Ekonomi
( 40447 )Tokopedia Selidiki Kebocoran Data Pengguna
Tokopedia, platform belanja online asal Indonesia, tengah menyelidiki dugaan peretasan yang mengakibatkan 15 juta data pengguna bocor dan dijual di pasar gelap daring (dark web). Namun, perkembangan terakhir, data pengguna yang bocor diduga tembus 91 juta hal ini, Namun VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak, menyatakan pihaknya masih terus melakukan investigasi seraya menyakinkan bahwa data penggunanya aman serta memastikan bahwa tidak ada kebocoran password yang dapat digunakan untuk login ke akun pengguna maupun terkait pembayaran. Tokopedia juga menyatakan telah menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan one time password (OTP), atau kode verifikasi yang dikirimkan lewat SMS yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun serta menganjurkan pengguna untuk selalu mengganti password akun secara berkala demi keamanan dan kenyamanan serta memastikan
Industri Broadband Internet Berkibar di Tengah Covid
Pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat bekerja dan belajar dari rumah telah mendorong permintaan yang tinggi terhadap broadband internet dan layanan televisi berbayar (pay TV). Itulah sebabnya, jumlah pelanggan di industri ini justru melonjak dengan diberlakukannya kebijakan jaga jarak dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Maret-April lalu.
Menurut CEO & President Director PT Link Net Tbk Marlo Budiman, potensi broadband internet di Indonesia masih sangat besar. Mengacu data Media Partner Asia (MPA). Menurutnya, Link Net terus konsisten melakukan roll-out jaringan, khususnya ke kota-kota potensial di Jawa, dengan mengoptimalkan infrastruktur Java backbone yang dimiliki. Marlo Budiman optimistis target pasar yang dicanangkan pada tahun ini akan tercapai dan akan menjalankan ekspansi ke lima kota, yakni Solo, Semarang, Serang, Cilegon, serta Bali karena didukung juga populasi dan daya beli yang tinggi
Yang menarik, kata Marlo, bisnis internet service provider (ISP), atau fix broadband dan pay TV, berbeda dengan industri telekomunikasi seluler. Jika di industri seluler diwarnai perang tarif (price war) dan harga layanan cenderung turun, di bisnis ISP harga layanan justru naik setiap tahun. Tapi yang pasti, operator broadband internet lebih mengutamakan produk dan kualitas layanan. Kenaikkan harga ini karena pengaruh konten yang dibeli dalam dolar AS dan dijual ke rupiah serta impor equipment dari Tiongkok yang juga menggunakan dolar AS.
Dihubungi terpisah, President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, menyatakan, selama masa pandemi Covid-19, Indosat Ooredoo telah mengambil langkah proaktif dan progresif untuk mendukung karyawan, pelanggan, dan komunitas. Alhasil, kinerjanya tetap positif.
Hal yang sama juga disampaikan oleh General Manager Corporate Communication PT XL Axiata Tbk Tri Wahyuningsih, yang memastikan rencana bisnisnya sesuai target meski negeri ini dilanda Covid-19. Dia menuturkan, XL Axiata tidak menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan. Tetapi, pihaknya menargetkan untuk menggapai pelanggan yang memiliki kategori produktif. Dan tahun ini, XL Axiata masih fokus pada strategi untuk mendorong dan meningkatkan bisnis layanan data, sehingga bisa menjadi penyedia layanan data terdepan.
Adapun VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan, Telkom mengalokasikan capex sekitar 25% dari pendapatan perseroan tahun ini. Belanja modal akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini bisnis baik mobile maupun fixed line. Sebagian besar capex terutama digunakan untuk pembangunan BTS 4G serta penguatan sistem IT, pembangunan jaringan akses dan backbone berbasis fiber, tower, data center, serta modernisasi jaringan. Ia menambahkan sejak kebijakan Work From Home dan PSBB, konsumsi bandwidth layanan data oleh konsumen Tel komGroup mengalami lonjakan khu susnya untuk segmen home service melalui produk IndiHome dan segmen per sonal service dari Telkomsel. Menurutnya Telkom saat ini tengah ber transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital dengan semakin fokus pada pengembangan bisnis dan layanan digital dalam tiga aspek, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services.
Penguatan Kinerja Kalbe Farma di Tengah Wabah
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menunjukkan penguatan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Wabah penyakit tersebut berdampak positif terhadap penjualan sejumlah obat maupun alat kesehatan perseroan sebagaimana Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto yang mengungkapkan permintaan sejumlah produk perseroan baik obat, alat kesehatan, maupun produk kesehatan diperkirakan meningkat di tengah pandemi Covid-19 serta didukung oleh rencana pemerintah untuk memangkas pajak perusahan yang masih dibahas dan masih menunggu pengumuman resmi pemerintah dalam waktu dekat.
