;
Kategori

Ekonomi

( 40447 )

Tekanan Ekonomi Tak Kenal Kasta

14 Dec 2024
Pasar barang mewah global diproyeksikan mengalami perlambatan pertumbuhan pada akhir tahun 2024, dengan total nilai pasar turun sekitar 3% menjadi US$ 1,5 triliun. Menurut studi Bain & Company, penurunan ini terutama disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang tidak menentu, seperti pemulihan ekonomi China yang lambat dan volatilitas pasar akibat pemilu di Amerika Serikat. Bima Rio Pasaribu, Direktur Ruci Art, menyebut ketidakpastian politik, seperti pilpres, membuat investor cenderung wait and see, yang berdampak pada penurunan penjualan karya seni kontemporer hingga 20%.

Segmen barang mewah personal seperti aksesori, fesyen, dan kecantikan turun 2%, sementara pasar mobil mewah menyusut hingga 5% menjadi US$ 606 miliar, akibat perlambatan permintaan di kelas atas dan persaingan di pasar kawasan Asia-Pasifik. Di sisi lain, perhiasan tetap menjadi kategori paling tangguh berkat konsumsi lokal dan wisatawan.

Amir Sidharta, Pengelola Balai Lelang Sidharta Auctioneer, mencatat karya seni asal Indonesia masih diminati, dengan beberapa lukisan seperti karya Harijadi Sumodidjojo dan Ahmad Sadali terjual hingga Rp 2 miliar. Namun, pasar seni global juga terdampak ketegangan geopolitik, dengan nilai pasar turun 7% menjadi US$ 37 miliar. Salah satu sorotan adalah karya seni kontroversial "Comedian" karya Maurizio Cattelan, yang berupa pisang ditempel lakban, terjual seharga US$ 6,2 juta kepada pengusaha kripto Justin Sun.

Menurut Eko Endarto, Perencana Keuangan Finansia Consulting, barang eksotis seperti karya seni dan perhiasan memiliki pasar tersendiri yang tidak terlalu terdampak daya beli menurun, meskipun jumlah transaksinya berkurang. Sementara itu, Aidil Akbar Madjid, Financial Planner and Crypto Enthusiast, memproyeksikan investasi pada perhiasan dan jam tangan tetap prospektif di tengah tantangan ekonomi.

Penggalangan Dana akan Marak Tahun Depan

14 Dec 2024
Penghimpunan dana dari pasar modal diproyeksikan meningkat pada tahun 2025, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 133 rencana penawaran umum, termasuk 97 perusahaan yang mengantre untuk melaksanakan initial public offering (IPO). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menyebut nilai indikatif dari pipeline ini mencapai Rp 58,34 triliun, mencakup IPO, penerbitan efek utang, dan penawaran umum berkelanjutan.

Sofiyan Adhi Kusumah, Kepala Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat 2 Bursa Efek Indonesia (BEI), optimistis tren IPO akan membaik pada 2025 seiring stabilisasi politik dan pemulihan ekonomi global, dengan mengacu pada peningkatan aktivitas IPO di pasar global seperti AS dan Hong Kong.

Catatan BEI menunjukkan hingga 6 Desember 2024, terdapat 40 emiten baru dengan total dana Rp 10,19 triliun, masih di bawah target 62 emiten untuk tahun tersebut. Saat ini, 24 perusahaan sedang dalam antrean IPO, termasuk PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), yang berpotensi meraup Rp 4,15 triliun.

Direktur Utama Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang, menilai tren penghimpunan dana di pasar modal tetap menjanjikan, dengan fokus pada perusahaan berfundamental solid. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum yang lebih baik bagi calon emiten dengan kualitas yang lebih tinggi, didukung oleh stabilitas politik.

Penerbitan Obligasi Bank Diperkirakan Meningkat

14 Dec 2024
Penerbitan obligasi sektor perbankan diproyeksikan meningkat pada tahun 2025, didorong oleh tantangan likuiditas yang ketat. Bankir memprediksi persaingan untuk menghimpun dana pihak ketiga (DPK) akan semakin intensif, bersamaan dengan peningkatan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang ditargetkan naik 42,2%.

