Ekonomi
( 40554 )Penerbitan Obligasi Bank Diperkirakan Meningkat
Bank Sentral Sepakat Pangkas Suku Bunga
Dorongan Daya Beli Lewat Kebijakan Strategis
Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024 menjadi upaya efektif untuk mengungkit daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat bahwa jumlah pengguna platform e-commerce meningkat 11% YoY menjadi 65,6 juta pengguna, dengan nilai transaksi mencapai Rp487 triliun, lebih tinggi dari Rp453 triliun pada 2023. Budi juga menekankan pentingnya Harbolnas untuk memperkenalkan produk dalam negeri dan mengurangi dominasi produk impor di pasar domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa Harbolnas tahun ini mampu mendorong penjualan hingga Rp40 triliun, dibandingkan Rp25,7 triliun pada tahun sebelumnya. Airlangga menyebutkan kontribusi sektor e-commerce dalam ekonomi digital Indonesia mencapai 72% dengan proyeksi total nilai sebesar US$90 miliar pada 2024. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Harbolnas dengan program belanja seperti "Belanja di Indonesia Aja" dan "EPiC Sale," yang memperluas manfaat kegiatan ini hingga sektor ritel konvensional.
Namun, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Heru Sutadi mengingatkan pentingnya meningkatkan layanan dan keamanan transaksi selama Harbolnas. Ia menyoroti perlunya transparansi informasi produk, kepatuhan terhadap aturan perlindungan konsumen, dan pengawasan ketat oleh platform e-commerce untuk mencegah penipuan.
Seiring dengan berbagai program pendukung dan partisipasi luas, Harbolnas 2024 tidak hanya menawarkan diskon besar tetapi juga layanan seperti tiket konser Dewa-19 dan Super DIVA. Momentum ini diharapkan tidak hanya menggairahkan kembali daya beli masyarakat tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan.
Izin iPhone 16 Menanti Komitmen Investasi
Peluang Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan
Belanja Negara Mengalir Deras di Penghujung Tahun
Ketatnya Persaingan Membayangi Kinerja Perusahaan
Sinarmas Alokasikan Dana Investasi Besar
Ekonomi RI bakal Stagnan di 2025
Sejumlah lembaga memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2025 tumbuh stagnan di kisaran 5 %. Faktor eksternal berupa tekanan global yang semakin besar serta tren pelemahan kelas menengah di dalam negeri bisa mengancam ambisi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 %. Dalam proyeksi terbaru yang dimuat di laporan ”Asian Development Outlook December 2024”, Bank Pembangunan Asia (ADB) kembali memperkirakan ekonomi RI tumbuh 5 % pada 2025. Proyeksi itu tidak bergerak dari angka konservatif yang telah dipasang lembaga itu untuk Indonesia sejak tahun 2023. Sejalan dengan ADB, Bank Dunia dan IMF sebelumnya juga telah memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stagnan di kisaran 5,1 %.
Dalam laporan terbarunya yang dirilis Oktober 2024, IMF bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI akan stagnan di level tersebut hingga tahun 2029. ADB menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di level yang sama pada tahun 2025 akibat ancaman risiko eksternal, antara lain, tensi geopolitik yang meningkat, fragmentasi perdagangan global, serta perkembangan dinamika di AS setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden. ”Faktor utama yang bakal memengaruhi arah pertumbuhan Indonesia adalah lingkungan global. Apalagi, Indonesia, seperti negara lainnya di Asia, sangat mudah terdampak oleh arah kebijakan AS,” kata Direktur ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (12/12). (Yoga)
Bisnis asuransi perlu perbaikan
Liugi Mangione (26) menjadi tersangka penembak Brian Thompson, pemimpin perusahaan asuransi AS, United Healthcare. Bisnis asuransi perlu perbaikan. Mangione marah terhadap industri asuransi kesehatan, bukan kepada Thompson. Industri itu dianggap menzalimi warga kebanyakan. Penembakan terhadap Thompson pada 4 Desember 2024 merupakan caranya mengungkap kemarahan itu.Mangione membawa kertas tiga halaman.Tak ada satu pun soal Thompson dan United Healthcare. Dokumen tulis tangan itu berisi kritik terhadap industri layanan kesehatan di AS. Pejabat kepolisian hanya mengungkap dua kalimat dalam dokumen tulis tangan yang disebut-sebut sebagai manifesto itu (Kompas.id, 10/12/2024).
Akan tetapi, sesuatu yang aneh muncul. Warganet bukannya mengutuk peristiwa itu, melainkan malah bersimpati kepada pelaku. Kenyataan di media sosial seperti itu sering kali membingungkan kita. Warganet dengan bebas mengungkapkan pendapat dan bahkan kurang memperhatikan etika. Kita perlu mengakui kenyataan suara warganet tersebut. Mereka resah dengan cara kerja asuransi dalam melayani mereka. Warga mengeluhkan mulai dari premi yang meningkat hingga pembayaran klaim yang lambat atau kadang tidak diterima. Keresahan warga ini sudah pasti makin memanas ketika ekonomi AS sedang bermasalah. Keluhan pemegang polis asuransi seperti itu tidak hanya terjadi di AS. Di Indonesia, sejumlah warga pernah melakukan aksi demonstrasi dan juga berkemah di depan perusahaan asuransi.
Meski beda masalah, ujungnya tetap bagaimana perusahaan asuransi membuat produk dan layanan. Ada juga warga yang protes dengan nilai pembayaran klaim. Pelajaran dari semua kasus itu adalah perusahaan asuransi perlu berbenah. Kenyataan warga yang jengkel dengan layanan asuransi perlu didalami. Hakikat dari industri asuransi adalah melakukan proteksi terhadap warga harus dimunculkan lagi serta penjualan produk dan juga layanan perlu semakin transparan. Standar makin diperjelas sehingga sengketa bisa berkurang. Di samping itu, masalah kepercayaan warga terhadap asuransi masih perlu ditingkatkan. Kita masih membutuhkan asuransi yang kuat untuk memproteksi warga. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