Kalbe Farma mencetak peningkatan penjualan sebesar 8% dari Rp 5,36 triliun menjadi Rp 5,79 triliun hingga kuartal I-2020. Kenaikan tersebut juga berimbas terhadap pertumbuhan beban penjualan dari Rp 2,86 triliun menjadi Rp 3,17 triliun. Laba bersih meningkat sekitar 12,4% dari RP 595 miliar menjadi Rp 669 miliar
Disisi lain, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menuturkan bahwa penjualan divisi obat resep, divisi consumer healty, dan divisi nutrisi, divisi logistik dan distribusi diperkirakan membuahkan hasil lebih baik tahun ini. Namun, Wabah virus corona diikuti dengan pelemahan nilai tukar rupiah, ungkap dia, mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk memangkas turun target pendapatan dan laba bersih Kalbe Farma tahun ini.
Penjualan perseroan diperkirakan hanya tumbuh 7% menjadi Rp 24,2 triliun atau setara dengan perkiraan manajemen perseroan mencapai 6-8% tahun ini. Sedangkan laba bersih perseroan tahun ini direvisi turun hanya mencapai 0,2% atau cenderung mendatar menjadi Rp 2,5 triliun. Rendahnya pertumbuhan tersebut juga dipengaruhi atas perkiraan merosotnya margin keuntungan perseroan.Link Net Tetap Ekspansif
PT Link Net Tbk dengan merek dagang First Media, pemimpin industri pay TV dan fixed cable broadband internet di Indonesia, tetap ekspansif di tengah pandemi Covid-19. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 2 triliun untuk penetrasi sebagaimana dikonfirmasi CEO & President Director PT Link Net Tbk Marlo Budiman.
Marlo mengungkapkan dalam Media Visit ke Beritasatu Media Holdings melalui konferensi video, broadband internet saat ini sudah merupakan utilitas primer rumah tangga di Indonesia, setara air dan listrik. Apalagi selama masa pandemi Covid-19 yang diharuskan untuk belajar dari rumah dan bekerja dari rumah (work from home/WFH).
Hadir juga pada kesempatan tersebut jajaran manajemen Link Net, yakni Deputy CEO & Chief Operating Officer Link Net Victor Indajang, Enterprise Sales Director Link Net Agung Satya Wiguna, dan Deputy Chief Marketing Officer Link Net Santiwati Basuki. Di jajaran manajemen dan redaksi grup Beritasatu Media Holdings (BSMH), hadir CEO BSMH Nicky Hogan,Chief Operating Officer BSMH Anthony Wonsono, dan News Director BSMH Primus Dorimulu.
Sementara itu, menurut Santiwati Basuki, pandemi Covid-19 menimbulkan dampak berbeda antara bisnis layanan residensial dan enterprise Link Net. Residensial justru tumbuh pesat karena WFH, sedangkan pertumbuhan segmen enterprise cenderung flat.
Pada kesempatan yang sama, Victor Indajang menambahkan, perusahaan memastikan layanan Link Net tetap berjalan sebagaimana mestinya di masa wabah Covid-19. Link Net membagi kapasitas untuk karyawan yang harus bekerja di lapangan (work from field), bekerja dari rumah (WFH), dan bekerja dari kantor (work from office/WFO).
Di lain sisi, Marlo mengatakan, untuk menunjang WFH, Link Net memanjakan pelanggan dengan memberikan harga dan layanan promosi sejak pertengahan Maret hingga akhir Mei. Pada Maret-April, perseroan telah membuka channel baru serta memberikan diskon yang sangat tinggi 50% bagi pelanggan untuk melakukan upgrade paket dan upgrade speed termasuk diskon untuk online e-learning school. Sedangkan untuk pelanggan baru juga dimanjakan dengan diskon tambahan dengan bonus berlangganan Cathplay 3 bulan, free channel tiga bulan. Selanjutnya, dari perolehan pelanggan baru, Link menyisihkan Rp 10.000 untuk donasi bagi tenaga medis.
Selain itu, sebagai bagian mendukung WFH, Link Net sudah meluncurkan solusi study from home (STH), First Klaz, produk e-learning management system yang bisa dipakai untuk sekolah, guru, kepala sekolah, dan administrator. Bahkan, solusi ini juga bisa dipakai oleh orang tua murid untuk kegiatan belajar-mengajar. “Guru-guru bisa meng-upload materi-materi studi dan bisa meng-upload video-video pengajaran. Orang tua juga bisa mendapatkan login, sehingga bisa memantau belajar anak-anaknya” ujar Marlo.