Analis Pefindo, Danan Dito, memperkirakan perbankan akan beralih ke penerbitan obligasi sebagai alternatif pendanaan, terutama karena Loan to Deposit Ratio (LDR) telah mendekati 90%. Hingga akhir November 2024, Pefindo telah menerima mandat penerbitan surat utang perbankan senilai Rp 3 triliun, yang kemungkinan akan terealisasi tahun depan.

Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), mengungkapkan rencana penerbitan obligasi tahun depan untuk mendukung program pembiayaan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. BTN akan memulai dengan global bond pada kuartal I-2025, seiring rasio LDR-nya yang sudah mencapai 96% per September 2024.

Bank BJB, melalui Direktur Utamanya, Yuddy Renaldy, juga mengumumkan rencana penerbitan obligasi, namun waktu dan nilainya akan bergantung pada kondisi pasar dan likuiditas pada tahun 2025.

Dengan ketatnya likuiditas dan persaingan dana, penerbitan obligasi akan menjadi strategi utama perbankan dalam mendukung ekspansi kredit di tahun mendatang.

Bank Sentral Sepakat Pangkas Suku Bunga

14 Dec 2024
Akhir tahun ini, sejumlah bank sentral dunia mulai memangkas suku bunga acuan sebagai respons terhadap ketidakstabilan ekonomi dan ancaman inflasi.

European Central Bank (ECB) baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3%, menjadikannya pemangkasan keempat tahun ini. Kepala Bank of France, Francois Villeroy de Galhau, menyebutkan bahwa pemotongan suku bunga akan terus dilakukan pada tahun depan untuk menghadapi ancaman perang dagang dan ketidakstabilan ekonomi di zona Euro.

Swiss National Bank (SNB) menurunkan suku bunganya sebesar 50 bps menjadi 0,5%, level terendah sejak November 2022. Penurunan ini dipicu inflasi rendah di Swiss (0,7%) dan penguatan franc Swiss yang membebani eksportir.

Bank of Canada juga memangkas suku bunga sebesar 50 bps menjadi 3,25% dalam pemangkasan terbesar pertama sejak pandemi Covid-19. Langkah ini diambil untuk mengatasi inflasi yang meningkat hingga 2% dan pelemahan ekonomi.

Di sisi lain, Reserve Bank of Australia (RBA) memilih menahan suku bunga tahun ini, tetapi memprediksi pemangkasan dapat dilakukan tahun depan jika inflasi tetap tinggi. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga hingga awal 2025 karena masih menganalisis risiko global dan kenaikan upah.

Dalam pertemuan mendatang pada 17-18 Desember, Federal Reserve (The Fed) diproyeksikan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps. The Fed juga diperkirakan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada tahun 2025-2026 akibat tingginya inflasi dan pasar tenaga kerja yang masih kuat.

Tren pelonggaran moneter ini menunjukkan respons global terhadap kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Dorongan Daya Beli Lewat Kebijakan Strategis

13 Dec 2024

Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024 menjadi upaya efektif untuk mengungkit daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat bahwa jumlah pengguna platform e-commerce meningkat 11% YoY menjadi 65,6 juta pengguna, dengan nilai transaksi mencapai Rp487 triliun, lebih tinggi dari Rp453 triliun pada 2023. Budi juga menekankan pentingnya Harbolnas untuk memperkenalkan produk dalam negeri dan mengurangi dominasi produk impor di pasar domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa Harbolnas tahun ini mampu mendorong penjualan hingga Rp40 triliun, dibandingkan Rp25,7 triliun pada tahun sebelumnya. Airlangga menyebutkan kontribusi sektor e-commerce dalam ekonomi digital Indonesia mencapai 72% dengan proyeksi total nilai sebesar US$90 miliar pada 2024. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Harbolnas dengan program belanja seperti "Belanja di Indonesia Aja" dan "EPiC Sale," yang memperluas manfaat kegiatan ini hingga sektor ritel konvensional.

Namun, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Heru Sutadi mengingatkan pentingnya meningkatkan layanan dan keamanan transaksi selama Harbolnas. Ia menyoroti perlunya transparansi informasi produk, kepatuhan terhadap aturan perlindungan konsumen, dan pengawasan ketat oleh platform e-commerce untuk mencegah penipuan.

