Rupiah Lemah , Emiten Malah Ketiban Untung
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar
Amerika Serikat (AS) masih kembali terjadi. Namun Presiden Direktur CSA
Institute, Aria Santoso dan Analis Binaartha Sekuritas Muhammad, Nafan Aji
Gusta Utama, menilai hal ini akan menguntungkan beberapa emiten yang berbasis
ekspor seperti emas, nikel, batubara, crude palm oil (CPO), juga
sektor garmen dan furniture. Meski demikian emiten ini tetap perlu mewaspadai
permintaan yang belum optimal di tengah kondisi perlambatan ekonomi karena
korona.
Beberapa emiten berorientasi ekspor yang
dicontohkan diantaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), emiten pertambangan
seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan emiten tambang batubara PT Bukit Asam
Tbk (PTBA) juga kecipratan untung dari pelemahan rupiah. Sebagaimana di lansir
masing – masing pihak Director Finance and Control Vale Indonesia Adi
Susatio dan Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria.
Adi menambahkan, dari laporan keuangan per
kuartal I-2020 INCO berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 174,66 juta dari
hasil penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co.,
Ltd (SMM). Namun, menurutnya isu perang
dagang juga masih membawa ketidak pastian pada ekonomi global dimana AS
terhadap China. akar masalah penyebaran korona. Pada akhirnya hal ini memengaruhi
harga nikel dunia dan berpengaruh besar pada pendapatan INCO.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023