;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Saham Likuid Masih Sulit Menguat

05 Feb 2025

Dalam beberapa waktu terakhir, indeks saham likuid seperti LQ45 dan SMC Liquid menunjukkan kinerja yang buruk, lebih buruk dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penurunan signifikan pada indeks-indeks ini mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia yang lebih lemah daripada yang terlihat pada IHSG yang lebih stabil. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan domestik, seperti inflasi tinggi, suku bunga, serta kebijakan moneter ketat Amerika Serikat.

Felix Darmawan, seorang analis, mengungkapkan bahwa ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor bisa menjadi faktor penyebab lemahnya kedua indeks tersebut. Meskipun demikian, potensi pemulihan indeks ini dapat terjadi jika ada perbaikan dalam kondisi ekonomi dan sentimen pasar yang lebih positif. Fath Aliansyah dari Maybank Sekuritas menambahkan bahwa kondisi fundamental emiten-emiten likuid saat ini belum cukup menarik untuk menarik investasi asing.

Beberapa analis lain, seperti Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas dan Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas, juga sepakat bahwa saham-saham konglomerasi, yang tidak terlalu likuid, cenderung lebih unggul sementara saham-saham perbankan dalam indeks likuid cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, mereka melihat adanya potensi positif di masa depan, terutama dengan penurunan suku bunga acuan, meskipun tantangan seperti penguatan dolar AS yang melemahkan rupiah masih menjadi kendala.

Para investor disarankan untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih saham, dengan beberapa analisis merekomendasikan untuk "wait and see" atau membeli saham pada posisi yang lebih rendah jika ada sinyal positif.


China Ikut Bangun 1 Juta Rumah di Qatar

05 Feb 2025

Pemerintah Qatar telah berkomitmen untuk berinvestasi dalam pembangunan sejuta rumah di Indonesia guna mendukung program 3 Juta Rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan ini akan dikerjakan oleh kontraktor utama asal China, yang sebelumnya telah memiliki pengalaman sukses bekerja sama dengan Qatar dalam proyek Piala Dunia. Namun, meskipun kontraktor utama berasal dari China, perusahaan nasional Indonesia akan dilibatkan sebagai sub-kontraktor untuk mengerjakan bagian tertentu dari proyek ini.

Kerja sama investasi antara Qatar dan Indonesia ini resmi dimulai pada Januari 2025, dengan pembangunan rumah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sekitar Jakarta. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Dalam hal ini, berbagai kementerian dan lembaga Indonesia, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Keuangan, akan menyiapkan lahan yang dimiliki negara untuk mendukung proyek tersebut.


Qrish Di Bali Berkembang Pesat

05 Feb 2025

Penggunaan transaksi digital di Indonesia, khususnya melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mengalami peningkatan signifikan pada kuartal ketiga 2024. Volume dan nominal transaksi QRIS masing-masing melesat 112,80% (YoY) dan 121,33% (YoY), dengan jumlah pengguna QRIS tumbuh 27,61%, mencapai 1.065.370 pengguna, serta jumlah merchant mencapai 888.755 unit. Bali menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi besar dalam transaksi QRIS, meskipun sebaran merchant QRIS masih lebih dominan di wilayah selatan Bali, seperti Denpasar dan Badung.

Kepala BI Kantor Perwakilan Bali, Erwin Soeriadimadja, menekankan bahwa instansi mereka akan terus mendorong penggunaan QRIS di luar kawasan wisata utama untuk mempercepat digitalisasi. Bank Indonesia dan lembaga terkait akan meningkatkan sosialisasi, khususnya di daerah-daerah dengan jumlah merchant yang terbatas. Salah satu yang aktif mendorong penggunaan QRIS adalah Bank BRI, yang turut mengedukasi masyarakat melalui fasilitas seperti aplikasi BRI Merchant, yang memudahkan transaksi, termasuk untuk tempat ibadah.

Selain itu, meskipun penggunaan kartu ATM/debit dan kartu kredit mengalami perlambatan, transaksi QRIS menunjukkan adopsi digitalisasi yang semakin luas, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dalam sistem pembayaran. Transaksi QRIS juga turut mendukung perekonomian Bali yang diperkirakan akan tumbuh antara 5,1%—5,9% pada 2024, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Polri Bongkar Skandal Impor Ilegal

05 Feb 2025

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Brigjen Helfi Assegaf berhasil mengungkap empat kasus impor ilegal yang terjadi antara November 2024 hingga Januari 2025, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp64,2 miliar. Keempat kasus tersebut tersebar di beberapa provinsi seperti Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

  1. Kasus pertama melibatkan penyelundupan tali kawat baja dengan kerugian negara sebesar Rp21,56 miliar.
  2. Kasus kedua terkait penyelundupan rokok dengan kerugian negara Rp26,2 miliar.
  3. Kasus ketiga menyangkut penyelundupan barang elektronik yang mengakibatkan kerugian negara Rp5,6 miliar.
  4. Kasus keempat melibatkan penyelundupan sparepart palsu mobil dengan kerugian negara Rp10,8 miliar.

