Tak Mudah Ambil Manfaat dari Perang Dagang
Indonesia diprediksi tidak akan serta merta bisa mengambil manfaat dari pecahnya perang dagang global yang telah dimulai dengan penerapan tarif atas barang-barang impor Amerika Serikat dari Kanada, Meksiko dan China. Alih-alih bisa mengambil manfaat dari peralihan investasi dan rantai pasok dari negara berikutnya yang bakal dikenai tarif oleh Negeri Paman Sam itu. Secara teori, Indonesia memang berpotensi untuk meningkatkan ekspor dan investasi langsung asing (foreign direct investament/FDI) yang dipicu oleh perang dagang. Namun dalam kenyataannya, dari pengalaman perang dagang sebelumnya yang mulai terjadi pada tahun 2018, keuntungan riil yang diperoleh Indonesia dari tren tersebut sangat terbatas. Itu dikarenakan, Indonesia umumnya tidak memproduksi barang yang bisa menyubstitusi produk yang dikenai sanksi atau diprotekski oleh AS dari rekan-rekan dagangnya seperti China, Meksiko dan Kanada. Indonesia tidak memiliki banyak industri semi-processed goods, apalagi advance, yang kuat atau berdaya saing ekspor seperti semikonduktor, panel surya, crane, produk elektronik, baterai, electric vehicle, medical goods, dan komponen pesawat terbang. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023