Peluang Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan
PT Faicheung Birdnest Industry di Ketapang, Kalimantan Barat, mengekspor sarang burung walet ke China sebanyak 39,75 kilogram (kg). Dikutip dari Bisnisindonesia.id, Sarang burung walet merupakan produk unggulan Ketapang yang memiliki permintaan besar di pasar internasional.
Sarang burung walet adalah rajutan liur burung walet yang berbentuk mangkok dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Harga sarang burung walet mahal karena proses pembuatannya yang panjang dan rumit. Selain itu, sarang burung walet juga langka karena hewan ini biasanya hanya membuat sarang 3 kali dalam setahun. Sejumlah daerah juga menjadikan sarang burung walet sebagai sumber cuan, seperti Kepulauan Riau (Kepri) dan Yogyakarta.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri mencatat ekspor sarang burung walet pada Januari—Agustus 2024 mencapai 2.350 kg, dengan tujuan Singapura, China, Australia, Amerika Serikat (AS), dan Jepang. Kepala Karantina Kepri Herwintarti, mengatakan harga pasar ekspor sarang burung walet bervariasi mulai dari Rp11 juta, Rp13 juta, hingga Rp35 juta per kg. China menempati urutan pertama pasar dengan harga beli tertinggi.
“Ekspor ke China punya harga paling bagus. Namun, persyaratannya lebih detail. Kita sudah ada kerja sama, kami siap bantu eksportir,” katanya, Rabu (14/11). Djoko Hartyanto, CEO PT Waleta Asia Jaya, mengatakan hampir seluruh pelaku industri sarang burung walet berorientasi ekspor. Tantangan yang dihadapi di antaranya food fraud dan risiko keamanan pangan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023