kamis (28/11) pemerintah mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persiapan penyelenggaraan Harbolnas 2024 dan upaya mendongkrak konsumsi rumah tangga di akhir tahun.

Harbolnas akan digelar lebih lama dari biasanya, yakni sepanjang 10-16 Desember 2024. Selama ini, Harbolnas digelar tiga hari, sekitar 10-12 Desember. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk menggenjot konsumsi saat momen Harbolnas, ada beberapa fasilitas promo dan diskon belanja yang disiapkan untuk produk dalam negeri. Tak hanya itu, penurunan harga tiket pesawat untuk rute domestik sebesar 10 % juga merupakan bagian dari promo Harbolnas. ”Nanti akan kita siapkan macam-macam diskon. Untuk belanja beberapa produk nanti ada gratis ongkir (ongkos kirim), untuk tiket pesawat kita buat 10 % lebih murah, lalu untuk mal-mal ada diskon-diskon yang dibuat secara bertahap,” kata Airlangga. Meski daya beli masyarakat sedang melemah, pemerintah optimistis transaksi Harbolnas akan tetap bertumbuh dibanding tahun lalu. Targetnya, transaksi bisa naik hingga 15-16 % atau mencapai Rp 28 triliun-Rp 29 triliun. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :