;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kondisi Bumiputera Dipersoalkan

16 May 2020

Direktur Utama Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Dirman Pardosi menanggapi isi surat perihal Laporan Situasi & Kondisi Terkini Pemegang Polis, Organisasi di Lapangan, dan Usulan yang dikirimkan oleh para Kepala Wilayah Bumiputera menyatakan bahwa isi surat merupakan permasalahan internal.

Terlepas dari isi surat tersebut, Dirman menjelaskan bahwa manajemen dari satu-satunya perusahaan asuransi berbentuk usaha bersama di Indonesia itu terus berupaya untuk melakukan perbaikan kondisi keuangan. Berdasarkan salinan surat yang diperoleh, para kepala wilayah menyatakan bahwa saat ini komplain dari para pemegang polis terus meningkat, karena pembayaran klaim yang sangat lambat. 

Kondisi tersebut membuat para agen dan pegawai Bumiputera di daerah-daerah menerima ancaman psikis dan fisik, disertai menurunnya penghasilan karena tidak berani untuk melakukan produksi dan mengutip premi. Para pekerja pun merasa tertekan dan stres dibuatnya. Komunikasi dan pertukaran informasi antara kantor operasional dan kantor pusat pun dinilai terkendala.

Kinerja Industri Telekomunikasi - Operator Makin Sulit Kembangkan Basis Pelanggan

16 May 2020

Perusahaan-perusahaan operator telekomunikasi kian kesulitan mengatrol pendapatan dari basis pelanggan baru selama pandemi Covid-19. Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih menjelaskan saat ini terjadi penurunan daya beli masyarakat yang berbanding lurus dengan stagnasi pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user/ ARPU) operator seluler pada kuartal I/2020. Guna melebarkan basis pelanggan baru pada periode selanjutnya, Tri mengatakan XL Axiata tengah berupaya meningkatkan kualitas jaringan dan menyediakan berbagai pilihan layanan data yang sesuai kebutuhan pelanggan dengan tarif yang terjangkau. 

Senasib dengan XL Axiata, PT Indosat Tbk. mencatatkan kemerosotan basis pelanggan pada kuartal I/2020 menjadi 56,2 juta pelanggan dari torehan sebanyak 59,3 juta pelanggan pada kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan, ARPU emiten berkode ISAT pada kuartal perdana tahun berjalan meningkat.

Di lain pihak, Wakil Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengungkapkan daya beli masyarakat yang menurun dan adanya peralihan prioritas [belanja]—seperti ke makanan—ditambah dengan banyaknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berdampak pada pertumbuhan basis pelanggan dan memengaruhi ARPU operator.

Menanggapi laporan kinerja kuartal I/2020, pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung Ian Joseph Matheus Edward menilai operator perlu memonetisasi layanan digital bernilai tambah yang berbeda dengan kompetitornya, serta lebih memahami kebutuhan pasar.

Pelemahan Daya Beli - Jurus Defensif Emiten Konsumer

16 May 2020

Efek domino pandemi Covid-19 yang makin memukul daya beli pada kuartal II/2020 bakal menjadi tantangan berat bagi emiten sektor barang konsumsi. Sejumlah korporasi merancang jurus untuk menjaga kinerja.

Direktur Keuangan PT Kino Indonesia Tbk. Budi Muljono mengatakan pihaknya sudah memprediksi bahwa kinerja keuangan kuartal kedua kemungkinan akan terpukul karena adanya PSBB.

Lebih lanjut, Budi menyatakan Kino masih berfokus pada penjualan produk hand sanitizer dengan merek Eskulin yang masih cukup menonjol di antara variasi produk lain yang diproduksi oleh perseroan. 

Senada, Direktur Keuangan PT Multi Bintang Indonesia Tbk. Sandra Pattenden juga menyatakan pada kuartal pertama, penjualan produk alkohol menunjukkan kinerja negatif tecermin dari penurunan volume bir hingga belasan persen. Hal tersebut diakibatkan oleh menurunnya pariwisata di Bali dan pembatasan di penjualan on trade sebagai bagian dari upaya menghambat penyebaran wabah.

Secara terpisah, Investor Relations PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) Dion Surijata membeberkan pihaknya sudah melakukan efisiensi dengan menekan beban promosi demi menjaga likuiditas perusahaan. 

Di sisi lain, produsen beras Topi Koki tersebut juga lebih berupaya untuk menjaga kualitas beras yang diproduksi. Harga jual beras masih mengacu pada aturan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah.

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Anthoni Salim menuturkan perusahaan tetap memandang positif perekonomian Indonesia. Namun, emiten berkode saham INDF itu terus memantau perkembangan global maupun di dalam negeri secara cermat.

Strategi yang dilakukan oleh perseroan pada tahun ini ialah terus memperkuat model bisnis Indofood yang terintegrasi secara vertikal dan meraih peluang pertumbuhan di pasar dalam negeri maupun ekspor. 

Di sisi lain, dua raksasa emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT H.M. Sampoerna Tbk. masih mampu mencetak pertumbuhan laba pada kuartal I/2020. Laba bersih GGRM menebal 3,88% yoy menjadi Rp2,44 triliun saat pendapatan naik 4,06% yoy menjadi Rp27,26 triliun. 

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengatakan para pelaku pasar kehilangan salah satu momentum ekonomi terbesar sepanjang tahun, yakni musim libur Ramadan dan Lebaran yang biasanya menjadi musim orang berbelanja.

Meniti Keseimbangan Baru

15 May 2020

Pandemi virus, yang merontokkan perekonomian global, diperkirakan mengakibatkan dampak ekonomi lebih lama di negara-negara maju seperti AS dan Eropa. Namun, dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan Cina justru membuka front baru duel pengaruh ekonomi ke berbagai kawasan dunia. Pandemi virus hampir pasti semakin meninggikan tensi rivalitas kedua raksasa ekonomi dunia itu.

Ketegangan rivalitas tersebut, bahkan sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, ketika Presiden AS Donald Trump menghembus slogan 'America First' yang berujung pada perang dagang dengan Cina. Namun, mendekati akhir tahun lalu, sekitar Desember, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan awal yang dikenal sebagai 'Fase Pertama'.

Ketika perekonomian mulai diprediksi pulih perlahan selama 2020, terjadi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), berawal di Wuhan, Cina. Jaringan pasokan dan permintaan global mendadak anjlok secara bersamaan, mengakibatkan akitivitas ekspor impor pun menurun drastis. Hampir semua kegiatan perekonomian terdisrupsi, bahkan terhenti sama sekali. Perekonomian global, yang mulai pulih meski masih rapuh, ditengarai mencapai titik terendah sepanjang sejarah. 

Dalam kondisi seperti itu, konflik dua raksasa ekonomi itu, kembali meruncing. Kedua negara kini bahkan saling tuding perkara asal mula pandemi. AS bahkan menghentikan bantuan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran dianggap lebih mementingkan Cina.

Sekitar pertengahan April lalu, Washington Post melansir pernyataan Trump yang berencana mengambil langkah 'menghukum' Cina dengan tidak membayar kewajiban utang AS pada Cina dalam bentuk obligasi senilai 1,1 triliun dolar AS.Langkah ini disebut sebagai kompensasi atas sikap Cina yang dianggap tidak transparan dalam tindakan awal menangani pandemi.

Namun, pernyataan Trump dibantah penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow. Hanya saja, bantahan ini tidak menyurutkan Trump. Trump menegaskan, akan melakukan cara lain dengan lewat tarif perdagangan. Sedangkan tarif terkait perang dagang saja belum benar-benar dihapus meski kesepakatan 'Fase Pertama' tercapai. Kepala Ekonom RSM, Joe Brusuelas mengungkap, tindakan itu jelas tidak diperlukan karena dapat menjadi bumerang bagi perekonomian AS sendiri, berpotensi mengubah resesi menjadi benar-benar depresi.

Deepak Puri, CIO Amerika di Deutsche Bank Wealth Mana gement melontarkan, perdebatan sekitar pengenaan tarif baru adalah kabar buruk, baik bagi pasar uang dan perekonomian secara keseluruhan. Ancaman baru tarif Trump terhadap produk-produk Cina boleh jadi mencerminkan hubungan terburuk kedua negara sejak beberapa dekade lalu. Dan saat ini, hubungan kedua adidaya ekonomi dunia itu semakin buruk lantaran kedua saling tuding terkait keterbukaan penanganan pandemi.

Pandemi virus tidak hanya menyebabkan terperosoknya perekonomian banyak negara, yang diperparah dengan semakin kronisnya hubungan AS dan Cina yang selama bertahun- tahun seperti bersaing keras mendominasi perekonomian dunia. Setidaknya begitulah pandangan Economist Intelligence Unit (EIU).

Hanya saja, meski retorika tudingan terhadap Cina bermunculan, namun pandangan lain mencuat kalau tudingan itu tidak akan menghentikan Cina meluaskan pengaruh dan dominasi ekonominya di dunia. Dan ini berarti pandemi virus global justru mempercepat pergeseran keseimbangan global dari Barat ke Timur.

Kaho Yu, analis di Verisk Maplecroft, konsultan risiko dan strategi, dalam paparannya di CNBC menyebutkan sedikitnya tiga faktor yang dimainkan Cina. Pertama, memainkan secara agresif peran Cina dalam menangani pandemi virus. Kedua, resesi ekonomi global yang melemahkan keinginan lebih banyak negara yang ingin mengambinghitamkan mitra dagang terbesarnya. Ketiga, kondisi pandemi yang sadar atau tidak, mengurangi peran dan pengaruh AS di panggung global.

Faktor-faktor itu diperkirakan berujung pada meningkatnya dominasi dan pengaruh Cina dalam perekonomian global. Meski prediksi tersebut bisa dibilang masih terlalu dini, namun EIU melihat juga sisi lain yang mungkin mendorong pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi global terjadi lebih cepat.

Di sisi lain, EIU juga melihat Cina, mulai memperlihatkan diri sebagai negara yang pertama bangkit dari krisis, sekaligus juga negara pertama yang memulai pemulihan ekonomi. Dan negara-negara berkembang, dengan kepentingan ekonomi nasional masing-masing, barangkali bakal tertatih meniti dan mengambil posisi dalam pergeseran menapaki keseimbangan baru global.

Adaro Perkuat Efisiensi Hadapi Pandemi

15 May 2020

PT Adaro Energy Tbk akan memperkuat efisiensi perusahaan demi memitigasi dampak pandemi Covid-19. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menyampaikan, pandemi ini bahkan berdampak lebih besar terhadap perekonomian dibandingkan krisis yang pernah ada sebelumnya. Ia menjelaskan, meski melakukan efisiensi, sampai saat ini perusahaan belum melakukan perubahan target dan arah kebijakan perusahaan. Sebab, kata Garibaldi, sampai saat ini kinerja dari sisi penjualan belum begitu terdampak. Garibaldi menjelaskan, pasar ekspor Adaro cukup terdiversifikasi di berbagai negara di dunia, membuat Adaro tidak tergantung pada satu pasar tertentu.

Direktur Keuangan Adaro Lukman Lie menjelaskan, 90 persen penjualan batu bara Adaro adalah untuk kebutuhan pembangkit listrik. Meski terjadi pandemi, sektor kelistrikan tetap berjalan. Hal ini membuat konsumsi batu bara tetap terjaga.UU Minerba mengamanatkan para pengusaha tambang, khususnya batu bara, bisa mengajukan perpanjangan kontrak operasi paling tidak dua tahun sebelum kontrak berakhir. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perusahaan batu bara. Dia menjelaskan, dalam kondisi ekonomi yang sedang melesu, industri pertambangan relatif mampu bertahan. Terlebih, ujarnya, industri pertambangan adalah penghasil devisa yang besar.

Inalum Terbitkan Global Bond

15 May 2020

PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum menerbitkan obligasi dalam bentuk dolar AS atau global bond senilai 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 37,5 triliun. Dana yang terkumpul dari surat utang global ini akan digunakan perusahaan untuk beberapa aksi korporasi dan refinancing utang. Proyek yang akan digarap Inalum, di antaranya pembangunan smelter grade aluminasi refinery di Mempawah berkapasitas satu juta ton per tahun, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatra Selatan 8, proyek pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, dan lain sebagainya.

Sekretaris Perusahaan Inalum Rendi Witular menjelaskan, perusahaan akan mengalokasikan 1 miliar dolar AS untuk refinancing utang dan melakukan akuisisi saham beberapa perusahaan tambang dan keperluan membayar pinjaman anak usaha anggota holding.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi inovasi pendanaan yang dilakukan BUMN, seperti global bond. Menurut dia, dengan ini terbukti dunia usaha internasional masih memercayai perusahaan BUMN yang sekarang terus berbenah demi meningkatkan daya saingnya serta semakin transparan. 

Direktur Utama MIND ID (holding tambang) Orias Petrus Moedak mengatakan, total investasi yang dikeluarkan untuk 2020 mencapai sebesar Rp 24 triliun, antara lain membangun proyek PLTU Sumatra Selatan di Tanjung Enim, dan proyek smelter grade alumina refinery oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dengan kapasitas produksi 1.000.000 tpa di Mempawah, Kalimantan Barat.

Mandiri Tunggu Kebijakan Lanjutan Bank Jangkar

15 May 2020

Sebanyak 15 bank dengan aset terbesar ditetapkan sebagai bank peserta yang berfungsi menjadi penyangga dana likuiditas. Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar mengaku keberatan jika dana likuiditas disiapkan oleh perseroan. Hanya, kata Royke, Bank Mandiri bersedia menjadi bank penyangga jika likuiditas disiapkan pemerintah, mengingat bank jangkar berfungsi menyediakan dana penyangga likuiditas bagi bank pelaksana yang membutuhkan. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, bank jangkar hanya memiliki fungsi channeling, tidak akan memiliki tanggung jawab sama sekali. Bahkan, sebagai channeling, bank jangkar justru dinilai akan diuntungkan. Tanggung jawab kredit justru tetap melekat pada bank yang melakukan penggadaian. Apabila bank bersangkutan tidak bisa membayar pinjaman likuiditas, akan menimbulkan risiko pada pemerintah, ujar Wimboh.

Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah bisa menempatkan dana di perbankan. Penempatan dana ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas pada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit atau pembiayaan dan atau memberikan tambahan kredit modal kerja.

Beraktivitas lagi demi Alasan Ekonomi

14 May 2020

Pemerintah akan melonggarkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan beberapa kebijakan karena pertimbangan ekonomi. Kebijakan itu, antara lain, membolehkan masyarakat usia di bawah 45 tahun kembali beraktivitas serta mengizinkan angkutan umum, baik darat, laut, maupun udara, melayani penumpang lagi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Doni Monardo mengatakan tujuan pemerintah melakukan beberapa pelonggaran tersebut adalah mengurangi angka pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh. Pertimbangan lain, ujar Doni, adalah karena pekerja usia muda memiliki imunitas yang tinggi sehingga mampu menghadapi virus corona. 

Pelonggaraan PSBB ini sesungguhnya sangat memprihatinkan. Sebelum pelonggaran saja, banyak masyarakat yang tak mematuhi aturan pembatasan sosial. Jalanan arteri padat oleh mobil dan sepeda motor. 

Dewan pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Hermawan Saputra, menguatkan fakta itu. Ia memperkirakan kebijakan pelonggaran itu akan memperparah angka pasien tertular virus corona. Hermawan mengatakan pemerintah keliru jika hanya melihat ketahanan fisik kelompok usia di bawah 45 tahun. Sebab, walau tanpa gejala saat terjangkit, mereka rentan menularkan virus kepada keluarganya di rumah.

P2P Lending Andalkan Segmen Produktif

14 May 2020

Pinjaman produktif menjadi salah satu saluran bisnis yang diandalkan oleh penyelenggara jasa keuangan berbasis digital atau teknologi finansial (tekfin) untuk menjaga kinerja pada masa pandemi Covid-19.

Kuseryansyah, Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak lintas sektoral, tak terkecuali terhadap industri jasa keuangan seperti tekfin di segmen pinjaman langsung tunai atau peer to peer (P2P) lending. 

Menurut Kuseryansyah, pihaknya menemukan kecenderungan penyaluran pembiayaan untuk sektor produktif meningkat selama masa pandemi yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan usaha dalam kondisi saat ini. Sebagian besar peningkatan pembiayaan kepada sektor produktif.

Industri fintech P2P lending tercatat turut terdampak oleh pandemi Covid-19. Pada Maret 2020, saat kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia, outstanding pinjaman fintech tercatat senilai Rp14,79 triliun. 

Namun, jika dilihat dari penyaluran pinjaman setiap bulan, terdapat penurunan volume pembiayaan pada masa pandemi.

Rebutan Merk Nyonya Meener - Misteri Pemenang Lelang

14 May 2020

PT Bhumi Empon Mustiko secara sah mengambil alih kepemilikan merek Nyonya Meneer. Namun, proses pengambilalihan itu masih menyisakan sejumlah persoalan yang berujung gugatan hukum.

Kepemilikan merek Nyonya Meneer oleh Bhumi Empon Mustiko merupakan hasil pembelian dari pemegang merek pemenang lelang bawah tangan, PT Aryasatya Bayanaka Nuswapada, yang tercatat sebagai pemenang lelang bawah tangan dengan harga Rp10,25 miliar.

Menariknya, meski ditunjuk sebagai calon pembeli, pihak yang melakukan pembayaran senilai Rp10,25 miliar ke rekening kurator justru bukan Aryasatya Bayanaka Nuswapada, melainkan Bhumi Empon Mustiko. 

Wahyu Hidayat, kurator yang terlibat dalam lelang merek Nyonya Meneer mengatakan dirinya hanya memastikan bahwa proses lelang bawah tangan dengan pemenang Bayanaka sudah diselesaikan. Dia menuturkan soal siapa pihak yang membayar lelang merek itu, sejatinya di luar kewenangan kurator. 

Nilai penawaran dari Bhumi Empon waktu itu senilai Rp10,2 miliar. Hanya saja, setelah proses seleksi berlangsung, nilai yang ditawarkan Bhumi Empon lebih rendah dibandingkan Bayanaka yakni senilai Rp10,25 miliar. Maka Bayanaka ditunjuk sebagai pemenang.

Dalam dokumen yang sama, pihak kurator yang membuat surat penunjukkan, Wahyu Hidayat, menulis bahwa sebenarnya satu penawaran yang dilakukan Bayanaka tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, penawaran tersebut tidak bisa diterima. 

Dia memastikan Bhumi Empon Mustiko tidak pernah mengajukan penawaran atas penjualan merek dagang Nyonya Meneer, namun disangkal oleh Konsultan Hukum Kekayaan Intelektual Bhumi Empon Leo Tukan. Bhumi Empon, menurut Leo telah mengajukan penawaran dalam proses penjualan bawah tangan merek dagang Nyonya Meneer. 

Di sisi lainnya, pihak Charles Saerang mengajukan gugatan hak cipta dan ganti rugi ke pihak Bhumi Empon Mustiko terkait penggunaan potret Nyonya Meneer dalam produk minyak telon yang diproduksi Bhumi Empon Mustiko. 

Sementara itu Seno Budiono, Direktur Utama Bhumi Empon tetap berkeyakinan bahwa klaim dari Charles Saerang tidak berdasar, karena tidak memiliki legalitas karena sudah diputus pailit.