Ekonomi
( 40447 )Kemampuan Pembayaran Debitur KPR Melemah
Pasar Mobil Masih Berjuang untuk Pulih
Pangkas Distribusi Pupuk, Stop impor pangan
Untuk mewujudkan swasembada pangan secara bertahap, pemerintah menyetop impor beras, gula konsumsi, jagung pakan, dan garam konsumsi pada 2025. Pemerintah juga memangkas alur distribusi pupuk subsidi. Saat ini, alur baru distribusi pupuk subsidi itu telah diberlakukan untuk menentukan kuota dan penyaluran pupuk subsidi pada 2025. Pemerintah bahkan menjamin petani bisa menebus pupuk tersebut pada Januari 2025. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan hal itu dalam diskusi panel tentang ”Deregulasi Distribusi Pupuk Subsidi di Indonesia” di Menara Kompas, Jakarta, Senin (9/12). Menurut Zulkifli, pada 2025, pemerintah tidak akan mengimpor beras, gula konsumsi, jagung pakan, dan garam konsumsi.
Pemerintah juga mengurangi kuota impor komoditas pangan lain, seperti bawang putih, gula mentah, serta daging kerbau dan sapi. Hal itu merupakan keputusan Rapat Terbatas tentang Penetapan Neraca Komoditas Pangan 2025. Jadi, keputusan itu sudah mempertimbangkan neraca komoditas-komoditas pangan kementerian/lembaga terkait. ”Beras, misalnya. Tahun depan, produksi dan konsumsi beras nasional diperkirakan masing-masing 32,5 juta ton dan 31 juta ton. Saat ini, stok beras Perum Bulog 2 juta ton dan stok beras di pedagang dan masyarakat 8 juta ton,” katanya. Kondisi jagung, gula konsumsi, dan garam impor, pada tahun depan juga sama.
Produksi jagung pada 2025 diperkirakan 16,68 juta ton, melampaui kebutuhan dalam negeri 13 juta ton. Tahun depan, produksi gula konsumsi diperkirakan naik dari 2,2 juta ton menjadi 2,6 juta ton. Produksi garam konsumsi juga diproyeksikan meningkat menjadi 2,25 juta ton atau di atas kebutuhan nasional. ”Kami juga mengurangi impor gula mentah bahan baku gula rafinasi dari 5-6 juta ton per tahun menjadi 3,4 juta ton. Impor daging kerbau dan sapi serta bawang putih juga akan kami kurangi,” ujarnya. Zulkifli juga menegaskan, kebijakan itu akan dibarengi peningkatan produksi pangan dalam negeri dan memperkuat cadangan pangan pemerintah. Harga pangan ditingkat petani juga akan dinaikkan agar mereka terdorong meningkatkan produksi. (Yoga)
Trump Tetap Jalankan Taktik Tarif
Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan siap menaikkan tarif, menghentikan perang Ukraina, dan mengeluarkan AS dari keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Hal itu diutarakan Trump dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi NBC yang disiarkan pada Minggu (8/12) malam waktu setempat atau Senin (9/12) WIB. Saat wawancara disiarkan, Trump sedang berada di Paris, Perancis, untuk menghadiri pembukaan kembali Katedral Notre Dame. Di Perancis, ia juga bertemu dan berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ”Tarif itu akan membuat kita kaya,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC. Begitu dilantik pada 20 Januari 2025, ia langsung menetapkan tambahan tarif 25 % untuk semua produk impor dari Kanada dan Meksiko, dua negara tetangga yang berbatasan langsung dengan AS.
Ia juga akan menetapkan kenaikan tarif menjadi 60 % untuk semua produk China. Adapun negara-negara anggota kelompok ekonomi BRICS akan dihantam tarif 100 % gara-gara mereka berniat dedolarisasi. Trump menuturkan, ia tidak memercayai ramalan para ekonom bahwa kenaikan tarif berdampak pada inflasi. Pada akhirnya, rakyat AS yang menanggung biaya kenaikan tarif karena harga barang-barang pasti ikut meroket. Mayoritas produk dalam negeri AS pun sekarang dibuat dengan bahan baku impor. Meskipun begitu, ketika ditanya oleh pewawancara alasan keyakinan Trump bahwa tarif tak berimbas pada harga barang, ia berkelit. ”Saya tidak bisa menjanjikan dan menjamin apa pun. Hari esok tidak ada yang tahu,” katanya. (Yoga)
Rantai Birokrasi Pupuk Subsidi dipangkas
Petani kerap dibikin kesal. Masa pemupukan padi telah usai, pupuk subsidi baru ada dan bisa ditebus. Ada yang telanjur membeli pupuk nonsubsidi. Ada yang bersiasat mengatasi ngaret-nya pupuk subsidi. ”Biasa. Selalu ngaret Kami terpaksa beli dulu pupuk nonsubsidi,” kata Iwan Prasojo (38), petani Desa Mlatiharjo, Demak, Jaten, Minggu (8/12). Ada yang bilang masih menunggu SK bupati. Ada juga yang menginfokan terkendala di pusat. Menunggu pupuk subsidi turun memang lama. Padahal sudah 2 bulan didata. Namun, proses menebusnya cepat. Tinggal menunjukkan KTP elektronik. Di Kabupaten Cirebon, Jabar, Astika, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Suranenggala, menuturkan, pasokan pupuk subsidi tahun ini relatif cukup, tapi, ketersediaan di kios pupuk tidak selalu tepat waktu. Padahal, sudah masa pemupukan.
