;

Penguatan Kinerja Kalbe Farma di Tengah Wabah

Sosial, Budaya, dan Demografi R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 5 Mei 2020
Penguatan Kinerja Kalbe Farma di Tengah Wabah

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menunjukkan penguatan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Wabah penyakit tersebut berdampak positif terhadap penjualan sejumlah obat maupun alat kesehatan perseroan sebagaimana Analis Danareksa Sekuritas  Natalia Sutanto yang mengungkapkan permintaan sejumlah  produk perseroan baik obat,  alat kesehatan, maupun  produk kesehatan diperkirakan meningkat di tengah pandemi Covid-19 serta didukung oleh rencana pemerintah untuk memangkas pajak perusahan yang masih dibahas dan masih menunggu pengumuman resmi pemerintah dalam waktu dekat.

Kalbe Farma mencetak peningkatan penjualan  sebesar 8% dari Rp 5,36  triliun menjadi Rp 5,79 triliun  hingga kuartal I-2020. Kenaikan tersebut juga berimbas  terhadap pertumbuhan beban  penjualan dari Rp 2,86 triliun  menjadi Rp 3,17 triliun. Laba  bersih meningkat sekitar 12,4%  dari RP 595 miliar menjadi Rp  669 miliar

Disisi lain, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menuturkan bahwa penjualan divisi obat resep, divisi consumer healty, dan divisi nutrisi, divisi logistik dan distribusi diperkirakan membuahkan hasil lebih baik tahun ini. Namun, Wabah virus corona diikuti dengan pelemahan nilai tukar rupiah, ungkap dia, mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk memangkas turun target pendapatan dan laba bersih Kalbe Farma tahun ini.

Penjualan perseroan diperkirakan hanya tumbuh 7% menjadi  Rp 24,2 triliun atau setara  dengan perkiraan manajemen perseroan mencapai 6-8%  tahun ini. Sedangkan laba bersih  perseroan tahun ini direvisi  turun hanya mencapai 0,2%  atau cenderung mendatar menjadi Rp 2,5 triliun. Rendahnya  pertumbuhan tersebut juga dipengaruhi atas perkiraan merosotnya margin keuntungan  perseroan.

Download Aplikasi Labirin :