Seiring dengan berbagai program pendukung dan partisipasi luas, Harbolnas 2024 tidak hanya menawarkan diskon besar tetapi juga layanan seperti tiket konser Dewa-19 dan Super DIVA. Momentum ini diharapkan tidak hanya menggairahkan kembali daya beli masyarakat tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan.

Izin iPhone 16 Menanti Komitmen Investasi

13 Dec 2024
Pemerintah Indonesia memastikan belum akan memberikan izin edar untuk produk iPhone 16 di Indonesia karena Apple Inc. belum memenuhi persyaratan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35% maupun menunjukkan keseriusan membangun fasilitas produksi di Tanah Air. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada rencana konkret dari Apple untuk mendirikan pabrik di Indonesia, meskipun penjualan produk Apple di pasar domestik telah mencapai Rp30 triliun pada 2023.

Agus juga menyoroti minimnya kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global Apple, dengan hanya satu perusahaan lokal, Geo Corporation, yang menjadi bagian dari ekosistem Apple. Pemerintah berharap Apple dapat memperkuat keterlibatannya di Indonesia, mengingat potensi pasar yang besar.

Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Apple berencana merealisasikan investasi senilai US$1 miliar pada 2026. Komitmen ini sudah disampaikan secara tertulis kepada pemerintah, namun pembahasannya masih dalam tahap penyempurnaan.

Hingga Apple memenuhi komitmen investasi dan syarat TKDN, izin edar iPhone 16 tetap tertunda sebagai langkah pemerintah untuk memastikan keuntungan lebih besar bagi ekonomi dan industri lokal.

Peluang Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan

13 Dec 2024
PT Faicheung Birdnest Industry di Ketapang, Kalimantan Barat, mengekspor sarang burung walet ke China sebanyak 39,75 kilogram (kg). Dikutip dari Bisnisindonesia.id, Sarang burung walet merupakan produk unggulan Ketapang yang memiliki permintaan besar di pasar internasional.

Sarang burung walet adalah rajutan liur burung walet yang berbentuk mangkok dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Harga sarang burung walet mahal karena proses pembuatannya yang panjang dan rumit. Selain itu, sarang burung walet juga langka karena hewan ini biasanya hanya membuat sarang 3 kali dalam setahun. Sejumlah daerah juga menjadikan sarang burung walet sebagai sumber cuan, seperti Kepulauan Riau (Kepri) dan Yogyakarta.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri mencatat ekspor sarang burung walet pada Januari—Agustus 2024 mencapai 2.350 kg, dengan tujuan Singapura, China, Australia, Amerika Serikat (AS), dan Jepang. Kepala Karantina Kepri Herwintarti, mengatakan harga pasar ekspor sarang burung walet bervariasi mulai dari Rp11 juta, Rp13 juta, hingga Rp35 juta per kg. China menempati urutan pertama pasar dengan harga beli tertinggi.

“Ekspor ke China punya harga paling bagus. Namun, persyaratannya lebih detail. Kita sudah ada kerja sama, kami siap bantu eksportir,” katanya, Rabu (14/11). Djoko Hartyanto, CEO PT Waleta Asia Jaya, mengatakan hampir seluruh pelaku industri sarang burung walet berorientasi ekspor. Tantangan yang dihadapi di antaranya food fraud dan risiko keamanan pangan.

Belanja Negara Mengalir Deras di Penghujung Tahun

13 Dec 2024
Pemerintah akan menggenjot realisasi belanja negara pada Desember 2024 untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hingga November 2024, belanja negara telah mencapai Rp 2.894,5 triliun atau 87% dari pagu APBN. Namun, masih ada sisa belanja sebesar Rp 517,85 triliun yang harus dicairkan pada bulan terakhir tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa belanja jumbo ini akan menjadi stimulus penting bagi perekonomian, khususnya pada kuartal IV-2024. Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% (yoy) dapat tercapai, didukung konsumsi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa dari total sisa belanja, Rp 460 triliun akan digunakan oleh pemerintah pusat dalam Desember 2024. Penyelesaian kontrak dan pembayaran akan dioptimalkan agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Menurut ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, belanja pemerintah pusat non-K/L diperkirakan meningkat signifikan pada Desember 2024. Pos-pos seperti bantuan sosial, subsidi, dan pembayaran bunga utang akan menjadi fokus utama. Yusuf juga menyebutkan kemungkinan penyaluran anggaran untuk kementerian/lembaga (K/L) baru sebagai salah satu langkah pemerintah untuk memastikan penyerapan anggaran penuh di akhir tahun.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang tumbuh 4,95% (yoy) pada kuartal III-2024, menuju target tahunan sebesar 5,2%.