Ekonomi Pasca Covid-19
Menjaga jarak, membatasi pertemuan tatap muka, dan menghindari kerumunan adalah bagian dari prosedur baku pencegahan penularan virus korona jenis baru. Salah satu solusinya, interaksi dalam jaringan. Tidak mengherankan sektor informasi dan komunikasi akan menjadi tumpuan perubahan perilaku masyarakat yang tiba-tiba didorong untuk daring ini.
Salah satu hal yang cepat beradaptasi adalah dunia pendidikan tinggi dengan mengadopsi metode pembelajaran daring dan campuran tatap muka dengan daring. Di masa depan akan lebih banyak mata ajar yang diambil secara ketengan yang jika dikumpulkan dapat melengkapi beban kredit untuk memperoleh gelar.
Dengan memilah paket program-program gelar menjadi individu mata ajar ditambah metode penyampaian yang lebih fleksibel, seperti campuran atau daring penuh, masyarakat yang tertarik meningkatkan kemampuan sumber daya manusia akan semakin meningkat.
Dengan skenario ini, diperkirakan pertumbuhan sektor jasa pendidikan akan melonjak setidaknya menjadi 15,4 persen per tahun dalam 2-3 tahun mendatang.
Keharusan menjaga jarak dalam proses produksi juga menjadi tren otomatisasi/robotisasi di tempat kerja, terutama untuk pekerjaan yang sifatnya berulang-ulang. Jasa-jasa konsultan perusahaan akan sangat diperlukan untuk menata ulang proses produksi, tata letak interior perkantoran, dan alur kerja di tingkat operasional.
Pada lingkup manajemen strategis, jasa konsultan diperlukan untuk menyusun strategi bisnis baru, termasuk penyesuaian ceruk pasar (niche market), metode pemasaran, keuangan, SDM, dan lain-lain, seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih sehat dan menjaga jarak.
Seperti di Singapura, tenaga kerja yang tidak terserap dapat dialokasikan untuk sektor publik terkait sanitasi dan penjagaan lingkungan maupun pemeliharaan fasilitas publik.
Bisnis logistik tumbuh seiring pertemuan fisik antara konsumsi dan produksi yang makin terbatas. Perantara yang bertindak sebagai clearing house akan beralih rupa menjadi bisnis daring. Tanpa ada wabah, perkembangan bisnis logistik dapat ditelusuri dari pertumbuhan sektor pergudangan dan transportasi. Saat ini, transportasi publik didominasi angkutan berbasis rel yang nilai tambahnya lebih banyak dari angkutan barang.
Industri yang juga akan tumbuh lebih cepat akibat gaya hidup baru pascapandemi adalah sanitasi dan obat-obatan, termasuk herbal dan suplemen. Saat krisis moneter 1998, industri ini tumbuh positif pada 2 triwulan lebih awal dari pertumbuhan PDB.
Gaya hidup sehat kembali ke resep suplemen nenek moyang, seperti temulawak, kunyit, jahe, dan madu, diperkirakan kembali marak. Hal ini menjadi peluang baru bagi industri obat-obatan suplemen untuk memanfaatkan perilaku masyarakat normal baru.
Yang juga menarik adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran, seperti halnya dalam krisis moneter 1998, diperkirakan pulih relatif cepat jika prosedur kewaspadaan Covid-19 tetap dipatuhi. Akomodasi hotel dan restoran dibatasi tingkat okupansinya untuk menjaga jarak aman, mungkin tidak boleh dari 50 persen kapasitas terpasang. Untuk mencegah kerumunan, tempat-tempat tujuan wisata dibatasi menggunakan pendaftaran daring, siapa cepat, dia dapat. Konsep hotel diubah dari tempat menumpang tidur menjadi tempat untuk ganti suasana dan mencari ketenangan.
Banyak hal yang belum diketahui mengenai virus ini dan ketersediaan vaksin masih perlu waktu, paling tidak setahun. Dampak sektoral pada perekonomian mungkin lebih transformatif. Sektor-sektor masih sama, tetapi cara produksi dan distribusi berubah sesuai prosedur standar umum pencegahan Covid-19.
Satu kenyataan, ekonomi akan hidup berdampingan dengan virus korona jenis baru untuk beberapa waktu mendatang. Konsekuensinya, perilaku ekonomi harus menyatu dengan usaha-usaha meredam penularan. Bagi pemerintah dan masyarakat, menjaga jarak dan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan kebiasaan normal baru yang akan menjadi norma baru.Basis Data Tokopedis Sudah Dibeli Tiga Orang
Data pribadi seperti nama, alamat surat elektronik, nomor telepon, hingga tanggal lahir dari 91 juta akun pengguna Tokopedia telah diretas. Kini, tumpukan data itu telah dijual di darkweb alias jaringan gelap internet, sebuah situs laman pemasaran bernama Empire Market dengan kode item bernama ”Tokopedia 91M” yang dijual oleh akun bernama ShinyHunters dengan harga 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 75,7 juta dan sejauh ini sudah dibeli tiga orang.
Peneliti dan Konsultan Keamanan Siber yang juga pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengingatkan pengguna adalah pihak yang paling dirugikan dalam kondisi saat ini. Semua data yang dicantumkan dalam Tokopedia, kini riskan disalahgunakan peretas. Data itu kemungkinan besar kini menjadi incaran pelaku kejahatan siber seperti penipuan digital dengan memanfaatkan alamat surel atau nomor ponsel pengguna.
Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika JohnnyG Plate mengatakan, kasus yang dialami Tokopedia menjadi alarm untuk menguatkan keamanan ekosistem ekonomi digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan semua pelaku e-dagang dalam rangka meningkatkan sistem keamanan agar dapat melindungi data pribadi masyarakat Pemerintah akan mengevaluasi, menyelidiki dan melakukan mitigasi teknis.
Untuk sementara, berdasarkan laporan dari Tokopedia yang dikonfirmasi melalui External Communnication Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya, data keuangan dan akun pelanggan dalam kondisi aman. Sistem keamanan Tokopedia saat ini belum bisa diterobos. Namun, ada kemungkinan peretas sudah masuk ke ranah data yang berkaitan dengan nama,alamat surat elektronik, dan nomor telepon. Terkait hal ini, Tokopedia tengah mengevaluasi secara lebih dalam seraya menyarankan untuk mengganti password secara berkala demi keamanan.Rupiah Lemah , Emiten Malah Ketiban Untung
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar
Amerika Serikat (AS) masih kembali terjadi. Namun Presiden Direktur CSA
Institute, Aria Santoso dan Analis Binaartha Sekuritas Muhammad, Nafan Aji
Gusta Utama, menilai hal ini akan menguntungkan beberapa emiten yang berbasis
ekspor seperti emas, nikel, batubara, crude palm oil (CPO), juga
sektor garmen dan furniture. Meski demikian emiten ini tetap perlu mewaspadai
permintaan yang belum optimal di tengah kondisi perlambatan ekonomi karena
korona.
Beberapa emiten berorientasi ekspor yang
dicontohkan diantaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), emiten pertambangan
seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan emiten tambang batubara PT Bukit Asam
Tbk (PTBA) juga kecipratan untung dari pelemahan rupiah. Sebagaimana di lansir
masing – masing pihak Director Finance and Control Vale Indonesia Adi
Susatio dan Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria.
Adi menambahkan, dari laporan keuangan per
kuartal I-2020 INCO berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 174,66 juta dari
hasil penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co.,
Ltd (SMM). Namun, menurutnya isu perang
dagang juga masih membawa ketidak pastian pada ekonomi global dimana AS
terhadap China. akar masalah penyebaran korona. Pada akhirnya hal ini memengaruhi
harga nikel dunia dan berpengaruh besar pada pendapatan INCO.
Stop Ekspansi, Korporasi Parkir Duit di Bank
Ketika ketidakpastian pasar akibat pandemi korona meningkat, prinsip cash is the king tampaknya menjadi pilihan para nasabah tajir di Tanah Air hal ini seperti dicatat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut data yang ada, sepanjang kuartal I-2020 simpanan nasabah bernilai di atas Rp 5 miliar tumbuh paling tinggi sementara nilai di bawah Rp 100 mencatat perlambatan paling tinggi dan simpanan berkisar Rp 100 juta hingga di bawah Rp 1 miliar juga minus
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, yang menopang pertumbuhan simpanan di atas Rp 5 miliar adalah dana milik pemerintah dan juga dana milik korporasi. Ia menambahkan, hal ini salah satunya disebabkan oleh terhentinya ekspansi akibat wabah korona dan permintaan di pasar menurun. Tapi jika Covid-19 berlangsung berlarut-larut, kondisi tersebut juga tak akan bertahan lama karena harus membayar operasional, gaji, utang bank dan lainnya.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira melihat ada indikasi kelas di sini. Kelas atas cenderung menabung dan menahan belanja. Sementara kelas menengah bawah mengambil simpanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, seiring dengan berkurangnya pendapatan dan kehilangan pekerjaan.
