Industri Broadband Internet Berkibar di Tengah Covid
Pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat bekerja dan belajar dari rumah telah mendorong permintaan yang tinggi terhadap broadband internet dan layanan televisi berbayar (pay TV). Itulah sebabnya, jumlah pelanggan di industri ini justru melonjak dengan diberlakukannya kebijakan jaga jarak dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Maret-April lalu.
Menurut CEO & President Director PT Link Net Tbk Marlo Budiman, potensi broadband internet di Indonesia masih sangat besar. Mengacu data Media Partner Asia (MPA). Menurutnya, Link Net terus konsisten melakukan roll-out jaringan, khususnya ke kota-kota potensial di Jawa, dengan mengoptimalkan infrastruktur Java backbone yang dimiliki. Marlo Budiman optimistis target pasar yang dicanangkan pada tahun ini akan tercapai dan akan menjalankan ekspansi ke lima kota, yakni Solo, Semarang, Serang, Cilegon, serta Bali karena didukung juga populasi dan daya beli yang tinggi
Yang menarik, kata Marlo, bisnis internet service provider (ISP), atau fix broadband dan pay TV, berbeda dengan industri telekomunikasi seluler. Jika di industri seluler diwarnai perang tarif (price war) dan harga layanan cenderung turun, di bisnis ISP harga layanan justru naik setiap tahun. Tapi yang pasti, operator broadband internet lebih mengutamakan produk dan kualitas layanan. Kenaikkan harga ini karena pengaruh konten yang dibeli dalam dolar AS dan dijual ke rupiah serta impor equipment dari Tiongkok yang juga menggunakan dolar AS.
Dihubungi terpisah, President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, menyatakan, selama masa pandemi Covid-19, Indosat Ooredoo telah mengambil langkah proaktif dan progresif untuk mendukung karyawan, pelanggan, dan komunitas. Alhasil, kinerjanya tetap positif.
Hal yang sama juga disampaikan oleh General Manager Corporate Communication PT XL Axiata Tbk Tri Wahyuningsih, yang memastikan rencana bisnisnya sesuai target meski negeri ini dilanda Covid-19. Dia menuturkan, XL Axiata tidak menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan. Tetapi, pihaknya menargetkan untuk menggapai pelanggan yang memiliki kategori produktif. Dan tahun ini, XL Axiata masih fokus pada strategi untuk mendorong dan meningkatkan bisnis layanan data, sehingga bisa menjadi penyedia layanan data terdepan.
Adapun VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan, Telkom mengalokasikan capex sekitar 25% dari pendapatan perseroan tahun ini. Belanja modal akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini bisnis baik mobile maupun fixed line. Sebagian besar capex terutama digunakan untuk pembangunan BTS 4G serta penguatan sistem IT, pembangunan jaringan akses dan backbone berbasis fiber, tower, data center, serta modernisasi jaringan. Ia menambahkan sejak kebijakan Work From Home dan PSBB, konsumsi bandwidth layanan data oleh konsumen Tel komGroup mengalami lonjakan khu susnya untuk segmen home service melalui produk IndiHome dan segmen per sonal service dari Telkomsel. Menurutnya Telkom saat ini tengah ber transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital dengan semakin fokus pada pengembangan bisnis dan layanan digital dalam tiga aspek, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023