Rantai Birokrasi Pupuk Subsidi dipangkas
Petani kerap dibikin kesal. Masa pemupukan padi telah usai, pupuk subsidi baru ada dan bisa ditebus. Ada yang telanjur membeli pupuk nonsubsidi. Ada yang bersiasat mengatasi ngaret-nya pupuk subsidi. ”Biasa. Selalu ngaret Kami terpaksa beli dulu pupuk nonsubsidi,” kata Iwan Prasojo (38), petani Desa Mlatiharjo, Demak, Jaten, Minggu (8/12). Ada yang bilang masih menunggu SK bupati. Ada juga yang menginfokan terkendala di pusat. Menunggu pupuk subsidi turun memang lama. Padahal sudah 2 bulan didata. Namun, proses menebusnya cepat. Tinggal menunjukkan KTP elektronik. Di Kabupaten Cirebon, Jabar, Astika, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Suranenggala, menuturkan, pasokan pupuk subsidi tahun ini relatif cukup, tapi, ketersediaan di kios pupuk tidak selalu tepat waktu. Padahal, sudah masa pemupukan.
Contohnya, pada musim tanam pertama Oktober 2023-Maret 2024, petani seharusnya memupuk pada Januari dan Februari. Namun, pupuk subsidi yang tersedia sesuai kebutuhan petani baru jenis Urea, sedangkan jenis NPK Phonska belum ada. ”Waktu itu, pupuk subsidi NPK Phonska di kios kosong. Akhirnya, petani beli pupuk nonsubsidi yang lebih mahal,” kata Astika. Harga pupuk subsidi jenis itu Rp 2.300 per kg. Adapun harga pupuk nonsubsidi bisa lebih dari dua kali lipat. Akhirnya, biaya produksi petani meningkat. Astika, yang memiliki sawah seluas 3.500 meter persegi, terpaksa merogoh kantongnya Rp 500.000 untuk membeli pupuk nonsubsidi NPK 50 kg. Padahal, jika memakai pupuk subsidi, ia cukup membayar Rp 115.000.
Rojai, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Cirebon, juga berharap penyaluran pupuk subsidi bisa tepat waktu.” Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam diskusi panel harian Kompas (Kompas.id) di Jakarta, Senin (9/12), mengungkapkan, ada 145 aturan terkait pupuk subsidi sejak perencanaan, produksi, distribusi, hingga penagihan. ”Sekarang sudah dipangkas. Cukup perencanaan oleh Mentan lalu distribusi hingga titik serah tanggung jawab Pupuk Indonesia. Ini diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo sepulang dari kunjungan luar negeri. Prinsipnya sudah bisa dijalankan saat ini juga agar mulai Januari 2025 petani sudah menerima pupuk subsidi untuk Musim Tanam 1,” ujar Zulkifli. (Yoga)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023