Contohnya, pada musim tanam pertama Oktober 2023-Maret 2024, petani seharusnya memupuk pada Januari dan Februari. Namun, pupuk subsidi yang tersedia sesuai kebutuhan petani baru jenis Urea, sedangkan jenis NPK Phonska belum ada. ”Waktu itu, pupuk subsidi NPK Phonska di kios kosong. Akhirnya, petani beli pupuk nonsubsidi yang lebih mahal,” kata Astika. Harga pupuk subsidi jenis itu Rp 2.300 per kg. Adapun harga pupuk nonsubsidi bisa lebih dari dua kali lipat. Akhirnya, biaya produksi petani meningkat. Astika, yang memiliki sawah seluas 3.500 meter persegi, terpaksa merogoh kantongnya Rp 500.000 untuk membeli pupuk nonsubsidi NPK 50 kg. Padahal, jika memakai pupuk subsidi, ia cukup membayar Rp 115.000.
Rojai, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Cirebon, juga berharap penyaluran pupuk subsidi bisa tepat waktu.” Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam diskusi panel harian Kompas (Kompas.id) di Jakarta, Senin (9/12), mengungkapkan, ada 145 aturan terkait pupuk subsidi sejak perencanaan, produksi, distribusi, hingga penagihan. ”Sekarang sudah dipangkas. Cukup perencanaan oleh Mentan lalu distribusi hingga titik serah tanggung jawab Pupuk Indonesia. Ini diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo sepulang dari kunjungan luar negeri. Prinsipnya sudah bisa dijalankan saat ini juga agar mulai Januari 2025 petani sudah menerima pupuk subsidi untuk Musim Tanam 1,” ujar Zulkifli. (Yoga)
Strategi untuk menarik investor dan memaksimalkan KEK yang ada
Pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang masif di era Jokowi menyisakan PR bagi penerusnya. Sejumlah KEK masih sepi peminat, khususnya di Indonesia timur. Pemerintahan Prabowo butuh strategi baru untuk menarik lebih banyak investor dan memaksimalkan KEK yang sudah ada. Saat ini, Indonesia memiliki total 24 KEK yang sudah beroperasi. Ada tambahan delapan KEK yang pembentukan dasar hukumnya sedang diproses. Dengan demikian, ke depan Indonesia akan memiliki total 32 KEK yang tersebar dari barat hingga timur. Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden telah meminta pihaknya memetakan status seluruh KEK di Indonesia. Ia mengakui, dari total 24 KEK yang sekarang telah beroperasi, tidak semua berjalan efektif.
Satu bulan setelah Kabinet Merah Putih dibentuk, Airlangga melaporkan beberapa KEK yang bermasalah dan sepi investor kepada Prabowo, antara lain, KEK Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), KEK Morotai (Maluku Utara), dan KEK Arun Lhokseumawe (Aceh). ”Realisasi investasi di KEK-KEK itu masih sangat terbatas. Sudah saatnya kita memaksimalkan peluang investasi dan fasilitas yang sudah tersedia karena KEK bisa jadi cara paling penting untuk meningkatkan investasi dan mencapai target pertumbuhan 8 %,” katanya dalam acara Forum Bisnis KEK 2024 di Jakarta, Senin (9/12). Berkaca dari negara tetangga lain, seperti China, Vietnam, dan Thailand, keberadaan KEK memang menjadi motor utama untuk menarik peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
KEK umumnya memiliki lokasi strategis dan menawarkan banyak insentif fiskal dan nonfiskal serta kemudahan dalam berinvestasi. Airlangga mengatakan, Indonesia perlu meniru strategi itu untuk mengejar target pertumbuhan yang tinggi. Terlebih, ada momentum ekonomi yang sebenarnya bisa dimanfaatkan Indonesia di tengah kondisi geopolitik yang memanas. ”Waktu kita tidak banyak, hanya 3-4 tahun untuk memaksimalkan KEK untuk mencapai target pertumbuhan. ASEAN kini jadi salah satu kawasan yang masih damai dan stabil, baik secara politik maupun ekonomi. Kesempatan emas seperti ini hanya akan muncul satu kali,” ujarnya. (Yoga)
OJK Resmi Atur Ketat Kegiatan Usaha Bullion Bank dengan Sejumlah Regulasi
OJK resmi mengatur kegiatan usaha bulion bank dengan menetapkan sejumlah regulasi ketat. Salah satunya syarat utama yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha jasa keuangan adalah memiliki modal minimum sebesar Rp 14 triliun. Syarat tersebut ditetapkan lantaran kegiatan usaha bulion merupakan bisnis berisiko, terlebih saat ini baru tahap awal. Sehingga perlu lembaga jasa keuangan yang sudah memilki modal kuat, serta infrastruktur. "Kami lihat ini bagian bisnis berisiko, maka selain modal yang tingi juga harus ada backup dalam bentuk jaminan kolateral baik deposito setara kas senilai emasnya.
Ini untuk mencegah risiko kegagalan, ini memang dirasa berat, tapi ini the best practice di negara lain," ungkap Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaann Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Ahmad Nasrullah pada Media Briefing. OJK menekankan bahwa kegiatan bullion bank bertujuan untuk mengoptimalkan emas yang dimiliki masyarakat agar memberikan manfaat ekonomi yang besar. Nantinya LJK yang mengajukan izin usaha kepada OJK dapat melakukan empat kegiatan, antara lain simpanan emas, pembiyaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas. (Yetede)
Mengoptimalkan Daya Tarik KEK
Bali Menjadi Jantung Pariwisata di Indonesia
PT KAI Gelar KAI Access 12.12 Online Promo untuk Nataru
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









