Kemampuan Pembayaran Debitur KPR Melemah
Menjelang akhir tahun 2024, rasio kredit bermasalah (NPL) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meningkat, terutama pada segmen rumah tapak, dengan NPL mencapai 2,63% pada Oktober, level tertinggi sepanjang tahun. Secara keseluruhan, NPL kredit properti naik menjadi 2,69% dari 2,64% pada September.
Menurut Welly Yandoko, EVP Consumer Loan Bank Central Asia (BCA), kenaikan NPL ini disebabkan oleh berakhirnya relaksasi restrukturisasi kredit akibat Covid-19. Namun, BCA berhasil menjaga NPL KPR di bawah 1,5% melalui pemantauan ketat terhadap kualitas kredit.
Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB, menjelaskan bahwa faktor melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya harga properti menjadi penyebab utama kenaikan NPL, terutama pada segmen menengah ke bawah, meski masih dalam batas wajar.
Sementara itu, Ricky Andriano, VP Corporate Communication Bank Mandiri, menyebut bahwa NPL Bank Mandiri tetap terjaga di bawah rata-rata industri dan bahkan turun 17 basis poin secara tahunan. Bank Mandiri fokus pada pendekatan ekosistem dan sektor-sektor unggulan untuk mendukung pertumbuhan positif KPR.
Meskipun tantangan pada segmen KPR terus meningkat, bank-bank besar optimistis mampu menjaga kinerja solid dengan strategi mitigasi risiko yang tepat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023