EVP Head of Wealth Management Bank Commonwealth, Ivan Jaya mengakui, ada pertumbuhan dana bernilai besar dari high net worth individuals (HNWI) alias nasabah-nasabah tajir. Terutama di bank-bank besar maupun bank asing. Para nasabah memilih menempatkan dana di instrumen cukup likuid seperti deposito.
Sementara Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan hingga Februari 2020 DPK berhasil naik 5% ytd. "Dana murah masih tumbuh di atas 10%. Sedangkan deposito tercatat melambat," kata Lani.
Titik Nadir Industri Manufaktur Indonesia
Dari hasil survei IHS Markit, yang melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) Industri manufaktur Indonesia makin terpuruk akibat di titik nadir dan berada di posisi terendah sejak tahun 2011 dikarenakan pandemi virus korona Covid-19. Menurut Bernard Aw, Kepala Ekonom IHS Markit, ini merupakan Penurunan PMI posisi terendah sepanjang survei yang dilakukan IHS Markit hal ini dipengaruhi oleh penyebaran korona yang mengakibatkan penutupan pabrik. Di sisi lain permintaan anjlok, output produksi hingga permintaan baru terpuruk. Walhasil, kapasitas produksi berkurang besar sehingga kebutuhan tenaga kerja turun tajam. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pun mengintai. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia, terbukti memengaruhi tingkat produksi karena menyebabkan banyak perusahaan tutup sementara. Hal ini diperparah dengan penurunan permintaan baru, yang sebagian besar dari permintaan ekspor.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja online dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR memperkirakan, penurunan kinerja manufaktur puncaknya terjadi di bulan April 2020, dan kemungkinan berlangsung sampai bulan Mei 2020. PMI ini yang terendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Penurunan kinerja manufaktur pada April juga turut berkontribusi terhadap penurunan kinerja impor dengan realisasi kuartal I-2020 mengalami kontraksi 3,7% terutama impor bahan baku dan modal.
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat tidak menampik kinerja industri manufaktur akan terus mengalami penurunan sampai dengan kebijakan PSBB dicabut, ia memperkirakan butuh waktu lebih panjang untuk melakukan penyesuaian dengan keadaan pasar. Sehingga tak menutup kemungkinan, indeks PMI juga akan terus mengalami penurunan
Daya Beli Ambruk, Ekonomi Makin Terpuruk
Krisis ekonomi datang lebih awal di Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya diprediksi baru akan nampak pada kuartal II dan III tahun 2020 ini ternyata sudah nampak pada kuartal I-2020 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi hanya 2,97% yoy dan merupakan yang terendah dalam 19 tahun terakhir. Angka ini jauh dari prediksi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan bahkan beberapa ekonom.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perlambatan Produk Domestik Bruto (PDB) dirasakanjuga negara-negara lain yang terdampak pandemi virus korona (Covid-19). Ia menambahkan bahwa salah satu biang kerok perlambatan ekonomi kuartal I adalah konsumsi rumah tangga yang ambruk. BPS mencatat konsumsi masyarakat hanya tumbuh 2,84% yoy disbanding periode sama tahun lalu tumbuh 5,02%.
Dilain sisi, Iskandar Simorangkir Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, meski capaian ekonomi di bawah perkiraan pemerintah namun masih merupakan prestasi bila membandingkan dengan negara-negara lain yang tumbuh negative. Pemerintah sendiri disebut sudah memasang kuda-kuda untuk menjaga ekonomi di tengah krisis akibat Covid-19 serta telah menambah anggaran belanja dan pembiayaan anggaran hingga RP 405,1 triliun untuk insentif penanganan efek Covid-19 terhadap perekonomian.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu menambahkan, pemerintah akan mempercepat penyaluran bantuan sosial untuk mencegah merosotnya daya beli masyarakat
Sementara dari sisi produksi, Masyita Crystallini, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan bantalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM. Program ini akan diluncurkan untuk meringankan tekanan ekonomi bagi pelaku usaha, terutama ultra mikro dan UMKM dan diharapkan ekonomi pada kuartal IV membaik.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Akhmad Akbar Susamto mengingatkan, salah satu cara mendongkrak daya beli dan konsumsi dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik, dan gas yang menjadi konsumsi sekaligus komponen terbesar pengeluaran warga miskin. Meski mobilitas masyarakat dibatasi, harga BBM tetap berperan besar dalam mobilitas barang logistik.
Ekonom Institut Kebijakan Strategis Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi menambahkan, penurunan harga BBM dan energi akan mendorong tigkat daya beli masyarakat kelas menengah atas yang akan turut mendongkrak konsumsi.Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