Ketatnya Persaingan Membayangi Kinerja Perusahaan

13 Dec 2024
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom diperkirakan akan mengubah lanskap industri telekomunikasi dan bisnis menara. Grup Sinarmas berinvestasi besar dalam merger ini dengan dana sebesar US$ 475 juta (Rp 7,52 triliun). Namun, konsolidasi ini juga menjadi tantangan bagi emiten menara seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), yang menghadapi potensi pengurangan tenant karena tumpang tindih (overlapping) penyewa.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Daniel Widjaja, bisnis utama menara TBIG hanya tumbuh tipis, dengan pendapatan kumulatif dari layanan telko mencapai Rp 4,71 triliun hingga September 2024, meningkat 0,1% secara tahunan. Namun, segmen fiber TBIG justru menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan pendapatan melonjak 70,6% yoy menjadi Rp 411 miliar, didorong oleh perluasan layanan fiber to the tower (FTTT) dan fiber to the home (FTTH).

Analis Samuel Sekuritas, Jason Sebastian, menilai TBIG masih memiliki peluang untuk bertumbuh melalui persaingan operator telekomunikasi yang berupaya memperluas jaringan ke wilayah-wilayah terpencil. Ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah untuk memperluas jaringan di Indonesia bagian Timur dapat mendukung pertumbuhan TBIG.

Di sisi lain, Analis Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi, menyebut relokasi pasca merger Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membuka peluang bagi TBIG untuk mempercepat kinerja. Jovent merekomendasikan pembelian saham TBIG dengan target harga Rp 2.300, sedangkan Daniel dan Jason lebih konservatif dengan rekomendasi "hold" pada harga Rp 1.900–Rp 1.920 per saham.

Meski demikian, TBIG menghadapi tantangan, termasuk perlambatan pertumbuhan operator telekomunikasi, risiko regulasi, dan tekanan harga, yang dapat memengaruhi kinerja jangka panjangnya.

Sinarmas Alokasikan Dana Investasi Besar

13 Dec 2024
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom memerlukan kontribusi besar dari Grup Sinarmas. Grup ini akan menginvestasikan US$ 475 juta (sekitar Rp 7,52 triliun) untuk membeli 13,1% saham Axiata di PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, demi menyamakan porsi kepemilikan dengan Axiata sebesar 34,8%. Pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap: US$ 400 juta saat penyelesaian penyertaan dan US$ 75 juta pada peringatan satu tahun XLSmart berdiri.

Menurut Indra Sentanu, dari Chairman’s Office Corporate Finance Sinarmas Telecommunication and Technology, pendanaan untuk akuisisi saham XLSmart akan berasal dari sumber internal Grup Sinarmas.

Paulus Jimmy, Deputy Head of Research Sucor Sekuritas, menilai akuisisi saham tambahan ini dilakukan dengan harga premium, yakni Rp 3.150 per saham EXCL, 39,38% lebih tinggi dari harga pasar saat ini (Rp 2.260). Jimmy optimis bahwa merger ini akan meningkatkan kinerja dan profitabilitas EXCL dalam jangka panjang, dengan rekomendasi beli saham EXCL dan target harga Rp 3.500 per saham.

Namun, bagi pemegang saham FREN, merger ini membawa dampak signifikan karena saham FREN akan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Antony Susilo, Direktur Keuangan Smartfren Telecom, menjelaskan bahwa pemegang saham FREN memiliki dua opsi:

1. Mengonversi saham FREN ke saham EXCL dengan rasio 94 saham FREN untuk 1 saham EXCL.
2. Menjual saham FREN kepada entitas merger dengan harga Rp 25 per saham.

Bagi pemegang saham EXCL yang tidak setuju dengan merger, saham mereka akan dibeli di harga Rp 2.350 per saham. Proses konversi dan pembelian saham akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pemegang saham.