Keempat kasus ini menunjukkan upaya serius Polri dalam mengungkap praktik impor ilegal yang merugikan negara.



Danantara Siap Ekspansi, Pasar Menanti Aksi Nyata

05 Feb 2025
Dengan pengesahan UU BUMN dalam Rapat Paripurna DPR, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini resmi menjadi pengelola utama BUMN di Indonesia, mengambil alih sebagian besar peran Kementerian BUMN. Dengan total aset mencapai Rp 10.000 triliun, Danantara akan mengelola tujuh BUMN utama, termasuk Pertamina, PLN, Telkom Indonesia, serta tiga bank besar (BRI, Mandiri, dan BNI).

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menyatakan bahwa pembentukan Danantara bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri BUMN, Erick Thohir, menambahkan bahwa Danantara akan membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun melalui pengelolaan dividen dan investasi yang lebih optimal.

Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dan menyebut pihaknya sedang menyusun langkah awal untuk operasional Danantara. Meski belum mengungkap strategi konkret, sumber internal menyebut Danantara akan fokus pada investasi dalam negeri sebelum berekspansi ke luar negeri.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menekankan bahwa keberhasilan Danantara bergantung pada koordinasi yang baik dengan Kementerian BUMN. Ia menyarankan agar Danantara mengambil contoh dari China dalam mengelola BUMN dan memastikan sinergi antara perusahaan milik negara dan swasta. Toto juga menyoroti pentingnya pemetaan sektor prioritas investasi agar aset BUMN bisa dikelola secara optimal.

Sementara itu, Pengamat BUMN, Herry Gunawan, membandingkan Danantara dengan Temasek (Singapura) dan Khazanah Nasional (Malaysia). Ia menyoroti pentingnya kepastian apakah aset jumbo Danantara berbentuk kas atau aset lainnya, mengingat kas dan setara kas tujuh BUMN di bawah Rp 900 triliun. Herry menyarankan agar Danantara berperan sebagai katalis investasi daripada hanya berinvestasi sendiri.

Di sisi lain, Penasihat Khusus Presiden, Bambang Brodjonegoro, menegaskan bahwa Danantara tidak hanya berfungsi sebagai super holding BUMN, tetapi juga sebagai alat untuk menggunakan leverage guna menarik investasi lokal dan asing.

Danantara diharapkan bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan tata kelola yang lebih baik dan investasi yang lebih agresif, tetapi keberhasilannya akan sangat bergantung pada strategi implementasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi

05 Feb 2025
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diprediksi tidak tercapai, dengan realisasi yang diperkirakan hanya sekitar 5%, di bawah target pemerintah dalam APBN sebesar 5,2%.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2024 hanya 4,91% yoy, melambat dibanding kuartal sebelumnya. Faktor utama perlambatan ini adalah melemahnya konsumsi rumah tangga, yang hanya tumbuh 4,85% yoy, lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Indikator perlambatan ini terlihat dari melemahnya pertumbuhan uang beredar M2, penjualan ritel yang hanya naik 1% yoy, serta penurunan jumlah penumpang transportasi dan penjualan otomotif. Selain itu, investasi juga melemah, terlihat dari penurunan penjualan semen sebesar 5,17% yoy, serta konsumsi pemerintah yang justru terkontraksi 1,3% yoy pada akhir 2024.

Namun, ekspor menunjukkan perbaikan, dengan pertumbuhan neto 3,88% yoy setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Sementara itu, Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, lebih optimistis, memprediksi ekonomi kuartal terakhir 2024 tumbuh 5,18% yoy, dengan indikator positif dari PMI manufaktur dan keyakinan konsumen. Ia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 5,51%, terdorong oleh Ramadan dan Idul Fitri, serta kebijakan penurunan BI-Rate dan batalnya kenaikan PPN.

Bambang Brodjonegoro, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi, juga yakin pertumbuhan ekonomi 2024 tetap di atas 5%, didorong oleh momen seperti puasa, Lebaran, dan pemilu. Namun, angka tersebut masih di bawah target pemerintah 5,2%.

Prospek Cerah di Tengah Pemulihan Permintaan

05 Feb 2025
Meskipun industri semen masih menghadapi kelebihan pasokan dan lesunya daya beli masyarakat, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih memiliki peluang pertumbuhan, terutama dari ekspansi ke luar Jawa dan dorongan proyek infrastruktur pemerintah.

Analis Maybank Sekuritas, Kevin Halim, menilai INTP sebagai produsen semen dengan operasi yang efisien, terutama karena lokasi pabriknya yang strategis, termasuk pabrik terbesar di Citeureup dengan kapasitas 18,1 juta ton. Akuisisi Semen Grobogan semakin memperkuat posisi INTP di pasar Jawa, sekaligus membuka peluang ekspansi ke Sumatera. Kevin juga memperkirakan margin EBITDA INTP akan lebih tinggi dibandingkan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dengan pangsa pasar yang tumbuh menjadi 29,6% pada 2024 dari 25,9% pada 2019.

Namun, Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga, menyoroti tantangan utama bagi INTP, yaitu oversupply semen dan ketatnya persaingan harga yang menekan profitabilitas. Meski demikian, Aditya melihat potensi pemulihan permintaan semen dari proyek pembangunan 3 juta rumah pada 2025, kelanjutan proyek IKN, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya. Ia memproyeksikan konsumsi semen domestik tumbuh 1% - 2,5% pada 2025, yang diharapkan meningkatkan rasio utilisasi INTP menjadi 60%.

Analis OCBC Sekuritas, Budi Rustanto, juga optimistis terhadap pertumbuhan INTP, didukung oleh penurunan suku bunga yang berpotensi mendorong penjualan properti. Ia mencatat bahwa permintaan semen curah meningkat di Jakarta dan Jawa Barat, terutama karena proyek infrastruktur seperti MRT, LRT, dan jalan tol.

Secara keseluruhan, meskipun INTP menghadapi tantangan di industri semen, strategi ekspansi dan dukungan proyek nasional dapat membantu perusahaan mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan profitabilitasnya dalam jangka panjang.

Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi

05 Feb 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan tidak mencapai target pemerintah yang ditetapkan dalam APBN sebesar 5,2%, dan hanya akan tumbuh sekitar 5%. Perlambatan ini disebabkan oleh melemahnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta konsumsi pemerintah di kuartal IV-2024.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 hanya 4,91% yoy, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,95% yoy. 

Namun, sektor ekspor menjadi faktor positif yang membantu menopang ekonomi, dengan pertumbuhan ekspor neto sebesar 3,88% yoy, setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Di sisi lain, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, Banjaran Surya Indrastomo, memiliki pandangan lebih optimistis. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 mencapai 5,18% yoy, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya. Menurutnya, permintaan domestik masih kuat, didukung oleh PMI manufaktur dan peningkatan keyakinan konsumen.

Untuk tahun 2025, Banjaran memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa mencapai 5,51%, didorong oleh Ramadan, Idul Fitri, dan penurunan BI-Rate yang memberikan stimulus ekonomi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Bambang Brodjonegoro, juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5%, dengan dorongan dari momen pemilu serta puasa Lebaran. Namun, proyeksi tersebut masih di bawah target pemerintah sebesar 5,2%.

Meskipun pertumbuhan ekonomi 2024 tetap stabil di atas 5%, tantangan utama seperti pelemahan konsumsi domestik dan investasi harus diatasi agar ekonomi bisa mencapai target yang diharapkan pada tahun-tahun mendatang.

Warga AS Tersakiti dengan Kebijakan Trump soal Tarif

04 Feb 2025

Tarif  baru bagi semua barang impor dari Kanada, Meksiko, dan China yang dikenakan  Amerika Serikat berlaku pada Selasa (4/2/2025). Presiden AS Donald Trump mengakui, rakyat AS akan merasakan ”sakit” dari kenaikan harga. ”Akankah ada rasa sakit? Ya, mungkin (dan mungkin juga tidak). Akan tetapi, kita akan membuat AS hebat kembali. Semua rasa sakit ini akan sepadan,” cuit Trump di akun pelantar Truth Social. Para pakar ekonomi di AS memperkirakan, untuk jangka pendek akan ada lonjakan harga barang. Padahal, salah sat alasan Trump memenangi pemilihan umum presiden, November 2024, adalah karena rakyat AS sudah muak dengan inflasi yang menyebabkan kenaikan harga barang sejak pandemi Covid-19. Koran The New York Times melaporkan, harga bahan makanan, kendaraan, barang elektronik, hingga bahan bakar minyak akan naik.

”Karena gabungan ketiga negara (yang menjadi sasaran kebijakan tarif Trump), akan sulit untuk menyusuri lorong toko kelontong dan tidak melihat semacam efek inflasi,” kata Jason Miller, profesor manajemen rantai pasok Universitas Negeri Michigan Harga avokad, tomat, dan stroberi berpotensi naik karena sebagian besar produk ini diimpor dari Meksiko. Pada 2023, hampir tiga perempat impor pertanian AS dari Meksiko terdiri dari sayur-sayuran, buah, minuman, dan minuman beralkohol sulingan. Toko kelontong akan kekurangan stok bahan makanan yang substansial dan berujung pada kenaikan harga. AS juga mengimpor berbagai produk pertanian dari Kanada, termasuk daging dan biji-bijian.

Kenaikan tarif berpotensi meningkatkan harga eceran daging sapi apabila toko-toko kelontong membebankan biaya tersebut kepada konsumen. Trump pada Rabu (1/1) mengumumkan kenaikan tarif 25 persen untuk semua barang impor dari Meksiko dan Kanada. Padahal, AS, Meksiko, dan Kanada terikat perjanjian perdagangan bebas negara-negara Amerika Utara (USMCA). Ia juga menambah tarif 10 persen kepada China. Walhasil, impor dari China kini terkena biaya tambahan sampai 60 persen. Pemberlakuan tarif itu memicu perang dagang. Ada beberapa alasan Trump melakukan itu. Pertama, ia kesal terhadap defisit neraca perdagangan. Meksiko mitra dagang nomor satu AS dan disusul Kanada. Kedua, Trump menyalahkan Meksiko dan Kanada karena membiarkan imigran gelap membanjiri AS. Menurut Trump, imigran adalah penyebab kejahatan, kemiskinan, dan kemerosotan AS. (Yoga)

Tamat Sudah Riwayat USAID di Tangan Elon Musk

04 Feb 2025

Spekulasi publik selama beberapa hari terakhir terjawab dengan unggahan miliarder Elon Musk di X mengenai kelanjutan Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. Lembaga itu akan ditutup sebagai bagian dari pemotongan anggaran pemerintah. Sebagian besar karyawannya sejak pekan lalu diminta untuk mengambil cuti tanpa batas. Hal itu diumumkan Musk di X Spaces, Senin (3/2/2025). Musk, orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, ditunjuk Presiden AS Donald Trump untuk mengepalai Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). ”Saya sudah berkali-kali rapat dengan Pak Presiden. Keputusannya, USAID memang harus ditutup,” kata Musk. Ketidakpastian nasib USAID bermula pada akhir Januari 2025 ketika Trump mengumumkan penangguhan operasional USAID untuk 90 hari ke depan. Alasannya, ia ingin mengkaji kembali kebijakan dan pelaksanaan USAID agar sesuai dengan semangat kebangkitan kembali AS (Make America Great Again/MAGA). Sesuai prinsip MAGA, kepentingan dalamnegeri AS menjadi prioritas sehingga segala dana ataupun bantuan ke luar negeri dikebelakangkan.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS menyumbang 42 persen bantuan global. Jumlahnya pada 2024 setara dengan 13,9 miliar dollar AS. Dana ini dipakai mulai dari mencari pengobatan HIV/AIDS, membersihkan daerah bekas konflik dari ranjau darat, memberdayakan petani dan buruh perkebunan, hingga membiayai sejumlah rumah sakit lapangan di beberapa negara. Di Thailand, contohnya, USAID mendanai sejumlah kamp pengungsi untuk warga Myanmar. Terhitung ada 100.000 warga Myanmar yang melarikan diri dari negara mereka sejak junta militer melancarkan kudeta pada 2021. Kamp-kamp ini terpaksa ditutup karena bantuan dihentikan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 29 Januari 2025 mengeluarkan surat edaran mengenai jenis-jenis program bantuan luar negeri yang dikecualikan dari pembekuan. Secara total, nilai bantuan luar negeri AS yang dipermasalahkan oleh Trump mencapai 60 miliar dollar AS yang disalurkan melaluisejumlah lembaga global.

”Program-program bantuan obat-obatan, layanan kesehatan, pangan dan papan, serta logistik untuk membantu kelangsungan hidup manusia tidak masuk kategori yang ditangguhkan,” tulis Rubio dalam surat edaran yang dikutip harian Washington Post. Sebaliknya, program-program kesetaraan jender dan perlindungan ataupun pemberdayaan minoritas etnis dibekukan. Namun, surat edaran Rubio ternyata tidak membantu. Pada Minggu (2/2/2025), ketika Trump ditanya wartawan mengenai masa depan USAID, ia mengatakan, lembaga tersebut tidak sesuai semangat MAGA. Sejak Sabtu (1/2), situs resmi USAID tidak aktif. Bahkan, Direktur Eksekutif USAID Matt Hopson yang diangkat oleh Trump pun mengundurkan diri. Belum ada kejelasan mengenai nasib 10.000 pegawai USAID yang tersebar di seluruh dunia. Sejumlah pegawai di AS diminta untuk mengambil cuti tanpa batas sejak pekan lalu. Trump menginginkan USAID dilebur ke dalam Departemen Luar Negeri. Padahal, selama ini, USAID adalah lembaga pemerintah yang independen dan tidak berada di bawah kementerian mana pun. (Yoga)